Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN IPAS PADA PESERTA DIDIK KELAS V DI SD NEGERI 1 CEMPAGA BANGLI Ni Kadek Puspitayanti; I Made Wiguna Yasa; I Gede Tilem Pastika
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): VOLUME 11 NUMBER 1 JANUARY 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v11i1.7180

Abstract

The use of the learning model is based on a teaching that involves the conscious action of controlling the learning process of students. The learning process of students is a fundamental action in all forms of education where learning not only involves results but also the process of acquiring knowledge and the quality of learning outcomes is determined by the quality of the process with the interaction in the learning process.This study discusses the following problems: (1) The form of implementation of the jigsaw-type cooperative learning model in social studies learning in grade V students at SD Negeri 1 Cempaga Bangli, (2) Obstacles and efforts made in its implementation, (3) Implications of the implementation of the jigsaw-type cooperative learning model in learning. This qualitative descriptive research aims to find out the form of implementation, obstacles, efforts and implications of the implementation of the jigsaw-type cooperative learning model in science learning in grade V students at SD Negeri 1 Cempaga Bangli. This research was analyzed using constructivism theory, behaviorism theory, and motivation theory. The data collection method uses observation, interview, documentation studies, and literature studies. Based on the results of the study, it shows that (1) The form of implementation of the jigsaw-type cooperative learning model in social studies learning refers to several stages that are carried out, namely the planning stage, the implementation stage and the evaluation stage. (2) The obstacles faced include difficulties in guiding students with different abilities, difficulties in monitoring group members evenly, limited time, lack of courage of students in communicating and limited classrooms for group discussion activities. Efforts to overcome these obstacles include arranging the division of assignments in groups, providing written discussion guides, managing time and utilizing infrastructure, and organizing classrooms. (3) The implementation of the jigsaw-type cooperative learning model has positive implications for students' learning attitudes and learning outcomes.
Implementasi Model Pbl Berbantuan Video Pembelajaran pada Mata Pelajaran Matematika Ni Kadek Dwi Adnyani; I Made Wiguna Yasa; Made Gautama Jayadiningrat
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7165

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan, seperti rendahnya keterlibatan siswa, kurangnya keaktifan siswa, dan tidak fokus selama proses pembelajaran. Maka dari itu, diperlukan penerapan model PBL berbantuan video pembelajaran. Model PBL mendorong siswa berpikir kritis dalam memecahkan masalah, sedangkan video pembelajaran membantu menyajikan materi secara lebih menarik dan konkret. Adapun masalah yang dibahas meliputi (1) implementasi model PBL berbantuan video pembelajaran, (2) kendala dan upaya yang dilakukan, (3) implikasinya terhadap keterlibatan siswa pada mata pelajaran matematika kelas tinggi di SDN 11 Sesetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi, kendala dan upaya, serta implikasi penerapan model PBL berbantuan video pembelajaran terhadap keterlibatan siswa. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah adalah teori konstruktivisme dari Jean Piaget, teori humanistik dari Carl Rogers, teori pengalaman dari Edgar Dale. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV B, V B, VI B, guru dan kepala sekolah. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data diperoleh dari deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) implementasi model PBL berbantuan video dibagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap pendahuluan, inti, dan penutup. (2) Kendala yang dihadapi berasal dari siswa dan guru. Kendala siswa, yaitu perbedaan gaya belajar dan kurangnya konsentrasi siswa. Kendala pada guru, yaitu manajemen waktu, pengelolaan kelas, serta fasilitas dan teknis. (3) implikasi model PBL berbantuan video terhadap keterlibatan siswa, yaitu keterlibatan siswa dalam tanya jawab, keterlibatan siswa dalam diskusi, keterlibatan siswa alam presentasi.
Implementasi Model Problem Based Learning Dengan Pendekatan Deep Learning Berbantuan Media Powerpoint Dalam Memotivasi Siswa Belajar IPAS Kelas 3 SDN 5 Tonja Denpasar Dewa Ayu Wulan Septiari; I Made Wiguna Yasa; I Gede Dedy Diana Putra
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7283

Abstract

Implementasi model Problem Based Learning dengan pendekatan Deep Learning berbantuan media PowerPoint merupakan salah satu upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPAS kelas 3 SD Negeri 5 Tonja Denpasar. Penggunaan model pembelajaran tersebut mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif dan menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran. Melalui kegiatan diskusi, pemecahan masalah dan penggunaan media PowerPoint yang berisi gambar, video dan animasi, siswa menjadi lebih antusias, aktif dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi, kendala, upaya dan implikasi penggunaan model Problem Based Learning dengan pendekatan Deep Learning berbantuan media PowerPoint dalam memotivasi siswa belajar IPAS kelas 3 SD Negeri 5 Tonja Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning dengan pendekatan Deep Learning berbantuan media PowerPoint dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, keaktifan siswa, keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat serta kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya yaitu kurangnya konsentrasi siswa, kurangnya keberanian siswa dan keterbatasan akses internet. Kendala tersebut dapat diatasi melalui pemberian motivasi, penggunaan media pembelajaran yang menarik serta pemanfaatan fasilitas pembelajaran secara maksimal.
Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing dan Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa SMK A.A. Alit Putra Baskara; I Made Wiguna Yasa; I Made Arsa Wiguna
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 3 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i3.5517

Abstract

The low learning outcomes in Hindu Religious Education and Character Education indicate the need for learning models that actively engage students in the learning process. This study aimed to analyze the effect of the Snowball Throwing and Talking Stick learning models on the learning outcomes of Grade X students at SMK Prshanti Nilayam. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design. The sample consisted of 80 students, including 25 students in the Snowball Throwing class, 26 students in the Talking Stick class, and 29 students in the control class. Data were collected through a learning achievement test that had met validity and reliability requirements and were analyzed using descriptive and inferential statistics. The results showed that the mean score of the Snowball Throwing class increased from 60.44 (pretest) to 76.12 (posttest), while the Talking Stick class increased from 60.27 to 75.42. The control class increased from 49.93 to 64.93. One-Way ANOVA revealed a significance value of p < 0.001 (F = 14.457), indicating that the implementation of Snowball Throwing and Talking Stick learning models affected students’ learning outcomes. The LSD post hoc test further showed that both experimental classes achieved higher learning outcomes than the control class. Therefore, Snowball Throwing and Talking Stick can be considered effective alternative learning models for improving learning outcomes in Hindu Religious Education and Character Education.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DIORAMA TERBUAT DARI KARTON DAN KARDUS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV DI SEKOLAH DASAR NEGERI HINDU 4 BATUAN KABUPATEN GIANYAR Ni Putu Sri Santi; I Made Wiguna Yasa; Ni Nyoman Suastini
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): VOLUME 11 NUMBER 1 JANUARY 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v11i1.7400

Abstract

This study aims to analyze how the use of diorama media significantly affects the learning outcomes of fourth-grade students at SDN Hindu 4 Batuan. The subjectts of thist research were fourth-grade students at SDN Hindu 4 Batuan, Gianyar Regency. Data collection methods used in this study included tests and document analysis. The collected data were analyzed using normality tests and hypothesis testing with the Paired Sample T-test formula. The researcth findings showeed that tthe hypothesis testing using the Paired Sample T-teest on the pretest and posttest conducted in the fourth-grade class yielded a Sig. (2-taailed) value of 0.000 < 0.05. This result indicates that the alternative hypothesis (H1) is accepted and the null hypothesis (H0) is rejected. Therefore, it can be concluded that there is a significant influence of using diorama media on student learning outcomes in the IPAS subject, specifically on the topic of photosynthesis in the fourth grade at SDN Hindu 4 Batuan, Gianyar Regency.
Penggunaan Media Buku Cerita Digital Bergambar dalam Memotivasi Siswa Belajar Bahasa Indonesia Kelas IV Di SDN 4 Singakerta Gianyar Komang Ayu Rismadewi Cahyani; I Made Wiguna Yasa; I Made Sukariawan
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7293

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong terjadinya transformasi media pembelajaran di sekolah dasar. Namun, pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih sering menggunakan media pembelajaran konvensional sehingga motivasi dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran cenderung rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media buku cerita digital bergambar dalam memotivasi siswa belajar Bahasa Indonesia kelas IV di SDN 4 Singakerta Gianyar, meliputi proses penggunaan, hambatan yang dihadapi, upaya mengatasi hambatan, serta implikasinya terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa kelas IV SDN 4 Singakerta Gianyar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media buku cerita digital bergambar berbasis Sistem Informasi Buku Indonesia (SIBI) dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Penggunaan media tersebut mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna sehingga meningkatkan perhatian, minat, keterlibatan, dan motivasi belajar siswa. Hambatan yang ditemukan meliputi perbedaan kemampuan siswa, kesiapan guru dalam penggunaan media digital, dan jaringan internet yang kurang stabil. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu melalui pendampingan bertahap, pembelajaran kelompok, peningkatan kesiapan guru, dan penggunaan media offline. Selain itu, penggunaan media buku cerita digital bergambar memberikan implikasi positif terhadap aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan motivasi belajar siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Scrapbook untuk Meningkaitkain Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas III di SD Negeri 3 Kelusa Eka Amertha Sari; I Made Wiguna Yasa; Gusti Ayu Dewi Setiawati
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8263

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui proses pembelajaran. Dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa diperlukan untuk membantu meningkatkan pemahaman serta hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis scrapbook pada pembelajaran IPAS dan mengetahui kelayakannya sebagai media yang berpotensi meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 3 Kelusa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode angket dan dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif menggunakan skala Likert. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa kelas III SD Negeri 3 Kelusa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis scrapbook memperoleh kualifikasi sangat layak berdasarkan hasil validasi ahli materi dan ahli media. Selain itu, hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa media mendapatkan respons sangat baik dari siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa media scrapbook yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran IPAS dan berpotensi mendukung peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis scrapbook dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang inovatif dan menarik bagi siswa sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN VIDEO INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS IV SD NEGERI 5 TONJA DENPASAR Ni Kadek Mila Yeloni; I Made Wiguna Yasa; Ni Kadek Supadmini
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8876

Abstract

This study investigated the effect of the Project Based Learning(PjBL) model assisted by interactive video on the creativethinking skills of fourth-grade students at SD Negeri 5 Tonja. A quasi-experimental design with a non-equivalent control groupwas employed involving 64 students divided into experimentaland control classes. Data were collected through multiple-choice tests and project assessment rubrics and analyzed usingan independent sample t-test. The findings showed that theexperimental class achieved a higher mean posttest score(80.13) than the control class (67.38), with a significantdifference (p = 0.000). Therefore, PjBL assisted by interactivevideo effectively improved students’ creative thinking skills.
Analisis Pengaruh Model Flipped Classroom Berbantuan Peta Konsep terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Negeri 2 Dangin Puri, Denpasar Gusti Ayu Sri Wulandari; I Made Wiguna Yasa; I Komang Wisnu Budi Wijaya
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2025.4(2).166-183

Abstract

Thelearningmodel isoneofthesupportingfactorsoflearningquality,initsapplicationitis important to choose the right model with learning needs. This study aims to determine the significant effect of the Flipped Classroom learning model assisted by concept maps on the learningoutcomes of students in scienceingradeVof SDNegeri 2 Dangin Puri, North Denpasar. This study is a quantitative study, namely experimental research with a quasi-experimental design (Quasi-ExperimentalDesign)usingadesign,namelynon-equivalentcontrolgroupdesign.The populationofthisstudywas56studentsingradeVofSDNegeri2DanginPuri,Denpasar.The samplewastakenusinga saturatedsamplingtechniquewherethe entirepopulationwasused as asample,namely28studentsinclassVAastheExperimentalclassandVBasthecontrolclass totaling 28 students. The data collection method uses a test with a multiple-choice test instrument. The research data were analyzed using inferential statistical techniques (t-test) independent sampletest..Theresultsoftheindependentsamplet-testanalysisonthelearningoutcomesofthe experimental group and the control group, the significance value obtained was 0.001 by comparingthesignificancelevelof0.05,thentheresultsofthet-testwithasignificanceof0.001 < 0.05. Descriptively, the average post-test score of the experimental class was 86.79 and was greater than the control class which only had a score of 67.68.  ItcanbeconcludedthatHοisrejectedandHaisacceptedwhichstatesthatthereisan influenceof sciencelearningoutcomesbetweenthe groupgiventheFlipped Classroomlearning model treatment and the group using the lecture or conventional learning model on class V studentsofSDNegeri 2DanginPuri Denpasar inthe2024/2025AcademicYear.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN ICE BREAKING BERMAIN CHALLENGE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPAS TOPIK EKOSISTEM PESERTA DIDIK KELAS V DI SD NEGERI 22 DAUH PURI DENPASAR IDA AYU NYOMAN TERISNA DEWI; I KOMANG WISNU BUDI WIJAYA; I Made Wiguna Yasa
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.6078

Abstract

Penelitiani inii membahasi pengaruhi penerapani modeli problemi basedi learningi berbantuani icei breakingi bermaini challengei terhadapi motivasii belajari IPASi pesertai didiki kelasi Vi dii SDi Negerii 22i Dauhi Purii Denpasar.i Pembelajarani IPASi menuntuti keterlibatani aktifi pesertai didiki agari mampui memahamii konsepi yangi berkaitani dengani fenomenai alami dani sosiali secarai bermakna.i Namun,i motivasii belajari yangi rendahi masihi menjadii kendalai dalami prosesi pembelajaran.i Penelitiani inii menggunakani pendekatani kuantitatifi dengani metodei quasii experimenti dani desaini non-equivalenti groupi design.i Subjeki penelitiani melibatkani 60i pesertai didiki yangi terbagii kei dalami kelasi eksperimeni dani kelasi kontrol.i Pengumpulani datai dilakukani melaluii angketi motivasii belajari yangi diberikani padai tahapi pretesti dani posttest.i Analisisi datai meliputii analisisi deskriptif,i ujii normalitas,i ujii homogenitas,i dani ujii hipotesisi menggunakani ujii t-test.i Hasili penelitiani menunjukkani bahwai motivasii belajari IPASi padai kelasi eksperimeni mengalamii peningkatani yangi sangati signifikani dibandingkani kelasi kontrol.i Nilaii rata-ratai posttesti kelasi eksperimeni jauhi lebihi tinggii daripadai kelasi kontrol,i sertai hasili ujii hipotesisi menunjukkani nilaii signifikansii lebihi kecili darii 0,05.i Temuani tersebuti mengindikasikani bahwai penerapani modeli problemi basedi learningi berbantuani icei breakingi bermaini challengei mampui menciptakani suasanai belajari yangi aktif,i menyenangkan,i dani bermaknai sehinggai berdampaki positifi terhadapi motivasii belajari IPAS.i Modeli pembelajarani inii dinilaii efektifi dani relevani untuki diterapkani padai pembelajarani IPASi dii sekolahi dasar.