Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK PROPOLIS ALAMI DARI SARANG LEBAH TERHADAP PERTUMBUHAN Enterococcus faecalis Zaki Mubarak; Santi Chismirina; Hafizah Humairah Daulay
Journal of Syiah Kuala Dentistry Society Vol 1, No 2 (2016): JULY
Publisher : Dentistry Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe major cause of endodontic failure is the survival of microorganisms in the root filled teeth.Enterococcus faecalis (E. faecalis) is primary bacterium in patients with post treatment endodonticinfection because Ca(OH)2 as a medicament unable to eliminate this bacteria. Propolis, sometimescalled bee glue, is a natural resinous substance collected by honey bee from plants. Propolis containsmany flavonoids and other compounds like tannin, steroid, and essential oil that have antibacterialproperties. This study was aimed to clarify the antibacterial activity of propolis extracts against E.faecalis. In this laboratory experimental study, natural propolis from bee hives was extracted bymaceration method and 96% ethanol solvent. Propolis that had been phytochemicals test, was testedusing Standard Plate Count (SPC) method to know the antibacterial activity it has. Results showed adecrease colony of E. faecalis after treated with various concentrations of propolis extract. The highestquantity of colonies was founded in concentration 20% is 74.7 x 106 CFU / mL and the least quantityof colonies at a concentration 100% is 7.3 x 106 CFU / mL. Conclusion of this study is natural propolisextract from the bee hives showed antibacterial activity against of E. faecalis.Keyword: Endodontic treatment, Enterococcus faecalis, propolis, bee hives
Quantitative and qualitative analysis of goat's milk antibiofilm against Streptococcus mutans and Candida albicans: an experimental study Chismirina, Santi; Vernanda, Evlin; Dericco, Deffan; Sungkar, Suzanna; Rezeki, Sri; Said, Shahida Mohd
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 37, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol37no2.61674

Abstract

Introduction: Streptococcus mutans and Candida albicans interact in dental plaque biofilm to form a synergistic caries process. As a result, preventing tooth cavities necessitates disrupting the interaction between these two bacteria. This can be accomplished by giving anti-biofilm substances such as goat's milk, which contains lactoferrin, lactoperoxidase, and lysozyme. Candida albicans in dental biofilms promotes more violent caries than biofilms generated only by Streptococcus mutants. This study aimed to analyze the antibiofilm of goat's milk against Streptococcus mutans and Candida albicans biofilm masses quantitatively and qualitatively. Methods: The type of study used was an experimental laboratory with a Post-Test Control Group Design. The study was conducted utilizing the Biofilm Coverage Rate (BCR) and the Biofilm Assay to asses characteristics of the quantitative concentration of biofilm and the SDS-PAGE technique to observe the biofilm protein composition qualitatively. Results: The treatment group's BCR and Biofilm Assay concentrations were 0.45 ± 0.2 lower than the negative control group's 0.78 ± 0.25. Protein profile bands of S. mutans and C. albicans biofilms exposed to goat's milk ranged from 14.4 to 116 kDa. Conclusion: Goat milk exhibits anti-biofilm action against Streptococcus mutans and Candida albicans biofilms.
The quantity of neutrofil and makrophage after the application of red ginger on white rats with chronic periodontitis Andayani, Ridha; Chismirina, Santi; Pratiwi, Hessyi Amanda; Husni, Melati Hayatul
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 28, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.739 KB) | DOI: 10.24198/pjd.vol28no2.13721

Abstract

Introduction: Chronic periodontitis is the most common form of periodontitis. The major etiology of periodontitis is gram-negative anaerobic bacteria, such as Aggregatibacter actinomycetemcomitans, Treponema denticola, Tannarela forsythia and Porphyromonas gingivalis which locally invade periodontal tissues and affect the immune system cells. Neutrophils and macrophage play central role in inflammation. The objective of this study was to evaluate the quantity of neutrophil and macrophage due to the application of red ginger (Zingiber officinale var rubrum) extract of rat chronic periodontitis. Methods: The type of this research was experimental laboratoris post test only control group. In order to induce experimental periodontitis, the mandibular insisivus was assigned to receive wire 0,008 inch in marginal gingival. Then, red ginger (Zingiber officinale var rubrum) extract that has bioactive compounds was topically administered to the rats. Results: This study showed there were no neutrophils in histopathologic of rat’s periodontal tissue, bu there were amount of macrophage. Then macrophage analyzed by one way ANOVA showed significant differrences in each group (P<0,05) and continued with LSD. Conclusions: there was no effect of red ginger (Zingiber officinale var rubrum) extract toward the quantity of neutrophils, but affected on the number of macrophage.
Pengaruh Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) Terhadap Interaksi Streptococcus Sanguinis dan Streptococcus Mutans Secara In Vitro Andayani, Ridha; Chismirina, Santi; Kumalasari, Iga
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v6i2.10427

Abstract

Streptococcus sanguinis bakteri Gram positif menginisiasi adhesi bakteri rongga mulut lainnya dengan reseptor adhesin, seperti dengan bakteri Streptococcus mutans. Streptococcus mutans patogen utama terjadinya karies. Pemanfaatan tanaman herbal seperti belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk mengurangi resiko karies karena tanaman ini memiliki kemampuan antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi Streptococcus sanguinis dan Streptococcus mutans secara in vitro pada ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi). Ekstraksi belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kultur S. sanguinis dan S. mutans pada media Trypticase Yeast Cysteine (TYC), interaksi dilakukan pada media cair Nutrient Broth (NB). Uji dilakukan dengan metode Standart Plate Count (SPC) dengan kelompok kontrol akuades. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata jumlah koloni kelompok kontrol 33,67 x 103 CFU/ml, kelompok perlakuan 3,67 x 103 CFU/ml. Kesimpulan dari penelitian ini ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki pengaruh terhadap interaksi S. sanguinis dan S. mutans secara in vitro.
Konsentrasi Hambat dan Bunuh Minimum Ekstrak Buah Jamblang (Syzygium Cumini) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Chismirina, Santi; Rezeki, Sri; Rusiwan, Zulfa
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10406

Abstract

Kandidiasis oral merupakan suatu infeksi jamur di rongga mulut yang paling sering disebabkan oleh Candida albicans. Ada beberapa obat antijamur yang dapat digunakan untuk perawatan kandidiasis oral, namun harganya tergolong mahal dan berisiko terjadinya efek samping seperti mual, pusing, lesu, dan terjadinya resistensi obat antijamur. Alternatif lain yang sering digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit akibat infeksi mikroorganisme adalah obat-obat yang berasal dari tanaman herbal. Salah satu tanaman herbal yang memiliki khasiat antijamur adalah buah jamblang (Syzygium cumini). Penelitian ini menggunakan metode Standart Plate Count (SPC) untuk melihat KHM dan KBM ekstrak buah jamblang terhadap pertumbuhan Candida albicans. Buah jamblang diekstraksi dengan metode sokletasi dan dibuat pengenceran bervariasi yaitu 25, 50, 75, dan 100%. Candida albicans yang telah dikultur pada media SDA dipaparkan dengan ekstrak dan diinkubasi pada suhu 37 C selama 48 jam. Hasil penelitian menggunakan uji analisis One-Way Anova menunjukkan bahwa ekstrak Syzygium cumini berpengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans. Konsentrasi terkecil terjadinya penurunan pertumbuhan koloni C. albicans adalah pada ekstrak Syzygium cumini dengan konsentrasi 25%, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai KHM terdapat pada konsentrasi 25% dan KBM pada konsentrasi 100%.
Konsentrasi Hambat dan Bunuh Minimum Ekstrak Buah Jamblang (Syzygium Cumini) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Chismirina, Santi; Rezeki, Sri; Rusiwan, Zulfa
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10405

Abstract

Kandidiasis oral merupakan suatu infeksi jamur di rongga mulut yang paling sering disebabkan oleh Candida albicans. Ada beberapa obat antijamur yang dapat digunakan untuk perawatan kandidiasis oral, namun harganya tergolong mahal dan berisiko terjadinya efek samping seperti mual, pusing, lesu, dan terjadinya resistensi obat antijamur. Alternatif lain yang sering digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit akibat infeksi mikroorganisme adalah obat-obat yang berasal dari tanaman herbal. Salah satu tanaman herbal yang memiliki khasiat antijamur adalah buah jamblang (Syzygium cumini). Penelitian ini menggunakan metode Standart Plate Count (SPC) untuk melihat KHM dan KBM ekstrak buah jamblang terhadap pertumbuhan Candida albicans. Buah jamblang diekstraksi dengan metode sokletasi dan dibuat pengenceran bervariasi yaitu 25, 50, 75, dan 100%. Candida albicans yang telah dikultur pada media SDA dipaparkan dengan ekstrak dan diinkubasi pada suhu 37 C selama 48 jam. Hasil penelitian menggunakan uji analisis One-Way Anova menunjukkan bahwa ekstrak Syzygium cumini berpengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans. Konsentrasi terkecil terjadinya penurunan pertumbuhan koloni C. albicans adalah pada ekstrak Syzygium cumini dengan konsentrasi 25%, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai KHM terdapat pada konsentrasi 25% dan KBM pada konsentrasi 100%.