Mia Zultrianti Sari
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF USING COOPERATIVE LEARNING MODELS TOWARD PRE-SERVICE ELEMENTARY TEACHER’S UNDERSTANDING ON SOCIAL SCIENCE EDUCATION COURSE: A COMPARISON FOR COOPERATIVE SCRIPT, ARTICULATION, AND GUIDED NOTE TAKING Eli Hermawati; Mia Zultrianti Sari; Yani Fitriyani
Indonesian Journal of Elementary Teachers Education Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : The University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ijete.v1i1.2873

Abstract

Our initial study in the course showed that there was a lack of students’ understanding about social science. The purpose of this study was to investigated the effectiveness of using Cooperative Learning Model (Cooperative Script, Articulation, and Guided Note Taking) towards Pre-Service Elementary Teacher understanding on Social Science Course. This research was conducted in quasi-experimental research, with counterbalance research design. The subjects of this study were first year of undergraduate students of pre-service elementary school teacher education at the University of Kuningan. The data collection technique used was an instrument test which was an essay question. The data analyzed by statistical test with the t-test (independent samples t-test) at a 95% confidence level obtained tcalc ttable and probability value sig. (2-tailed) 0.05. The results of this study proved that there are differences in students' understanding so that the hypothesis is accepted. In our context, Cooperative Script was more sophisticated in improving student understanding compared to Articulation and Guided Note Taking. The limitation of our context means that there is no best method to be applied.Keywords: understanding; cooperative script; articulation; guided note taking; pre-service elementary teacher
PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS SINEKTIK ANALOGI PERSONAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN KUNINGAN Mia Zultrianti Sari; Eli Hermawati
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 4, No 2 (2020): ATTADIB: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v4i2.827

Abstract

Permasalahan dalam penelitian pengembangan ini adalah  mengenai rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar yang di tunjukan oleh aktifitas pembelajaran yang masih bersifat pasif. Guru lebih cenderung disibukan dengan bagaimana agar seluruh materi dapat diberikan kepada peserta siswa berdasarkan alokasi waktu yang telah disediakan, hal ini menyebabkan pengunggunaan model pembelajaran untuk menstimulasi kemampuan berpikir kreatif siswa di jarang dilakukan. Berdasarkah hasil pra penelitian pada mata pelajaran IPS Sekolah Dasar menunjukan hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V  disalah satu Sekolah  Dasar di Kabupaten Kuningan masih menunjukan kemampuan berpikir kreatif yang masih rendah. Hal ini terlihat dari sebanyak 25 siswa di kelas V  baru sebanyak 15,26% siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif yang baik, sisanya sebanyak 84,74% masih menunjukan kemampuan berpikir kreatif yang masih rendah. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengembangkan metode sinektik Analogi Personal dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifias metode pembelajaran sinektik Analogi Personal yang dikembangkan dalam pembelajaran IPS sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode reserch and development (R n D) merujuk pada Dick and Carey. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SD di Kabupaten Kuningan. Hasil penelitian menunjukan antusia siswa walaupun pembelajaran tidak berjalan maksimal karena masa pandemi, namun hal ini tetap menunjukan metode pembelajaran sinektik Analogi Personal yang dikembangkan memberikan pengaruh baik terhadap proses pembelajaran dan hasil yang baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode sinektik Analogi Personal yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.
ANALISIS UNSUR ETNOPEDAGOGIK DALAM LAGU DAERAH MANUK DADALI PADA MAHASISWA BARU PGSD KAB. KUNINGAN Mia Zultrianti Sari; Rahman Rahman; Fazrul Prasetya Nur Fahrozy; Yani Fitriyani
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 5, No 2 (2021): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v5i2.1083

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya unsur etnopedagogik dalam pembelajaran serta untuk mengetahui sejauh mana persepsi mahasiswa baru PGSD terhadap lagu Manuk Dadali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa mengetahui etnopedagogi dalam sebuah lagu daerah Manuk Dadali. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 106 subjek penelitian (responden) mahasiswa baru PGSD yang tersebar di Universitas di Kab. Kuningan. Dengan jumlah 77 mahasiswa perempuan dan 29 mahasiswa laki-laki. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu bahwa sebagian besar mahasiswa mengetahui akan lagu daerah Manuk Dadali dan mengetahui makna terkandung dalam lagu daerah tersebut.
STUDI KOMPARASI METODE PEMBELAJARAN INKUIRI TRAINING DENGAN METODE INKUIRI SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VI SD NEGERI CIJOHO TAHUN AJARAN 2017/2018 Mia Zultrianti Sari; Eli Hermawati; Gina Nurhassanah; Sayidzatul Munawaroh
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2b (2020): Edisi Seminar Nasional Pendidikan Dasar (Senada) Inovasi Pembelajaran di SD
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.459 KB) | DOI: 10.35568/naturalistic.v4i2b.788

Abstract

Masih kurangnya pemakaian metode belajar yang berpusat pada siswa dalam pembelajaran IPS sehingga siswa tidak mendapatkan hasil yang maksimal dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode pembelajaran inkuiri sosial terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi komparasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Cijoho. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal yang disusun ntuk mengukur keterampilan C1, C2, C3, C4. Perlakuan yang diberikan kepada kelas eksperimen adalah metode pembelajaran inkuiri sosial, sedangkan kelas kontrol mendapat perlakuan pembelajaran inkuiri training. Analisis data dilakukan dengan analisis kuantitif secara statistik melalui teknik uji mann whitney dengan taraf signifikansi ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi perbedaan signifikan dari nilai postest siswa dan nilai pretest pada kelas kontrol. Peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan metode inkuiri sosial masuk dalam kategori rendah, jika dilihat dari angkat N-Gain yang telah dinormalisasi yaitu 0,272 nilai tersebut sudah mendekati angka N-Gain kategori sedang.
Sosialisasi buku panduan peguatan proyek Profil Pelajar Pancasila di SDN Sangkanhurip Kecamatan Sangkanhurip Kabupaten Kuningan Mia Zultrianti Sari; Agus Gunawan; Febby Fajar Nugraha
Abdimas Siliwangi Vol 6, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i2.16399

Abstract

The implementation of the independent curriculum is still taboo for some schools, because it turns out that in its implementation there are still many teachers who are still confused and feel difficulties. When viewed from its implementation, the project to strengthen the Pancasila profile is the main focus in implementing the independent learning curriculum, but the problem is that the implementation of the curriculum has not been implemented optimally and evenly, because not all schools have implemented the curriculum, especially in practice the independent learning curriculum is only applied at the elementary level. elementary school grades 1 and 4. The purpose of this activity program is to provide training and mentoring for teachers in strengthening the implementation of strengthening the Pancasila profile project. The method used in Community Service is through the approach of workshops, lectures, questions and answers and mentoring of the socialization guidebook for strengthening the Pancasila profile project. This community service activity can provide direct benefits to partners in increasing understanding and skills related to implementation activities for strengthening student profile projects Pancasila, an indicator of the success of service activities is marked by the enthusiasm of the teachers in participating in training activities
Sosialisasi buku panduan peguatan proyek Profil Pelajar Pancasila di SDN Sangkanhurip Kecamatan Sangkanhurip Kabupaten Kuningan Mia Zultrianti Sari; Agus Gunawan; Febby Fajar Nugraha
Abdimas Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i2.16399

Abstract

The implementation of the independent curriculum is still taboo for some schools, because it turns out that in its implementation there are still many teachers who are still confused and feel difficulties. When viewed from its implementation, the project to strengthen the Pancasila profile is the main focus in implementing the independent learning curriculum, but the problem is that the implementation of the curriculum has not been implemented optimally and evenly, because not all schools have implemented the curriculum, especially in practice the independent learning curriculum is only applied at the elementary level. elementary school grades 1 and 4. The purpose of this activity program is to provide training and mentoring for teachers in strengthening the implementation of strengthening the Pancasila profile project. The method used in Community Service is through the approach of workshops, lectures, questions and answers and mentoring of the socialization guidebook for strengthening the Pancasila profile project. This community service activity can provide direct benefits to partners in increasing understanding and skills related to implementation activities for strengthening student profile projects Pancasila, an indicator of the success of service activities is marked by the enthusiasm of the teachers in participating in training activities
Karakter guru dalam Aspek Kompetensi Kepribadian pada Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Mia Zultrianti Sari; Marlina Eliyanti Simbolon; Santi Hendayani; Agus Gunawan; Arrofa Acesta
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11048

Abstract

Sistem pendidikan tidak terlepas dari sumber daya. Guru menjadi salah satu garda terdepan dalam pelaksanaan yang dinamis berkembang dan berubah sesuai kebutuhan. Pemerintah Indonesia mengatur bahwa guru wajib memiliki 4 kompetensi yaitu kompetensi profesional, sosial, pedagogik dan kepribadian. Kompetensi kepribadian sangat erat dengan kesadaran dan motivasi dalam mengajar pada individu guru. Proses kegiatan belajar mengajar yang tentu bukan hanya mentransfer ilmu tapi juga mentransfer nilai karakter. Sekolah dasar menjadi satuan pendidikan paling awal pada jenjang formal dimana kualitas kompetensi guru nya harus baik untuk menghasilkan siswa yang berkarakter baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan kompetensi kepribadian guru dalam proses pembelajaran dari sudut pandang guru itu sendiri dan juga siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan observasi dan survei melalui instrumen rubrik yang diisi oleh guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di tiga sekolah mendapatkan hasil yang berbeda antara tanggapan siswa dan guru pada indikator-indikator kompetensi kepribadian guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Hal ini berarti guru belum secara utuh mengoptimalkan kemampuan kompetensi kepribadiannya dalam mengajar.
HOTS Outcomes in IPAS Learning Through the Discovery Learning Model for Fifth Graders of SDN Sukamulya Erlina Erlina; Levina Putri; Heryani Heryani; Ina Setiawati; Mia Zultrianti Sari; M. Deni Ruhiyat; Ilham Nur Ikhsan; Frian Sumarya
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 12 No. 1 (2026): Vol. 12 No.1 Februari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v12n1.p128-147

Abstract

This study addresses the low higher-order thinking skills (HOTS) among elementary students by evaluating the implementation of the discovery learning model. It aims to determine the science and social sciences (IPAS) learning outcomes of fifth-grade students at SDN Sukamulya, analyze their obstacles in solving HOTS questions, and identify factors influencing their HOTS development. Employing a descriptive quantitative approach, this study involved 20 fifth-grade students. Data were collected via HOTS-oriented essays and observations, then analyzed using descriptive statistics and a one-sample t-test against the Minimum Mastery Criterion (KKM = 75). The results showed a mean post-test score of only 46.75, significantly below the KKM, with only 5% of students achieving mastery. Most students fell into the "very low" HOTS category due to three main factors: limited teacher readiness in designing HOTS learning, lack of supporting learning media, and low student prior knowledge. In conclusion, these findings underscore the urgent need for systematic improvements in implementing discovery learning to effectively foster higher-order thinking skills at the elementary school level.
Pelatihan pengunaan media Augmented Reality dengan model persibtralis dalam pembelajaran kurikulum gunung cermai di SDN 4 Kuningan Mia zultrianti Sari; Gilang Kripsiyadi Praramdana; Rivanti Muslimawaty; Wijdan Maulidna; Resmawati Resmawati; Yazid Mohamad Khoeruddin
Abdimas Siliwangi Vol. 9 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v9i2.32693

Abstract

Transformasi digital dalam dunia Pendidikan menuntut guru memiliki kompetensi dalam memanfaatkan media pembelejaran inovatif yang kontekstual dan interaktif. Salah satu media yang berpotensi mendukung pembelajaran bermakna yakni Augmented Reality (AR), karena mampu memvisualisasikan objek abstrak ke dalam bentuk yang lebih konkret dan menarik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SDN 4 Kuningan dalam menggunakan media AR dengan model Persibtralis pada pembelajaran Kurikulum Gunung Ciremai. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap sosialisasi, demontrasi, praktik terbimbing, pendampingan, serta evaluasi. Sasaran kegiatan adalah guru kelas dan guru mata pelajaran yang terlibat dalam implementasi pembelajaran di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep dasar AR, keterampilan mengoperasikan media, serta kesiapan mengintegrasikan media AR ke dalam pembelajaran tematik berbasis konteks lokal. Respons guru juga menunjukkan tingkat penerimaan yang positif karena media AR dinilai membantu penyampaian materi menjadi lebih konkret, interaktif, dan menarik bagi siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, kegiatan ini layak direkomendasikan sebagai strategi penguatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran inovatif di sekolah dasar.