Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HAK WARIS ANAK LAKI-LAKI TERTUA DALAM HUKUM ADAT LAMPUNG PEPADUN PERSPEKTIF GENDER (STUDI DI TEGINENENG KABUPATEN PESAWARAN) Habib Ismail; Hasyim Asy'ari; Agus Setiawan
Alhurriyah Vol 4, No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.078 KB) | DOI: 10.30983/alhurriyah.v4i1.938

Abstract

The existing Lampung Indigenous Peoples Pepadun in Tigeneneng sub-district, Kab. Pesawaran, adheres to a patrilneal kinship system. This means that the oldest son is an absolute heir in the implementation and management of inheritance with the highest customary title, namely balancing. Whereas for the female heirs, they were not given the right of authority in management, because in the adat of Lampung Province the daughters were considered unable to manage inheritance and daughters when they were married, so they would change their customary titles and would follow their husbands. This type of research is a field using a qualitative approach by analyzing data inductively. The result of this research is that the system applied in the distribution of inheritance rights to the eldest child in the Lampung tribal community, is clearly very contrary to the principle of gender equality and justice. Juridically normative equality and gender justice have been regulated in Islamic Law and International Convention (CEDAW). Even though juridically, girls have the same rights as boys in managing inheritance left by both parents.
Implementasi Asuransi Syari’ah Berbasis Multi Level Marketing (MLM) dalam Perspektif Maqashid Syari’ah Jasser Auda Habib Ismail; Ahmad Muslimin; Amin; Wiwik Damayanti; M. Anwar Nawawi
Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 1 (2022): Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/syarikat.2022.vol5(1).8880

Abstract

Fokus topik artikel ini adalah pada aspek filosofis Hukum Islam dalam praktik asuransi syariah berbasis Multi Level Marketing (MLM) dari sudut pandang Maqasid Al-Syari'ah Jasser Auda, dimana asuransi adalah proses dari penanggung yang menyerahkan tanggung jawab kepada tertanggung dalam bentuk takaful. Proses pemasarannya biasa dilaksanakan dengan prinsip keagenan, namun tidak menutup kemungkinan proses ini bisa menggunakan penjualan langsung berjenjang dengan istilah lain Multi Level Marketing (MLM). Persoalan penting yang kemudian muncul, bagaimana status hukum penanggung pertama kepada penanggung kedua? Persoalan ini akan dipecahkan dengan pendekatan filosofis, dengan mengkaji seluruh proses penjualan jasa asuransi. Penelitian ini merupakan study kepustakaan (library reseach). Hasil penelitian menemukan bahwa implementasi asuransi syari’ah berbasis Multi Level Marketing (MLM) bisa dilaksanakan dengan dua konsep. Pertama, secara proporsional perusahaan asuransi hanya menyediakan produk asuransi sebagai cending company (upline), kemudian posisi konsumen lainnya menjadi member (downline) dan seterusnya kebawah. Kedua, diimplementasikan sebagaimana perusahaan jasa reasuransi, dimana perusahaan reasuransi juga mempunyai tata kerja yang bersifat dan lazim berlaku secara internasional, yang meliputi bentuk-bentuk reasuransi dan metode terjadinya reasuransi. 2) Implementasi asuransi syari’ah berbasis Multi level Marketing (MLM) dalam perspektif Maqashid Al-Syari’ah Jasser Auda bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam pola pertama dan kedua dalam sistem pemasaran asuransi syari’ah dengan Multi Level Marketing (MLM) tergantung dalam kontrak perjanjian yang di atur antara cending company dengan para member di bawahnya dengan menekankan pada aspek kognitif, Utuh (Wholeness), Openness (Self-Renewal), Interrelated Hierarchy, Multi-dimensionality, Purposefulness.
Progam Pelatihan Budidaya Jamur Merang Melalui Media Tandan Kosong Kelapa Sawit Pada Jamaah Nahdliyin di Desa Jati Datar Lampung Tengah Habib Ismail; Rakhmat Rakhmat; Yayuk Hidayah; Agus Setiawan; Muhammad Yusuf
Bulletin of Community Engagement Vol 1 No 1 (2021): Bulletin of Community Engagement
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.758 KB) | DOI: 10.51278/bce.v1i1.83

Abstract

Community empowerment in improving the standard of living was essential. As in Jati Datar Village, Bandar Mataram Subdistrict, Central Lampung Regency, the majority of which work in gardening or farming. The purpose of this assistance was to increase community independence in cultivating mushroom so that it can help the community's economy by utilizing empty oil palm bunches which is used as a medium for edible mushrooms. This research used ABCD (Asset Based Community Development) method. The results of this activity indicate that the mushroom cultivation activity has enormous potential for the community to increase economic growth. This assistance improves the economy and welfare of the community to become better than before. Keywords: Mushroom Cultivation, Mushroom Cultivation Training, JamaahNahdliyin
HAK WARIS ANAK LAKI-LAKI TERTUA DALAM HUKUM ADAT LAMPUNG PEPADUN PERSPEKTIF GENDER (STUDI DI TEGINENENG KABUPATEN PESAWARAN) Habib Ismail; Hasyim Asy'ari; Agus Setiawan
Alhurriyah Vol 4, No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.222 KB) | DOI: 10.30983/alhurriyah.v4i1.938

Abstract

The existing Lampung Indigenous Peoples Pepadun in Tigeneneng sub-district, Kab. Pesawaran, adheres to a patrilneal kinship system. This means that the oldest son is an absolute heir in the implementation and management of inheritance with the highest customary title, namely balancing. Whereas for the female heirs, they were not given the right of authority in management, because in the adat of Lampung Province the daughters were considered unable to manage inheritance and daughters when they were married, so they would change their customary titles and would follow their husbands. This type of research is a field using a qualitative approach by analyzing data inductively. The result of this research is that the system applied in the distribution of inheritance rights to the eldest child in the Lampung tribal community, is clearly very contrary to the principle of gender equality and justice. Juridically normative equality and gender justice have been regulated in Islamic Law and International Convention (CEDAW). Even though juridically, girls have the same rights as boys in managing inheritance left by both parents.
Pendampingan dan Pelatihan Fikih Mawaris Kepada Asatid Nahdlatul Ulama Se-Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah Habib Ismail, Rakhmat, Ahmad Ibnu Majah
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.761

Abstract

Perhitungan waris di Indonesia cukup beragam, setidaknya ada tiga model pembagian waris. Pertama, pembagian waris secara Islam atau biasa disebut dengan faroidl. Kedua, pembagian waris dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHP) di Indonesia dan yang terakhir pembagian waris adat. Persoalan ini tidak sekedar perdebatan semata, namun lebih pada aspek sosial-budaya yang melingkupi eksistensi hukum itu sendiri. Pendampingan ini dilaksanakan dengan model Partisipation action Research (PAR) dengan menekankan pada aspek sosial yang mengitari tendensi hukum waris di kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Hasil yang diperoleh dalam pendampingan ini ada dua garis besar, pertama, Sebagian besar ustadz di kecamatan Trimurjo belum memahami konsep, dasar hukum dan tatacara pembagian Fikih Waris. Kedua,Setelah dilaksanakannya pendampingan sebagian besar ustadz di kecamatan Trimurjo kabupaten Lampung Tengah memahami fikih waris dan problematikanya walaupun masih lemah dalam pembagian fikih waris.
KONSEP BURDAH DALAM PERSPEKTIF JAMA'AH TABLIGH Dharmayani Dharmayani; Agus Hermanto; Imam Nur Hidayat; Habib Ismail; Iwannudin Iwannudin
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v7i1.2303

Abstract

Aurat is a part of the body that must be covered in Islamic teachings. The female genitalia are all parts of the body except the palms and the face. In the concept of Jama'ah Tablighi, burdah is a cloth to cover the face, like a veil. This study aims to examine in depth the concept of burdah which is an effort to cover the genitals in the perspective of the Tablighi Jama'ah. This research is a qualitative type in the form oflibrary research, with a historical-philosophical approach namely studying the concept of burdah historically and philosophically so as to find the correct meaning. The results of this study indicate that in the concept of Jama'ah Tablighi, burdah is an effort to cover the aurat for Muslim women, this is done because women are the ones who become the motivation for da'wah for their husbands, so that all things that are owned by the wife are only for her husband, including the beautiful face. is a source of slander if not guarded. Because the face is a source of slander, the face becomes aurat for women and must be protected by covering it.
Sistem Bisnis Multi Level Marketing Pada Member Imogen Perspektif Etika Bisnis Islam: Studi di Kota Metro Wiwik Damayanti Damayanti; Ahmad Kurdi Kurdi; Habib Ismail Ismail
Falah Journal of Sharia Economic Law Vol. 3 No. 2 (2022): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v3i2.143

Abstract

Dalam bisnis Multi Level Marketing, muncul suatu persoalan pada masyarakat terkait dengan praktik bisnis MLM, yaitu masyarakat yang menjadi korban praktik bisnis MLM yang tidak sehat. Praktik MLM yang berorientasi pada transaksi ilegal, transaksi yanag tidak rill, tidak fair dan didalamnya terdapat unsur penipuan, kebohongan dan investasi bodong. Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui sistem bisnis Multi Level Marketing (MLM) pada produk Imogen di Kota Metro dan untuk mengetahui sistem bisnis Multi Level Marketing (MLM) produk Imogen di Kota Metro berdasarkan Etika Bisnis Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Risearch), dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Sedangan metode pengumpula data menggunakan observasi dan wawancara. Analisa data penelitian ini adalah pendekatan induktif. Sistem bisnis Multi Level Marketing (MLM) pada produk Imogen di Kota Metro yaitu dengan membeli salah satu jenis produk yang ada di perusahaan Imogen. Sistem bisnis yang dijalankan adalah bonus sponsor, bonus pasangan dan bonus reward. Dalam bisnis Imogen terdapat prinsip-prinsip beretika berdasarkan bisnis Islam. Dengan demikian, bisnis Imogen yang diterapkan di Kota Metro yaitu berdasarkan prinsip etika bisnis Islam yaitu Tauhid, keseimbangan, kehendak bebas, tanggung jawab, dan ihsan telah sesuai. Bisnis Imogen yang dijalankan membantu masyarakat yang membutuhkan baik dalam bidang kesehatan, kecantingkan dan keharmonisan rumah tangga. Selain itu juga dapat memberikan peluang bisnis.
Eco Enzyme Hasil Pengolahan Sampah Sayuran dan Buah-buahan Sebagai Produk Serbaguna Habib Ismail; Mufid Arsya; Sugiarto Sugiarto; Danu Ahmad Rifai; Rita Rahmawati
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v3i2.2308

Abstract

Sampah organik seperti sisa sayuran dan buah-buahan merupakan sampah rumah tangga yang hampir 60% dibuang pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang diolah dengan sistem open dumping. Kontribusi TPA dari sistem open dumping menyebabkan sebesar 3-4 % dihasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) global. Tujuan kegiatan pengabdian dilakukan untuk memberikan informasi, pelatihan dan pendampingan pembuatan produk eco enzyme dengan teknologi fermentasi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai produk harian rumah tangga. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam pendampingan eco enzyme hasil pengolahan sampah sayuran dan buah-buahan sebagai produk serbaguna ini adalah menggunakan metode dalam Parcipatory Actiont Research (PAR). Metode ini dilakukan secara langsung kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Buana Sakti dan pendamping juga secara aktif mengikuti dan mempraktekkan Metode ini kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Buana Sakti. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini bertambahnya pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah sampah sayuran dan buah-buahan menjadi produk eco enzyme. Mitra telah memanfaatkan eco enzyme sebagai cairan pembersih seperti pembersihan lantai, kaca, kamar mandi, dan badan-badan air di rumah tangga sehingga dapat menekan penggunaan cairan pembersih komersial dan pengeluaran keluarga. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa produk eco enzyme dapat digunakan sebagai cairan pembersih multifungsi bagi masyarakat.
Sistem Bisnis Multi Level Marketing Pada Member Imogen Perspektif Etika Bisnis Islam: Studi di Kota Metro Wiwik Damayanti Damayanti; Ahmad Kurdi Kurdi; Habib Ismail Ismail
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2022): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v3i2.143

Abstract

Dalam bisnis Multi Level Marketing, muncul suatu persoalan pada masyarakat terkait dengan praktik bisnis MLM, yaitu masyarakat yang menjadi korban praktik bisnis MLM yang tidak sehat. Praktik MLM yang berorientasi pada transaksi ilegal, transaksi yanag tidak rill, tidak fair dan didalamnya terdapat unsur penipuan, kebohongan dan investasi bodong. Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui sistem bisnis Multi Level Marketing (MLM) pada produk Imogen di Kota Metro dan untuk mengetahui sistem bisnis Multi Level Marketing (MLM) produk Imogen di Kota Metro berdasarkan Etika Bisnis Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Risearch), dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Sedangan metode pengumpula data menggunakan observasi dan wawancara. Analisa data penelitian ini adalah pendekatan induktif. Sistem bisnis Multi Level Marketing (MLM) pada produk Imogen di Kota Metro yaitu dengan membeli salah satu jenis produk yang ada di perusahaan Imogen. Sistem bisnis yang dijalankan adalah bonus sponsor, bonus pasangan dan bonus reward. Dalam bisnis Imogen terdapat prinsip-prinsip beretika berdasarkan bisnis Islam. Dengan demikian, bisnis Imogen yang diterapkan di Kota Metro yaitu berdasarkan prinsip etika bisnis Islam yaitu Tauhid, keseimbangan, kehendak bebas, tanggung jawab, dan ihsan telah sesuai. Bisnis Imogen yang dijalankan membantu masyarakat yang membutuhkan baik dalam bidang kesehatan, kecantingkan dan keharmonisan rumah tangga. Selain itu juga dapat memberikan peluang bisnis.
Program Wakaf Tanaman Produktif perspektif Hukum Islam: Studi Program Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah Robberto Purnomo; Habib Ismail; Ahmad Mukhlishin; Mufid Arsyad; Ani Mardiantari
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2023): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v4i1.159

Abstract

Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rumbia membuat trobosan program inovasi yaitu wakaf tanaman produktif. Program wakaf tanaman produktif dapat membantu untuk mengurangi masalah-masalah lingkungan dan ekonomi yaitu dengan cara mewakafkan harta bendanya berupa tanaman produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prespektif hukum Islam terhadap program wakaf tanaman yang diprogramkan oleh Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian menggunakan (field research) yang dilakukan di Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah dan dengan menggunakan pendekatan kualtatif yang bersifat deskriptif yaitu membuat gambaran mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian mengenai permasalahan yang ada. Wakaf tanaman produktif ditinjau dari hukum Islam, wakaf tanaman produktif adalah sah asalkan peruntukkanya jelas untuk kepentingan umum dan sesuai dengan syariah dan tidak bertentangan dengan aturan. Saat ini Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Rumbia yang telah melakukan penanaman sebanyak 100 wakaf tanaman produktif, dan berlokasi di Kampung Bina Karya Buana dan Kampung Reno Basuki Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah yang berupa pohon Alpukat, Nangka dan Mangga.