Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Humaniora

DINAMIKA KEBUDAYAAN LOGAM DI ASIA TENGGARA PADA MASA PALEOMETALIK : TINJAUAN ARKEOMETALURGIS Timbul Haryono
Humaniora Vol 11, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.565 KB) | DOI: 10.22146/jh.621

Abstract

Pada sebuah cologium yang diselenggarakan di School of Oriental and African Studies, London, pada sekitar September 1973, salah seorang penyaji makalah mempertanyakan apakah wilayah Asia Tenggara (daratan) pada milenia ke-2 SM dianggap sebagai Silabhmi atau Samrddhabhumi (Bayard, 1979:15-32) . la mengeluhkan pendapat beberapa sarjana yang mengatakan bahwa peranan wilayah Asia Tenggara selama masa prasejarah sangat kecil karena dianggap sebagai wilayah yang masih terbelakang.
SANG HYANG WATU TEAS DAN SANG HYANG KULUMPANG : PERLENGKAPAN RITUAL UPACARA PENETAPAN SIMA PADA MASA KERAJAAN MATARAM KUNA Timbul Haryono
Humaniora Vol 11, No 3 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.913 KB) | DOI: 10.22146/jh.666

Abstract

Tulisan ini menguraikan proses pelak- sanaan upacara sima beserta perlengkap- ama Kerajaan Mataram muncul per- an ritual yang disertakan . tama kali pada masa pemerintahan Raja Saiijaya yang memerintah se- jak tahun 717 Masehi, dengan gelar Rakai Mataram . Selama masa Kerajaan Mataram kuna telah banyak dikeluarkan prasasti yang dapat memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat Jawa Kuno abad VIII-X dengan berbagai aspek sosial- ekonominya . Di antara prasasti-prasasti yang dikeluarkan selama itu adalah prasasti yang berisi tentang penetapan tanah per- dikan yang disebut dengan istilah 'sima'. Hampir 90% prasasti Jawa Kuna membi- carakan sima, yang diberikan kepada seseorang yang telah berjasa kepada raja atau diberikan kepada sekelompok ma- syarakat untuk mengelola bangunan ke- agamaan (Christie, 1977 ; 1983) . Prasasti tentang penetapan sima pada umumnya diawali dengan manggala yaitu seruan kepada dewa, yang dilanjutkan de- ngan penyebutan unsur-unsur penanggalan yang memuat keterangan tentang kapan prasasti dikeluarkan, keterangan tentang nama raja atau pejabat yang mengeluarkan prasasti, dilanjutkan dengan nama-nama pejabat yang menerima perintah .
Analisis Metalurgi: Peranannya dalam Eksplanasi Arkeologi Timbul Haryono
Humaniora Vol 13, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.62 KB) | DOI: 10.22146/jh.706

Abstract

Ada tiga jenis bahan utama yang pada umumnya dipakai oleh manusia untuk pembuatan alat yaitu: tanah, batu, dan logam. Ketiga jenis bahan inilah yang seringkali mash bertahan menghadapi 'gigi waktu' sehingga dapat ditemukan oleh para penelki. Ketiga jenis bahan tersebut mempunyai proses teknologi yang berbeda. Jenis bahan logam memiliki proses yang lebih rumit dibandingkan dengan yang lain, yang kemudian melahirkan pengetahuan 'metalurgi'. Karena kerumitan itulah maka tidak mengherankan apabila pengetahuan metalurgi kernudian menjadi tolok ukur bagi munculnya peradaban (Childe, 1950). Pengetahuan metalurgi ituiah yang juga melahirkan craft specialization. Menurut V.G. Childe perubahan teknologi dan spesialisasi dalam kerajinan berhubungan erat dengan institusi sosial dan politik.
Kerajaan Majapahit: Masa Sri Rajasanagara sampai Girindrawarddhana Timbul Haryono
Humaniora No 5 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.17 KB) | DOI: 10.22146/jh.1902

Abstract

Kerajaan majapahit atau sering disebut juga dengan nama Wimatiktamerupakan kerajaan besar di Nusantara. Sejak pemerintahan Sri KertarajasaJayawarddhana tahun 1293, kerajaan Majapahit mengalami pasang surut. Peristiwa-peristiwa sejarah yang dialami kerajaan Majapahit sangat bermanfaat untuk diambil hikmahnya dalam membangun dan menjaga kelangsungan Negara Republik Indonesia tercinta. Makalah ini berisi uraian singkat tentang sejarah timbul-tenggelamnya Majapahit sejakpemerintahan Sri Rajasanegara sampai runtuhnya Majapahit
Teori Linguistik Tradisional Jawa dan Masalahnya Timbul Haryono
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.678 KB) | DOI: 10.22146/jh.2073

Abstract

Makanan tradisional adalah warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan keberadaannya sejalan dengan program "Aku Cinta Makanan Indonesia". Sampai saat ini keberadaan jenis-jenismakanan yang tersurat di dalam sumber-sumber terulis belum banyak mendapat perhatian para ahli. Beberapa sumber tertulis seperti prasasti memang telah diteliti (PKMT-UGM, 1997; Lien Dwiari, Ratnawati, 1992; Titi Surti Nastiti, 1989; Amelia, 1992), namun sumber-sumber yang berupa naskah sastra belum ba-nyak mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menginventarisasi macam-macam makanan yangterdapat di dalam Serat Centhini. Serat Centhini merupakan salah satu karya sastra Jawa yang amat terkenal yang ditulis pada tahUn 1814 M dengan huruf Jawa tulisan tangan. Secara garis besar isinya adalah perikehidupan orang Jawa lahir-batin, filsatat, agama, kebatinan, adat kebesaran, dan kesenian. Didalamnya juga disebut nama berbagai jenis makanan dan minuman dalam konteks ceritera. Pada tahun 1912 M Serat Centhini dicetak dengan huruf latin dan diterbitkan oleh Koniaklijk Bataviaasch Genootsehap van kunsten en Wetenschappen (KBG). Kemudian pada tahun 1986-1991 Serat Centhini diterbitkan oleh Yayasan Centhini dari hasil aksara Karkana Kamajaya sebanyak 12 jilid (Marsana, dkk., 1998)