Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Efektivitas Program Beasiswa untuk Meningkatkan Prestasi Mahasiswa (Kasus pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Beastudi Etos di Jabodetabek Mardiyanti Mardiyanti; Ninuk Purnaningsih; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 1 (2014): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.361 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v10i1.9913

Abstract

For achieve educational equity, government, private and non government organization provide scholarships. Scholarships are awarded as an effort to empower the recipients. Therefore this study aims to (1) analyze the scholarship program based on the concept of empowerment, (2) measure the factors that influence academic achievement of grantees. This research was conducted to 41 grantees Beastudi Etos at Jabodetabek during November-December 2013. The results showed that the scholarship is effective to be an empowerment program. Because it increase achievement motivation of grantees, and create positif environment to support learning process.Keywords: academic achievement, effectiveness of scholarship
Peran Ketua Kelompok Wanita Tani dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan yang Berkelanjutan Rindi Metalisa; Amiruddin Saleh; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 2 (2014): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.338 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v10i2.9924

Abstract

The growing food needs become a significant issue due the population increases, farming lands converted, and climate change. One of attempt to support food needs is utilizing gardening that are environmental friendly and based on local resources. Optimizing gardening through women farmers group can be a huge potential in sustainability gardening. Therefore the role of women farm leaders is essential to direct their members toward this purpose. The objective of research was to analyze the influence of women farm leaders in gardening utilization. This research was conducted in Bogor through a survey method. Number of respondents was 75 people with a proportional simple random sampling technique. The data was collected in February to April 2014 and was analyzed using regression model. The result showed that gardening utilization sustainability was still similar with Food Consumption Acceleration Movement (P2KP) program, as seen from the types and number of plants. The role of women farm leaders that affect gardening utilization sustainability were motivators, and problem solvers. Groups leaders involvement in the utilization gardening can affect group members to maintain activities gardening post P2KP program. The role of groups leaders can be increased through extension activities, the use of communication media, and interact with other sources of information.Keywords: role, food needs, yard, women farmers
Model Pengembangan Kompetensi Penyuluh Berbasis Pemanfaatan Media (Kasus Di Kabupaten Karawang dan Garut, Provinsi Jawa Barat) E. Oos M. Anwas; Sumardjo Sumardjo; Pang S Asngari; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.771 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v6i1.10660

Abstract

The present study was to the degree of agricultural extension agents’ competency, the dominant factors influence their competency, and also to formulate the model for developing the competency of agricultural extension agents. The study used explanatory research method on 170 agricultural extension agents who work within paddy farmers area (Karawang) and within vegetable farmers area (Garut). Samples from paddy farmers area were taken by using random sampling technique, while those from vegetable farmers area were taken by using census method. Then a data verification was conducted toward 206 farmers who were the clients of the agricultural extension agents. Data collection was conducted during February to April 2009. Data were analyzed using descriptive technique and path analysis. The result of the study showed that the extent of media utilization and the agricultural extension agents’ competency tended to be at a low level. Several dominant factors influenced their their competences.Keyword: agricultural extension agents, mass media, programmed media, environmental media, competencies
Strategi Pengembangan Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Pendidikan Jarak Jauh Universitas Terbuka: Kasus Alumni UT di wilayah Serang, Karawang, Cirebon, dan Tanggamus Nurul Huda; Sumardjo Sumardjo; Margono Slamet; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.191 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v6i1.10662

Abstract

Performance is an implementation of work. For agricultural extension agents, performances are indicators of how well they do the job. The objectives of this research were to determine the level of performances of agricultural extention agent and factors affecting them. Data were collected in July through December 2008. A survey technique was implemented among 111 agricultural extension agents who were graduated from UT and among 88 farmers in four different locations, namely Serang, Karawang, Cirebon, and Tanggamus. By using In depth interview, a qualitative information were also used in order to elaborate the findings. Data was analyzed by using descriptive and path analysis. The findings indicated that UT’s graduates had a high level in performances. Several dominant factors influenced their performances. This study suggests several strategies to increase the performances of agricultural extension agents.(Keywords: agricultural extension agents, performances, distance education).
Kompetensi Pemilik dan Pekerja Usaha Mikro Makanan Ringan tentang Mutu Produk di Cilegon dan Pandeglang, Provinsi Banten Isniyuni Syafna Diah Delima; Siti Amanah; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.685 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i2.10905

Abstract

Permintaan akan makanan ringan berkualitas telah meningkat seiring dengan meningkatnya pemahaman konsumen akan makanan sehat. Permintaan konsumen tersebut memerlukan respon produsen makanan ringan untuk mengontrol kualitas produk. Berkaitan dengan hal itu, tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor terkait kompetensi kewirausahaan mikro dalam menjamin kualitas gipang dan ceprek melinjo. Sebuah studi kasus dilakukan terhadap satu pemilik pengolahan gipang di Cilegon dengan lima pekerja dan satu pemilik melinjo ceprek di Pandeglang. Pemilik ceprek melinjo memiliki 50 karyawan dilatih menjadi mitra dalam memproduksi ceprek melinjo. Data dari pemilik dan karyawan dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi dan observasi. Data tersebut meliputi: profil sosial-ekonomi, dukungan eksternal, dan keterampilan penjaminan kualitas produk. Identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) juga dilakukan guna merumuskan strategi pengembangan kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, kompetensi pemilik dan pekerja usaha gipang tinggi; sedangkan kompetensi pemilik dan pekerja usaha ceprek melinjo rendah. Kompetensi pemilik dan pekerja usaha gipang dan ceprek melinjo diperoleh secara turun temurun, dan belum ada upaya untuk meningkatkannya. Peningkatan kompetensi pemilik dan pekerja usaha gipang dan ceprek melinjo diperlukan dalam hal pengembangan usaha. Produktivitas usaha perlu dipertahankan disertai penjaminan kualitas. Strategi meningkatkan kompetensi pemilik dan pekerja usahadapat dilakukan dengan pelatihan penjaminan mutu produk, pendampingan, dan perluasan pemasaran produk.
Tingkat Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Sayuran di Kenagarian Koto Tinggi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat Nila Sari; Anna Fatchiya; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.855 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i1.11316

Abstract

merupakan inovasi yang harus diterapkan petani dalam menguranggi penggunaan pestisida. Penelitian bertujuan mendeskripsikan tingkat penerapan PHT oleh petani. Metode penelitian survei bersifat dekriptif. Jumlah responden 90 petani Kenagarian Koto Tinggi. Penelitian lapang April-Mei 2015. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif yang didukung dengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan komponen PHT meliputi pemanfaatan musuh alami sebesar 53,05% responden dalam kategori rendah. Komponen budidaya tanaman terdiri dari pengolahan lahan, pemeliharaan dan panen/pascapanen, penggunaan benih/bibi, penggunaan pupuk dan pengendalian OPT secara keseluruhan sebesar 62,78 % dalam kategori cukup sesuai dengan yang telah direkomendasikan. Komponen pengamatan berkala tergolong sedang dan tinggi sebesar 77,78% .Kata kunci : Penerapan, Petani, Peran penyuluh, PHT
Persepsi Petani Lada terhadap Diseminasi Teknologi Usahatani Lada di Bangka Belitung Minas Tiurlina Panggabean; Siti Amanah; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.842 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i1.11321

Abstract

Usahatani lada yang dilaksanakan oleh masyarakat Bangka Selatan masih menggunakan teknologi tradisional sehingga produksi dan produktivitas lada relatif rendah dan jauh dari potensi optimalnya. Usaha meningkatkan produktifitas dan nilai tambah di tingkat petani pedesaan adalah dengan menerapkan inovasi teknologi yang dihasilkan oleh lembaga penelitian. Penyebarluasan teknologi baru memerlukan teknik diseminasi yang dapat meyakinkan penggunanya. Persepsi petani terhadap teknik diseminasi yang menentukan keyakinan petani terhadap teknologi inovatif yang didiseminasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani lada terhadap teknik diseminasi teknologi usahatani lada dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adopsi teknologi usahatani lada. Penelitian dilaksanakan di tiga desa yaitu Desa Serdang, Desa Delas dan Desa Nyelanding Kabupaten Bangka Selatan dan pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2015. Penelitian menggunakan disain survey. Jumlah sampel penelitian ini adalah 90 orang. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap teknik diseminasi teknologi usahatani lada yang baik adalah melalui temu lapang demonstrasi plot dan pameran. Tingkat adopsi inovasi usahatani lada dipengaruhi umur dan lama berusahatani dan pameran.Kata kunci: persepsi, petani lada, diseminasi, usahatani lada
Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat Siti Sawerah; Pudji Muljono; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.397 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i1.11323

Abstract

Kebakaran lahan gambut di Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Mempawah sering terjadi di setiap musim kemarau. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan pemerintah. Tercapainya pencegahan tersebut tidak terlepas dari partisipasi masyarakat di sekitarnya. Pentingnya partisipasi masyarakat tersebut karena sebagai pelaksana berbagai kegiatan yang diupayakan oleh pemerintah. Penelitian ini menganalisis:1) tingkat partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran lahan gambut, 2) hubungan faktor internal terhadap partisipasi, dan 3) hubungan faktor eksternal terhadap partisipasi. Penelitian lapang dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2015 di Kabupaten Mempawah. Populasi penelitian adalah 95 anggota masyarakat yang memiliki lahan pernah terbakar dan memiliki lahan berada di sekitar lahan yang pernah terbakar. Pengumpulan data secara sensus terhadap 95 masyarakat tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah secara statistik deskriptif dan statistik inferensial (Rank Spearman). Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran lahan sangat rendah. Hasil analisis rank spearman menunjukkan faktor yang berhubungan terhadap partisipasi adalah faktor eksternal, terdiri dari peran penyuluh dan dukungan lingkungan sosial (dukungan tokoh masyarakat, peran kelompok, media informasi dan peran pemerintah). Faktor internal yang berhubungan adalah tingkat pendidikan dan pendapatan. Partisipasi masyarakat agar meningkat diperlukan peran penyuluh yang merata dan peran aktif pemerintah untuk membina dan melatih sasaran yang tepat.Kata kunci: lahan gambut, masyarakat, partisipasi, pencegahan kebakaran lahan
Persepsi Perempuan terhadap Pemanfaatan Pekarangan Mendukung Diversifikasi Pangan di Sulawesi Utara Conny Naomi Manoppo; Siti Amanah; Pang S Asngari; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.287 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.13560

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis persepsi perempuan tentang fungsi dan manfaat pekarangan, diversifikasi pangan dan makanan sehat. Penelitian dilakukan di Kabupaten Minahasa dan Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian dilakukan mulai Maret hingga Desember 2015, melibatkan 267 responden terdiri dari 140 responden di Minahasa dan 127 responden di Bitung, dipilih dari 803 perempuan peserta program pemanfaatan pekarangan Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisisis korelasi Rank Spearman dan uji Mann Whitney. Hasil analisis statistik deskriptif menyatakan, tingkat persepsi responden terhadap fungsi dan manfaat pekarangan, diversifikasi pangan dan makanan sehat berada pada kategori tinggi. Terdapat perbedaan persepsi terhadap diversifikasi pangan antara Minahasa dan Bitung. Persepsi tentang fungsi dan manfaat pekarangan berhubungan dengan: ketersediaan dan kesesuaian informasi, ketersediaan sarana produksi, dukungan keluarga, peran kelompok dan penyuluhan. Persepsi tentang diversifikasi pangan berhubungan nyata dengan jumlah anggota keluarga, kesesuaian informasi, kredibilitas pemberi informasi, dan ketersediaan sarana produksi. Persepsi tentang makanan sehat berhubungan negatif dengan curahan waktu dan berhubungan positif dengan kesesuaian informasi, ketersediaan sarana produksi, peran kelompok, dan penyuluhan. Untuk membangun persepsi positif terhadap pemanfaatan pekarangan diperlukan informasi berupa materi penyuluhan sesuai kebutuhan perempuan, penguatan kelompok, dan dukungan sarana produksi.
Tingkat Adopsi Good Agricultural Practices Budidaya Kopi Arabika Gayo oleh Petani di Kabupaten Aceh Tengah Mahyuda Mahyuda; Siti Amanah; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.164 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.19757

Abstract

            Aceh Tengah merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh sebagai sentral penghasil kopi arabika di Aceh. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah guna meningkatkan produksi dan mutu kopi, salah satunya melalui adopsi budidaya kopi Good Agricultural Practices (GAP) sesuai rekomendasi P4S. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ciri inovasi dan tingkat adopsi budidaya serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi budidaya GAP kopi Arabika Gayo. Populasi pada penelitian ini sebesar 148 orang petani yang menerapkan budidaya GAP dengan sampel sebanyak 60 orang. Penentuan jumlah sampel secara acak proporsional (proportionate random sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian terhadap ciri inovasi termasuk dalam kategori tinggi. Tingkat adopsi penanaman varietas unggul dan pembuatan lubang rorak termasuk dalam kategori tinggi. Pemangkasan koker, penanaman pelindung, penggemburan tanah termasuk dalam kategori sangat tinggi. Sedangkan pemupukan organik berada pada kategori sedang. Faktor-faktor yang berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat adopsi adalah tingkat kemanfaatan inovasi dan kemudahan dicoba, sedangkan keuntungan relatif berpengaruh nyata. Selain itu, jumlah tanggungan keluarga dan kesesuaian berpengaruh nyata negatif.