Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Determinats of irritant contact dermatitis in seaweed farmers Rahmansyah, Sitti Fatimah; Salcha, M. Akbar; Juliani, Arni; Abuda, Hisbullah A.M
CORE JOURNAL Volume 3, Issue 1, Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/corejournal.vi.33458

Abstract

Irritant contact dermatitis is an acute or chronic skin inflammatory response to exposure to external irritants that affect the skin. One type of work that is easily exposed to irritants is seaweed farming, because of the hydroid content in seaweed. The purpose of this study was to determine the factors associated with the symptoms of irritant contact dermatitis in seaweed farmers in Dusun Lomboan, distric. South Tinangkung Regency Banggai Kepulauan. This study uses a type of analytical observational research with a cross sectional study approach. The sample in this study were 40 workers using the total sampling technique. Data collection was carried out through observation, interviews and questionnaires. Data were analyzed using the Chi-Square test. The statistical test results showed that contact duration (p value = 0.012), years of service (p value = 0.001), personal hygiene (p value = 0.013) and history of skin disease (p-value = 0.015) had a relationship with irritant contact dermatitis symptoms. It is recommended for seaweed farmers to use PPE when working, for example rubber gloves, special shoes, to avoid direct exposure which can cause irritant contact dermatitis. Also always maintain personal hygiene after doing work such as washing hands using soap with running water and bathing to avoid the risk of irritant contact dermatitis
Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja di Workshop PT. Prima Karya Manunggal Kabupaten Pangkep Juliani, Arni; Santi, Fika Tri
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan adalah suatu kejadian tak terduga tanpa adanya unsur kesengajaan, dan bentuk perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja di workshop PT. Prima Karya Manunggal, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang diambil sebanyak 35 orang tenaga kerja menggunakan teknik penarikan sampel total sampling. Berdasarkan uji statistik diperoleh bahwa lingkungan kerja (p=0,032) memiliki hubungan terhadap kecelakaan kerja, pengetahuan (p=0,155) dan kepatuhan terhadap prosedur (p=0,058) tidak memiliki hubungan terhadap kecelakaan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa mayoritas tenaga kerja kurang patuh terhadap prosedur kerja meskipun pengetahuan tenaga kerja tergolong baik, didukung juga oleh lingkungan kerja yang tidak kondusif, sehingga mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja. Diharapkan PT. Prima Karya Manunggal untuk meningkatkan kesadaran pekerja akan mencengah dan memanimalisir kecelakaan melalui pemberian pelatihan, pengawasan yang ketat, sanksi yang lebih tegas. Perusahaan memberikan fasilitas kerja yang lengkap dalam bekerja.
Studi Kuantitatif : Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Juliani, Arni
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan merupakan faktor yang dapat menyebabkan turunnya produktivitas kerja, hilangnya jam kerja, tingginya biaya pengobatan dan material, serta rendahnya kualitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang dengan menggunakan simple random sampling. Pada penelitian ini diperoleh bahwa usia (p-value = 0,001) dan masa kerja (p-value= 0,005) berhubungan dengan kelelahan kerja. Sedangkan status gizi (p-value=0,956), beban kerja (p-value=0,503), dan lama kerja (p-value=0,416) tidak berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero). Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar adalah variabel usia dan masa kerja.
Hubungan Higiene Perorangan dengan Gejala Dermatitis Kontak Iritan pada Petani Rumput Laut di Dusun Kaza Kabupaten Luwu Timur Juliani, Arni; Salcha, Muhammad Akbar; Heramutia
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak iritan adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh suatu bahan iritan. Gejalanya ditandai dengan gatal, eritema, perih, kulit pecah-pecah, kulit bersisik dan kulit kering. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara higiene perorangan dengan gejala dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut di RT II, Dusun Kaza, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 62 petani rumput laut menggunakan total sampling. Pengumpulan data pada penelitian yaitu menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Data di analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square (p-value ≤ 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan higiene perorangan (p = 0,018) dengan gejala dermatitis kontak iritan. Diharapkan pemerintah untuk memberikan edukasi tentang penyakit dermatitis kontak iritan kepada petani rumput laut untuk meminimalisir potensi petani rumput laut terkena dermatitis kontak iritan.
Karakteristik Tenaga Kerja dan Iklim Keselamatan di Workshop Peralatan Pembuatan Semen Maharja, Rizky; Seftianingsih M., Nur Angraeni; Latief, Ade Wira Lisrianti; Juliani, Arni; Syamsul, Muhammad Azrul; Maharja, Riadnin
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 April 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v6i1.234

Abstract

Iklim keselamatan atau persamaan persepsi bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja di tempat kerja dan menurunkan angka kecelakaan kerja. Di mana iklim keselamatan ini dapat berbeda-beda tergantung dari karakteristik pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik tenaga kerja terhadap iklim keselamatan di bagian workshop peralatan pembuatan semen. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja di bagian workshop PT. PKM. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 56 orang tenaga kerja. Karakteristik tenaga kerja pada penelitian ini diantaranya adalah usia, masa kerja, tingkat pendidikan, posisi jabatan dan status perkawinan. Sedangkan iklim keselamatan diukur menggunakan NOSACQ-50. Analisis data yang digunakan adalah regresi ordinal. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa masa kerja (?=0,013), posisi jabatan (?=0,00) dan tingkat pendidikan (?=0,021) memiliki pengaruh terhadap iklim keselamatan kerja tenaga kerja sedangkan usia (?=0,137) dan status perkawinan (?=0,556) tidak berpengaruh terhadap iklim keselamatan tenaga kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah karakteristik tenaga kerja yang berpengaruh dengan iklim keselamatan adalah masa kerja, posisi jabatan, dan tingkat pendidikan. Kata Kunci: iklim keselamatan, karakteristik tenaga kerja, masa kerja, pendidikan, posisi jabatan
PENERAPAN KESELAMATAN KERJA PADA TIM KERJA DI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) SULAWESI SELATAN Juliani, Arni; Todingan, Kurnia Marsevtin; Anas, M.; Kessi, Andi Tenriola Fitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52898

Abstract

Keselamatan kerja merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja sehingga harus mendapat perhatian khusus di tempat kerja untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan nyaman dalam bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Keselamatan Kerja pada Tim Kerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode observasional deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan suatu keadaan atau fenomena secara objektif dengan menggunakan angka-angka untuk menghitung frekuensi, rata-rata atau persentase, tanpa melakukan manipulasi pada suatu variabel. Sampel dalam penelitian merupakan bagian dari populasi berjumlah 46 orang dengan teknik pengambilan total sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan APD yang berjumlah 22 responden atau sekitar 47,8% berada pada kategori kurang, Prosedur kerja yang aman yang berjumlah 24 responden atau sekitar 52,2% berada pada kategori sangat baik, penyediaan alat dan infrastruktur yang berjumlah 28 responden atau sekitar 60,9% dengan kategori baik. Dukungan psikososial yang berjumlah 27 responden atau sekitar 58,7% berada pada kategori baik, Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan yang berjumlah 39 responden atau sekitar 84,8% berada pada kategori baik dan pengetahuan K3 yang berjumlah 45 responden atau sekitar 97,8% dengan kategori sangat kurang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan keselamatan kerja pada tim kerja di Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Sulawesi Selatan sudah terlaksana dengan baik.
TINGKAT RISIKO ERGONOMI PADA AKTIVITAS MANUAL HANDLING DI GUDANG BULOG BARU PANAIKANG I KOTA MAKASSAR Muhammad Akbar Salcha; Andi Tenriola Fitri Kessi; Arni Juliani; Muhammad Ahjad
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.23

Abstract

Aktivitas pemindahan material secara manual masih menjadi sebagian besar aktivitas yang ada di dunia industri seperti aktivitas pengangkatan, penurunan, mendorong, menarik, mengangkut dan memindahkan barang dengan posisi tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengetahui postur kerja, frekuensi, serta durasi kerja terhadap tingkat risiko ergonomi pada aktivitas manual handling pada pekerja buruh angkut di gudang Bulog Baru Panaikang Makassar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Sampel yang diambil sebanyak 30 orang yang dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan secara observasi, penilaian postur kerja, frekuensi kerja, dan durasi kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur kerja yang berisiko tinggi sebanyak 28 orang (93,3%) dan berisiko sedang sebanyak 2 orang (6,7%), frekuensi kerja dan durasi kerja seluruh responden adalah tidak ergonomis. Secara deskriptif postur tubuh, frekuensi, dan durasi kerja berpengaruh terhadap tingkat risiko ergonomi pada pekerja aktivitas manual handling. Pekerja disarankan untuk beristirahat disaat mulai merasa sakit atau nyeri pada bagian tubuh, dan rajin melakukan peregangan otot disela-sela pekerjaan. Perusahaan sebaiknya memberikan penyuluhan dan pelatihan pada pekerja mengenai risiko pekerjaan dan tata cara bekerja sesuai dengan prinsip ergonomi.
PENGARUH OVERTIME TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PT. ALE LUWU RAYA KABUPATEN LUWU TIMUR Arni Juliani; Nurul Aulia Maharani Ishak; Muliono Caco; Muhammad Akbar Salcha
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.507

Abstract

Latar belakang: Produktivitas kerja merupakan kemampuan tenaga kerja dalam melakukan pekerjaan dalam cakupan atau rentang waktu tertentu. Dalam waktu tertentu, pekerja melakukan pekerjaan diluar jam kerja dan terhitung overtime. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh overtime terhadap produktivitas kerja pada PT. Ale Luwu Raya Kabupaten Luwu Timur. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 34 responden menggunakan total sampling terhadap seluruh pekerja. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada para responden. Data ini dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan uji statistik terkait pengaruh overtime terhadap produktivitas kerja didapatkan p-value 0,031 < 0,05. Oleh sebab itu, hal inipun membuktikan bahwasanya ada pengaruh overtime terhadap produktivitas kerja di PT. Ale Luwu Raya Kabupaten Luwu Timur. Kesimpulan: Terdapat pengaruh overtime terhadap produktivitas kerja di PT. Ale Luwu Raya Kabupaten Luwu Timur. Saran yang dapat diberikan bagi tenaga kerja yaitu sebaiknya tenaga kerja melakukan aktivitas fisik seperti rutin berolahraga dan melakukan peregangan setelah melakukan pekerjaan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA DERMATITIS KONTAK PADA PEMULUNG DI TPA KELURAHAN TAMANGAPA KOTA MAKASSAR Muhammad Akbar Salcha; Habibi; Sisilia Geby Paulang; Arni Juliani
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.655

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis kontak merupakan masalah kesehatan yang umum dialami pekerja pemulung akibat paparan langsung bahan iritan di tempat kerja. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala dermatitis kontak pada pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Kelurahan Tamangapa, Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik cross-sectional dengan teknik purposive sampling terhadap 160 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dianalisis menggunakan analisis univariat serta bivariat dengan uji Chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 70% responden mengalami gejala dermatitis kontak penelitian ini menunjukan Terdapat hubungan signifikan antara lama kontak (p = 0,000) , penggunaan APD (p = 0,003), serta higiene perorangan (p = 0,000) dengan kejadian gejala dermatitis kontak. Masa kerja tidak berhubungan signifikan dengan gejala dermatitis kontak (p = 0,066). Kondisi higiene perorangan yang buruk dan penggunaan APD yang kurang tepat meningkatkan risiko pemulung mengalami dermatitis kontak iritan. Kesimpulan: Perlunya pembatasan lama kontak kerja, peningkatan pemakaian APD lengkap dan sesuai standar, serta perbaikan higiene perorangan sebagai upaya pencegahan dermatitis kontak pada pemulung di TPA Kelurahan Tamangapa. Disarankan edukasi rutin dan pengawasan ketat untuk melindungi kesehatan pemulung.
GAMBARAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA KARYAWAN PT. MARUKI INTERNATIONAL INDONESIA Andi Tenriola Fitri Kessi; Helmi Gani; Arni Juliani; Ristnia Jayanti Maahury
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.690

Abstract

Latar belakang: Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting untuk melindungi pekerja dan individu dari bahaya dan risiko yang mungkin muncul di lingkungan kerja atau tempat kerja yang berbahaya. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) pada karyawan PT. Maruki International Indonesia. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Karyawan PT. Maruki International Indonesia sebanyak 62 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan sikap responden terhadap penggunaan alat pelindung diri pada saat bekerja paling banyak pada kategori baik. Pengetahuan responden terhadap penggunaan alat pelindung diri pada saat bekerja paling banyak pada pengetahuan yang baik. Kesimpulan: Tindakan responden terhadap penggunaan alat pelindung diri saat bekerja paling banyak pada kategori tidak lengkap. Disarankan dari hasil penelitian yang dilakukan diharapkan pihak manajemen PT. Maruki International Indonesia hendaknya harus lebih meningkatkan pengawasan dalam penggunaan alat pelindung diri pada pekerja.