Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Engineering

Pengaruh Penambahan Biochar dari Batubara Lignite pada Tanah Bekas Penambangan Batubara Terhadap Konsentrasi Logam Kadmium (Cd) Terlarut Menggunakan Kolom Fixed Bed Sorpsion Agung Putra Hidayat; Damris Damris
Jurnal Engineering Vol. 1 No. 1 (2019): Volume 1, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.519 KB) | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v1i1.6250

Abstract

Transformasi hutan ke area pertambangan batubara menimbulkan berbagai masalah pasca penambangan batubara, salah satunya menimbulkan pencemaran logam berat pada lingkungan sekitar. Banyak usaha yang telah dilakukan untuk penangulangannya dan pemberian biochar merupakan solusi yang menjanjikan. Peroses pembuatan biochar yang sederhana serta biochar memiliki luas permukaan pori yang besar sehingga dapat di jadikan sebagai bahan penyerap. Lignite sebagai limbah pertambangan batubara memiliki kandungan hidrogen dan karbon yang tinggi sehingga cocok di jadikan biochar. Dari hasil analisa SEM di dapat morfologi permukaan pori biochar yang luas dengan hasil uji luas area menggunakan methylene blue sebesar 9,20 m2.g-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varaiasi penambahan jumlah biochar 0%, 5%, 10%, dan 15% serta variasi rasio liquid per solid 1, 2, 5, 8, dan 10 terhadap immobilisasi logam kadmium pada tanah. Kondisi lapangan pada penelitian ini di rekayasa menggunakan kolom fixed bed sorpsion, dengan dua layer biochar didalamnya sebagai solusi kondisi di lapangan. Dari analisa AAS titik optimal pengimmobilisasian logam kadmium berada pada penambahan biochar 15% dengan rata-rata persentasi penyerapan 99,8307%, serta titik optimal pengimmobilisasian berada pada rasio liquid per solid ke-10 dengan persentasi penyerapan 99,9154%.
Analisis Keuntungan Sistem Pembayaran Monthly Payment Dan Progress Payment Pada Proyek Pembangunan (Studi Kasus : Pembangunan Saluran Drainase Sungai Dingin dan Pembangunan Gedung Unit Pelayanan Teknis (UPT), Muara Bungo) Rangga Ramadhani; Damris Muhammad; Dyah Kumala Sari,
Jurnal Engineering Vol. 1 No. 1 (2019): Volume 1, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.38 KB) | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v1i1.6282

Abstract

Abstrak—Pembiayaan proyek konstruksi merupakan suatu hal yang sangat penting dan berpengaruh terhadap sistem keuangan pada perusahaan kontraktor dalam menyelesaikan proyek yang akan dilaksanakan. Terdapat beberapa jenis sistem pembayaran pada industri konstruksi, yaitu sistem cara pembayaran bulanan (monthly payment), cara pembayaran bertahap (progress payment) dan cara pembayaran turn key. Penelitian ini dilakukan agar mengetahui persentase keuntungan pada kedua sistem cara pembayaran. Objek penelitian adalah proyek Pembangunan Saluran Drainase Sungai Dingin dan proyek Pembangunan Gedung Unit Pelayanan Teknis (UPT) di Kabupaten Muara Bungo. Data-data yang digunakan untuk menganalisis yaitu data keuangan proyek, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dokumen kontrak, dan time schedule. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis cash flow dari kedua sistem cara pembayaran. Hasil analisis data menunjukkan pada proyek Pembangunan Saluran Drainase Sungai Dingin sistem pembayaran monthly payment mendapatkan keuntungan sebesar Rp 250.151.422,00 atau sebesar 9,14 % dari nilai kontrak. Sedangkan sistem pembayaran progress payment mendapatkan keuntungan sebesar Rp 610.835.490,00 atau sebesar 22,32 % dari nilai kontrak. Kemudian pada proyek Pembangunan Gedung Unit Pelayanan Teknis (UPT) sistem pembayaran progress payment mendapatkan keuntungan sebesar Rp 109.835.649,00 atau sebesar 18,98 % dari nilai kontrak. Sedangkan sistem pembayaran monthly payment mendapatkan keuntungan sebesar Rp 111.766.053,00 atau sebesar 19,32 % dari nilai kontrak. Jadi pada proyek Pembangunan Saluran Drainase Sungai Dingin yang lebih banyak mendapatkan keuntungan adalah sistem pembayaran progress payment sedangkan pada proyek Pembangunan Gedung Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang lebih banyak mendapatkan keuntungan adalah sistem pembayaran monthly payment.
Co-Authors Abu Bakar Abu Bakar Ade Adriadi Ade Marlia Adreyan, M. Agung Arkan Agung Putra Hidayat Agus Agus Alhakko Latif Ana Rasyidah Anis Tatik Maryani Anita Herda Arkan Adreyan, Agung Asmadi Saad Asrial Aty Mulyani Bambang Ristianto Dhea Ussarvi Diah Riski Gusti Dian Indah Lestari Dwi Noerjoedianto Dyah Kumala Sari, Eliza Yuliani Evita Anggereini Farras Hasalia, Afifah Hadi Winarno HADIYANTO HADIYANTO Handra Anwar Haryanto Haryanto Havizhah Havizhah helga dwi fahyuan Hendrisakti Hoktovianus Herta Astri Yudika Sinurat Hutwan Syarifuddin Ilham Falani Intan Iklima Intan Lestari Ira Galih Prabasari Ismi Hafsari Idris Jefri Marzal Juliarna, Alpita Kamid Kamid Khairisti Iis Handayani Kusuma Widya Lola Fibriani M Alwi M. Dwi Wiwik Ernawati Mardhotillah, Bunga Martina Asti Rahayu Mia Aina Minati Putri Mulya Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhammad Haris Effendi Hasibuan Muhammad Safri, Muhammad Munawaroh Munawaroh Nadiah Wulandari Najlia Dinnisa Syawabilla Necylia Kinanti Nelson Nelson Ngatijo Ngatijo Ngatijo Ngatijo Nizlel Huda Nurdina Khairunnisa PUSPA YANTI Putri Ramadhani Rangga Ramadhani Rayandra Asyhar Revis Asra Reza Oktaviani Rifka Annisa Rifni Anjani Riki Chandra Wijaya Rini Alfiahas Risnita Risnita Rizka Apriyani Putri Rosi Satria Ardi Rosma Diana Rosyani Sari, Sita Puspita Selvi Meilasari Sjarkawi - Sugiarti Sugiarti Syaiful Syaiful syamsurizal syamsurizal Syamsurizal Syamsurizal Tedjo Sukmono Uce Lestari Upik Yelianti Wanda Hamidah Wibowo, Yudha Gusti Winda Amthari Yelly Martaliza Yohafrinal Yohafrinal