Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Perubahan Luas Lahan Mangrove Di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Menggunakan Citra Satelit Ikonos Tahun 2004 Dan 2009 Chafid, Muhammad Abdul; Pribadi, Rudhi; Suryo, Agus Anugroho Dwi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.355 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2034

Abstract

Mangroves have an important role in coastal areas that provide great functionality and benefits. Nowadays, the quality and quantity of mangrove management is declining because the management is unbalanced, such as a good land for mangrove growth were used for the development of aquaculture, settlement, and others. So, it is necessary for the proper management for the utilization of mangrove areas can be done optimally and sustainably. The management can be done through monitoring the condition of the mangrove, one of them by using remote sensing technology via satellite. The purpose of this research is to know the changes of wide in mangrove land in the coastal area in Bedono village, District Sayung, Demak district from 2004 to 2009. The method which is used in this research is descriptive method. It is fact-finding method with appropriate interpretation. For the field survey uses squared sampling method, it makes the plot measuring 10 m x 10 m for the tree category in which there are 5 m x 5 m subplot for sapling category and 1 m x 1 m for seedling category. The results show that the land accretion mangrove area in the Bedono Village of years 2004 - 2009, from 22.41 ha in 2004 to 43.03 ha in 2009. Density of the dense mangroves suffered extensive increment of 5.06 ha in 2004 to 27.06 ha in 2009, the density of the moderate mangrove area is suffered extensive accretion of 2.41 ha in 2004 to 8.89 ha in 2009, while the density of rare mangrove area has decreased from 14.94 ha in 2004 to 7.08 ha in 2009. The Composition of mangrove vegetation is found in the coastal in the Bedono Village, Sayung District consists of three species, namely Avicennia Marina, Rhizophora Mucronata and Rhizophora Stylosa. The mangrove dominance of tree category is occupied by Avicennia Marina, while the category of sapling and seedling mangroves is dominated by Rhizophora Mucronata.
Pemetaan Tingkat Kerawanan Bencana Tsunami Menggunakan Data Penginderaan Jauh di Pesisir Selatan Kabupaten Pacitan Jawa Timur Nugroho, Surya Agung; Dwisuryoputro, Agus Anugroho; Indarjo, Agus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v3i2.5410

Abstract

Secara geologis pesisir selatan Kabupaten Pacitan berada di jalur subduksi atau pertemuan dua lempeng besar yang saling bertumbukan, yaitu lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Pergerakan lempeng tektonik di kawasan ini sering kali menyebabkan terjadinya gempa besar yang dapat memicu terjadinya tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan bencana tsunami di pesisir selatan Kabupaten Pacitan Jawa Timur.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012 sampai Maret  2013 di kawasan Pesisir selatan Kabupaten Pacitan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan mengkaji tentang tingkat kerawanan tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi didasar laut.Hasil penelitian menunjukan peta kerawanan wilayah tsunami yang terdiri dari lima kelas, antara lain kelas sangat rawan dengan total luas 681,36 Ha atau 0,86%. Kelas rawan dengan total luas 2403,80 Ha atau 3,05%. Kelas agak rawan memiliki luas area 7678,00 Ha atau 9,75%. Kelas aman memiliki luas area 46074,48 Ha atau 58,54% dan Kelas sangat aman memiliki luas area 21854,30 Ha atau 27,77%.
Daerah Rawan Genangan Rob di Wilayah Semarang Ramadhany, Apriliawan Setiya; Subardjo, Petrus; Suryo, Agus Anugroho Dwi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.091 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2035

Abstract

This study aims to determine the broad tidal inundation during the study and the level of vulnerability to tidal inundation that occurred in Semarang. Benefit of this study is to provide information about the areas that are prone to rob puddles and how much the extent area of rob that occur on the mainland of Semarang. There are five levels of vulnerability classes in Semarang area, starting from the very vulnerable class 625, 45 Ha, Ha 1418.92 prone, somewhat prone to 4807, 52 Ha, safe 1325, 57 Ha, very safe and 1157.54 ha with a total area of 9334.46 Ha. The spread of inundation rob Semarang region in 2011 is amounted to 1538.8 hectares. The North Region of Semarang is the most affected by tidal inundation, up to 508.28 hectares are affected. The second largest is at Genuk District with a total area of 377.68 hectares puddle. Extensive tidal inundation of 257.20 hectares located in the District Tugu furthermore, tidal inundation area of 237.19 hectares located in the District of West Semarang. The rest are spread in Semarang District Central, South and Gayamsari Semarang.
Kajian Perubahan Luas Mangrove Menggunakan Metode Ndvi Data Citra Satelit Landsat 7 Etm+ Dan Landsat 8 Etm+ Tahun 1999, 2003 Dan 2013 Di Pesisir Desa Berahan Kulon Dan Desa Berahan Wetan Kecamatan Wedung, Demak Nuarita Pratiwi, Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa; Pribadi, Rudhi; Suryoputro, Agus Anugroho Dwi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.176 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11427

Abstract

Penelitian tentang perubahan luasan mangrove dengan menggunakan Penginderaan Jauh di Desa Berahan Kulon dan Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Demak telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 sampai dengan bulan Desember 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan luasan mangrove periode 1999-2013 dengan memanfaatkan data citra Landsat 7 ETM+ 1999; Landsat 7 ETM+2003; dan Landsat 8 ETM+ 2013. Pengamatan kondisi mangrove di lapangan dengan menggunakan metode plot kuadrat berukuran 10 m x 10 m dan pengolahan pada citra menggunakan analisis NDVI (Normalized Differencce Vegetation Index) dengan klasifikasi unsupervised. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa selama rentang waktu 1999 - 2003 terjadi perubahan dengan perincian kerapatan jarang mengalami pertambahan luas semula 3,07ha menjadi 6,79ha; kerapatan sedang bertambah luas semula 16,48ha menjadi 36,37ha; dan kerapatan lebat penurunan luas semula 89,69ha menjadi 85,42 ha. Sementara itu, pemetaan kedua selama rentang tahun 2003 - 2013 terjadi perubahan dengan perincian data kerapatan jarang mengalami penurunan luas semula 6,79ha menjadi4,14ha; kerapatan sedang mengalami penurunan luas semula 36,37ha menjadi 30,24 ha; dan kerapatan lebat semula 85,42ha menjadi 75,06 ha. Komposisi vegetasi mangrove yang ditemukan pada lokasi penelitian diantaranya adalah Avicennia marina, Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa
STUDI KORELASI NILAI SUHU PERMUKAAN LAUT DARI CITRA SATELIT AQUA MODIS MULTITEMPORAL DAN CORAL BLEACHING DI PERAIRAN PULAU BIAWAK, KABUPATEN INDRAMAYU Nuary, Aldi Nuary; Trianto, Agus; Dwi Suryoputro, Agus Anugroho
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1975.151 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5991

Abstract

Ekosistem terumbu karang di Perairan Pulau Biawak masih dalam kategori baik. Namun, perubahan iklim global yang terjadi dewasa ini telah menyebabkan peningkatan suhu terutama suhu permukaan laut. Hal tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup terumbu karang, dalam hal ini fenomena coral bleaching. Coral bleaching terjadi akibat stress yang dialami hewan karang terhadap perubahan suhu sebesar 1-2 oC dalam kurun waktu minimal empat minggu. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan kekuatan hubungan antara perubahan nilai suhu permukaan laut yang diperoleh dari pengolahan citra satelit Aqua MODIS multitemporal level 3 dengan persentase coral bleaching di Perairan Pulau Biawak yang diukur dengan metode Line Intercept Transect (LIT). Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi perubahan suhu drastis pada bulan Februari-Maret tahun 2009 sebesar 2,27 oC dan bulan Januari-Februari 2013 sebesar 2,22 oC. 5 dari 12 stasiun pengamatan ekosistem terumbu karang mengalami pemutihan sekitar 0,13-3,63%. Nilai persentase tersebut masuk kedalam kategori pemutihan tidak parah. Lifeform ACB merupakan jenis lifeform karang yang umumnya mengalami pemutihan dengan persentase keseluruhan mencapai 3,13%. Analisa regresi tunggal antara suhu permukaan laut dan coral bleaching menunjukkan hubungan yang sangat lemah antara keduanya ditunjukkan dengan nilai r sebesar 0,038. Oleh karena itu, coral bleaching di Perairan Pulau Biawak khususnya pada saat penelitian yakni bulan April 2013 dapat terjadi karena adanya faktor lain penyebab bleaching selain suhu permukaan laut
MENGUBAH TULISAN TANGAN MENJADI TEXT DIGITAL OCR (OPTICAL CHARACTER RECOGNITION) DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEGMENTASI DAN KORELASI Fauzi, Misbah Riyandi; D, Nugroho Agus; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.437 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.4.1013-1017

Abstract

Abstrak Sistem pengenalan huruf atau sering disebut OCR merupakan solusi yang efektif untuk proses konversi dari dokumen cetak ke dalam bentuk dokumen digital. Permasalahan yang muncul dalam  melakukan proses pengenalan huruf komputer adalah bagaimana sebuah teknik pengenalan dapat mengenali berbagai jenis huruf dengan ukuran, ketebalan, dan bentuk yang berbeda. Pemotongan karakter menggunakan Segmentasi yaitu proses pengolahan citra yang bertujuan memisahkan wilayah (region) objek dengan wilayah latar belakang agar objek mudah dianalisis dalam rangka mengenali objek yang banyak melibatkan persepsi visual. Pengenalannya menggunakan metode korelasi dua dimensi yaitu standarisasi separasi angular dengan pengurangan nilai koordinat dengan nilai mean. Pembuatan software ini agar mampu menguji dan menganalisis kinerja sistem dengan memperhitungkan tingkat akurasi dan ketelitian, selain itu software ini dapat memudahkan untuk mengubah tulisan tangan menjadi teks digital. Proses awalnya  yaitu dengan objek selembar kertas yang telah berisi sebuah tulisan tangan yang kemudian dilakukan proses scanner, prapengolahan, segmentasi dan dirubah menjadi teks digital dengan menggunakan software matlab R2009a. Dalam pelaksanaan atau pembuatan software telah diperoleh hasil tingkat keberhasilan sebesar 81,81% dan 18,19% atau sebanyak 27 huruf  angka yang benar dan 6 hruruf  angka yang salah dari 33 huruf angka. Untuk tingkat kegagalan yang dimana tingkat kegagalan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah tebal atau tipisnya huruf. Kata Kunci: OCR dengan metode segmentasi dan korelasi  Abstract Letter recognition system is often called OCR is an effective solution for the conversion of printed documents in the form of digital documents. The problems that arise in the process of computer literacy is how a recognition techniques to recognize different types of letters with the size, thickness, and different shapes. Cutting characters using Segmentation is the process of image processing which aims at separating region (region) region of the background objects with objects that easily analyzed in order to recognize objects that involve a lot of visual perception. The introduction of two-dimensional correlation method is the standardization of the angular separation by reduction with a mean value of the coordinates. Making this software to be able to test and analyze the performance of the system by taking into account the level of accuracy and precision, in addition, this software can make it easier to convert handwriting into digital text. The process is the first object that has a piece of paper containing a handwritten scanner then do the process, pretreatment, segmentation and converted into digital text using matlab R2009a software. In the implementation or software development has obtained the results of a success rate of 81.81% and 18.19%, or a total of 27 letters and 6 numbers correct hruruf the wrong number of digits 33 letters. For failure rate where the failure rate is influenced by several factors, one of which is thick or thin letters. Keywords: OCR segmentation metode and correlation
Identifikasi Fishing Ground Ikan Teri (Stolephorus sp) Menggunakan Citra Modis di Perairan Karimunjawa, Jepara Rizky Aditya; Anindya Wirasatriya; Kunarso Kunarso; Lilik Maslukah; Petrus Subardjo; Agus Anugroho Dwi Suryosaputro; Gentur Handoyo
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.731 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.20549

Abstract

Fishing ground  atau  zona  penangkapan ikan  adalah  suatu  kawasan perairan  yang  menjadi sasaran dalam usaha penangkapan ikan. Ikan teri merupakan hasil tangkapan ikan yang populer di Karimunjawa. Penelitian ini bertujuan memprediksi zona tangkapan ikan di Perairan Karimunjawa berdasarkan sebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut dengan memanfaatkan data citra satelit Aqua Modis level-3. Sebaran klorofil-a yang tinggi terlihat pada bulan Mei sampai Juli. Nilai korelasi antara klorofil-a dengan tangkapan ikan di lapangan sebesar r=0,869 yang berarti berhubungan sangat erat. Sedangkan nilai korelasi Suhu Permukaan Laut (SPL) dengan tangkapan ikan hanya sebesar r=0,387. Hal ini berarti hasil tangkapan ikan teri di Kepulauan Karimunjawa lebih dipengaruhi oleh sebaran klorofil-a dari pada SPL. Oleh karena itu dalam penentuan potensi fishing ground dengan menggunakan data MODI klimatologi bulanan, kami hanya menggunakan parameter klorofil-a. Perairan Karimunjawa memiliki kandungan klorofil-a rata rata sebesar 0,29 mg/m3. Berdasarkan analisa sebaran klorofil-a klimatologi bulanan, lokasi potensi fishing ground berada pada barat dan tenggara dari perairan Pulau Nyamuk, Barat Pulau Kemujan termasuk Pulau Cemara Besar dan Kecil, dan di perairan sekitar Pulau Parang yang dapat ditemukan disetiap bulannya. Anchovy Ground Fishing Identification (Stolephorus sp) Using Fashionable Images in the Waters of Karimunjawa, Jepara Fishing ground or fishing zone is an area in the ocean which becomes a target for fishing activities. Common target for fishing activity in Karimunjawa is anchovy. The aim of this study is to predict fishing zone on the waters of Karimunjawa based on the chlorophyll distribution and sea surface temperature by utilizing level 3 Aqua MODIS data. The high chlorophyll-a distribution is observed from May to July. The correlation value between chlorophyll-a and fish catch based on insitu data is strong with r = 0.869. Conversely, the correlation between insitu SPL correlation and fish catch is weak with r = 0.38. Therefore, we only used chlorophyll-a parameter to determine the potential fishing ground in Karimun Jawa. Karimunjawa waters have an average chlorophyll-a conscentration of 0.29 mg/m3, Based on monthly climatology of MODIS  chlorophyll data, the location of potential fishing ground is west and southeast from the waters of the island of Nyamuk, the west of Kemujan Island including Pulau Cemara Besar and Kecil, and in the waters around Parang Island which can be found every month.
Analisis Sebaran Klorofil-A dan Suhu Permukaan Laut sebagai Fishing Ground Potensial (Ikan Pelagis Kecil) di Perairan Kendal, Jawa Tengah Andita Agung; Muhammad Zainuri; Anindya Wirasatriya; Lilik Maslukah; Petrus Subardjo; Agus Anugroho Dwi Suryosaputro; Gentur Handoyo
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.643 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.20378

Abstract

Perairan Kendal merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan luas wilayah ± 1.002,23  dan mengalami perkembangan pesat terutama di bidang perikanan. Perairan Kendal adalah salah satu wilayah penyebaran ikan demersal dan pelagis yang cukup potensial di perairan Utara Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini untuk memprediksi zonasi fishing ground ikan pelagis  kecil di Perairan Kendal berdasarkan parameter klorofil-a dan suhu permukaan laut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perairan Kendal memiliki nilai konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0.34 – 4.86 mg/  konsentrasi tertinggi di Timur Laut muara sungai Bodri dan di ikuti dengan hasil tangkapan ikan paling banyak yaitu 53 kg. Konsentrasi suhu permukaan laut berkisar 30,5 - 31ᵒC. Perbedaan nilai konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut dipengaruhi oleh angin yang berhembus di perairan sehingga diduga mengakibatkan terjadinya proses mixing.  Analysis of Chlorophyll-A Distribution and Potential Sea Surface As Fishing Ground Temperature in Kendal Coastal, Central JavaThe waters of Kendal is one district in Central Java with an area of ± 1.002.23  and experienced rapid development, especially in the field of fisheries. The waters of Kendal is one of the potential demersal and pelagic fish distribution areas in the waters of North Central Java. The purpose of this study was to predict the potential fishing ground of small pelagic fish in Kendal Waters based on the parameters of chlorophyll-a and sea surface temperature. This research uses quantitative method while determining the location of sampling using purposive sampling method. Based on the research results it can be seen that the waters of Kendal has a value of chlorophyll-a concentration ranging from 0.34 - 4.86 mg/   with the highest concentration that is in the Northeast estuary Bodri river and followed by the catch of most fish that is 53 kg. Concentrations of sea surface temperature range from 30.5 - 31ᵒC. Differences in the value of a-chlorophyll concentration and sea-surface temperatures across the waters are influenced by winds that blow in the waters resulting in a mixing process. 
Pemetaan Batimetri dan Sedimen Dasar di Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Angga Dwi Saputra; Heryoso Setiyono; Agus Anugroho Dwi Saputro
Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.194 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11294

Abstract

Perairan Karangsong adalah wilayah pesisir di Kabupaten Indramayu  dan merupakan kawasan penting bagi perekonomian masyarakat setempat. Adanya rencana pengembangan serta perawatan infrastruktur di wilayah Pesisir Karangsong secara berkelanjutan diperlukan adanya penelitian mengenai batimetri, kelerengan perairan dan sedimen dasar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kedalaman perairan, profil perairan, kelerengan serta jenis sedimen dasar di Perairan Karangsong. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif. Metode pengambilan data kedalaman dan sedimen dasar dilakukan di wilayah yang dianggap mewakili kerakteristik wilayah seluruhnya. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu berkisar antara 1 meter sampai 11 meter dengan nilai kelerengan berkisar antara 0,250◦ hingga 0,277◦ dengan rata-rata kelerengan adalah hampir datar. Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu memiliki tipe pasang surut campuran condong harian ganda dengan nilai nilai Formzahl sebesar 0,57. nilai-nilai elevasi Perairan Karangsong meliputi MSL 64 cm, HHWL 118,9 cm, LLWL 9,19 cm, LWL 10 cm dan HWL 110 cm. Jenis Sedimen Dasar di Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu adalah pasir (silt) dan pasir lanauan (silty sand). Kata kunci: Batimetri, Sedimen Dasar, Kelerengan, Perairan Karangsong.  
Distribusi Material Padatan Tersuspensi di Muara Sungai Sambas, Kalimantan Barat Petrus Subardjo; Agus Anugroho Dwi Suryo; Ibnu Pratikno; Gentur Handoyo; Karlina Putri Diani
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 1 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.931 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i1.19035

Abstract

Muara Sungai Sambas merupakan gerbang bagi kapal-kapal yang akan melakukan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan di PPN Pemangkat. Besarnya konsentrasi material padatan tersuspensi berkaitan dengan tingkat sedimentasi di muara Sungai Sambas yang dapat menyebabkan pendangkalan sehingga aliran sungai ke laut terhambat dan alur pelayaran terganggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi dan pola sebaran material padatan tersuspensi di muara Sungai Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Analisis material padatan tersuspensi menggunakan metode Gravimetri. Data utama yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data material padatan tersuspensi, arus,  dan pasang surut serta data pendukung berupa peta batimetri, dan peta RBI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi material padatan tersuspensi terbesar berada di muara sungai dan semakin mengecil kearah laut lepas dengan konsentrasi material padatan tersuspensi saat pasang berkisar antara 67-600 mg/l serta konsentrasi material padatan tersuspensi saat surut berkisar antara 11-321 mg/l. Jenis arus yang mendominasi di muara Sungai Sambas adalah arus pasang surut. Tipe pasang surut yaitu campuran condong ke harian ganda. Kurangnya informasi mengenai arah pergerakan dan besaran konsentrasi material padatan tersuspensi di muara Sungai Sambas menjadikan penelitian untuk mengetahui konsentrasi dan pola sebaran material padatan tersuspensi di perairan tersebut diperlukan. Sambas Estuaries is the entrance for every fisherman boats which will do loading and unloading activity for their fishing at PPN Pemangkat. The amount of total suspended matter concentration is related to the sedimentation at the Sambas estuaries which can cause sedimentation so the river flow hampered and the shipping line disrupted. The purpose of this research is to know the concentration and the distribution of total suspended solid at Sambas Estuaries, West Kalimantan. The method which is used in this research is case study method. Data processing is using gravimetric analysis. The main data used in this research are data of total suspended solid, current, tidal and supporting data such as bathymetri map, RBI map. Based on data processing, known that the highest value of total suspended solid was at estuary and decreased toward the sea with the conscentration at tides ranged between 67-600 mg/l whereas concentration at low tide ranged between 11-321 mg/l. The type tidal which is belong mixed dominant semidiurnal type. Lack of information on the direction of movement and the concentration of total suspended solid at Sambas Estuaries makes research to find out the concentration and distribution of total suspended solid is held at the waters. 
Co-Authors Abdillah Ranadipura Ade Firdaus Triagusta Afidyah Vicky Antari Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Trianto Agus Trianto Ahmad Nur Huda Aini, Firly Nur Ajub Ajulian Zahra Macrina Akhmad Hanan Aldi Nuary Nuary Aldi Nuary Nuary Alfi Satriadi Alvin Hidayat, Alvin Andita Agung Andnur, Mohammad Octa Andriana Kartina Wingtyas Angga Dwi Saputra Anggardha Ayu Pratiwi Anindya Wirasatriya Anissa Cintya Andika Asri Apriliawan Setiya Ramadhany Apriliawan Setiya Ramadhany Ari Soebekti Aris Ismanto Azis Rifai Azra, Mhd Rayhan Baskoro Rochaddi Bima Andriantama Bintang Yosua Cristian M. Dayinta Andayani Denny Nugroho Sugianto Dewi Masyitoh Syihab Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Nuarita Pratiwi Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Nuarita Pratiwi, Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Elis Indrayanti Galih Tristianto Gentur Handoyo Gersanandi Gersanandi Hadi Endrawati Hanifa Zuhaira Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Hendana Pristiwan Hendra Frederick, Hendra Heriyoso Setyono Heryoso Setiyono Ibnu Praktikto Ibnu Pratikno Ilham Panra, Ilham Indra Budi Prasetyawan Irfan Hafizhurrahman Ivan Febriansyah Jarot Marwoto Junika Ahmad Fathonah, Junika Ahmad Karlina Putri Diani Kunarso Kunarso Lilik Maslukah Manurung, Jefri Gunawan Misbah Riyandi Fauzi Muh Yusuf Muhamad Azhar Fathurahman Muhammad Abdul Chafid Muhammad Abdul Chafid Muhammad Alif Achyansyah Muhammad Bani Putra Utama Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Sababa Alhaq Muhammad Sulaiman Muhammad Zainuri Mukti Trenggono Muslim Muslim Osen Faber Romario Tampubolon Petrus Subardjo Pratiwy, Essy Purwanto Purwanto Puteri Kesuma Dewi Putu Suryaniti Dewi Reiner, Muhammad Rikha Widiaratih Riki Tristanto Rizky Aditya Rudhi Pribadi Rudhi Pribadi Sabilu, Kadir Sagita Difa Wardhani Siti Rahmi Prameswari Sitinjak, Dedy Febrianto Sri Redjeki Sri Yulina Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Surya Agung Nugroho Surya Nugraha Syaiful Syakinah Maghfirah Ayu Tarhadi Tarhadi Taufiq Hidayat Teguh Agustiadi Warsito Atmodjo Yeremia Sudibyo