Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tahapan Proses Adopsi Inovasi Ayam Kub Winda Rahayu; Sri Wahyuni; Hery Bachrizal Tanjung
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.14078

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Tahapan Proses Adopsi Inovasi Ayam KUB di Sumatera Barat dilakukan pada pada bulan Februari sampai April 2023 di Kota Payakumbuh, Kab. 50 Kota dan Kab. Tanah Datar. Tujuan Penelitian adalah: “Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tahapan adopsi inovasi ayam KUB”. Penelitian ini mengggunakan metode multi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner kepada 78 oran peserta bimbingan teknis (bimtek) Inovasi ayam KUB. Analisis data yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif berupa pemberian skor dengan skala likert dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bimtek ayam KUB baru bisa merubah pengetahuan dan sikap peserta yaitu sampai pada tahapan sadar, minat, evaluasi dan mencoba, namun belum menerapkan dengan baik sehingga pelaksanaan bimtek perlu ditingkatkan agar bisa sampai ke tahap menerapkan inovasi ayam KUB. Tahapan Proses Adopsi Inovasi Ayam KUB dipengaruhi oleh Umur, Pendidikan, Jumlah Ternak, Pendapatan, Pengalaman, Keunggulan Relatif, Kesesuaian, Kerumitan, Kemampuan diamati, Kemampuan diujicobakan, dukungan BPTP, Dukungan Balitvet Baso, Dukungan Dinas Peternakan Provinsi, Dukungan Dinas Peternakan Kab/Kota dan Dukungan Penyuluh Karakteristik Inovasi Ayam KUB berpengaruh terhadap Pemerintah harus melakukan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia pada penyuluh ASN, penyuluh swadaya, pelaku utama dan pelaku usaha terhadap pengembangan inovasi ayam KUB dalam bentuk Training of Trainers (TOT). Pelaksanaan bimtek selanjutnya oleh BPTP Sumbar sebaiknya dengan menambah jadwal, materi dan memperbanyak praktek sehingga mampu meningkatkan keterampilan peserta bimtek dalam menerapkan inovasi ayam KUB.
Rancang Bangun Pembangkit Frekuensi Gelombang Ultrasonik Untuk Mengusir Lalat Hijau (Chrysomya megacephala) Sri Wahyuni; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.290-296.2024

Abstract

Telah dirancang sebuah pembangkit gelombang frekuensi ultrasonik menggunakan IC NE555 yang berbasis Arduino Uno. Perangkat ini dirancang dengan menggunakan IC NE555 sebagai pembangkit gelombang yang memakai rangkaian osilator. Frekuensi ultrasonik yang dihasilkan dari rangkaian pembangkit gelombang yaitu 25-100 kHz. Pengujian rangkaian osilator menggunakan osiloskop. Frekuensi ultrasonik mulai berpengaruh terhadap karakterisasi perilaku lalat hijau yaitu pada frekuensi 60 kHz. Lalat hijau banyak mengalami perubahan perilaku akustik pada jarak 20 cm dari sumber pembangkit gelombang dan waktu pemaparan selama 60 menit seluruh lalat hijau menjauh dari sumber pembangkit gelombang.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi di Kota Padang Lusi Nanda Putri; Osmet Osmet; Sri Wahyuni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 2 No. 3 (2020): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i3.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi diKotaPadang. Metode penentuan daerah penelitian dilakukansecara sengaja (purposivemethod)karenakotaPadangsebagaiibukotaprovinsiSumateraBaratdanmemilikijumlahproduksipadiyang tinggi diantara kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat dan padi sawah merupakan usahatanidominan sebagai matapencaharian utama di Kota Padang. Metode dalam penelitian ini adalah metodeeksplanatoridenganpendekatankuantitatifmenggunakandatatimeseries.AnalisisdatayangdigunakandalampenelitianiniyaitumodelanalisislineardanmodelanalisisproduksiCobb-Douglass, pengujian asumsi klasik, dan analisis regresi. Produksi padi di Kota Padang pada tahun2003-2017mengalamifluktuasi.Daritahun2003-2017,produksipaditertinggiyaitupadatahun2017 sebesar 99.018 ton. Penelitian ini menggunakan model regresi linear bergandadan Cobb-Douglass, analisis data menggunakan 3 variabel bebas yaitu luas tanam, luas panen, dan rasio hargapupuk urea per harga beras dan produksi padi sebagai variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkanbahwa produksi padi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu luas tanam dan luas panen. Pada luas tanamberpengaruh negatif signifikan hal ini disebabkan oleh adanya serangan hama penyakit tumbuhanyang terjadi pada tahun 2010-2017 dan pada luas panen berpengaruh positif signifikan terhadapproduksi padi. Sedangkan rasio harga pupuk urea per harga beras tidak mempengaruhi produksi padikarena harga pupuk cenderung stabil. Pemerintah diharapkan dapat melindungi areal luas tanam danluas panen padi di Kota Padang dari ancaman serangan hama penyakit tumbuhan agar produksi padidiKota Padangdapatterusmeningkat.
Analisis Modal Sosial pada Kelompok Tobo Konsi dan Keompok Tani Tobo di Nagari Sijunjung Fitria Ramadhani Firlia; Sri Wahyuni; Nuraini Budi Astuti
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan karakteristik kelompok tobo konsi dan kelompok tani tobo di Nagari Sijunjung (2) menganalisis modal sosial pada kelompok tobo konsi dan kelompok tani tobo di Nagari Sijunjung. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2019 sampai 14 September 2019. Metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah 210 petani dari 4 kelompok tobo konsi dan 174 petani dari 4 kelompok tani tobo. Penetapan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Penetapan jumlah sampel menggunakan rumus slovin. Berdasarkan teknik tersebut didapatkan sampel sebanyak 68 petani mewakili kelompok tobo konsi dan 64 petani mewakili kelompok tani tobo. Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tobo konsi dan kelompok tani tobo mempunyai tujuan yang sama, yaitu membantu anggota dan mengeratkan rasa saling tolong menolong. Modal sosial pada kelompok tobo konsi dan kelompok tani tobo tidak terlalu jauh berbeda, dimana untuk bonding dan bridging nya sama-sama kuat, dan linking nya sama-sama lemah. Hal ini disebabkan oleh tingginya ikatan kedalam dan ke sesama pada kedua kelompok. Sedangkan pada kelompok tani tobo walaupun memiliki relasi terhadap pihak luar/pemerintah akan tetapi linking nya masih tergolong rendah.
Analisis Modal Sosial pada Kelompok Tobo Konsi dan Kelompok Tani Tobo di Nagari Sijunjung Fitria Ramadhani Firlia; Sri Wahyuni; Nuraini Budi Astuti
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.438

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan karakteristik kelompok tobo konsi dan kelompok tani tobo di Nagari Sijunjung (2) menganalisis modal sosial pada kelompok tobo konsi dan kelompok tani tobo di Nagari Sijunjung. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2019 sampai 14 September 2019. Metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah 210 petani dari 4 kelompok tobo konsi dan 174 petani dari 4 kelompok tani tobo. Penetapan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Penetapan jumlah sampel menggunakan rumus slovin. Berdasarkan teknik tersebut didapatkan sampel sebanyak 68 petani mewakili kelompok tobo konsi dan 64 petani mewakili kelompok tani tobo. Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tobo konsi dan kelompok tani tobo mempunyai tujuan yang sama, yaitu membantu anggota dan mengeratkan rasa saling tolong menolong. Modal sosial pada kelompok tobo konsi dan kelompok tani tobo tidak terlalu jauh berbeda, dimana untuk bonding dan bridging nya sama-sama kuat, dan linking nya sama-sama lemah. Hal ini disebabkan oleh tingginya ikatan kedalam dan ke sesama pada kedua kelompok. Sedangkan pada kelompok tani tobo walaupun memiliki relasi terhadap pihak luar/pemerintah akan tetapi linking nya masih tergolong rendah.