Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN EKONOMI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENGOLAHAN KOPI UNTUK PRODUKSI BIOGAS DI KABUPATEN JEMBER Elida Novita; Sri Wahyuningsih; Shofa Tri Fatmawati; Hendra Andiananta Pradana
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.02.2

Abstract

          Desa Sidomulyo merupakan salah satu desa penghasil kopi di Kabupaten Jember. Penanganan terhadap air limbah pengolahan kopi belum tersedia di Desa tersebut. Selama ini tempat pembuangan air limbah tersebut adalah sungai sehingga berdampak pada penurunan kualitas airnya. Oleh karena itu penanganan air limbah diperlukan di Unit Pengolahan Kopi Rakyat Ketakasi, Desa Sidomulyo (Ketakasi). Keberlanjutan pengembangan biogas sebagai sumber energi merupakan salah satu hasil metode penanganan air limbah pengolahan kopi yang dipengaruhi oleh faktor teknis dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelayakan teknis dan ekonomi dari pengembangan biogas sebagai bionergi dari air limbah pengolahan kopi menggunakan metode anaerobik di salah satu Unit Pengolahan Kopi Rakyat di Kabupaten Jember. Tahapan penelitian ini meliputi pengumpulan data primer dan sekunder serta analisis kelayakan secara teknoekologi dan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembuatan biogas sebagai sumber energi terbarukan dengan metode Batch Feeding layak secara teknoekologi, kemudahan dan kontinuitas. Disisi lain memiliki kekurangan yaitu effluent beban pencemaran air limbah (BOD dan COD) belum memenuhi baku mutu. Hasil akhir parameter BOD dan COD belum sesuai dengan baku mutu dan efisiensi proses yang masih belum dapat menurunkan konsentrasi parameter yang sesuai dengan standar baku mutu. Penanganan metode ini bisa diaplikasi sebagai alternatif penanganan awal air limbah pengolahan kopi. Teknologi anaerobik layak secara ekonomi, hal ini ditunjukkan oleh nilai pemasukan sebesar Rp 92.714.400/tahun lebih besar dibandingkan nilai pengeluaran sebesar Rp 29.612.000/tahun, serta nilai NPV > 0, dan jika nilai NPV layak maka nilai IRR dan B/C ratio juga layak dengan nilai secara beurutan 10,41 dan 3.
Penentuan Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Bedadung Ruas Kaliwates Berdasarkan Keberadaan Agroindustri Tahu Menggunakan WASP Novita, Elida; Amaliya, Risky; Pradana, Hendra Andiananta; Harsono, Soni Sisbudi; Lestari, Ning Puji; Rusdianto, Andrew Setiawan; Purnomo, Bambang Herry
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.011.3.332-343

Abstract

Sungai Bedadung ruas Kaliwates digunakan sebagai sumber air baku sehingga harus memenuhi baku mutu air kelas I. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya tampung beban pencemaran Sungai Bedadung dari adanya keberadaan agroindustri tahu dengan menggunakan WASP. Parameter kualitas air yang digunakan berupa BOD dan TSS. Hasil nilai model kualitas air menggunakan WASP memenuhi baku mutu air sungai kelas I pada BOD namun pada TSS tidak memenuhi. Berdasarkan perhitungan daya tampung beban pencemaran, Sungai Bedadung ruas Kaliwates masih mampu menerima beban pencemar yang masuk karena memiliki nilai daya tampung beban pencemaran sebesar 545.86 kg/hari untuk BOD namun tidak mampu menerima beban pencemar yang masuk pada TSS karena nilai daya tampung beban pencemarannya sebesar -2270.01 kg/hari. Simulasi dengan menurunkan konsentrasi sumber pencemar sesuai dengan baku mutu mampu meningkatkan daya tampung beban pencemaran Sungai Bedadung menjadi 688.33 kg/hari untuk parameter BOD dan -1564.72 kg/hari untuk parameter TSS.
Analisis daya tampung beban pencemaran sungai bedadung Jember menggunakan software wasp Novita, Elida; Bisri, Moch. Imron Mustofa; Pradana, Hendra Andiananta
Jurnal Teknosains Vol 13, No 1 (2023): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.81383

Abstract

The distribution of pollution sources from domestic, agricultural, and industrial activities has the potential to reduce the water quality of the Bedadung River, thereby negatively impacting its self-purification. The aim of this research is to model the parameters, specifically the values of Biochemical Oxygen Demand (BOD) and Total Suspended Solid (TSS), and to determine the river's capacity to carry the pollution load using the Water Quality Analysis Simulation Program (WASP). The input parameters for this study include BOD, TSS, and water discharge data collected at 21 monitoring points along the Bedadung River, with the river water sampling technique employing the grab sampling method. The output validation of the modeling is assessed using the Root Mean Square Error (RSME) equation, and the research results indicate that the water quality modeling with WASP software effectively reflects the dynamics of BOD and TSS parameters in the Bedadung River, as supported by an average output validation value of 9%. The pollution load capacity values for the Bedadung River in the Patrang - Ajung segment are found to be 361.48 kg/day for BOD and 5368.31 kg/day for TSS. The positive values suggest that the Bedadung River still has the capacity to naturally degrade organic pollutants.
Kajian Dampak Pola Musim dan Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Kualitas Air Sungai Bedadung, Kabupaten Jember Elida Novita; Yogi Noviyana; Hendra Andiananta Pradana; Indarto; Rufiani Nadzirah
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 1 (2025): JPPL, Maret 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v7i1.2520

Abstract

Dinamika status kualitas air di sungai dipengaruhi oleh pola musim dan perubahan tata guna lahan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak perubahan musim dan perubahan tata guna lahan terhadap kualitas air di Sungai Bedadung, Kabupaten Jember. Metode kuantitatif digunakan sebagai pendekatan pada penelitian ini dengan input data sekunder parameter kualitas air sungai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, selanjutnya dianalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan ditranformasikan kedalam nilai Indeks Kualitas Air (IKA). Data tersebut dianalisis untuk mengkorelasikan nilai kualitas air dengan perubahan musim dan perubahan tata guna lahan yang terjadi di sekitar Sungai Bedadung. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks pencemaran di Sungai Bedadung lebih tinggi ketika musim hujan dibandingkan dengan musim kemarau akibat input akumulasi sumber pencemar yang terbawa oleh air hujan dan berdampak pada rendahnya nilai IKA. Nilai IP dan IKA mengalami perubahan dari kategori sedang pada Tahun 2018 menjadi kategori baik pada Tahun 2022. Perubahan nilai IP dan IKA ini dipengaruhi oleh tingginya nilai total fosfat dan nitrat yang berasal dari penggunaan lahan untuk aktivitas pertanian. Pengelolaan kualitas lingkungan perlu mempertimbangkan perubahan tata guna lahan mempengaruhi kualitas air pada Daerah Aliran Sungai. Kata kunci: Curah hujan, Kualitas Air, Penggunaan-Penutupan lahan
Pemanfaatan Slurry Biogas dari Penanganan Air Limbah Agroindustri Kopi sebagai Pupuk Cair Novita, Elida; Rizki, Khofifah Faulina; Pradana, Hendra Andiananta
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n2.10

Abstract

Air limbah pengolahan kopi dari metode olah basah mengandung bahan organik yang tinggi. Bioremediasi menjadi salah satu alternatif penanganan air limbah pengolahan kopi dengan beberapa jenis reaktor anaerobik  yang mampu mereduksi bahan organik berkonsentrasi tinggi dan dapat memproduksi biogas sebagai sumber energi dan memproduksi slurry. Slurry proses bioremediasi ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber input unsur hara tanah. Tujuan penelitian ini yaitu karakterisasi berdasarkan nilai C/N dan merekomendasikan aplikasi konsentrasi slurry dari reaktor biogas konvensional, Up-flow Anaerobic Sludge Blanket (UASB), dan Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR) sebagai pupuk cair guna mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman tomat. Metode penelitian meliputi karakterisasi slurry dari reaktor tiga jenis reaktor, pengamatan pertambahan jumlah daun, tinggi tanaman, dan diameter batang tanaman tomat dengan aplikasi variasi konsentrasi slurry 25%, 50%, dan 100%. Uji Anova dilakukan menggunakan taraf nyata 5% dilanjutkan dengan Uji DMRT untuk analisis post hoc. Nilai C/N slurry biogas dari CSTR yakni 1,47 dan lebih kaya unsur hara daripada dua reaktor lainnya. Variasi pupuk cair dari ketiga reaktor biogas konvensional, UASB, dan CSTR tidak berbeda nyata pada semua parameter pertumbuhan vegetatif tanaman tomat yang mencakup jumlah daun, tinggi tanaman, dan diameter batang. Pemberian konsentrasi pupuk cair slurry hanya berpengaruh pada diameter batang minggu ke-2 (14 hari setelah tanam) sampai dengan ke-4 (30 hari setelah tanam) dengan konsentrasi terbaik yaitu 100% (200 ml pupuk cair + 0 ml air) dengan persentase kenaikan sebesar 20,18 ± 1%. Pupuk cair dari biogas slurry dari pengolahan air limbah kopi dapat mendukung pertumbuhan tanaman tomat dan aplikasi zero waste pada agroindustri.
Kombinasi katalis FeSO4 dan H2O2 dalam penanganan air limbah agroindustri kopi menggunakan metode foto Fenton Novita, Elida; Sudirman, Nurfila Sari; Pradana, Hendra Andiananta; Afriliana, Asma; Harsono, Soni Sisbudi; Purnomo, Bambang Herry; Hartono, Tjahjo
AGROINTEK Vol 19, No 4 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i4.26362

Abstract

Wastewater production from the coffee agroindustry is generally brown. Melanoidin contents cause it and the high content of organic matter in coffee processing wastewater can impact water pollution. Turbid coffee processing wastewater can prevent sunlight from entering the water if it is channeled directly into water bodies without prior treatment. The research aims to improve the quality of coffee processing wastewater using the photo Fenton method, which combines catalyst reagents from H2O2 and FeSO4. The stages of the research consist of adjusting the pH of the process, combining H2O2 and FeSO4 dosages, irradiating using UV light, settling, and analyzing wastewater quality improvements with parameters i.e. Total Suspended Solid (TSS), turbidity, color, pH, and Chemicals Oxygen Demand (COD). The research results show that adding H2O2 and FeSO4 treatment in the Fenton photo can improve the quality of coffee processing wastewater. H2F1 treatment (H2O2 0.2 M and FeSO4 0.0015 M) is the best alternative for reducing TSS, turbidity, color, and COD parameters. The percentage reduction values for TSS, turbidity, color, and COD is sequentially 95.55; 98.40; 93.97; and 72.47 %. The combination of H2SO4 and FeSO4 catalysts can be used as an alternative tertiary method for coffee agro-industrial wastewater purification which is effective and efficient.
KAJIAN PERBAIKAN KUALITAS AIR LIMBAH PENGOLAHAN KOPI MENGGUNAKAN METODE FITOREMEDIASI DENGAN TANAMAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) Novita, Elida; Wahyuningsih, Sri; Safrizal, Mohammad Rizki; Puspitasari, Amelia Ika; Pradana, Hendra Andiananta
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.659 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i1.45298

Abstract

Air limbah pengolahan kopi berpotensi mencemari lingkungan. Eceng gondok merupakan biofilter yang dapat mereduksi polutan pada air limbah. Tujuan penelitian adalah menganalisis variasi panjang eceng gondok terhadap kemampuan reduksi polutan pada air limbah pengolahan kopi menggunakan metode fitoremediasi dengan penambahan aerasi. Terdapat 4 perlakuan fitoremediasi pada pengolahan air limbah menggunakan tanaman eceng gondok yaitu panjang akar 30 cm tanpa aerasi dan panjang akar (10, 20, dan 30 cm) dengan aerasi. Evaluasi reduksi polutan pada air limbah pengolahan kopi diidentifikasi menggunakan analisis efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoremediasi menggunakan eceng gondok dengan aerasi (panjang akar 30 cm) memiliki nilai efisiensi lebih tinggi dari pada tanpa aerasi pada pengolahan air limbah pengolahan kopi. Persentase nilai efisiensi penurunan polutan air limbah pengolahan kopi pada perlakukan panjang akar eceng gondok 30 cm dengan penambahan aerasi yang diindikasikan oleh parameter kekeruhan, BOD, COD, NH3-N, dan PO4-P yaitu sebesar 89,19%; 75,80%; 75,69%; 76,73%; dan 64,99%.
Pemanfaatan Lumpur Proses Biogas dari Bioremediasi Limbah Pengolahan Kopi dan Eceng Gondok untuk Produksi Kompos Novita, Elida; Tri Ayu Werdiningsih; Pradana, Hendra Andiananta
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 14 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jst-undiksha.v14i2.96268

Abstract

Bioremediasi limbah kopi menghasilkan dua jenis luaran yakni biogas sebagai sumber energi dan lumpur berpotensi dimanfaatkan sebagai kompos. Tujuan penelitian ini yakni mengidentifikasi nilai C/N dan merekomendasikan kompos terbaik dari lumpur hasil bioremediasi limbah kopi dan eceng gondok terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tomat. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan desain penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari lumpur hasil proses biogas yang diperoleh melalui bioremediasi limbah pengolahan kopi dan campuran eceng gondok sebagai bahan utama dalam proses produksi kompos. Sampel eksperimen meliputi beberapa variasi rasio campuran lumpur biogas, eceng gondok, dan bahan pendukung seperti dedak dan aktivator mikroorganisme. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan uji statistik ANOVA (Analysis of Variance). Penelitian menunjukkan bahwa lumpur hasil proses biogas dari bioremediasi limbah pengolahan kopi yang dicampur dengan eceng gondok dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku kompos. Rasio campuran tertentu menghasilkan kompos dengan kualitas terbaik, yaitu memiliki rasio C/N yang ideal (sekitar 10–15), pH netral, serta kandungan nitrogen dan bahan organik yang cukup tinggi. Kompos yang dihasilkan juga menunjukkan kematangan yang baik ditandai dengan warna gelap, bau tanah, dan tekstur remah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan limbah organik seperti lumpur biogas dari limbah kopi dan eceng gondok merupakan solusi efektif dalam mengatasi permasalahan limbah agroindustri serta mendukung pertanian organik. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat mendorong pengembangan teknologi pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular, sekaligus meningkatkan kesadaran petani dan industri terhadap pentingnya pengolahan limbah ramah lingkungan.
Kajian Dampak Pola Musim dan Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Kualitas Air Sungai Bedadung, Kabupaten Jember Elida Novita; Yogi Noviyana; Hendra Andiananta Pradana; Indarto; Rufiani Nadzirah
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 1 (2025): JPPL, Maret 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v7i1.2520

Abstract

Dinamika status kualitas air di sungai dipengaruhi oleh pola musim dan perubahan tata guna lahan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak perubahan musim dan perubahan tata guna lahan terhadap kualitas air di Sungai Bedadung, Kabupaten Jember. Metode kuantitatif digunakan sebagai pendekatan pada penelitian ini dengan input data sekunder parameter kualitas air sungai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, selanjutnya dianalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan ditranformasikan kedalam nilai Indeks Kualitas Air (IKA). Data tersebut dianalisis untuk mengkorelasikan nilai kualitas air dengan perubahan musim dan perubahan tata guna lahan yang terjadi di sekitar Sungai Bedadung. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks pencemaran di Sungai Bedadung lebih tinggi ketika musim hujan dibandingkan dengan musim kemarau akibat input akumulasi sumber pencemar yang terbawa oleh air hujan dan berdampak pada rendahnya nilai IKA. Nilai IP dan IKA mengalami perubahan dari kategori sedang pada Tahun 2018 menjadi kategori baik pada Tahun 2022. Perubahan nilai IP dan IKA ini dipengaruhi oleh tingginya nilai total fosfat dan nitrat yang berasal dari penggunaan lahan untuk aktivitas pertanian. Pengelolaan kualitas lingkungan perlu mempertimbangkan perubahan tata guna lahan mempengaruhi kualitas air pada Daerah Aliran Sungai. Kata kunci: Curah hujan, Kualitas Air, Penggunaan-Penutupan lahan
MODEL ADSORPSI ISOTERM ARANG AKTIF KULIT KOPI PADA PENURUNAN WARNA AIR LIMBAH PENGOLAHAN KOPI Novita, Elida; Wahyuningsih, Sri; Kamil, Nur Shodiqotul; Pradana, Hendra Andiananta
Agrin Vol 25, No 1 (2021): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2021.25.1.561

Abstract

Pengolahan kopi menghasilkan air limbah kopi dan limbah padat beruapa kulit kopi. Air limbah pengolahan kopi mengandung flavonoid yang berpengaruh terhadap warna coklat gelap pada air limbah pengolahan kopi. Apabila air limbah pengolahan kopi dibuang langsung ke badan air tanpa adanya pengolahan, akan mengganggu kehidupan air. Kulit kopi mengandung selulosa dan senyawa organik sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan model adsorpsi isoterm arang aktif kulit kopi terhadap penurunan warna pada air limbah pengolahan kopi. Tahapan penelitian dibagi menjadi dua yaitu pembuatan arang aktif dan penentuan model adsorpsi isoterm. Arang aktif kulit kopi yang digunakan diaktivasi dengan senyawa NaOH 1 M dan dikarakterisasi berdasarkan SNI-06-3730-1995. Selanjutnya, proses adsorpsi arang aktif dianalisis dengan metode adsorpsi isoterm Langmuir dan Freundlich. Arang aktif kulit kopi yang dihasilkan telah memenuhi SNI-0603730-1995 dengan kadar air sebesar 3,43%; kadar abu 2,3%; dan daya serap I2 15231,6 mg/g. Adapun adsorpsi pada penelitian ini mengikuti model isoterm Langmuir. Adsorpsi air limbah pengolahan kopi dapat menggunakan arang aktif kulit kopi dengan kapasitas optimum 39,06 mg/g.Kata kunci: arang aktif, adsorben alami, kesetimbangan, model Langmuir, model FreundlichÂ