Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

POTRET PEREMPUAN BALI SEBELUM DAN SESUDAH MENIKAH DALAM EMPAT CERPEN PENULIS BALI Nurzaimah Nurzaimah; Novi Diah Haryanti
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v2i2.3904

Abstract

Cerpen Tiga Perempuan dan Pastu dalam kumpulan cerpen Akar Pule karya Oka Rusmini serta cerpen Sepasang Mata Dinaya Yang Terpenjara dan Nyoman Rindi dalam kumpulan cerpen Bukan Permaisuri karya Ni Komang Ariani adalah empat cerpen tentang perempuan Bali yang ditulis oleh perempuan Bali. Keempat cerpen tersebut berkisah tentang kehidupan perempuan Bali serta permasalahan yang dihadapinya berkenaan dengan sistem adat yang cenderung tidak memihak perempuan. Analisis terhadap keempat cerpen ini menggunakan metode sastra bandingan dan metode kualitatif dengan perspektif kritik sastra feminis. Tujuan analisis ini untuk mengetahui bagaimana kedua perempuan penulis Bali menggambarkan potret perempuan Bali, baik sebelum atau sesudah menikah dalam menghadapi berbagai ketidakadilan gender. Potret perempuan Bali yang belum menikah digambarkan mendapatkan ketidakadilan gender berupa stereotip, pelecehan seksual, kekerasan verbal, dan beban kerja ganda. Sedangkan potret perempuan Bali yang sudah menikah digambarkan mendapatkan ketidakadilan gender berupa marginalisasi, perselingkuhan, stereotip, kekerasan verbal, kekerasan psikologis, kekerasan ekonomi, dan beban kerja ganda.
Diskriminasi Kaum Minoritas dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari: Kajian Sosiologi Sastra Sintya Nur Alifah; Novi Diah Haryanti
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v3i2.5042

Abstract

This study will discuss the discrimination of minorities, the discrimination referred to in this study is to provide a picture of the oppressed minority community, namely the Ahmadiyah who live in the area. The purpose of this study is to provide an overview of the Ahmadiyya community who live in concerns and disapproval of the people outside the Ahmadiyah for the residence of these minorities, resulting in rebellion, arson, and also expulsion. In this study, the author uses a method to make it easier to analyze the object of his research. This study uses a descriptive qualitative methodological approach and a theoretical approach to sociology of literature, namely a literary approach that focuses more on general social issues. The results of this study will explore more deeply about the discrimination of minorities in society contained in the novel Maryam, and also discuss about a conflict between members of the community that we can see from this novel.
BENTUK RESPONS KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DALAM FILM DAN NOVEL PENYALIN CAHAYA (KAJIAN SASTRA BANDINGAN) Difa Aprilia; Novi Diah Haryanti
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i1.98332

Abstract

Isu pelecehan seksual sangat penting dalam masyarakat karena berkaitan dengan kesehatan mental dan hak asasi manusia. Kesadaran sosial dan dorongan dari berbagai lapisan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman. Membandingkan film dan novel Penyalin Cahaya relevan, karena perbedaan medium memberikan perspektif yang berbeda dan pemahaman yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan bentuk respons korban pelecehan seksual yang digambarkan dalam film dan novel Penyalin Cahaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra bandingan dan teori S-O-R (Stimulus Organism Response) oleh Hovland. Data dikumpulkan melalui penyimakan dan membaca secara mendalam terhadap film dan novel Penyalin Cahaya yang menjadi sumber data penelitian, serta melakukan pencacatan sumber data sebagai penunjang penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbandingan bentuk respons korban pelecehan seksual dalam film dan novel Penyalin Cahaya yang digambarkan oleh tokoh Suryani, Farah, dan Tariq. Meskipun respons awal Suryani, Farah, dan Tariq berbeda, stimulus tertentu mendorong mereka untuk bersama-sama mengungkap kejahatan dan menuntut pertanggungjawaban pelaku.