Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP KEJADIAN SKABIES DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020 Formarida Formarida; Samino Samino; Nova Muhani
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i1.3067

Abstract

Hubungan Perilaku Personal Hygiene  dan Persepsi Risiko Terhadap Kejadian Skabies Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIBandar Lampung Tahun 2020 Oleh: Formarida1, Samino2, Nova Muhani3 ABSTRAK Skabies adalah penyakit gatal pada kulit, disebabkan oleh kepadatan, kelembapan, dan diabaikannya personal hygiene, pada dasarnya tidak berbahaya tetapi menurunkan kualitas hidup. Hasil prasurvey pada 20 responden menunjukkan bahwa responden memiliki perilaku yang buruk pada kebersihan pakaian (30%), kebersihan tangan dan kuku (60%), kebersihan handuk (40%), dan kebersihan kulit (50%). Tujuan penelitian ini yaitu diketahui hubungan perilaku personal hygiene dan persepsi risiko terhadap kejadian skabies di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandar Lampung tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian yaitu anak binaan di LPKA pada bulan Juli tahun 2020 sebanyak 60 anak, dengan sampel total populasi. Pemilihan sampel yaitu probability sampling dengan sampling jenuh (sensus). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawancara terpimpin. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Tidak ada hubungan antara personal hygiene terhadap kejadian skabies di LPKA Kelas II Bandar Lampung (nilai p = 0,371 > 0,05). Ada hubungan antara persepsi risiko terhadap kejadian skabies di LPKA Kelas II Bandar Lampung (nilai p = 0,012 < 0,05). Kesimpulan: Risiko sakit merupakan faktor skabies, namun personal hygiene bukan. Disarankan kepada Petugas kesehatan untuk meningkatkan upaya penyuluhan kesehatan seperti menyediakan poster dan leaflet mengenai sanitasi lingkungan, personal hygiene, persepsi risiko dan kejadian skabies, Pihak Lapas melakukan kerjasama dengan instansi kesehatan untuk melakukan evaluasi kesehatan dan kebersihan lingkungan di Lapas secara berkala.  Kata Kunci   : Skabies, Perilaku Personal Hygiene, Persepsi RisikoKepustakaan : 46 (2003-2019)Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandar LampungFakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati
DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI PUSKESMAS PUJOKERTO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Wiwik Erni Puspita Sari; Dhiny Easter Yanti; Nova Muhani
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i1.3260

Abstract

Pendekatan manajemen pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas bertujuan untuk mencegah terjadinya stigma buruk bagi penderita gangguan jiwa, keluarga dapat berperan untuk memberikan klien rasa nyaman, merasa dicintai meskipun saat mengalami suatu masalah. Kurangnya pengetahuan keluarga terkait pengobatan ODGJ membuat penanganannya terlambat, selain itu faktor lain yang mempengaruhi hasil perawatan klien gangguan jiwa dirumah adalah pelayanan petugas kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Dukungan Keluarga dan Peran petugas kesehatan pada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Puskesmas Pujokerto Kabupaten Lampung Tengah  tahun 2020. Jenis dan rancangan penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan study kasus. Informan yang digunakan adalah Petugas kesehatan, keluarga ODGJ, penelitian akan dilakukan di UPTD Pujokerto Kabupaten Lampung Tengah bulan Mei - Juni  2020. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan forum diskusi grup (FGD), analisis data dengan conten analysis. Hasil penelitian di dapatkan Semua keluarga  memberikan dukungan informasi kepada pasien, Semua keluarga memberikan dukungan spiritual kepada pasien, Sebagian besar  keluarga tidak memberikan dukungan emosional kepada pasien, Sebagian besar  keluarga memberikan dukungan finansial kepada pasien, Sebagian besar  peran petugas sebagai advocator di berikan pada keluarga, Seluruh   peran petugas sebagai educator di berikan pada keluarga. Diharapkan petugas kesehatan memperhatikan kembali peran petugas kesehatan terhadap keluarga ODGJ
PENYULUHAN BAHAYA GADGET BAGI KESEHATAN MATA TERHADAP ANAK-ANAK DI SD N 2 LANGKAPURA Nurul Aryastuti; Rohman Daka; Nuke Indrawati; Desy Fatmawaty; Fadilah Amanda Sari; Yolandha Adinda Pratiwi; Nova Muhani; Dina Dwi Nuryani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.586-596

Abstract

Kesehatan mata sangat penting karena pengelihatan tidak dapat digantikan dengan apapun. Di Indonesia prevalensi gangguan kesehatan mata terus mengalami peningkatan sebanyak 1,5% dan tertinggi jika dibandingkan dengan negara di Asia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan  edukasi  tentang  bahaya penggunaan gadget terhadap kesehatan mata pada anak-anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah pre-test, presentasi, diskusi, tanya jawab, dan post-test. Kelompok sasarannya yaitu siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T Test didapatkan hasil nilai thitung dan ttabelsikap (0,594 < 2,018) disimpulkan bahwa HO diterima dan Ha ditolak. Sehingga tidak ada perbedaan rata-rata antara sikap pre test dengan post test. Pada nilai t hitung pengetahuan yaitu (3,090 > 2,018) disimpulkan bahwa HO ditolak dan Ha diterima. Sehingga terdapat perbedaan rata-rata antara pengetahuan pre test dengan post test yang artinya ada pengaruh pnyuluhan bahaya gadget bagi anak-anak terhadap kesehatan mata. Pengetahuan merupakan faktor predisposing yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Dengan adanya pengetahuan yang baik, diharapkan ada perubahan perilaku yang positif seperti mampu mengelola waktu ketika bermain gadget dan membatasi durasi penggunaan gadget.
Nutritional factors associated with anaemia in pregnant women in Tulang Bawang Lampung Nisrina Fadhilaturrabani; Dessy Hermawan; Nurul Aryastuti; Fitri Ekasari Siregar; Nova Muhani
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v5i2.9474

Abstract

Background: Anemia is the biggest health problem in the world, especially for women who are pregnant, because it can cause fatigue and decreased work productivity. Knowledge is a factor that encourages pregnant women to avoid anemia. If pregnant women know the causes of anemia, the consequences of anemia, and how to prevent it, pregnant women will avoid pregnancy anemia.Purpose: To find out the determinants of the incidence of Anemia in Pregnant Women at the Non-Inpatient of candra mukti health center and Inpatient health center at capable ponet Tulang Bawang Barat working area in 2022.Method: Quantitative analytic research with cross sectional design. The sampling technique used proportional stratified random sampling, and 171 people met the inclusion criteria. Data analysis used the Chi Square test and multivariate analysis used multiple logistic regression.Results: It is known that the distribution of the majority of anemic mothers (59.1 percent). have less knowledge (53.8 percent). have a positive attitude (52.6 percent). obediently consuming Fe tablets (58.5 percent). 1 glass (66.1 percent) of iron absorption inhibiting drinks (tea, coffee, milk). get good family support (59.6 percent). received the support of good health workers (71.9 percent).Conclusion: There is a significant relationship between knowledge, attitudes, adherence to iron consumption, drinking iron absorption inhibitors (tea, coffee and milk), family support and support from health workers with the incidence of anemia in pregnant women with a p-value of < 0.05. Fe consumption is the dominant factor in the incidence of anemia in pregnant women (p-value = 0.002). 
Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro Lampung Tahun 2022 Farah Ulya Suryadana; Wayan Aryawati; Khoidar Amirus; Dina Dwi Nuryani; Nova Muhani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17659

Abstract

Preeklampsia menjadi salah satu penyebab angka kematian ibu yang dapat dicegah dengan mengidentifikasi faktor risiko. Berdasarkan profil kemenkes 2021, sebanyak 1.077 kasus hipertensi dalam kehamilan dan terdapat 28% kejadian preeklampsia dalam kehamilan di Provinsi Lampung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian preeklampsia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melahirkan di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung Tahun 2022 dari bulan Januari – Desember 2022 sebanyak 270 pasien, sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus sebanyak 52 dan kelompok kontrol sebanyak 103. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistic. Pada hasil uji bivariat didapatkan faktor risiko yang memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian preeklampsia yaitu usia ibu p-value 0,017, bb ibu hamil <0,001, riwayat penggunaan kontrasepsi p-value 0,002, paritas p-value 0,004, gravida p-value 0,025, hipertensi p-value 0,001, kehamilan berisiko p-value 0,016. Hasil uji analisis multivariat menunjukkan pengaruh dominan terhadap preeklampsia yaitu riwayat pengunaan kontrasepsi (OR 12,373), Kemudian disusul oleh paritas (OR 9,118), Hipertensi (OR 5,787), Usia Ibu (OR 4,312), Kehamilan (OR 3,498), BB Ibu (OR 1,828). Saran: Untuk dapat melakukan penyuluhan di posyandu atau puskesmas atau instansi kesehatan lainnya kepada ibu dan masyarakat untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) metode jangka panjang guna untuk menghindari terjadi nya kejadian preeklampsia pada ibu hamil
Cervical cancer screening utilization among women aged 30-49 years in Lampung, Indonesia Johan Hadi Saputra; Lolita Sary; Nova Muhani
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 5 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i5.12827

Abstract

Background: Cervical cancer ranks second with a total of 36,633 cases or 9.2% of the total cancer cases in Indonesia. Cervical cancer patients in Indonesia have reached 23.4 per 100,000 population with an average death rate of 13.9 per 100,000 population.Purpose: To determine the relationship between perceptions of benefits, threats, and barriers to the interest in undergoing cervical cancer screening using the VIA method in women aged 30-49 years in Gedung Rejo Sakti Tulang Bawang Health Center in 2023.Method: Using a quantitative analytical method with a cross-sectional design. The total sample size was 70 people. The sampling method used was accidental sampling. Data analysis was performed using the chi-square test and multivariate analysis using multiple logistic regression.Results: There is a significant relationship between the perception of benefits and the interest in undergoing cervical cancer screening using the VIA method (P-value = 0.000; OR = 0.099), there is a significant relationship between the perception of threats and the interest in undergoing cervical cancer screening using the VIA method (P-value = 0.000; OR = 0.012), there is a significant relationship between the perception of barriers and the interest in undergoing cervical cancer screening using the VIA method (P-value = 0.000; OR = 0.108), the perception of threats is the dominant factor in determining the interest in undergoing cervical cancer screening using the VIA method (P-value = 0.000; OR = 95.782).Conclusion: All variables (perception of benefits, perception of threats, perception of barriers) are closely related to the interest in undergoing cervical cancer screening using the VIA method.Suggestion: Health center management should be more active in health promotion to increase the interest in undergoing cervical cancer screening using the VIA method in women aged 30-49 years.
Pengaruh Mutu Layanan Tenaga Kesehatan Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Di Puskesmas Wanakaya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Muhammad Fazar Sidiq Alhayat; Samino; Dina Dwi Nuryani; Dhiny Easter Yanti; Nova Muhani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.632

Abstract

Abstrak Nilai IKM Puskesmas Wanakaya tahun 2021 adalah sebesar 61,55 yang masuk dalam kategori tidak puas. Kepuasan pasien adalah keadaan senang atau bahagia yang dialami pasien selama menggunakan suatu pelayanan kesehatan. Pembentukan kualitas pelayanan kesehatan bergantung pada beberapa faktor, seperti tangible atau bukti langsung, reliability atau kehandalan petugas kesehatan, responsiveness atau daya tanggap petugas kesehatan, assurance atau jaminan tenaga kesehatan, dan empathy atau perhatian petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu layanan tenaga kesehatan terhadap tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Wanakaya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 138 pasien rawat jalan yang sudah mendapatkan pelayanan dari tenaga kesehatan di Puskesmas Wanakaya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Teknik analisis yang digunakan adalah Pearson Product Moment dan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian uji Pearson Product Moment menunjukkan bahwa ada pengaruh antara mutu layanan tenaga kesehatan dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy dengan kepuasan pasien. Hasil uji Regresi Linear Berganda menunjukkan ada pengaruh antara mutu tenaga kesehatan (reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles) secara simultan terhadap tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Wanakaya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Saran yang dapat disampaikan hendaknya dapat mengevaluasi kembali standar waktu pelayanan yang efektif dan efisien, sehingga waktu tunggu pasien dapat lebih singkat Kata kunci: Assurance, Empathy, Reliability, Responsiveness, Tangibles