Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Literasi dan Minat Studi Kelautan Siswa SMA melalui Edukasi Penyelaman Scuba Redho Yoga Nugroho; Riris Aryawati; Muhammad Hendri; Tengku Zia Ulqodry; Wike Ayu Eka Putri; Rozirwan Rozirwan
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1106

Abstract

Rendahnya minat siswa SMA untuk melanjutkan studi di bidang Ilmu Kelautan menjadi tantangan di tengah besarnya potensi sumber daya laut Sumatera Selatan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi akurat mengenai prospek karir dan minimnya pemahaman mengenai teknik eksplorasi bawah air seperti penyelaman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan minat siswa SMA di Kecamatan Tanjung Batu melalui edukasi dunia selam. Metode pelaksanaan meliputi visitasi, sosialisasi teori, peragaan alat selam, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa secara signifikan terhadap fungsi peralatan selam dan peran pentingnya dalam riset kelautan. Antusiasme tinggi peserta terlihat saat praktik penggunaan alat, yang berimplikasi pada meningkatnya minat mereka terhadap Jurusan Ilmu Kelautan. 
Analysis of Sedimentation as Implications of Beach Accretion using Spatial Analysis in the Coastal Area of Banyuasin South Sumatra, Indonesia Yulifa Handayani; Robiyanto H Soesanto; Fauziyah Fauziyah; Eddy Ibrahim; Muhammad Hendri; Ngudiantoro Ngudiantoro
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 10 No. 2 (2021): JLSO
Publisher : Research Center for Suboptimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jlso.10.2.2021.554

Abstract

This study was conducted in the coastal area of ​​Banyuasin (CAB) which was considered to have a variety of sedimentation classes originating from fluvial and marine processes. The study aimed to observe/determine changes in the morphology of coastal areas related to sedimentation in the CAB and to make maps related to oceanographic parameters, changes in the land cover and identification of the distribution of sedimentation occurring in the CAB, and the dominant factors influencing the change. This study used imagery interpretation method and the sediment data collection used sediment traps to determine the occurrence of accretion and abrasion. The results of the study showed that there was a change in the environment based on the analysis of Landsat imagery, that have undergone changes are Ekor Tikus island (PET), Tg Api-api (TAA), and the Bungin River (SB), which are affected by the land conversion, sedimentation, and tidal currents. There has been an environmental change in the CAB, especially at the Banyuasin estuary (PET) with a high sedimentation rate. The changes also occurred in TAA and SB, with the dominant factor being the decline in mangrove forests. As a result, it is necessary to conduct a more detailed study and time series related to mangroves.
Diseminasi Budidaya Biota Laut sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Riris Aryawati; Tengku Zia Ulqodri; Muhammad Hendri; Anna Ida Sunaryo Purwiyanto
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.1.70-81

Abstract

This community service activity was designed to address the economic challenges faced by fishermen in Sungsang II Village, Banyuasin II Regency, South Sumatra Province. Fishermen are often disrupted by weather conditions, such as the west monsoon or rainy season, which limit fishing activities and negatively impact their income. This program involved 48 fishermen and two partners, intending to increase the knowledge and creativity of the participants regarding alternative fisheries. The presentation covered aquaculture knowledge and the various organisms involved in it. In-depth explanations were also provided on silvofishery and aquaponics methods as alternatives to enhance income. Additionally, this activity highlighted potential local organisms that could serve as cultivation species. The program was carried out in several stages: preparation, implementation, monitoring, and evaluation. The evaluation was conducted to assess the success of the dissemination based on participants’ enthusiasm and the increase in knowledge gained. The results indicated that the program successfully achieved its intended objectives, evidenced by the participants' enthusiasm and a 45% increase in their understanding. However, the skepticism of some participants and limited capital for cultivation posed challenges to the dissemination process. The community's interest in and understanding of the introduced cultivation methods form the basis for the future, particularly focusing on silvofishery and aquaponics techniques. Recommendations for applying these cultivation methods will be formulated as follow-up steps to ensure the sustainability and positive impact of this initiative. Through this approach, it is hoped that the community can attain greater economic stability and enhanced environmental sustainability.
Peningkatan Kemandirian Pembudidaya Ikan Melalui Pelatihan Dan Pendampingan Pembuatan Pakan Buatan Berbasis Bahan Baku Lokal Ikhlasul Amal; Riris Aryawati; T. Zia Ulqodry; Muhammad Hendri; Isnaini
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1887

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons atas tantangan struktural yang dihadapi pembudidaya ikan di Desa Marga Sungsang, Kabupaten Banyuasin, khususnya tingginya ketergantungan terhadap pakan komersial dan belum optimalnya pemanfaatan potensi sumber daya lokal. Dalam praktik budidaya, pakan komersial menempati porsi terbesar dalam struktur biaya produksi, yakni sekitar 60–80%, sehingga berdampak pada terbatasnya margin keuntungan serta meningkatnya risiko keberlanjutan usaha. Situasi tersebut kontras dengan kondisi lingkungan setempat yang memiliki ketersediaan bahan baku lokal, seperti keong mas, limbah kepala udang, dan ikan rucah, yang sejatinya berpotensi dikembangkan sebagai pakan mandiri bernilai ekonomis namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pembudidaya ikan melalui pendekatan peningkatan pengetahuan dan pemahaman konseptual, sekaligus pengembangan keterampilan dalam memproduksi pakan buatan yang efisien, bermutu, dan berbasis sumber daya lokal. Proses pelaksanaan dilakukan secara bertahap melalui pengenalan program, penyampaian materi mengenai prinsip dasar formulasi pakan dan pemanfaatan limbah lokal, diskusi partisipatif, serta evaluasi pembelajaran menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Sebanyak 31 orang pembudidaya ikan berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2025. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, tercermin dari kenaikan skor rata-rata peserta dari 49,9 sebelum kegiatan menjadi 87,3 setelah pelatihan. Selain peningkatan aspek kognitif, peserta juga memperlihatkan sikap positif dan komitmen untuk mulai mengembangkan pakan mandiri sebagai strategi pengendalian biaya produksi. Luaran kegiatan meliputi laporan kemajuan, dokumentasi pelaksanaan, serta perencanaan tindak lanjut berupa pelatihan praktik lanjutan dan pengujian mutu pakan pada periode berikutnya, dengan harapan mendorong efisiensi dan keberlanjutan usaha budidaya ikan di wilayah pesisir.