Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN IPAS PADA PESERTA DIDIK KELAS V DI SD NEGERI 1 CEMPAGA BANGLI Ni Kadek Puspitayanti; I Made Wiguna Yasa; I Gede Tilem Pastika
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): VOLUME 11 NUMBER 1 JANUARY 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v11i1.7180

Abstract

The use of the learning model is based on a teaching that involves the conscious action of controlling the learning process of students. The learning process of students is a fundamental action in all forms of education where learning not only involves results but also the process of acquiring knowledge and the quality of learning outcomes is determined by the quality of the process with the interaction in the learning process.This study discusses the following problems: (1) The form of implementation of the jigsaw-type cooperative learning model in social studies learning in grade V students at SD Negeri 1 Cempaga Bangli, (2) Obstacles and efforts made in its implementation, (3) Implications of the implementation of the jigsaw-type cooperative learning model in learning. This qualitative descriptive research aims to find out the form of implementation, obstacles, efforts and implications of the implementation of the jigsaw-type cooperative learning model in science learning in grade V students at SD Negeri 1 Cempaga Bangli. This research was analyzed using constructivism theory, behaviorism theory, and motivation theory. The data collection method uses observation, interview, documentation studies, and literature studies. Based on the results of the study, it shows that (1) The form of implementation of the jigsaw-type cooperative learning model in social studies learning refers to several stages that are carried out, namely the planning stage, the implementation stage and the evaluation stage. (2) The obstacles faced include difficulties in guiding students with different abilities, difficulties in monitoring group members evenly, limited time, lack of courage of students in communicating and limited classrooms for group discussion activities. Efforts to overcome these obstacles include arranging the division of assignments in groups, providing written discussion guides, managing time and utilizing infrastructure, and organizing classrooms. (3) The implementation of the jigsaw-type cooperative learning model has positive implications for students' learning attitudes and learning outcomes.
Implementasi Model Pbl Berbantuan Video Pembelajaran pada Mata Pelajaran Matematika Ni Kadek Dwi Adnyani; I Made Wiguna Yasa; Made Gautama Jayadiningrat
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7165

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan, seperti rendahnya keterlibatan siswa, kurangnya keaktifan siswa, dan tidak fokus selama proses pembelajaran. Maka dari itu, diperlukan penerapan model PBL berbantuan video pembelajaran. Model PBL mendorong siswa berpikir kritis dalam memecahkan masalah, sedangkan video pembelajaran membantu menyajikan materi secara lebih menarik dan konkret. Adapun masalah yang dibahas meliputi (1) implementasi model PBL berbantuan video pembelajaran, (2) kendala dan upaya yang dilakukan, (3) implikasinya terhadap keterlibatan siswa pada mata pelajaran matematika kelas tinggi di SDN 11 Sesetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi, kendala dan upaya, serta implikasi penerapan model PBL berbantuan video pembelajaran terhadap keterlibatan siswa. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah adalah teori konstruktivisme dari Jean Piaget, teori humanistik dari Carl Rogers, teori pengalaman dari Edgar Dale. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV B, V B, VI B, guru dan kepala sekolah. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data diperoleh dari deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) implementasi model PBL berbantuan video dibagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap pendahuluan, inti, dan penutup. (2) Kendala yang dihadapi berasal dari siswa dan guru. Kendala siswa, yaitu perbedaan gaya belajar dan kurangnya konsentrasi siswa. Kendala pada guru, yaitu manajemen waktu, pengelolaan kelas, serta fasilitas dan teknis. (3) implikasi model PBL berbantuan video terhadap keterlibatan siswa, yaitu keterlibatan siswa dalam tanya jawab, keterlibatan siswa dalam diskusi, keterlibatan siswa alam presentasi.
Implementasi Model Problem Based Learning Dengan Pendekatan Deep Learning Berbantuan Media Powerpoint Dalam Memotivasi Siswa Belajar IPAS Kelas 3 SDN 5 Tonja Denpasar Dewa Ayu Wulan Septiari; I Made Wiguna Yasa; I Gede Dedy Diana Putra
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7283

Abstract

Implementasi model Problem Based Learning dengan pendekatan Deep Learning berbantuan media PowerPoint merupakan salah satu upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPAS kelas 3 SD Negeri 5 Tonja Denpasar. Penggunaan model pembelajaran tersebut mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif dan menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran. Melalui kegiatan diskusi, pemecahan masalah dan penggunaan media PowerPoint yang berisi gambar, video dan animasi, siswa menjadi lebih antusias, aktif dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi, kendala, upaya dan implikasi penggunaan model Problem Based Learning dengan pendekatan Deep Learning berbantuan media PowerPoint dalam memotivasi siswa belajar IPAS kelas 3 SD Negeri 5 Tonja Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning dengan pendekatan Deep Learning berbantuan media PowerPoint dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, keaktifan siswa, keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat serta kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya yaitu kurangnya konsentrasi siswa, kurangnya keberanian siswa dan keterbatasan akses internet. Kendala tersebut dapat diatasi melalui pemberian motivasi, penggunaan media pembelajaran yang menarik serta pemanfaatan fasilitas pembelajaran secara maksimal.
Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing dan Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa SMK A.A. Alit Putra Baskara; I Made Wiguna Yasa; I Made Arsa Wiguna
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 3 (2026): Article in Press
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i3.5517

Abstract

The low learning outcomes in Hindu Religious Education and Character Education indicate the need for learning models that actively engage students in the learning process. This study aimed to analyze the effect of the Snowball Throwing and Talking Stick learning models on the learning outcomes of Grade X students at SMK Prshanti Nilayam. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design. The sample consisted of 80 students, including 25 students in the Snowball Throwing class, 26 students in the Talking Stick class, and 29 students in the control class. Data were collected through a learning achievement test that had met validity and reliability requirements and were analyzed using descriptive and inferential statistics. The results showed that the mean score of the Snowball Throwing class increased from 60.44 (pretest) to 76.12 (posttest), while the Talking Stick class increased from 60.27 to 75.42. The control class increased from 49.93 to 64.93. One-Way ANOVA revealed a significance value of p < 0.001 (F = 14.457), indicating that the implementation of Snowball Throwing and Talking Stick learning models affected students’ learning outcomes. The LSD post hoc test further showed that both experimental classes achieved higher learning outcomes than the control class. Therefore, Snowball Throwing and Talking Stick can be considered effective alternative learning models for improving learning outcomes in Hindu Religious Education and Character Education.