Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Students' opinion on the transition from EFL to ELF: Revisiting English pedagogy in vocational higher education Sariani, Sariani; El Khairat, Mutia; Marzuki, Dony; Fitria, Novi; Damaiyanti, Muthia; Astuti, Indri; Binti Yusof , Ts Ummu Hani
JEES (Journal of English Educators Society) Vol 11 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jees.v11i1.1973

Abstract

As workforce diversity increases in the globalization era, vocational education plays a crucial role in preparing students to be competent and industry-ready, with English serving as a key medium for professional integration. English as a Lingua Franca (ELF) has emerged as a flexible mode of communication, facilitating interaction not only between native and non-native speakers but also among non-native speakers from varied linguistic backgrounds. This study examines the perceptions of Indonesian Vocational Higher Education (VHE) students regarding the role and relevance of ELF in meeting global workplace communication demands. Participants consisted of sixty-nine sixth-semester English majors who had completed two- to three-month internships in various industries. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire and semi-structured interviews, enabling both quantitative and qualitative insights. Statistical analysis using a t-test, following the Shapiro-Wilk normality test, revealed mean differences ranging from M = 2.95 (Q10) to M = 4.28 (Q14). These findings were supported by interview data, indicating that most participants viewed ELF as more suitable for workplace communication than traditional English as a Foreign Language (EFL) norm. The study highlights the need to align English Language Teaching (ELT) in vocational education with ELF-oriented principles to enhance communicative effectiveness in global professional settings.
Blended Learning Model for Writing Courses on Media in Era 4.0 (Model Blended Learning untuk Mata Kuliah Menulis Pada Media di Era 4.0) Muthia Damaiyanti; Desi Yulastri; Sumira Sumira; Edwar Kemal; Wahyudi Rahmat
Indonesian Language Education and Literature Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.9954

Abstract

This study aimed to describe the development of a blended learning model in the Writing in Media course in the face of the 4.0 era. This study uses the ADDIE model which is limited to the analysis stage. This study uses the following methods: observation with a tick observation technique, and notes; documentation with document analysis techniques; and survey with a questionnaire technique. Research data in the form of curriculum, SAP, and teaching methods. The results of the study indicate that (1) the curriculum must be revised to meet the knowledge needs of students and stakeholders, (2) the components and features of news must be mastered by students because many stakeholders need skills to work, (3) the application of a mixed learning model of writing for course media improve student skills and grades.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengembangan model blended learning pada mata kuliah Menulis di Media dalam menghadapi era 4.0. Penelitian ini menggunakan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analisis. Penelitian ini menggunakan metode: observasi dengan teknik observasi centang, dan catat; dokumentasi dengan teknik analisis dokumen; dan survei dengan teknik kuesioner. Data penelitian berupa kurikulum, SAP dan metode pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kurikulum harus direvisi untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan mahasiswa dan pemangku kepentingan, (2) komponen dan fitur berita harus dikuasai oleh mahasiswa karena banyak pemangku kepentingan membutuhkan keterampilan untuk bekerja, (3) penerapan model pembelajaran campuran menulis untuk media kursus meningkatkan keterampilan dan nilai mahasiswa.
Narrative Capital dalam Pariwisata Budaya: Transformasi Siti Nurbaya dari Teks Sastra Menjadi Identtitas Wisata Kota Padang Muthia Damaiyanti; Zulfikarni; Sariani; Mutia El Khairat
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 1 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.061.01

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana narasi budaya dalam novel Siti Nurbaya ditransformasikan menjadi representasi pariwisata serta bagaimana transformasi tersebut menghasilkan modal budaya yang berdampak terhadap masyarakat lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di kawasan wisata Siti Nurbaya, Kota Padang. Data diperoleh melalui analisis novel Siti Nurbaya, dokumen promosi pariwisata, observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat lokal, dan representasi media digital. Seluruh data dianalisis menggunakan thematic analysis secara integratif. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, novel Siti Nurbaya memuat narasi budaya yang kompleks, meliputi konflik adat dan modernitas, relasi gender, kolonialisme, stratifikasi sosial, serta nilai-nilai budaya Minangkabau. Kedua, dalam konteks pariwisata, narasi tersebut mengalami proses seleksi dan transformasi melalui materialisasi ruang, interpretasi destinasi, serta reproduksi media digital, sehingga kisah cinta tragis menjadi representasi yang dominan dibandingkan pesan sosial novel. Ketiga, transformasi tersebut menghasilkan modal budaya yang memperkuat identitas kawasan, memelihara memori kolektif, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, meskipun disertai penyederhanaan makna narasi. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual yang menjelaskan transformasi bertahap dari narasi budaya menuju representasi pariwisata dan selanjutnya menjadi modal budaya, sehingga memperluas kajian tentang hubungan antara sastra, warisan budaya, dan pariwisata.