Febby Fajar Nugraha
Prodi PGSD, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan peran karang taruna dalam mewujudkan kesadaran dan tanggung jawab sosial generasi muda untuk mencegah permasalahan sosial di Desa Sukaperna Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka Febby Fajar Nugraha; Pajar Anugrah Prasetio; Gilang Kripsiyadi Praramdana; Ikhwan Setia Nugraha; Amran Rivan Ramdani
Abdimas Siliwangi Vol. 7 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v7i1.21453

Abstract

Permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, khususnya di kabupaten majalengka berdasarkan pemaparan Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Edwin Affandi dalam konfrensi pers yang dipublikasi oleh Pikiran Rakyat menunjukan angka kriminalitas di kabupaten majalengka pada tahun 2022 meningkat 58 persen dibanding tahun 2021, itu dari 282 kasus menjadi 444 kasus. Angka tersebut didominasi oleh kasus pencurian disertai kekerasan. untuk meningkatkan peran karang taruna berdasarkan pasal 4 permensos 25 tahun 2019 yaitu mewujudkan kesadaran tanggung jawab sosial setiap generasi muda dalam mengantisipasi, mencegah, dan menangkal berbagai permasalahan sosial khususnya dikalangan generasi muda. Metode yang dilakukan pengusul yaitu menggunakan Teknik pembinaan kelompok, kegiatan pembinaan berfokus pada berkembangnya keterampilan kepemimpinan atau sosial atau mengembangkan karakter seseorang. Karang taruna sebagai mitra perannya sebagai peserta kegiatan. Kemudian peran pengusul menjadi narasumber dalam kegiatan pembinaan. Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali pertemuan. Hasil dari kegiatan ini menunjukan hal yang positif, dilihat dari antuasisme anggota karang taruna dibersamai oleh pemerintah desa mengikuti pelatihan dengan baik, proses analisis permasalahan sosial dan perumusan solusi untuk permasalahannya didiskusikan dengan baik melalui proses yang matang.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS VAGOOW UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Eva Arnaz; Isnaini Wulandari; Febby Fajar Nugraha
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 8 No 1 (2026): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v8i1.532

Abstract

Kemandirian belajar adalah salah satu karakter penting untuk mencapai tujuan akhir dalam proses pembelajaran, namun pada kenyataannya rata-rata kemandirian belajar siswa hanya mencapai 36% dan termasuk kategori rendah, hal ini disebabkan oleh kurangnya inovasi guru dalam penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis vagoow (canva, google sites dan wordwall) untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran IPAS mengenai mengapa kita perlu makan dan minum di kelas V secara layak dan efektif. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang mengacu pada model ADDIE. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis vagoow sangat layak digunakan dengan nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,99 yang termasuk kategori sangat tinggi. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa nilai t-hitung 26,42 lebih besar dari t-tabel yaitu 2,048 sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis vagoow yang dikembangkan sangat layak dan efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa.
Pelatihan pengunaan media Augmented Reality dengan model persibtralis dalam pembelajaran kurikulum gunung cermai di SDN 4 Kuningan Mia zultrianti Sari; Febby Fajar Nugraha; Gilang Kripsiyadi Praramdana; Rivanti Muslimawaty; Wijdan Maulidna; Resmawati Resmawati; Yazid Mohamad Khoeruddin
Abdimas Siliwangi Vol. 9 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v9i2.32693

Abstract

Transformasi digital dalam dunia Pendidikan menuntut guru memiliki kompetensi dalam memanfaatkan media pembelejaran inovatif yang kontekstual dan interaktif. Salah satu media yang berpotensi mendukung pembelajaran bermakna yakni Augmented Reality (AR), karena mampu memvisualisasikan objek abstrak ke dalam bentuk yang lebih konkret dan menarik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SDN 4 Kuningan dalam menggunakan media AR dengan model Persibtralis pada pembelajaran Kurikulum Gunung Ciremai. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap sosialisasi, demontrasi, praktik terbimbing, pendampingan, serta evaluasi. Sasaran kegiatan adalah guru kelas dan guru mata pelajaran yang terlibat dalam implementasi pembelajaran di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep dasar AR, keterampilan mengoperasikan media, serta kesiapan mengintegrasikan media AR ke dalam pembelajaran tematik berbasis konteks lokal. Respons guru juga menunjukkan tingkat penerimaan yang positif karena media AR dinilai membantu penyampaian materi menjadi lebih konkret, interaktif, dan menarik bagi siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, kegiatan ini layak direkomendasikan sebagai strategi penguatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran inovatif di sekolah dasar.
Peningkatan peran psikologi positif melalui partisipasi olahraga dalam meningkatkan ketahanan remaja terhadap learning loss Pajar Anugrah Prasetio; Febby Fajar Nugraha; Gilang Kripsiyadi Praramdana
Abdimas Siliwangi Vol. 9 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v9i2.33778

Abstract

Learning loss has become an important issue in adolescent learning recovery, particularly after educational disruption caused by the COVID-19 pandemic. This community service program was developed to strengthen the resilience of adolescents in Cihaur Village, Maja District, Majalengka Regency, through a positive psychology approach integrated with sports participation. The program aimed to improve adolescents’ understanding of the psychological benefits of physical activity, encourage regular participation in sports, and develop positive capacities such as optimism, self-confidence, teamwork, discipline, stress management, and resilience in facing learning challenges. The implementation method consisted of preparation and coordination, socialization, sports training, positive psychology workshops, mentoring, and monitoring and evaluation. Sports activities included football, basketball, volleyball, and gymnastics, while the workshops covered mindfulness, goal setting, stress management, and reflection on sports experiences. The implementation indicated that integrating physical activity with positive psychology provided a supportive framework for adolescent engagement, social interaction, discipline, stress management, and readiness to face learning challenges. The program also highlighted the importance of involving schools, families, mentors, and the community to
RELEVANSI TEORI KECERDASAN MAJEMUK HOWARD GARDNER TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKA Febby Fajar Nugraha; Nadia Alayda Qutratuain
Journal Of Educational Experts (JEE) Vol. 9 No. 2 (2026): JOURNAL OF EDUCATIONAL EXPERTS (JEE)
Publisher : Kopertis Region IV Jabar and Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30740/jee.v9i2.381

Abstract

Abstract Mathematics education faces persistent challenges in the form of learning approaches that do not adequately accommodate the diverse cognitive profiles of students. Howard Gardner's Multiple Intelligences (MI) theory asserts that human cognitive capacity extends far beyond the linguistic-logical axis that has dominated mathematics learning in schools. At the same time, Deep Learning (DL), as a contemporary pedagogical paradigm, emphasizes the development of transferable, meaningful, and reflective understanding, rather than merely memorizing superficial procedures. This theoretical study systematically examines the conceptual intersections between MI theory and DL principles in the context of mathematics learning. The findings demonstrate that the alignment between MI and DL is structurally coherent: MI provides an individualized entry point, while DL sets the target for cognitive depth. The integration of the two frameworks results in a differentiated mathematics learning ecosystem capable of fostering critical thinking, problem-solving, metacognitive awareness, and creativity across diverse learner profiles. Keywords: Multiple Intelligences; Deep Learning; Mathematics Education