Luki Yunita
Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jln. Ir. H. Juanda, No. 95, Ciputat, Tangerang Selatan 15412

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : EDUSAINS

THE USE OF POGIL MODEL (PROCESS-ORIENTED GUIDED-INQUIRY LEARNING) TO ‎INCREASE THE CONCEPT UNDERSTANDING OF STUDENTS ON REACTION RATE ‎TOPIC Aulia, Hanna; Saridewi, Nanda; Yunita, Luki
EDUSAINS Vol 9, No 2 (2017): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v9i2.5400

Abstract

This study aims to determine the effect of application of POGIL model in improving student` understanding of the material on reaction rate. The method used in this research is Quasi Experiment with Non Equivalent Control Design research descriptions and sampling with purposive sampling technique.The instrument used in this research are 12 essay test instrument with conceptual understanding indicator covering ability to comprehend, apply, and analyze. In this reseacrh, obtained pretest score of control class as much as 26,10 and experiment class 24,86. Next, the score of posttest of concrol class is 62,48 and experiment class is 76,48. Based on the hypothesis test with the level of trust α (0,05) obtained by t-test of posttest data obtained that the value of sig (2-tailed) 0,00 < 0,005 and tcount< ttabel (6,521<2,045) which mean H0 rejected and H1 accepted so that it can be concluded that there is a significant influence on the application of POGIL model to student understanding of the material on the rate of reaction. Keywords :Concept Understanding; POGIL; Reaction Rate  
The Correlation of Guided Inquiry Model with SETS Approach on Students' Critical Thinking Skills R. Melisa Nelvita Sari; Siti Suryaningsih; Luki Yunita
EDUSAINS VOL 10, NO 2 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v10i2.10268

Abstract

KORELASI MODEL INKUIRI TERBIMBING BERPENDEKATAN SETS TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA AbstractCritical thinking skills in chemistry subject is still low. Teacher-centered learning is one of the causes of low critical thinking skills. The objective of this study was to investigate the correlation of guided inquiry learning model with the Science, Environment, Technology and Society (SETS) approach on students’ critical thinking skills at chemical equilibrium material. The research method was Quasi Experiment with Nonequivalent Control Group Design, and the samples were taken using purposive sampling. The samples consisted of 36 students in the control and the experimental classes. The research instrument consisted of 12-item essay test which represented 11 indicators of critical thinking skill. Data analysis was performed using the Independent Sample T-test through SPSS 22 version. The results of hypothesis testing showed a correlation of the use of guided inquiry model with SETS approach on students' critical thinking skills in the experimental class with sig values <0.05. The percentage result of the posttest data showed an increase in critical thinking skills of students in the experimental class. The conclusion of this study is that the use of guided inquiry model with SETS approach can improve students' critical thinking skills. The highest critical thinking skills indicator in the experimental class is inducing and judging inductions, while the lowest indicator is observing and judging observation reports.AbstrakKeterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran kimia masih rendah. Pembelajaran yang berpusat pada  guru adalah salah satu penyebab rendahnya keterampilan berpikir kritis. Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi model pembelajaran inkuiri terbimbing berpendekatan Science, Environment, Technology, dan Society (SETS) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi kesetimbangan kimia. Metode penelitian adalah Quasi Experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design, dan teknik yaitu purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak masing-masing 36 orang pada kelas kontrol dan eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes esai sebanyak 12 butir soal yang mewakili 11 indikator keterampilan berpikir kritis. Analisis data menggunakan Independent Sample T-test melalui SPSS versi 22. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya korelasi penggunaan model inkuiri terbimbing berpendekatan SETS terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dengan nilai sig. < 0,05. Hasil persentase data posttest menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan model inkuiri terbimbing berpendekatan SETS mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Indikator keterampilan berpikir kritis tertinggi di kelas eksperimen adalah membuat induksi dan mempertimbangkan hasil induksi dan indikator terendah adalah mengobservasi dan mempertimbangkan hasil observasi.  
PEMANFAATAN PETA KONSEP (CONCEPT MAPPING) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP SENYAWA HIDROKARBON Luki Yunita
EDUSAINS Vol 6, No 1 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.647 KB) | DOI: 10.15408/es.v6i1.1094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang senyawa hidrokarbon dengan pemanfaatan peta konsep. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat-Tangerang Selatan pada bulan April sampai dengan Juni 2007. Metode yang digunakan berupa Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan dua siklus. Siklus I dilakukan dua kali pertemuan dengan bahasan komposisi hidrokarbon dan kekhasan atom karbon. Siklus II dilakukan lima kali pertemuan pada bahasan penggolongan hidrokarbon, reaksi dan kegunaannya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dengan siklus I soal dibatasi pada jenjang pengetahuan dan pemahaman, sedangkan siklus II mencapai jenjang aplikasi dan analisis. Instrumen lainnya berupa angket tanggapan siswa terhadap peta konsep, lembar observasi, serta wawancara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan ketercapaian indikator keberhasilan dengan peningkatan nilai rata-rata siswa siklus I sebesar 70,3 menjadi 80,8 pada siklus II. Pada siklus II tidak ada siswa yang mendapat nilai kurang dari 60,0. Angket tanggapan siswa terhadap peta konsep dalam pembelajaran terjadi peningkatan prosentase pada seluruh pernyataan dari siklus I ke siklus II. Penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan peta konsep memberikan dampak positif bagi siswa dalam proses belajar mengajar dan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukkan bagi para pendidik dalam memilih strategi mengajar yang tepat untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar yang diharapkan.
GENDER DIFFERENCES IN THE RELATIONSHIP BETWEEN ANXIETY, SELF-EFFICACY AND STUDENTS LEARNING OUTCOMES ON CHEMISTRY SUBJECT Siti Amaliyah; Siti Suryaningsih; Luki Yunita
EDUSAINS Vol 13, No 1 (2021): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v13i1.12991

Abstract

PERBEDAAN GENDER DALAM HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN, EFIKASI DIRI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KIMIAAbstractLearning outcomes of male and female students have different results. Psychological factors in chemistry subjects including anxiety and self-efficacy as factors related to each other. The purpose of this study was to determine the relationship of anxiety and self-efficacy of the chemistry learning outcomes of class X science students related to gender in two public high schools in South Tangerang city for the academic year of 2017/2018. This is a correlational study using a quantitative approach. The population in this study involved 300 students selected through a purposive sampling method which resulted in 161 students relevant to this study including 87 females and 74 males students. The instruments used in the study were anxiety questionnaires and self-efficacy questionnaires with 30 items on each questionnaire, and also for collecting learning outcomes data middle test scores. The results showed the value of sig. 0,00 <α (0,025) which of H0 is rejected and H1 is accepted. The coefficient of determination (R2) shows the percentage contribution of influence on male 26.11% and female 37.08% which can be concluded that there is a relationship between anxiety and self-efficacy towards learning outcomes of chemistry male students have a smaller contribution than female students. Replication of the study in different science disciplines and comparing science and non-science majors are also recommended.AbstrakHasil belajar siswa laki-laki dan siswa perempuan mempunyai perbedaan capaian hasil akhir.  Pada pelajaran kimia faktor psikologi meliputi kecemasan dan self-efficacy menjadi faktor yang berhubungan satu dengan yang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecemasan dan self-efficacy terhadap hasil belajar kimia siswa kelas X IPA berkaitan dengan perbedaan gender pada dua sekolah Sekolah Menengah Atas Negeri di Tangerang Selatan tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi berjumlah 300 siswa dengan penarikan sampel purposive sampling sejumlah 161 siswa meliputi 87 siswa perempuan dan 74 siswa laki-laki. Instrumen yang digunakan berupa angket kecemasan dan self-efficacy sejumlah 30 butir pernyataan pada masing-masing angket serta data hasil belajar berupa nilai Ujian Tengah Semester. Hasil penelitian menunjukkan nilai sig. 0,00 < α (0,025) dimana H0 ditolak dan H1 diterima. Koefisien determinasi (R2) menunjukkan presentase kontribusi pada hubungan yang disumbangan secara simultan pada siswa laki-laki lebih kecil sebesar 26,11% dari siswa perempuan sebesar 37,08% sehingga secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kecemasan dan self-efficacy terhadap hasil belajar kimia pada siswa laki-laki mempunyai sumbangan lebih kecil dari siswa perempuan dengan capaian hasil belajar yang lebih tinggi. Replikasi studi dalam disiplin ilmu yang berbeda dan membandingkan jurusan sains dan non-sains juga dianjurkan.