Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Ulum

PENDIDIKAN UNTUK PENGEMBANGAN KARAKTER (Telaah terhadap Gagasan Thomas Lickona dalam Educating for Character) Dalmeri, Dalmeri
Al-Ulum Vol 14, No 1 (2014): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.555 KB)

Abstract

Tulisan ini akan membahas konsep pendidikan karakter dalam pemikiran Thomas Lickona sebagai upaya untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang berupa tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerja keras dan sebagainya. Tujuan pendidikan karakter adalah menanamkan kebiasaan yang baik, sehingga peserta didik paham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik. Pendidikan karakter membawa misi yang sama dengan pendidikan akhlak atau pendidikan moral. Thomas Lickona mengatakan bahwa dasar hukum moralitas yang harus diterapkan dalam dunia pendidikan sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran agama dalam kitab suci, dan implikasi dari dasar hukum moralitas ini berlaku secara universal. ----------------------This paper discusses about Thomas Lickona’s idea on education character. It is mainly an attempt to shape ones personality through education which it results can be seen in action in the form of ones good behavior, honest, responsible, respect the rights of others, hard work, and so on. The main goal of educational character is to encourage good habits; so that, learners understand, able to feel, and want to do goods. Educational character has the same mission with behavior education or moral education. Thomas Lickona assert that the basic laws of morality should be applied in the educational sectors in accordance with the principles of religious teachings in the holy scriptures. Therefore, the implications of the basic laws of morality will be universally valid.
Toward Peace-Loving Attitude Trough Education Character Dalmeri, Dalmeri; Gea, Antonius Atosokhi
Al-Ulum Vol 15, No 2 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to solve violence had been faced by multi treatments. Violence in education is action over the standar of ethic and rule in education, either physically or disturbing the rights of ones. The actors can be anyone,  including the chief of school, teacher, staff , student, parents and even society. Violence in education is assumed as effect of certain condition. Externally or internally, and it might happen with any trigger. This paper aims to analyse the importance of character building through peace-loving attitude to revitalize the actors of education as evaluation of structure and culture in the educational world. Our educational world recently sometimes shows its arrogancy and even militaristic behavior. While the basic tenet of education is to appreciate the understanding of human behavior in order to be enlighted and free.-----Upaya untuk menyelesaikan kekerasan pun menemui tantangan yang semakin kompleks. Kekerasan dalam pendidikan merupakan perilaku melampaui batas kode etik dan aturan dalam pendidikan, baik dalam bentuk fisik maupun pelecehan atas hak seseorang. Pelakunya bisa siapa saja: pimpinan sekolah, guru, staf, murid, orang tua atau wali murid, bahkan masyarakat. Kekerasan dalam pendidikan diasumsikan terjadi sebagai akibat kondisi tertentu yang melatar-belakanginya, baik faktor internal dan eksternal, dan tidak timbul secara begitu saja, melainkan dipicu oleh suatu kejadian. Tulisan ini menganalisa topik yang sangat penting untuk digali kembali oleh para insan pemerhati pendidikan sebagai wadah refleksi dan evaluasi kinerja struktural-kultural terhadap praksis dunia pendidikan. Dunia pendidikan yang akhir-akhir ini cenderung bernuansa arogansi intelektual atau bahkan bergaya militeristik yang tidak mengindahkan norma-norma etis. Padahal pendidikan seyogyanya memanusiakan manusia menuju taraf pemahaman yang lebih mencerahkan dan memerdekakan.