Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH ENTREPRENEURIAL BEHAVIOUR TERHADAP KEBERLANJUTAN UMKM BATIK PAOMAN DI KABUPATEN INDRAMAYU Ahmad Faisal; Achmad Zaki Yamani; Fauzan Romadlon
Journal of Industrial Engineering and Operation Management Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v5i2.7807

Abstract

Industri batik Paoman merupakan salah satu UMKM di Kota Indramayu yang bergerak dalam bidang olahan kain batik yang harus peka untuk mampu menyelesaikan permasalahan, dikarenakan jika tidak segera diatasi maka maka berdampak pada keberlanjutan usaha. Pada dasarnya untuk bisa mencapai keunggulan kompetitif pelaku usaha harus mampu untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Entrepreneurial Behavior merupakan perilaku pelaku usaha untuk mengidentifikasi kondisi tersebut. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan membagikan kuisioner yang ditujukan pada UMKM. Hasil menemukan bahwa Entrepreneur Behaviour (X) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha industri batik Paoman. Hasil pengujian untuk koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai koefisien R2 dari model regresi sebesar 0.087 (8.7%) yang menjelaskan bahwa variabel Entrepreneurial Behavior mampu menjelaskan pengaruh dari keberlanjutan usaha sebesar 8.7%.Kata Kunci:  Entrepreneurial Behavior, Keberlanjutan Usaha, UMKM
ANALISIS PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENJUALAN LAHAN PERTANIAN DI DESA TANJUNG ANOM, KECAMATAN PANCUR BATU, KABUPATEN DELI SERDANG Novita Regina Sihite; Halim Qista Karima; Achmad Zaki Yamani
Jurnal Darma Agung Vol 30 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i3.2197

Abstract

Desa Tanjung Anom memiliki visi besar sesuai dengan rencana pembangunan daerah Kabupaten Deli Serdang sebagai lumbung pangan untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan masyarakat, belakangan ini mengalami perubahan alih fungsi lahan sehingga berpotensi untuk sulit mewujudkan desa swasembada pangan karena luas lahan perkebunan yang berkurang. Objek penelitian ini adalah menganalisis penjualan lahan pertanian dengam mengunakan metode regresi linear berganda. Nilai koefisien determinan (R Square) adalah sebesar 0,674. Artinya, Intention dapat dijelaskan oleh subjective norm, perceived behavior control dan attitude towards the behavior sebesar 67%, sedangkan 33% lagi dijelaskan oleh faktor lain. Nilai 0,67 berarti subjective norm, perceived behavior control dan attitude towards the behavior terhadap intention berkorelasi kuat karena 0,51<0,674<0,99. Faktor-faktor yang melatar belakangi masyarakat menjual lahan pertanian yaitu subjective norm melalui pengaruh kepala desa, keluarga, dan teman (tetangga). Perceived behavior control melalui sulit mudahnya proses penjualan lahan. Attitude towards the behavior melalui untung rugi yang dilihat dari harga.
The correlation between daily fisherman’s demographics and their catching behaviors in Tegal, Indonesia Nizar Aulia Alharizmi; Fauzan Romadlon; Achmad Zaki Yamani
International Journal on Social Science, Economics and Art Vol. 12 No. 2 (2022): August: Social Science, Economics and Art
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/ijosea.v12i2.83

Abstract

The majority of people in Tegal City work as daily fishermen. However, in the handling process, there are incompatibilities between fish caught quality and wholesaler standards. The causes are lack of experience, knowledge and less training about fish handling. Therefore, it needs to find the correlation between fishermen’s socio-economic (demographic) and their catching behavior. This study uses quantitative methods. The collected data were statistically tested using ANOVA. The results showed income factor has significant correlation with poor fishing technique and fish slime. Departure time has significant correlation with poor fishing technique and wet ice handling. Fish damage percentage has significant correlation with stock of cooling media and fish quality decline. Thise factor is due to the lack of daily fishing capital and catching knowledge. Therefore, it needs cooperation from various parties to facilitate daily fishermen to gain optimal yields.
SCALING UP PROSES BISNIS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA (IRT) KELORIKA SEBAGAI PRODUK UNGGULAN KABUPATEN BANYUMAS BERBASIS PARTISIPATIF Achmad Zaki Yamani; Famila Dwi Winati; Arif Reza Basirun; Arsita Pinandita
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6: Nopember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i6.3884

Abstract

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Karangklesem Purwokerto mengembangkan peluang pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan produk minuman herbal berbahan dasar daun kelor bernama Kelorika. Hasil dari observasi pendahuluan Tim IT Telkom Purwokerto dengan Kelorika mendapati dua permasalahan, yakni kurangnya ketrampilan dalam editing foto dan video serta proses branding dan digital marketing produk Kelorika yang masih belum optimal di media sosial. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu observasi pendahuluan dan Forum Group Discussion (FGD) dan pelatihan tertruktur sesuai dengan kebutuhan mitra Kelorika. Adapun hasil dari kegiatan ini yaitu Pengukuan evaluasi pelatihan digital marketing menunjukkan hasil yang baik, dimana dari 8 instrumen, 7 menunjukkan nilai diatas 70% dan hanya 1 instrumen yang nilai persetujuanya 62% yaitu pada analisis strategi pesaing melalui digital marketing yang masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, hasil pengukuran evaluasi pemahaman pembuatan konten foto dan video memiliki potret ketercapaian kegiatan yang baik, hal tersebut ditunjukkan dari nilai 4 instrumen yang digunakan menunjukkan nilai diatas 80%.
Analysis of Composite Mechanical Strength from Waste Chicken Feather and Sawdust Aswan Munang; Achmad Zaki Yamani
JEMMME (Journal of Energy, Mechanical, Material, and Manufacturing Engineering) Vol. 6 No. 3 (2021)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jemmme.v6i3.15470

Abstract

The objective of the study is to determine the mechanical strength of chicken feather and sawdust waste in making biocomposites. The use of natural fibers because they are cheap and environmentally friendly. Preparation of biocomocytes with several folume fractions. The volume fraction to be researched is 80%, 20%, 0%, 80%, 15%, 5%, 80%, 10%, 10%, 80%, 5%, 15%, 80%, 0%, and 20%. Biocomposite testing with ASTM E8 specimen standards for tensile testing with a universal testing machine. Impact testing with ASTM E23 specimen standards with an impact testing machine. From the test results, it can be seen that the volume fraction of 80%, 15%, 5%, has the highest tensile strength with 6,390 MPa. Tensile test at a volume fraction of 80%, 15%, 5%, with an impact strength of 0.731 joules. From the research results, it can be concluded that the same volume fraction as the tensile and impact test has a high mechanical strength. The use of the dominant fiber does not affect its mechanical strength. The combination of natural fibers and polymers used will affect its mechanical strength.
Implementasi E-Sales Berbasis Open Source Sebagai Transformasi Dan Efisiensi Proses Bisnis : Studi Kasus : PT Perkebunan Tambi Muhammad Reza Yuriandhan; Achmad Zaki Yamani; Halim Qista Karima
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v1i4.54

Abstract

PT Perkebunan Tambi adalah Salah satu perkebunan teh di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Wonosobo. Permasalahan atau kendala yang dihadapi ialah proses bisnis  masih dilakukan secara manual, baik pencatatan penjualan maupun keluar masuk nya barang masih menggunakan pencatatan keluar masuknya barang yang masih menggunakan surat keluar barang dari kantor direksi dan penjualan lokal dalam pencatatannya masih menggunakan buku yang diakhir bulan direkap menggunakan excel. Metode yang akan digunakan dalam hasil penerapan ERP (Enterprise Resource Planning) Berbasis Open Source ialah Metode Technology Acceptance Model (TAM) dan Analisis Strength, Weakness, Opportunity, And Threat ( SWOT ). Hasil dari penelitian ini ialah hasil implementasi E-Sales berbasis Open Source hasil implementasi E-Sales berbasis Open Source hampir keseluruhan hasil dinyatakan lebih baik dari sebelum implementasi berjalan, hal itu dibuktikan dengan pengujian perbandingan sebelum dan sesudah penelitian dengan nilai total mean sesudah implementasi yaitu 95,93 dan sebelum implementasi 91,06. Sedangkan dari analisis SWOT yang diukur menggunakan analisis IFAS dan EFAS didapatkan hasil bahwa nilai x adalah 0,37 dan nilai y adalah 0,04. Dilihat menggunakan diagram analisis SWOT, nilai x dan y yang di dapatkan dengan analisis IFAS dan EFAS bahwa implementasi E-Sales berbasis open source ini memiliki strategi agresif (Positif – Positif ) yang artinya ialah memungkinkan untuk terus dilakukan kegiatan implementasi E-Sales di PT Perkebunan Tambi meskipun hasilnya tidak begitu signifikan namun berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan dan berkembangnya proses bisnis PT Perkebunan Tambi khususnya bagian penjualan lokal PT Perkebunan Tambi.
Pengukuran Kepuasan Konsumen Menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) (Studi Kasus UMKM Ahul Saleh) Azril Dwi Setiawan; Achmad Zaki Yamani; Famila Dwi Winati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v1i4.62

Abstract

Peningkatan kepuasan konsumen adalah aspek fundamental dalam keberlangsungan sebuah bisnis. Banyak industri yang muncul berdampak pada persaingan antar bisnis, sehingga tiap usaha berusaha untuk menjadi konsumennya puas dan loyal. UMKM Ahul Saleh merupakan salah satu usaha mikro di Banyumas, Jawa Tengah yang bergerak di bidang industri makanan dengan produk unggulan keripik saleh. Dalam perkembangannya, UMKM Ahul saleh mengalami penurunan omset sebagai akibat dari penjualan yang menurun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur kepuasan konsumen sebagai dasar untuk pengambilan kebijakan efektif berdasarkan dimensi 7P. Penelitian ini menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance-Performance Analysis (IPA) untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan saat ini. Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan nilai CSI sebesar 75.19% yang berarti bahwa konsumen UMKM Ahul Saleh telah puas terhadap layanan yang diberikan. Berdasarkan hasil analisis IPA, terdapat empat atribut pada kuadran I (prioritas utama), tujuh di kuadran II (pertahankan prestasi), 10 di kuadran III (prioritas rendah), dan satu di kuadran IV (berlebihan). Hasil ini menunjukkan bahwa masih perlu adanya peningkatan layanan untuk atribut-atribut yang memiliki tingkat kepuasan rendah namun memiliki tingkat kepentingan tinggi, yaitu pada dimensi orang (people) agar tercapai kepuasan yang maksimal.
Experimental Ergonomic Approach in Analysis of Student Mental Workload in Using Learning Management System Aiza Yudha Pratama; Achmad Zaki Yamani; Syauqie Muhammad Marier; Nurchasanah Nurchasanah; Muhammad Alim Safa&#039;at
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 21, No. 2, December 2022
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v21i2.19742

Abstract

Student interactions with the devices and software used can result in excessive mental workload, which of course also has an impact on decreasing productivity and work functions and indirectly harms student health, as well as student interactions in using the Learning Management System (LMS). Which is expected to continue to be utilized and developed to achieve greater convenience and profit, LMS is expected to continue to be developed and utilized optimally. This study is intended to analyze the mental workload felt by students in the learning process through LMS. An experimental ergonomics approach is used in this study by applying the modified NASA-TLX method. The results of the research experiment show that students feel a high mental workload when using the assignment module, quiz module, and forum module on the LMS, these modules produce a high mental workload due to cognitive difficulty, instruction complexity, and work habits.
Improving the Quality of Courier Services during a Pandemic with Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) Nabila Noor Qisthani; Achmad Zaki Yamani; Isnaini Nurisusilawati; Farid Nugroho
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 21, No. 2, December 2022
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v21i2.17846

Abstract

The increase in transactions through e-commerce due to changes in consumer buying behavior during the COVID-19 pandemic affected the demand for logistics services for the delivery of goods. The quality of logistics services can affect customer satisfaction and loyalty, and logistics service companies must provide added value to the services provided. This is what underlies the making of this research to be able to provide innovation proposals and improve service quality to courier service providers to support government programs to improve the quality of national logistics services. The method used in this research is Logistic Service Quality (LSQ), which analyzes problems in courier services. Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) is used to solve problems in the object of research and provide suggestions for improvement.
Needs Assessment in Quality Improvement Management in Vocational Education (Case Study in Southwest Sumba, Indonesia) Achmad Zaki Yamani; Aiza Yudha Pratama; Ade Yanyan Ramdhani; Galih Putra Pamungkas
Journal Of Resource Management, Economics And Business Vol. 1 No. 1 (2022): Journal Of Resource Management, Economics And Business
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.217 KB) | DOI: 10.58468/remics.v1i1.12

Abstract

Purpose: The existing vocational education resources in Southwest Sumba do not yet have the appropriate quality, both from the aspect of collaboration to the output produced, in terms of graduates from related vocational education. Therefore, an approach related to needs assessment is needed to obtain input related to the quality development of vocational education from all stakeholders involved. Research Methodology: To provide improvement suggestions to enhance the quality of vocational education, this study conducted a needs assessment which was carried out using desk reviews, focus group discussions, interviews, and field observations and involved various stakeholders come from regulators, implementers, and vocational education graduates’ users. Results: Based on the needs assessment that has been conducted, four main problems were found, including the number of irrelevant vocational education institutions with the needs, a limited number of local industries as graduates' users, less government commitment as a regulator, and less quality of graduated. Several solutions can be applied, such as creating a partnership forum with industries, enabling the internship opportunity, developing a skill development center, and implementing a teaching factory at existing vocational education. Limitations: In this study, the involved stakeholders in the assessment tend to be incomplete, where students' perspectives as a product of vocational education cannot be accommodated and concluded properly. Contribution: This research hopefully can be a reference in quality improvement management, especially in vocational education, and beneficial for vocational education development and, in a broad sense, education.