Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Identification of Ultraviolet (UV) Levels in the Caramelization Process of Sale Pisang Berlianti, Rahmi; Kurniadi, Dedi; Putri, Dian Permata; Alfitri, Nadia; Susanti, Roza; Mudia, Halim
International Journal of Advanced Science Computing and Engineering Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : SOTVI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/ijasce.6.1.196

Abstract

Sale pisang is a typical Indonesian food made from dried bananas. Usually, this drying is done by drying directly in the sun. Drying bananas in the sun is not very effective because it takes a long time and is very dependent on weather conditions. After innovation was made by making a dryer, sale pisang was produced which had a hard texture and low moisture content that affected the caramelization process. Therefore, a dryer is needed that can replace the drying process under the sun. One of the contents of sunlight is ultraviolet light. Irradiation of ultraviolet light, especially UVC light, can help shrink the cell wall of bananas so that the evaporation of water during drying is small. This study aims to identify good UV levels for the caramelization process to produce the same sale pisang as drying under the sun using 5 different treatments, namely, without UV lighting, 15 minutes irradiation, 30 minutes irradiation, 1-hour irradiation, and 2 hours irradiation. Irradiation for 15 minutes produces a water content of 11%, irradiation for 30 minutes produces a water content of 12%, irradiation for 1 hour produces a water content of 18%, and Sale pisang with irradiation for 2 hours produces a water content of 20%. Based on the texture analysis produced by irradiation for 1 hour produces a texture that is almost the same as drying directly under the sun.
Pemanfaatan Pompa Otomatis dengan Energi Sel Surya untuk Penyiraman Tanaman Sayuran milik Kelompok PKK Demplot Anton, Anton; Andrizal, Andrizal; Berlianti, Rahmi; Angraini, Tuti; Hakim, Putra Oktari
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 2022, lahan kosong berukuran 500 meter persegi yang berada di kelurahan Lubuk Begalung, dimanfaatkan oleh ibuk-ibuk yang bergabung dalam kelompok PKK-Demplot untuk bercocok tanam sayuran. Lahan ini dipinjamkan oleh pemiliknya untuk dikelola oleh ibuk-ibuk “Demplot” di sekitar kelurahan dengan menanam sayuran seperti sayuran kangkung, terong, cabai dan daun bawang. Rutinitas yang setiap hari dilakuan pagi dan sore hari adalah proses penyiraman tanaman yang bergilir dikerjakan oleh ibu-ibuk. Sumber air yang dipakai untuk menyiram tanaman dengan lahan 500meter persegi dari sumur dangkal dalam 1,5m yang dibuat warga. Sumur ini berjarak 50meter dari lahan tanaman sayuran tersebut. Air ditimba dan ditampung di ember besar untuk dibawa ke masing bidang lahan yang ditanami sayuran. Pengambilan air dari sumur dilakukan bolak-balik sampai bidang kebun sayuran tersebut sukup tersiram dengan baik. Solusi untuk mengatasi masalah ini dengan memanfaat teknologi pompa otomatis menggunakan sel surya sebagai sumber listrik.
Pemanfaatan Pompa Otomatis dengan Energi Sel Surya untuk Penyiraman Tanaman Sayuran Milik Kelompok PKK Demplot Anton, Anton; Andrizal, Andrizal; Berlianti, Rahmi; Angraini, Tuti; Hakim, Putra Oktari
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 2022, lahan kosong berukuran 500 meter persegi yang berada di kelurahan Lubuk Begalung, dimanfaatkan oleh ibu-ibu yang bergabung dalam kelompok PKK-Demplot untuk bercocok tanam sayuran. Lahan ini dipinjamkan oleh pemiliknya untuk dikelola oleh ibu-ibu “Demplot” di sekitar kelurahan dengan menanam sayuran seperti sayuran kangkung, terong, cabai dan daun bawang. Rutinitas yang setiap hari dilakuan pagi dan sore hari adalah proses penyiraman tanaman yang bergilir dikerjakan oleh ibu-ibu. Sumber air yang dipakai untuk menyiram tanaman dengan lahan 500meter persegi dari sumur dangkal dalam 1,5m yang dibuat warga. Sumur ini berjarak 50meter dari lahan tanaman sayuran tersebut. Air ditimba dan ditampung di ember besar untuk dibawa ke masing bidang lahan yang ditanami sayuran. Pengambilan air dari sumur dilakukan bolak-balik sampai bidang kebun sayuran tersebut sukup tersiram dengan baik. Solusi untuk mengatasi masalah ini dengan memanfaat teknologi pompa otomatis menggunakan sel surya sebagai sumber listrik.
Design and Construction of a Fish Seed Counting Tool Using Infrared Proximity Sensors Based on PLC and HMI Erawadi, Dedi; Berlianti, Rahmi; Hendra; Vitto Andrivanly; Kusuma, Yuda Perdana
IJIMCE : International Journal of Innovation in Mechanical Construction and Energy Vol. 1 No. 2 (2024): IJIMCE : International Journal of Innovation in Mechanical Construction and Ene
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijimce.v1i2.32

Abstract

Fish hatcheries are a significant endeavor in aquaculture with promising economic potential. However, the manual process of counting fish seeds is time-consuming and inefficient. This paper examines a prototype of a fish seed counting device based on a Programmable Logic Controller (PLC) and Human Machine Interface (HMI) that can expedite the counting process. The device is designed using infrared proximity sensors, a DC power window motor, a solenoid valve, and is controlled by a PLC and HMI. The infrared proximity sensor is placed under the fish passageway to detect fish presence. The counting results are displayed on the HMI screen. After counting, the DC motor closes the fish passageway, and the fish in the plastic packaging are automatically tied for oxygen filling. Testing results indicate that this fish seed counting device functions well and can improve the efficiency of the fish seed counting process