Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

NILAI-NILAI SIMBOL RITUS NOPAHTUNG SEBAGAI KEARIFAN LOKAL SUKU UUD DANUM KECAMATAN AMBALAU Agnesia Hartini; Mardawani Mardawani; Fusnika Fusnika; Vincensia Devi; Eduardus Edo; Hendrikus Galung
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6438

Abstract

Sebuah tradisi seperti ritus Nopahtung di yakini oleh masyarakat Suku Dayak Uud Danum memiliki nilai-nilai baik sebagai kearifan lokal yang hidup dan berkembang di masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara jelas mengenai nilai-nilai simbol ritus Nopahtung sebagai bentuk pelestarian budaya lokal masyarakat suku Dayak Uud di kecamatan Ambalau. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan  study dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) pelaksanaan ritus Nopahtung adalah tradisi yang masih sering  dilaksanakan masyarakat. 2) nilai makna simbol ritus Nopahtung adalah proses pembersihan dan pemulihan dari hal-hal negatif atau kesialan yang bersumber dari mimpi seseorang. 3) bentuk pelestarian budaya lokal masyarakat suku Dayak Uud Danum dilakukan melalui beberapa cara terutama melalui media sosial seperti membuat literasi, berita google dan dokumentasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai simbol ritus nopahtung sebagai kearifan lokal Suku Uud Danum Kecamatan Ambalau masih dilaksanakan dan dipercayai masyarakat sebagai tradisi yang perlu dilestarikan sebagai kearifan lokal yang syarat akan nilai dan moral. Kata Kunci : Nilai, Makna Simbol, Ritus Nophatung, Kearifan Lokal
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) UNTUK PENANGGULANGAN KEMISKINAN SEBAGAI BENTUK PERWUJUDAN PASAL 34 AYAT (1) DI DESA NANGA TEKUNGAI KECAMATAN SERAWAI KABUPATEN SINTANG Suparno Suparno; Mardawani Mardawani; Alvonsius Helmi Yahya
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i2.5766

Abstract

Kemiskinan masih menjadi tantangan struktural di desa-desa pedalaman Indonesia, termasuk Desa Nanga Tekungai, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Pemerintah Indonesia melalui Program Keluarga Harapan (PKH) berupaya menanggulangi kemiskinan sekaligus menunaikan amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 tentang perlindungan bagi fakir miskin dan anak-anak terlantar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi PKH di Desa Nanga Tekungai, meliputi pelaksanaan, mekanisme penyaluran, serta dampak ekonominya bagi masyarakat penerima manfaat (KPM). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu melalui wawancara mendalam kepada pendamping sosial, pelaksana program, serta keluarga penerima manfaat, dilengkapi dokumentasi kebijakan dan laporan pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PKH di Desa Nanga Tekunga berjalan sesuai pedoman, namun masih terdapat kendala yang dihadapi, di antaranya: keterbatasan pemahaman sebagian penerima manfaat terhadap tujuan program, keterlambatan proses pencairan bantuan, serta intensitas pendampingan yang masih perlu. Meski demikian, PKH terbukti mampu meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, serta mulai mendorong kemandirian ekonomi. Implementasi PKH di desa ini secara nyata telah memenuhi amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 dan menjadi instrumen penting perlindungan sosial di tingkat lokal Kesimpulannya, PKH memberikan dampak positif nyata dalam pengentasan kemiskinan di Desa Nanga Tekungai, meskipun masih memerlukan optimalisasi beberapa aspek teknis dan pemberdayaan penerima manfaat. Harapannya, penguatan kapasitas pendamping sosial dan peningkatan literasi masyarakat akan membuat program ini semakin efektif dalam kemiskinan secara berkelanjutan.Kata kunci:  Implementasi, Program Keluarga Harapan, Penanggulangan Kemiskinan, Pasal 34 Ayat (1)
PELATIHAN DIGITAL ENTREPRENEURSHIP DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA BAGI MAHASISWA Anna Marganingsih; Mardawani Mardawani; Emilia Dewiwati Pelipa; Eliana Yunitha Seran
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (JPMB), Juni 2026
Publisher : Yayasan Nusa Cendekia Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64020/jpmb.v2i2.67

Abstract

Currently, the development of digital technology has brought significant changes in various aspects of life, including the world of education and entrepreneurship. Students are required to have comprehensive academic abilities and the ability to utilize digital technology in developing an entrepreneurial spirit based on Pancasila values. But on the other hand, the development of the digital world can also bring new challenges such as the emergence of business practices that lack regard for ethics, social responsibility, honesty and human values. Therefore, the devotees see the need for coaching efforts through community service activities regarding digital entrepreneurship based on Pancasila values which aim to improve student understanding. This service was carried out at the Economic Education Study Program of STKIP Persada Khatulistiwa Sintang with the participation of 25 students in the fourth semester. The method used is the lecture method with question and answer sessions and interactive discussions. The results of the activity showed that the students participating in the training had high enthusiasm. Participants gained a better understanding of the importance of developing digital-based businesses without leaving the values of Pancasila as the basis for carrying out economic activities. Students have an understanding that digital entrepreneurship is not only oriented towards economic profit, but must also prioritize honesty, responsibility, mutual cooperation, justice, and concern for the community.