Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Perubahan Garis Pantai Tahun 2014-2019 di Pesisir Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta Putu Suryaniti Dewi; Heryoso Setiyono; Gentur Handoyo; Sugeng Widada; Agus Anugroho Dwi Suryoputro
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2520.841 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i3.8492

Abstract

Perubahan garis pantai dapat terjadi secara lambat maupun cepat bergantung pada faktor alami maupun aktivitas manusia yang mempengaruhi. Sebelah selatan Pesisir Kabupaten Bantul berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan dipengaruhi oleh gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Kondisi pesisir dipengaruhi oleh gelombang angin memiliki potensi terjadinya perubahan garis pantai akibat abrasi maupun akresi. Tujuan dilakukan penelitian Studi Perubahan Garis Pantai Tahun 2014-2019 di Pesisir Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta adalah untuk mengetahui luas perubahan garis pantai tahun 2014, 2017 dan 2019 hasil interpretasi citra Satelit Landsat 8. Metode kuantitatif deskriptif digunakan dengan analisis perhitungan statistik Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Data penelitian yang digunakan antara lain kelerengan pantai lapangan pada tanggal 30 Januari 2020, data pasang surut yang diterbitkan oleh BIG, data angin dari laman ECMWF, data gelombang yang diterbitkan oleh BMKG Pusat dan digitasi garis pantai tahun 2014, 2017 dan 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2014-2017 luas abrasi lebih besar dengan luas 27,159 ha dibandingkan dengan luas akresi dengan luas 18,629 ha. Hasil penelitian untuk tahun 2017-2019 luas abrasi juga lebih besar dengan luas 21,903 ha dibandingkan dengan luas akresi seluas 14,835 ha.   Shoreline changes can occur slowly or quickly depends on natural and anthropogenic factors. South of the coast of Bantul Regency is bordered directly by the Indian Ocean and affected by waves generated by the wind. Coastal conditions that affected by wind waves have the potential for shoreline changes due to abrasion or accretion. The purpose of this Study of Shoreline Changes in 2014-2019 on The Coast of Bantul Regency, D.I. Yogyakarta is to determine the extent of shoreline changes in 2014, 2017 and 2019 as results of interpretation of Landsat 8 Satellite imagery. Descriptive quantitative methods were used with statistical analysis calculations for the Digital Shoreline Analysis System (DSAS). The research data used include coastal slope on 30 January 2020, tidal data published by BIG, wind data from the ECMWF website, wave data published by BMKG and shoreline digitization in 2014, 2017 and 2019. The results showed that in 2014-2017 the area of abrasion was greater by 27.159 ha compared with area of accretion by 18.629 ha. In 2017-2019 abrasion area is also greater with an area of 21,903 ha compared with an accretion area of 14,835 ha. 
Analisa Sebaran Klorofil-a dan Kualitas Air di Perairan Pulau Sintok, Karimunjawa, Jawa Tengah Muhammad Sababa Alhaq; Agus Anugroho Dwi Suryoputro; Muhammad Zainuri; Muslim Muslim; Jarot Marwoto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.678 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i4.11728

Abstract

Pulau Sintok termasuk di bagian zonasi pariwisata yang mana terdapat beberapa kegiatan tertentu yang terjadi di wilayah Pulau Sintok. Setiap kegiatan tentunya akan berpengaruh terhadap tingkat kesuburan dan keberadaan biota perairan, terutama fitoplankton. Fitoplankton menjadi parameter utama dalam perubahan kualitas air suatu perairan dikarenakan fitoplankton merupakan biota pertama yang merespon perubahan kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan distribusi klorofil-a dan kualitas perairan di Pulau Sintok. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 28 – 30 November 2019. Sampel air untuk analisa klorofil a diambil pada permukaan air, Adapun data  kualitas air diukur secara exsitu. Hasil penelitian dari konsentrasi klorofil-a di lokasi perairan Pulau Sintok, Karimun Jawa, Jawa Tengah memiliki nilai konsentrasi yang berkisar antara 0,1401348 – 0,9097467 (mg/m3).Berdasarkan data diperoleh sebaran klorofil - a yang berbentuk divergen dari stasiun 1 sampai stasiun 10 dengan perbedaan yang tidak cukup signifikan. Hasil pengukuran suhu berkisar antara 28,3 °C – 29,5 °C; pengukuran salinitas memiliki nilai konsentrasi yang berkisar antara 32 ‰ – 35 ‰; pengukuran kecerahan berkisar antara 73,18 dan 100 %; derajat keasaman (pH) memiliki nilai konsentrasi yang berkisar antara 7 hingga 7,15; oksigen terlarut memiliki nilai konsentrasi yang berkisar antara 4,9 mg/l – 5,6 mg/l. Hubungan antara klorofil-a dan parameter kualitas air yang diukur secara korelasi regresi menunjukkan adanya persebaran yang bersifat divergen.
Analisis Peramalan dan Periode Ulang Gelombang di Perairan Bagian Timur Pulau Lirang, Maluku Barat Daya Purwanto Purwanto; Riki Tristanto; Gentur Handoyo; Mukti Trenggono; Agus Anugroho Dwi Suryoputro
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.564 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i1.7481

Abstract

Pulau Lirang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia terletak di Kabupaten Maluku Barat Daya. Terbatasnya data gelombang menjadi salah satu tantangan dalam melakukan perencanaan, pembangunan dan evaluasi di pesisir dan laut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peramalan dan periode ulang gelombang. Penelitian dilakukan pada 15–19 April 2016 di Perairan Bagian Timur Pulau Lirang menggunakan ADCP Nortex AS Aquadopp Profiler 2000m kedalaman 11,47 meter. Peramalan gelombang diperoleh dari data angin ECMWF dan Ogimet selama 10 tahun (2006–2015). Periode ulang gelombang diperoleh berdasarkan tinggi gelombang signifikan (Hs) melalui peramalan gelombang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei prediktif dan kuantitatif dengan metode peramalan gelombang Sverdrup Munk Bretschneider (SMB) dan Darbyshire. Tinggi gelombang mencapai 2,672 m (Data ECMWF Metode SMB); 0,251–0,792 m (Data ECMWF Metode Darbyshire); 0,013–2,533 m (Data Ogimet Metode SMB) dan 0,251–6,209 m (Data Ogimet Metode Darbyshire). Tinggi gelombang dari Data ECMWF dengan Metode Darbyshire (MRE maksimum 29,744 %) lebih sesuai digunakan yaitu tinggi gelombang 0,251-0,79 m dengan periode gelombang 3,663 - 4,717 detik. Periode ulang gelombang dengan metode Weibull memiliki standar deviasi lebih kecil dan tingkat kepercayaan 84,7 %. Periode ulang gelombang dengan metode Weibull lebih sesuai digunakan di Perairan Bagian Timur Pulau Lirang, tinggi gelombang signifikan dengan periode ulang (Hsr) selama 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun masing – masing adalah 0,3878 m; 0,4029 m; 0,4166 m; 0,4369 m; 0,4537 m dan 0,4715 m.          Lirang Island is one of the outer island of Indonesia is located in Southwest Maluku. Lack of wave data into one of the challenges in planning, development and evaluation in the coastal areas and the sea. The purpose of this study was to analyze the forecasting and return wave period. The study was conducted on 15-19th April 2016 in the east water of Lirang Island using ADCP Nortex AS Aquadopp Profiler 2000m, depth 11,47 meters. Forecasting wave wind data obtained from ECMWF and Ogimet for 10 years (2006-2015). Retun wave period is obtained based on the significant wave height (Hs) through wave forecasting. The method of study are predictive survey and quantitative with forecasting method are Sverdrup Munk Bretschneider (SMB) and Darbyshire. High waves reaching 2,672 m (ECMWF Data, SMB method); 0,251-0.792 m (ECMWF Data, Darbyshire method); 0,013 to 2,533 m (Ogimet Data, SMB Method) and 0,251-6,209 m (Ogimet Data, Darbyshire Method). High wave from ECMWF data with Darbyshire method (MRE maximum 29,744%) are more appropriate, it is high waves 0,251-0,79 m with wave period 3,663-4,717 second. Return wave period with Weibull method has a smaller standard deviation and the confidence level 84,7%. Return wave period with Weibull method is more appropriate to use in the east water of Lirang Island, significant wave height with return period (HSR) for 2, 5, 10, 25, 50 and 100 years are 0,3878 m; 0,4029 m; 0,4166 m; 0,4369 m; 0,4537 m and 0,4715 m.
Analisa Sebaran Suhu Permukaan Laut Berdasarkan Citra Landsat-8 TIRS di Sekitar Outfall PLTU Tarahan Lampung Selatan Muhammad Bani Putra Utama; Gentur Handoyo; Heryoso Setiyono; Dwi Haryo Ismunarti; Agus Anugroho Dwi Suryoputro
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.691 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i1.7493

Abstract

PLTU Tarahan Lampung Selatan menggunakan air laut sebagai air pendingin dalam kegiatan operasionalnya. Kegiatan tersebut menghasilkan limbah air panas yang berhubungan  langsung  dengan  perairan,  sehingga dapat  mengakibatkan berubahnya suhu permukaan laut di perairan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran horizontal limbah air panas di perairan laut sekitar outfall PLTU Tarahan Lampung Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Citra Landsat 8 TIRS,  suhu  permukaan  laut  lapangan  dan  arus  permukaan  laut lapangan, peta bathimetri yang diterbitkan oleh Pushidrosal, pasang surut yang diterbitkan oleh BIG yang diunduh pada laman http://ina-sealevelmonitoring.big.go.id dan peta RBI yang diterbitkan oleh BIG. Pengambilan data lapangan sebanyak 15 titik untuk mengetahui akurasi data citra dengan pengukuran lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kenaikan suhu permukaan laut oleh limbah air panas PLTU Tarahan Lampung Selatan sebesar 4oC dari suhu rata-rata laut di daerah outfall. Pola persebaran suhu permukaan laut membentuk setengah busur dengan luasan sebesar 39 hektar. Suhu tertinggi sebesar 33,5oC yang berada di dekat outfall dan terendah sebesar  29,4oC dan bergerak menuju arah  tenggara dari outfall.  The Steam Electricity Power Plant Tarahan South Lampung uses sea water for cooling water in its operational activities. The activity produces hot water waste that is directly related to the waters, so that it can lead to increased sea surface temperatures in the waters. Data used in this study include Landsat 8 TIRS imagery, field sea surface temperature and field sea surface currents, bathymetry maps published by Pushidrosal, tides data published by BIG which downloaded on the page http://ina- sealevelmonitoring.big.go.id and maps of the RBI from BIG. Field data capture as much as 15 points to know the accuracy of image data with measurement field. The results obtained from the research showed a rise in sea surface temperature of 4oC than the average temperature of the sea around the outfall. The distribution pattern of sea surface temperature forms a half arc with an area of 39 hectares. The highest temperature was 33.5oC which is near the outfall and the lowest was 29.4oC which is at the farthest point. The pattern of sea surface temperature difstribution was moving towards the Southeast  from the outfall.  
Transpor Sedimen di Perairan Muara Sungai Bodri, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal Dayinta Andayani; Agus Anugroho Dwi Suryoputro; Warsito Atmodjo; Alfi Satriadi; Petrus Subardjo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1609.588 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i3.8513

Abstract

Pantai akan terus berubah bentuknya menyesuaikan kondisi keseimbangan dinamiknya, proses tersebut dapat mengakibatkan akresi ataupun abrasi. Bentuk morfologi pantai yang terus berubah juga terjadi di perairan muara sungai Bodri. Hal ini tidak lepas dari pengaruh gelombang, arus sejajar pantai dan pergerakan sedimen. Perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap aktivitas penduduk terutama nelayan yang kesulitan keluar masuk muara sungai Bodri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui transpor sedimen yang disebabkan oleh arus sejajar pantai di perairan muara sungai Bodri selama 10 tahun (2009-2019) pada saat musim Timur. Penelitian ini menggunakan data morfologi, pasang surut, angin, gelombang, arus sejajar pantai, sampel sedimen gosong, dan material padatan  tersuspensi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan studi kasus dan untuk pentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling serta dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian dibagi menjadi 3 daerah yaitu daerah Timur muara, depan muara dan Barat muara. Besar arus sejajar pantai di daerah Timur muara yaitu 1,020 m/s, pada daerah depan muara terjadi arus sejajar pantai sebesar 1,243 m/s dan pada daerah Barat muara terjadi arus sejajar pantai sebesar 0,856 m/s. Transpor sedimen terjadi pada bagian Timur muara dengan arah dari Tenggara ke arah Utara sebesar 979.954,903 m3/tahun, kemudian di depan muara sungai arah berbelok ke Barat sebesar 1.131.864,393 m3/tahun, selanjutnya di Barat muara sungai berbelok dari arah Utara ke arah Barat Daya sebesar 432.014,433 m3/tahun. Hasil data konsentrasi sedimen tersuspensi menunjukkan bahwa daerah Timur memiliki nilai konsentrasi paling besar kemudian daerah Barat memiliki nilai konsentrasi terendah. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam perencanaan pencegahan abrasi dan akresi di perairan muara sungai Bodri. 
Kajian Tipe dan Komponen Pasang Surut Di Pantai Sigandu Kabupaten Batang Taufiq Hidayat; Warsito Atmodjo; Hariyadi Hariyadi; Heriyoso Setyono; Aris Ismanto; Agus Anugroho Dwi Suryoputro
Indonesian Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.344 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v1i1.6224

Abstract

Pasang surut adalah peristiwa alam tentang naik turunnya permukaan air laut yang terjadi secara berulang-ulang dan teratur karena adanya gaya gravitasi benda – benda di langit terutama bulan dan matahari terhadap massa air laut di bumi. Karateristik dan peramalan pasang surut dapat diketahui dengan cara perhitungan mengenai data amplitudo dan beda fase yang merupakan komponen pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik pasang surut dengan metode Admiralty dan meramalkan pasang surut dengan menggunakan software WorldTides, Mike21 selama 3 tahun (2017-2019).Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal  15 Februari 2017 – 1 Maret 2017 di Perairan Sigandu Kabupaten Batang Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut pengamatan pada lokasi penelitian dan koordinat lokasi penelitian. Hasil penelitian dengan mengunakan metode Admiralty menunjukan bahwa tipe pasang surut di Perairan Sigandu Kabupaten Batang Jawa Tengah adalah tipe pasang surut condong harian tunggal dengan nilai Formzahl sebesar 1,88. Nilai Mean Sea Level (MSL) sebesar 78 cm, nilai High Water Level (HWL) sebesar 108 cm, dan nilai Low Water Level sebesar 50 cm. Tidal is a natural events about the ups and downs are natural events about the ups and downs of sea levels that occur repeatedly and regularly due to the gravitational force of objects in the sky, especially the moon and sun against the sea water mass on earth. Characteristic and tidal forecasting can be known by calculation of data amplitude and phase difference which is tidal component. This study aims to determine the characteristics of the tides with Admiralty method and forecast the ups and downs by using WorldTides software, Mike21 for 3 years (2017-2019) .The research was conducted on February 15, 2017 - March 1, 2017 in Sigandu Waters, Central Java Batang Regency. Data used in this research is tidal observation data at research location and coordinate of research location. The results of research using Admiralty method showed that the type of tides in Sigandu Waters of Central Java Batang Regency is a single daily tidal type of tidal with a value of Formzahl of 1.88. Mean Sea Level (MSL) of 78 cm, High Water Level (HWL) of 108 cm, and Low Water Level of 50 cm.
Analisis Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Muka Tanah untuk Perencanaan Tinggi Lantai Bangunan di Pesisir Utara Kota Semarang Andnur, Mohammad Octa; Widada, Sugeng; Suryo, Agus Anugroho Dwi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i2.13525

Abstract

Penelitian ini merupakan bentuk kepedulian warga Semarang Utara terhadap banjir rob yang terus meningkat pertahunnya. Tujuan Penelitian ini mengetahui tingkat kenaikan muka air laut dan analisis yang dilakukan dengan pengamatan dan perhitungan, kemudian untuk menentukan laju penurunan muka tanah menggunakan citra satelit SAR Sentinel-1, dan untuk mengetahui nilai prediksi lantai bangunan tinggi pada tahun berikutnya. Kenaikan muka air laut diperoleh dengan cara menghitung dengan metode admiralty untuk mendapatkan nilai MSL dan HHWL dalam kurun waktu 5 tahun. Penentuan penurunan tanah menggunakan citra satelit sentinel-1 dengan mengolah citra menggunakan aplikasi snap yang menghasilkan penurunan tanah setiap tahunnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana penurunan muka tanah dari tahun ke tahun meningkat secara signifikan ditambah MSL dan HHWL yang mengakibatkan wilayah pesisir mengalami penenggelaman terus menerus. Oleh karena itu solusi untuk menambah tinggi lantai bangunan sebesar 1,6 meter dalam jangka waktu 5 tahun merupakan solusi yang dapat digunakan warga Semarang Utara dalam menghadapi banjir rob yang terus meningkat setiap tahunnya. Kata kunci: Land Subsidence, Kota Semarang, Lantai Bangunan Abstract This research was as a form of concern for the residents of North Semarang towards tidal flooding which continued to increase every year. The objectives of this study were to determine the level of sea level rise with analysis carried out by observations and calculations, then to determine the rate of land subsidence based on SAR Sentinel-1 satellite imagery, and to determine the predicted value of high-rise floors in the following year. The sea level rise was obtained by calculating the admiralty method to get the MSL and HHWL values within a period of 5 years. The determination of land subsidence using sentinel-1 satellite imagery by processing images using a snap application resulted in land subsidence every year. The results of this study showed how land subsidence from year to year increased significantly plus MSL and HHWL which caused coastal areas to sustain continuous submergence. Therefore, the solution to increase the floor height of the building by 1.6 meters in a period of 5 years was a solution that could be used by the residents of North Semarang to deal with tidal floods, which continued to increase every year. Keywords: Land Subsidence, Semarang City, The Floors Building 
Evaluasi Kesesuaian Lahan Perairan untuk Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) di Perairan Pulau Panjang, Banten Pratiwy, Essy; Handoyo, Gentur; Suryoputro, Agus Anugroho Dwi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i4.16837

Abstract

Indonesia memiliki total luas wilayah laut sekitar 5,9 juta km2 dan memiliki jumlah pulau ±17.504 gugusan pulau besar dan kecil. Salah satu hasil kelautan di Indonesia yang cukup melimpah adalah rumput laut. Perairan Pulau Panjang, yang berlokasi di Kabupaten Serang, Banten terdapat lokasi pembudidayaan rumput laut, namun saat ini mengalami penurunan produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan perairan untuk budidaya rumput laut berdasarkan parameter kecepatan arus, kedalaman, kecerahan perairan, MPT, suhu, salinitas, pH, konsentrasi nitrat dan fosfat. Parameter-parameter perairan tersebut diolah dengan metode skoring dan pembobotan untuk menghasilkan tingkat kesesesuaian lahan rumput laut yang terbagi menjadi 3 (tiga) kategori: Sesuai (skor 34-45), Kurang Sesuai (skor 23-32), dan Tidak Sesuai (skor <23). Berdasarkan analisa kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut di perairan Pulau Panjang, Banten menunjukkan bahwa kesesuaian lahan rumput laut memiliki skor 23-30 termasuk ke dalam kategori keadaan perairan yang kurang sesuai untuk budidaya rumput laut. Kualitas perairan Pulau Panjang, Banten kurang mendukung akibat adanya reklamasi dan masukan limbah dari kegiatan industri yang ada disekitar Pulau Panjang, Banten.
Studi Karakteristik Penjalaran Gelombang Tsunami Berdasarkan Pemodelan Hidorodinamika 2D di Kota Ambon, Provinsi Maluku Azra, Mhd Rayhan; Suryoputro, Agus Anugroho Dwi; Helmi, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i4.21629

Abstract

Provinsi Maluku memiliki aktivitas seismisitas yang tinggi berpusat di Laut Banda. Seismisitas di Laut Banda berpotensi menyebabkan gempa bumi dengan magnitudo (Mw) ≥ 6. Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku yang berhadapan langsung dengan Laut Banda telah terjadi 13 kali gempa bumi sejak tahun 1830. Pada 8 November 2023 pukul 04:53:50 di Laut Banda dengan koordinat 6,453°S dan 129,517°E telah terjadi gempa bumi pada kedalaman 10 km dengan Mw sebesar 7.15. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik penjalaran gelombang tsunami yang difokuskan pada Kota Ambon, yaitu ketinggian maksimal gelombang tsunami, penjalaran gelombang tsunami dan estimasi waktu tiba gelombang tsunami. Simulasi pada penelitian dibangun dengan pemodelan hidrodinamika 2D menggunakan perangkat lunak MIKE 21. Simulasi dijalankan dengan dua skenario pemodelan dengan skenario 1 berdasarkan kejadian gempa bumi pada tanggal 8 November 2023 dengan Mw sebesar 7.15 dan skenario 2 dijalankan dengan Mw sebesar 8.5 sebagai kemungkinan terburuk jika terjadi gempa bumi di titik yang sama. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa ketinggian maksimal gelombang tsunami terjadi di Teluk Ambon. Ketinggian maksimal gelombang tsunami pada skenario 1 di atas 0,7 m dengan estimasi waktu tiba gelombang tsunami adalah 26 menit dan penjalaran gelombang tsunami dimulai dari Tanjung Nusaniwe, seluruh selatan pesisir kota Ambon, kemudian pesisir tengah Kota Ambon hingga Teluk Ambon. Sedangkan ketinggian maksimal gelombang tsunami pada skenario 2 di atas 2,5 m dengan estimasi waktu tiba gelombang tsunami adalah 7 menit dan penjalaran gelombang tsunami dimulai dari seluruh pesisir selatan kota Ambon, kemudian pesisir tengah Kota Ambon hingga Teluk Ambon.
Total Suspended Solid Concentration Dynamics and Distribution Based on Geospatial Models in Mojo River Estuary, Pemalang Aini, Firly Nur; Indarjo, Agus; Zainuri, Muhammad; Endrawati, Hadi; Redjeki, Sri; Pribadi, Rudhi; Setiyono, Heryoso; Suryoputro, Agus Anugroho Dwi
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 2 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i2.64406

Abstract

Total suspended solids (TSS) concentrations and distribution provide information to determine the quality of the carrying capacity of waters as marine resources. The purpose of the research is to analyze the concentration and distribution of TSS in marine waters due to anthropogenic impacts on land. The concentration and distribution changes of TSS were analyzed using a geospatial model approach. The in-situ data were collected in September 2023 at 14 stations in the east monsoon and analyzed in the laboratory using the gravimetric method. The results show that TSS concentration range from 29.2–52.6 mg/L. The distribution of MPT content in the Mojo River Estuary, Pemalang has several groups of stations with convergent forms, where the high source of MPT comes from around the lagoon, namely the aquaculture and mangrove areas, then in general it is also affected by waste from anthropogenic activities of the, surrounding industries seasonal currents, which are related to wind and seasons, as well as currents due to waters from tides.
Co-Authors Abdillah Ranadipura Ade Firdaus Triagusta Afidyah Vicky Antari Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Trianto Agus Trianto Ahmad Nur Huda Aini, Firly Nur Ajub Ajulian Zahra Macrina Akhmad Hanan Aldi Nuary Nuary Aldi Nuary Nuary Alfi Satriadi Alvin Hidayat, Alvin Andita Agung Andnur, Mohammad Octa Andriana Kartina Wingtyas Angga Dwi Saputra Anggardha Ayu Pratiwi Anindya Wirasatriya Anissa Cintya Andika Asri Apriliawan Setiya Ramadhany Apriliawan Setiya Ramadhany Ari Soebekti Aris Ismanto Azis Rifai Azra, Mhd Rayhan Baskoro Rochaddi Bima Andriantama Bintang Yosua Cristian M. Dayinta Andayani Denny Nugroho Sugianto Dewi Masyitoh Syihab Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Nuarita Pratiwi Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Nuarita Pratiwi, Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Elis Indrayanti Galih Tristianto Gentur Handoyo Gersanandi Gersanandi Hadi Endrawati Hanifa Zuhaira Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Hendana Pristiwan Hendra Frederick, Hendra Heriyoso Setyono Heryoso Setiyono Ibnu Praktikto Ibnu Pratikno Ilham Panra, Ilham Indra Budi Prasetyawan Irfan Hafizhurrahman Ivan Febriansyah Jarot Marwoto Junika Ahmad Fathonah, Junika Ahmad Karlina Putri Diani Kunarso Kunarso Lilik Maslukah Manurung, Jefri Gunawan Misbah Riyandi Fauzi Muh Yusuf Muhamad Azhar Fathurahman Muhammad Abdul Chafid Muhammad Abdul Chafid Muhammad Alif Achyansyah Muhammad Bani Putra Utama Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Sababa Alhaq Muhammad Sulaiman Muhammad Zainuri Mukti Trenggono Muslim Muslim Osen Faber Romario Tampubolon Padmapitra, Zhafira Mazaya Petrus Subardjo Pratiwy, Essy Purwanto Purwanto Puteri Kesuma Dewi Putu Suryaniti Dewi Reiner, Muhammad Rikha Widiaratih Riki Tristanto Rizky Aditya Rudhi Pribadi Rudhi Pribadi Sabilu, Kadir Sagita Difa Wardhani Siti Rahmi Prameswari Sitinjak, Dedy Febrianto Sri Redjeki Sri Yulina Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Surya Agung Nugroho Surya Nugraha Syaiful Syakinah Maghfirah Ayu Tarhadi Tarhadi Taufiq Hidayat Teguh Agustiadi Warsito Atmodjo Yeremia Sudibyo