Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Madrasah Aliyah Alhakimiyah Padang Lawas: Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Madrasah Aliyah Alhakimiyah Padang Lawas Siregar, Lina Mayasari
MATAAZIR: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Januari-Juni 2020
Publisher : STAIN Madina Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/jamp.v1i1.63

Abstract

Madrasah merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peluang yang cukup besar untuk menjadi alternatif pilihan pendidikan masa depan bila mampu merespon dan kemudian secara internal mengembangkan sistem manajemen yang profesional. Sehingga menghasilkan output lembaga pendidikan yang memiliki pemahaman pengetahuan umum dan agama yang cukup serta memiliki nilai-nilai moral yang sesuai dengan Islam. Dalam hal ini, peneliti ingin membahas mengenai peran kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Alhakimiyah Padang Lawas, dengan sub fokus mencakup: (1) tipe kepemimpinan kepala madrasah, (2) peran kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah Aliyah Alhakimiyah Padang Lawas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa menggunakan interactive analysis models meliputi pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan atas empat kriteria yaitu: (1) kepercayaan (kredibilitas). Dengan teknik perpanjangan waktu observasi, ketekunan/keajegan, triangulasi dengan menggunakan berbagai sumber, teori dan metode; (2) keteralihan (transferibilitas), (3) kebergantungan (dependebilitas), (4) kepastian (konfirmabilitas). Informan penelitian yaitu kepala madrasah, waka bagian kurikulum, dewan guru dan staf, dan siswi madrasah Aliyah Alhakimiyah Padang Lawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tipe kepemimpinan kepala madrasah adalah kepemimpinan spiritual, dalam aspek pengambilan keputusan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu spiritual demokratis dan spiritual otoriter. (2) peran kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah berperan sebagai manajer, supervisor, inovator, leader, integrator, educator, dan sebagai motivator.
Pengembangan Sumber Daya Manusia di SD IT Almunawwar Panyabungan Mandailing Natal siregar, linamayasari; siregar, irma surynai; Syahida, Nadia
MATAAZIR: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Juli - Desember 2022
Publisher : STAIN Madina Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Schools are formal educational institutions in which there are teaching and learning activities in achieving national education goals. To be able to achieve the goals of quality and quality national education, one of the components needed is human resources. Therefore the development of human resources is fundamental for school managers. The purpose of this study is to find out the efforts made by the school to improve the quality of human resources at SD IT Almunawwar and explain the implications of HR development on quality development at SD IT AlMunawwar. This type of research is descriptive qualitative research. Data were collected by interview, observation and documentation methods. Data were analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The conclusions show (1) efforts made by the school to improve the quality of human resources at SD IT Almunawwar is to conduct teacher evaluations every week, namely on Saturdays. In addition, the school also provides guidance in the form of subject teacher deliberations (MGMP) per field of study. And held teacher working group (KKG) training for PAI teachers. (2) implications of HR development on quality development at SDIT Al-Munawwar can be seen from the programs developed at SDIT Al-Munawwar.
Pesantren Sebagai Model Pendidikan Holistik: Keseimbangan antara Ilmu Agama dan Ilmu Umum lina mayasari siregar; fitryani siregar, nur
MATAAZIR: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : STAIN Madina Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/jamp.v5i2.1960

Abstract

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan pengetahuan generasi muda. Sejak dahulu, pesantren dikenal sebagai lembaga yang fokus pada pengajaran ilmu agama. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, banyak pesantren yang mulai mengintegrasikan ilmu umum dalam kurikulum mereka, yaitu dengan cara menerapkan model pendidikan holistik. Adapun jenis penelitian ini adalah literature review dengan menggunakan analisis isi (content analysis). Analisis isi digunakan untuk memahami teks-teks dokumen yang relevan dalam upaya mengungkap data-data penting dari tema yang diteliti. Hasil pembahasan penelitian ini bahwa pesantren dengan konsep holistik dapat diaplikasikan melalui kurikulum yang mencakup ilmu agama dan ilmu umum. Ilmu agama, yang meliputi studi tentang Al-Qur'an, Hadis, Fiqh, dan Tasawuf, berfungsi sebagai fondasi spiritual dan moral bagi santri. Di sisi lain, ilmu umum seperti matematika, sains, bahasa, dan teknologi diajarkan untuk mempersiapkan santri dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Pesantren sebagai model pendidikan holistik menawarkan keseimbangan yang ideal antara ilmu agama dan ilmu umum. Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan santri yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan moral yang kuat, karena pendekatan holistic adalah pendekatan yang mengedepankan perkembangan menyeluruh dari setiap individu, meliputi aspek intelektual, emosional, spiritual, dan sosial. Dengan demikian, pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman modern tanpa kehilangan identitas keagamaan mereka. Penting bagi pesantren-pesantren di Indonesia untuk terus mengembangkan dan mengoptimalkan pendekatan holistik ini guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusi mereka terhadap pembangunan bangsa.
The Existence of Islamic Boarding Schools in Shaping the Character of Students: Between Tradition and Modernization (Case Studies of Mushtofawiyah Islamic Boarding School and Darul Mursyid Islamic Boarding School) Siregar, Irma Suryani; Arwin, Arwin; Siregar, Erpiana; Siregar, Lina Mayasari
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 23 No. 1 (2026): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ajaip.2026.vol23(1).25948

Abstract

Pesantren are the oldest Islamic educational institutions in Indonesia and play a central role in shaping the character of the Muslim generation. Amidst the development of globalization and modern technology, pesantren are required to maintain their Islamic scholarly identity while adapting to the competency requirements of the 21st century. This study analyzes the approach to character building of santri (students) at two types of pesantren in South Tapanuli: Pesantren Mushtofawiyah, which represents traditional pesantren, and Pesantren Darul Mursyid, which represents modern pesantren. Using a qualitative method with a case study design, data was obtained through in-depth interviews, participatory observation, and analysis of curriculum documents and character building programs. The results show that the Mushtofawiyah Islamic Boarding School develops the character of its students through mastery of classical Islamic texts, intense worship, simplicity, discipline, and the exemplary behavior of the kiai, thereby producing students who are religious, humble, and deeply rooted in classical Islamic tradition. In contrast, the Darul Mursyid Islamic boarding school applies an integrative approach that combines religious education, science, technology, foreign languages, and life skills so that students are more adaptive, communicative, and critical. The study concludes that both pesantren play a strategic role, but excel in different aspects. Moderate integration between tradition and modernization is seen as the ideal model for producing a generation of Muslims who are moral, critical, digitally literate, and ready to face global challenges.