Claim Missing Document
Check
Articles

FERTILITY BASED ON DEMOGRAPHIC AND SOCIAL ECONOMIC FACTORS IN WOMEN OF REPRODUCTIVE AGE IN BENGKULU PROVINCE (SECONDARY DATA ANALYSIS 2017 IDHS) Bintang Agustina Pratiwi; Nopia Wati; Oktarianita Oktarianita; Wulan Angraini; Mugia Bayu Raharja
Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Vol. 12 No. 1 (2023): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v12i1.2023.41-51

Abstract

The Total Fertility Rate (TFR) of Bengkulu Province is still at 2.31, meaning that there are still Women of Reproductive Age who have children >2. This condition affects the non-fulfillment of basic family needs.  The purpose of this study was to determine the factors causing fertility based on demographic, social, and economic factors in Women of Reproductive Age in Bengkulu Province. This study is a study that uses secondary data from the Indonesian Demographic Health Survey (IDHS) in 2017. The population in this study is 49,250 households nationally. The number of households that were successfully interviewed in Bengkulu Province was 850. Ever married women aged 15-49 years were 809 people. Furthermore, the weighted sample was 364 people, from the weighted sample 274 samples met the criteria. The data analysis used in this study consisted of 3 types of data analysis, that is univariate analysis, bivariate and multivariate analysis. The results showed that there was a relationship between demographic factors, namely maternal age (p = 0.000), and husband's age (p = 0.000) with Women of Reproductive Age fertility. There is a relationship between socioeconomic  factors,  that  is  maternal  education (0.026) with Women of Reproductive Age fertility in  Bengkulu  Province. The  dominant  factor causing fertility  was age at marriage (p = 0.019 and OR = 1.911).
Upaya Peningkatan Aktifitas Fisik Melalui Latihan the Six-minute Walk Pada Masyarakat Penderita Gagal Jantung Nurhayati, Nurhayati; Andari, Fatsiwi Nunik; Ferasinta, Ferasinta; Oktarianita, Oktarianita
Jurnal of Community Health Development Vol 4 No 1 (2023): Vol 4 No 1 (2023): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.351 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2023.4.1.5511

Abstract

Gagal jantung merupakan masalah epidemi global yang angka kejadiannya semakin meningkat baik dalam hal prevalensi, morbiditas dan mortalitas. Gagal jantung menjadi salah satu dari dua penyebab utama kematian di Indonesia dengan jumlah kasus sebanyak 11.34%. Masalah ini menimbulkan masalah fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi pada masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Beberapa program diantaranya adalah edukasi kesehatan tentang pola hidup sehat dengan gagal jantung yang dimanifestasikan dalam kegiatan latihan the six-minute walk distance. Program ini telah diimplementasikan oleh seluruh pasien binaan sebagai salah satu program rehabilitasi jantung dalam upaya meningkatkan aktifitas fisik pada pasien gagal jantung.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pencegahan Penularan Covid-19 pada Karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu Pratiwi, Bintang Agustina; Aguston, Febri; Amin, Amin; Oktarianita, Oktarianita
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v14i1.123

Abstract

Latar Belakang : Penerapan pencegahan Covid 19 di Universitas Muhammadiyah Bengkulu masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan penularan Covid-19 pada karyawan di Universitas Muhammadiyah Bengkulu.Metode : Deskriptif analitik dengan metode kuantitatif. Rancangan waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di Universitas Muhammadiyah Bengkulu pada bulan januari 2022. Sampel diambil dari total populasi yang memenuhi kriteria berjumlah 73 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang sudah valid dan reliabel. Setelah terkumpul data dianalisis univariat dan bivariat (chi squqre).Hasil : Menemukan terdapat 36 orang (49.6%)  dengan kategori pengetahuan kurang baik, sikap kurang baik 35 orang (47.9%) dan sebanyak 43 orang (43.8%) dengan kategori perilaku pencegahan Covid-19 kurang. Terdapat hubungan pengetahuan (p value = 0.000) dan sikap (p value = 0.000) dengan perilaku pencegahan covid 19.Simpulan : Disarankan kepada ibu hamil untuk menjaga pola makan dan berolah raga dengan teratur serta memeriksakan kehamilan secara teratur ke tenaga Kesehatan.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku
Education on the Knowledge of Youth about Youth Care Health Services (PKPR) Sartika, Andry; Oktarianita, Oktarianita; Padila, Padila; Andri, Juli; Andrianto, Muhammad Bagus
JOSING: Journal of Nursing and Health Vol 2 No 1 (2021): JOSING: Journal of Nursing and Health
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/josing.v2i1.3023

Abstract

This study aims to determine the effect of counseling on adolescent knowledge about Youth Care Health Services (PKPR) at the Bintang Terampil Orphanage, Bengkulu City. This type of research is quantitative research conducted at the Bintang Terampil Orphanage, Bengkulu City. The population observed was all 30 adolescents in the Bintang Skilled Orphanage, Bengkulu City, with a total sampling technique of selecting samples. Data collection was carried out by distributing questionnaires containing questions to adolescents about PKPR twice to determine their pretest and posttest knowledge about PKPR. Information was obtained in the univariate and bivariate test analysis. The results showed that the average knowledge score before counseling was 8.57, and after counseling was 12.13. Adolescents' knowledge about PKPR before and after counseling was a mean value of 3.567, a standard deviation of 2.208, with a p-value of 0.005. In conclusion, there are differences in adolescent knowledge about PKPR before and after counseling. Keywords: Adolescent Knowledge, Counseling, PKPR
POLA ASUH, POLA MAKAN DAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK DENGAN KEJADIAN STUNTING ANGRAINI, WULAN; FIRDAUS, FITRIANA; PRATIWI, BINTANG AGUSTINA; OKTARIANITA, OKTARIANITA; FEBRIAWATI, HENNI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5186

Abstract

Pendahuluan: Balita di Indonesia angka prevalensi stunting pada angka 36,8%,, pada tahun 2013 menningkat kembali pada angka 37,2% serta meningkat kembali pada tahun 2016 27,5% dan pada tahun 2017 meningkat kembali menjadi 29,6%. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya pola asuh, pola makan, dan kondisi lingkungan fisik dengan kejadian stunting Kabupaten Bengkulu Tengah. Metode: penelitian dengan metode analitik pendekatan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 73 sampel. Penarikan sampel dengan simple random sampling. Analisis data secara univariat dan bivariate menggunakan chi-square. Hasil dan Pembahasan: analisis bivariat menunjukan ada hubungan variabel pola asuh (p value = 0,024), kondisi lingkungan fisik (kelembaban) (pvalue =0,024), kondisi lingkungan fisik (kepadatan hunian) dengan kejadian stunting (pvalue=0,046). Sedangkan tidak ada hubungan Pola makan (p value = 0,067), kondisi lingkungan fisik (pencahayaan) (pvalue = 0,072), kondisi lingkungan fisik (ventilasi) (pvalue = 0,118) dengan stunting. Kesimpulan: Ada hubungan pola asuh, konsisi lingkungan fisik (kelembaban, kepadatan hunian) dengan stunting sedangkan pola makan kondisi fisik (pencahayaan dan ventilasi) tidak ada berhubungan dengan stunting. Peningkatan pemahaman dalam pola asuh, menjaga lingkungan fisik dari segi kelembaban dan kepadatan hunian menjadi faktor pendukung dalam mencegah kejadian stunting.
HUBUNGAN KEJADIAN DIARE DENGAN PERTUMBUHAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANG KOTA BENGKULU: HUBUNGAN KEJADIAN DIARE DENGAN PERTUMBUHAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANG KOTA BENGKULU PRATIWI, BINTANG; Sari, Okti Indah; Amin, Muhammad; Oktarianita, Oktarianita
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v1i2.311

Abstract

Jumlah penemuan diare pada balita sebanyak 53 orang balita. Puskesmas Kandang dengan menempati urutan ke-2 terendah setelah Puskesmas Jalan Gedang Kota Bengkulu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kejadian diare dengan pertumbuhan balita di wilayah kerja Puskesmas Kandang Kota Bengkulu. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan mei-juni 2020, sampel diambil dengan teknik Accidental Sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Selanjutnya di analisis univariat dan bivariat. Hasil uji analisis diperoleh 37 (82,2 %) balita dengan diare akut. Hasil uji analisis bivariat diperoleh ada hubungan antara kejadian diare dengan pertumbuhan balita di wilayah kerja Puskesmas Kandang Kota Bengkuludidapat nilai p value 0,001 < 0,05. Disarankan kepada Puskesmas Kandang Kota Bengkulu untuk melakukan promosi dan penyuluhan kesehatan mengenai pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan balita terutama ketika balita mengalami diare
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan COVID-19 pada Mahasiswa Bintang Agustina Pratiwi; Azzaria Fidella; Eva Oktavidiati; Oktarianita Oktarianita; Henni Febriawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i02.1049

Abstract

Tindakan pencegahan COVID 19 harus diterapkan untuk mencegah infeksi virus. Survey pendahuluan menunjukkan lebih dari 50% Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu belum menerapkan perilaku pencegahan COVID-19. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada mahasiswa/i. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ialah cross sectional. Survei dilakukan di Universitas Muhammadiyah Bengkulu selama bulan Desember 2020. Populasi penelitian ini terdiri dari 5.788 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu mulai tahun 2014-2020 dengan status aktif. Sampel diperoleh sebanyak 98 mahasiswa. Analisis univariat dan bivariat digunakan setelah data terkumpul. Hasil analisis menemukkan hanya 51% responden yang menerapkan perilaku pencegahan COVID-19, berpengetahuan tinggi (62,2%), sikap mendukung (52,04) dan keluarga mendukung (57,1%). Tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang pencegahan COVID-19 (Pv=0,499) dan dukungan yang diberikan keluarga (Pv=0,431) dengan perilaku pencegahan COVID-19 dan ada hubungan sikap dengan perilaku pencegahan COVID-19 (Pv=0,001; OR=4,667).
KUNJUNGAN PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR TERHADAP KUNJUNGAN PENGOBATAN DI PUSKESMAS KOTA BENGKULU: INTEGRATED COACHING POST PROGRAM FOR NON-COMMUNICABLE DISEASES ON TREATMENT VISITS AT PUSKESMAS, BENGKULU CITY Febriawati, Henni; Angraini, Wulan; Sarkawi, Sarkawi; Oktarianita, Oktarianita
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2024): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v18i1.943

Abstract

Pos pembinaan terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan program pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan dan deteksi dini kasus-kasus PTM dengan sasaran kelompok masyarakat berusia 15 tahun ke atas. Sampai saat ini pelaksanaan posbindu PTM di 20 wilayah kerja puskesmas Kota Bengkulu belum tepat sasaran, hal ini terlihat dari partisipasi masyarakat yang berkunjung ke Posbindu PTM didominasi oleh kelompok usia di atas 47,59 tahun. Penelitian ini melihat dengan aktifnya peserta mengikuti kegiatan Posbindu PTM akan berbanding lurus dengan menurunnya tingkat kunjunagn berobat ke Puskesmas. Tujuan penelitian keaktifan kunjungan peserta Posbindu PTM terhadap kunjungan pengobatan di Puskesmas Kota Bengkulu. Desain penelitian ini adalah eksploratori dengan pendekatan observasional Cross Sectional dengan uji hipotesis untuk mengetahui hubungan kunjungan Posbindu PTM terhadap kunjungan pengobatan ke Puskesmas dan metode kualitatif untuk mengetahui implementasi program Posbindu PTM. Sampel penelitian berjumlah 136 orang dengan teknik Accidental Sampling. Uji validitas dan reabilitas instrument pada peserta aktif Posbindu pada Kabupaten Bengkulu Tengah dan pada peserta bukan Jaminan Kesehatan Nasional.   Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat pengaruh kunjungan program Posbindu PTM terhadap kunjungan pengobatan ke puskesmas Kota Bengkulu (p = 0,629). Sejalan dengan peserta posbindu PTM berusia 47,59 tahun ke atas tidak ada pengaruh kunjungan peserta terhadap kunjungan sakit. Analisis implementasi program Posbindu PTM sudah berjalan sesuai SOP dengan kegiatan yang sangat dirasakan bermanfaat bagi peserta terutama dalam hal pemantauan status kesehatan. Namun, masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan Posbindu karena  pelaksanaannya yang mayoritas dilakukan pada saat jam kerja, sehingga sasaran kegiatan didominasi oleh kelompok lansia. Permasalahan lain adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang Posbindu PTM yaitu dengan kegiatan yang dibatasi oleh pemeriksaan kesehatan saja tanpa adanya kegiatan pengobatan lebih lanjut. Diharapkan adanya koordinasi dari pihak puskesmas dan kader dalam mengkomunikasikan mengenai pentingnya program Posbindu PTM kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan dan pemantauan status kesehatan.
PKM MENINGKATKAN KOMSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA MASYARAKAT DUSUN I DESA SRI KUNCORO KECAMATAN PONDOK KELAPA KABUPATEN BENGKULU TENGAH Pratiwi, Bintang Agustina; Angraini, Wulan; Oktarianita, Oktarianita; Febriawati, Henni; Wati, Nopia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sri Kuncoro tepatnya di dusun 1 Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah Kota  Bengkulu dari 40 KK terdapat 25 KK masyarakat yang tidak mengkomsumsi buah dan sayuran, berbagai dampak yang dapat terjadi jika kurang mengkonsumsi buah dan sayur,seperti mudah terserang penyakit, sering mengalami masalah gusi, obesitas ,kurangnya konsentrasi dan lemas. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan mulai dari tanggal 05 November-26 Desember 2019.  Kegiatan dimulai dari pengumpulan data, analisis, intervensi melalui penyuluhan dan selanjutnya dilakukan menitoring dan evaluasi. Setelah kami kkegiatan edukasi konsumsi buah dan sayuran tesebut, pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan pentingnya konsumsi buah dan sayuran menjadi bertambah, dan masyarakat sadar pentingnya konsumsi buah dan sayuran akan kesehataan. Hendaknya masyarakat dusun 1 desa sri kuncoro agar lebih memperhatikan dan sadar akan pentingnya konsumsi buah dan sayur agar terciptanya masyarakat yang sehat
Edukasi Kesehatan Remaja di Panti Asuhan Bintang terampil Kota Bengkulu Oktarianita, Oktarianita; Nurhayati, Nurhayati; Amin, M
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus cedera pada anak usia sekolah dan remaja semakin meningkat. Masih kurangnya informasi mengenai kesehatan terutama untuk remaja. Perlu adanya pengetahuan dan pemahaman pada remaja terutama tentang berperilaku. Untuk itu, pendidikan kesehatan tentang kesehatan remaja menjadi langkah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang kesehatan remaja, terutama pada anak-anak sekolah. Sebab anak-anak merupakan kelompok rentan dan kecenderungan berperilaku berisiko mengalami permasalahan kesehatan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan di Panti Asuhan Bintang Terampil menggunakan metode observasi, pendidikan kesehatan berupa penyuluhan. Observasi dilakukan untuk menentukan permasalahan apa yang dihadapi anak-anak, dilanjutkan kegiatan edukasi kesehatan remaja yang akhirnya akan berguna untuk menghadapi permasalahan kesehatannya. Dari observasi awal melalui wawancara terhadap 4 orang anak panti dengan beberapa pertanyaan mengenai pengetahuan tentang kesehatan remaja diketahui bahwa anak-anak belum mengetahui apa saja tentang kesehatan remaja. Hasil Tim Pengabdian Masyarakat setelah melakukan edukasi kesehatan remaja. Remaja mengetahui seputar kesehatan remaja, hal yang harus dihindari dan cara mengatasi masalah remaja. Kesimpulan dari hasil pengabdian ini kegiatan berjalan cukup baik, remaja telah mengetahui kesehatan remaja dan remaja antusias dalam mengikuti penjelasan yang diberikan.