Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA PEKERJA WANITA (STUDI KASUS DI PABRIK TRIPLEK LAMPUNG UTARA) Salsabil Zatil Alwan Al Hazmi; Nova Muhani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i4.1085

Abstract

ABSTRAK    Pekerja wanita yang menderita anemia output kerjanya 5-10% lebih rendah serta kapasitas kerjanya per minggu rata-ata 6,5 jam lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak anemia. Anemia juga mengakibatkan pekerja mudah sakit, mudah terjadi kecelakaan kerja sehingga angka absensi meningkat, beresiko perdarahan dan melahirkan bayi BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada pekerja wanita di Pabrik Triplek Lampung Utara Tahun 2017. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian crossectional dengan populasi seluruh pekerja wanita yang bekerja di Pabrik Triplek Lampung Utara (50 orang) menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan tes hemoglobin dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan anemia (p=0,000, OR= 15,190), pengetahuan dengan anemia (p=0,034, OR=4,400), pendidikan dengan anemia (p=0,003, OR=8,750), kebiasaan mengkonsumsi zat penghambat penyerapan zat besi dengan anemia (p=0,023, OR=4,964), asupan zat gizi dengan anemia (p=0,000, OR=48,333), aktifitas fisik dengan anemia (p =0,000, OR=17,600). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan anemia pada pekerja wanita adalah asupan zat gizi (p =0,005, OR =45,455). Diharapkan kerjasama antara perusahaan dengan puskesmas untuk memberikan pendidikan kesehatan terkait gizi kerja yang sesuai standar AKG dan menu makan harian yang beraneka ragam bagi pekerja di perusahaan.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTE NATAL ( STUDI KOMPARATIF : PUSKESMAS NATAR DAN PUSKESMAS KALIANDA ) Khoidar Amirus; Nova Muhani; Vivi Septiana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i3.2043

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan profil dinas kesehatan Provinsi Lampung, target pencapaian K4 di Provinsi Lampung sebesar 95%, namun pencapaian cakupan K4 sebesar 93,1%. Berdasarkan data profil Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan tahun 2017 cakupan K4 sebesar 93% (21.731 ibu hamil), mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 92,96% (21.508 ibu hamil). Puskesmas dengan cakupan K4 terendah adalah Puskesmas Kalianda yaitu 75,4%. Sementara itu untuk cakupan K4 tertinggi adalah Puskesmas Natar sebesar 100% Tujuan penelitian adalah diketahui faktor yang mempengaruhi ibu hamil melakukan Kunjungan Antenatal (Studi Komparatif : Puskesmas Natar Dan Puskesmas Kalianda). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang telah melahirkan di tahun 2018 di Puskesmas Kalianda sebanyak 214 ibu dan Puskesmas Natar sebanyak 487 orang, Sampel digunakan sebanyak 178 di Puskesmas Natar dan 178 di Puskesmas Kalianda. Analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan faktor paling dominan yang mempengaruhi kunjungan k4 di Puskesmas Natar adalah persepsi (OR 2,02), sedangkan di Puskesmas Kalianda faktor paling dominan yang mempengaruhi kunjungan k4 adalah persepsi (OR 8,71). Saran bagi Puskesmas agar meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan kepada masyarakat oleh bidan, tenaga Promkes, dan gizi sehingga pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil menjadi meningkat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara lengkap.Kata Kunci: Kunjungan Antenatal ABSTRACTThe profile of Health Office in Lampung province showed that the target of fourth antenatal care visit (K4) was 95% but the achievement of K4 was only 93.1%. Profile data in Health Office in South Lampung district in 2017 showed that the coverage of K4 was 93% (21,731 pregnant mothers), and it increased from 92.96% (21,508 pregnant mothers) in 2016. Kalianda public health center had lowest coverage of K4 by 75.4%, while the highest coverage was obtained by Natar public health center by 100%. The objective of this research was to find out the factors influencing pregnant mothers to visit antenatal cares (a comparative study in Natar and Kalianda public health centers). This was a quantitative research by using cross sectional approach. Population as 214 delivering mothers in Kalianda public health center and 487 delivering mothers in Natar public health center in 2018. Samples were 178 and 178 respondents from Natar and Kalianda public health centers respectively. Data were analyzed by using multivariate analysis with logistic regression. The result showed that the most dominant factor influencing fourth antenatal care (K4) in Natar and Kalianda public health center was perception (OR 2.02 and OR 8.71 respectively). The researcher suggests the public health centers to improve health education activities concerning the importance of antenatal care visit for public held by midwifes, health promotor workers, and nutrition workers so that public knowledge especially pregnant mothers will improve significantly concerning the antenatal care visit.Keywords    : fourth antenatal care visit (K4)
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proses Produksi Steel Billet di PT. San Xiong Steel Indonesia Tahun 2019 Bella Nitia Pelga; Nova Muhani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i1.2985

Abstract

International labour organization (ILO) mencatat 1 pekerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerja. Angka kecelakaan kerja di Indonesia pada tahun 2017 sebesar 123.000 kasus kecelakaan kerja. PT San Xiong Steel Indonesia bergerak di sektor besi baja. Bahan baku pembuatan besi baja yang digunakan adalah scrap yang di proses melalui proses pemilahan scrap, cooking scrap, analisis laboraturium dan pencetakan. Adanya pemberitaan tentang kecelakaan kerja yang dialami karyawan PT San Xiong Steel Indonesia menjadi alasan bagi peniliti untuk memilih PT San Xiong Steel Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses produksi steel billet di PT San Xiong Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif observasional untuk mengidentifikasi bahaya dan menganalisis risiko kecelakaan kerja. Subyek penelitian dalam skripsi ini sebanyak 11 informan. Identifikasi bahaya menggunakan teknik job hazard analysis (jha) dan analisa risiko menggunakan teknik semi kuantitatif yang mengacu pada standar as/nzs 4360:2004 yang mengalikan nilai consequence, exposure, likelihood untuk menentukan tingkat risiko. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu dengan tingkat risiko acceptable sebanyak 10 risiko (28%), priority 3 sebanyak 11 risiko (30%) dan 15 risiko (42%) pada tingkat substantial. Saran yang dapat diberikan yaitu melakukan pengukuran pajanan bising, pelatihan ergonomi, menambah alat pelindung diri (apd) sesuai dengan jumlah pekerja dan menambah safety sign.Kata kunci : as/nzs 4360:2004, konsekuensi, pajanan, kemungkinan, level risiko.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI LABORATORIUM RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Nova Muhani; Dina Dwi Nuryani; Eka Indriyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i4.1084

Abstract

ABSTRAKLaboratorium klinik dengan segala kelengkapan peralatan merupakan tempat berpotensi menimbulkan resiko kepada para penggunanya seperti resiko berasal dari fakto fisik, kimia, ergonomi, dan biologi serta psikososial (Gunawan, 2013). Penelitian ini berisi tentang analisis resiko di Laboratorium Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2017. Tujuannya adalah untuk menilai tingkat Resiko di Laboratorium Abdul Moeloek Bandar Lampung. Metode Identifikasi hazard menggunakan Task Risk Analysis, sedangkan untuk analisis Resiko dilakukan dengan menggunakan metode analisis resiko semikuantitatif dengan kriteria penilaian resiko (consequences, likelihood, dan exposure). Hasil tingkat resiko yang didapatkan yaitu dengan tingkat resiko very high sebanyak 1 resiko (16,7%), Priority sebanyal 2 resiko (50%), priority 3 sebanyak 1 resiko (16,7%), dan acceptable sebanyak 1 resiko (16,7%). Saran yang dapat diberikan yaitu diperlukannya manajemen keselamatan di laboratorium melalui program keselamatan laboratorium.
Analisis Perilaku Pencegahan Skabies pada Santri Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu Lampung Samino Samino; Nova Muhani; Ade Irmayanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i1.3626

Abstract

Skabies merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh tungau Sarcoptes Scabie. Terdapat 18 (72%) santri menyatakan bahwa skabies sangat mengganggu, dan 23 (92%) santri mengungkapkan bahwa menjaga kebersihan diri dapat mencegah terjadinya skabies. Tujuan penelitian diketahui hubungan sikap, norma subjektif dan persepsi terhadap perilaku pencegahan skabies pada santri pondok pesantren Nurul Huda Pringsewu Lampung. Penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Populasi 531 dengan sampel 164 santri. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Random Sampling. Alat ukur kuesioner, analisis data menggunakan uji Chi Square, dengan CI 95%. Variabel independet sikap, norma subjektif dan persepsi, sedangkan variabel dependent perilaku pencegahan skabies. Hasil uji Chi Square menunjukan, ada hubungan antara  sikap terhadap perilaku pencegahan skabies (p=0,01) namun, tidak ada hubungan antara norma subjektif terhadap perilaku pencegahan skabies (p=0,111) dan tidak ada hubungan antara persepsi terhadap perilaku pencegahan skabies (p=0,301). Dapat disimpulkan sikap menjadi penyebab perilaku pencegahan skabies sedangkan norma subjektif dan persepsi bukan menjadi penyebab perilaku pencegahan skabies pada santri. Disarankan bagi responden agar meningkatkan perilaku pencegahan skabies mandi 2x dalam sehari, selalu menjaga kebersihan diri dan menjaga kebersihan lingkungan.
Faktor yang Mempengaruhi Rencana Pemilihan Tempat Persalinan Pada Pasien Peserta JKN di Poliklinik Kandungan dan Kebidanan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2019 Arif Rahman Hakim; Lolita Sary; Nova Muhani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2898

Abstract

Pelayanan kesehatan selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas sangat penting bagi keberlangsungan hidup ibu dan bayi, termasuk dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Tingginya angka kunjungan ANC di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin tidak diikuti dengan tingginya pemanfaatan rawat inap kebidanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rencana pemilihan tempat persalinan pada pasien peserta JKN di poliklinik kandungan dan kebidanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional. Jumlah populasi 417 orang, dengan jumlah sampel 101 orang dan diambil dengan purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari hasil kuesioner rencana pemilihan tempat persalinan dan karakteristik responden (pekerjaan, pendidikan, akses pelayanan kesehatan, status ekonomi, dan diagnosa tenaga medis). Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square. Analisis multivariat dilakukan dengan uji regresi binari logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi responden paling banyak pada kategori rencana pemilihan tempat persalinan FKTP (75 orang, 74,3%), pekerjaan IRT (59 orang, 58,4%), pendidikan perguruan tinggi (52 orang, 51,5%), status ekonomi baik (76 orang, 75,2%), akses pelayanan kesehatan dekat (60 orang, 59,4%), dan diagnosa tenaga medis risiko rendah (75 orang, 74,3%). Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi rencana pemilihan tempat persalinan adalah diagnosa tenaga medis (p<0,001).
Aplikasi Pemanfaatan Buku Kia Menggunakan Media Lembar Balik Dengan Metode Diskusi Dan Ceramah Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Karang Anyar Lampung Selatan Nova Muhani; Khoidar Amirus
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i2.1453

Abstract

gggjj
STUDY COHORT : ANALISIS SURVIVAL PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN KOMORBIDITAS DIABETES MELITUS DENGAN MENGGUNAKAN COX REGRESSION Nova Muhani; Nurhalina Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.1911

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi dan insidens gagal ginjal yang meningkat, prognosis yang buruk dan biaya yang tinggi. PGK merupakan penyebab kematian. Secara global, penyebab PGK terbesar adalah komorbiditas dengan  diabetes mellitus. Berdasarkan survei pendahuluan di unit hemodialisis dari tahun 2014-2017 masing-masing 165,172,238,306 kasus menunjukkan adanya peningkatan jumlah pasien baru dengan diagnosis PGK yang harus menjalani hemodialisis. Semakin meningkatnya pasien baru PGK di RSUDAM Bandar Lampung. Tujuan penelitian mengetahui satatus demografi (umur, jenis kelamin,) dan lama ketahanan hidup pasien PGK yang menjalani hemodialisis berdasarkan komorbiditas diabetes melitus, luaranya Mengetaui probabilitas dan besaran risiko kematian PGK. Desain kohort retrospektif, sampel sebesar 249 responden. Penelitian menggunakan data dari laporan  harian unit hemodialisis dan rekam medis Analisis yang digunakan analisis survival. sebanyak 249 responden bahwa terjadi kematian (Event) sebesar 46%, terdapat 27,3% pasien PGK dengan Komorbiditas Diabetes Melitus. Responden hemodialisa berdasrkan jenis kelamin presentasinya tidak jauh berbeda antara laki-laki (51%) dan perempuan (49%). Hasil uji statistik diperoleh nilai-p=0.001. Dengan α=0,05, (RR=1,9).
HUBUNGAN DISLIPIDEMIA, HIPERTENSI, RIWAYAT DIABETES MELITUS TERHADAP KEJADIAN SINDROMA KORONER AKUT PADA PASIEN POLI JANTUNG DI RSUD AHMAD YANI METRO LAMPUNG 2019 Arif Rahman Hakim; Nova Muhani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.889 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v7i2.2737

Abstract

Hubungan Dislipidemia, Hipertensi, Riwayat Diabetes Melitus Terhadap Kejadian Sindroma Koroner Akut Pada Pasien Poli Jantung di RSUD Ahmad Yani Metro Lampung 2019. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit degeneratif dengan permasalahan yang serius karena prevalensinya yang terus meningkat. fase akut dari jantung koroner atau disebut dengan sindrom koroner akut. Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia, secara global dan yang diakibatkan sindrom koroner akut sebesar 7,4 juta. Terjadinya penyakit ini berhubungan dengan faktor risiko seperti umur, jenis kelamin, keturunan, merokok, hipertensi, diabetes mellitus, dislipidemia, dan obesitas.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Dislipidemia, Hipertensi Dengan riwayat diabetes mellitus dengan kejadian SKA pada pasien yang berkunjung ke poli jantung. Jenis penelitian ini analitik dengan rancangan cross- sectional. Jumlah sampel 100 orang yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan 100 responden, penderita SKA sebanyak 65%, hipertensi 65%, dyslipidemia 62%. riwayat diabetes mellitus 34%, tidak ada hubungan hipertensi dan riwayat diabetes melitus terhadap SKA (P Value 0,161 dan 0,393) ada hubungan dislipidemia dengan SKA P Value 0,000, OR 7,948.
PERBEDAAN PENINGKATAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB ORAL KOMBINASI, DEPOMEDROXY PROGESTERON ACETATE, DAN IMPLANT Mufidah .; Nova Muhani; Nurul Aryatuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v11i2.1753

Abstract

Kontrasepsi hormonal merupakan kontrasepsi dengan peminat tertinggi di Indonesia. Kontrasepsi yang paling umum digunakan adalah POK, DMPA dan Implant di Kabupaten Pringsewu. Salah satu efek samping yang sering terjadi adalah penambahan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Peningkatan Berat Badan Pada Akseptor Kontrasepsi KB Oral Kombinasi (POK), Depomedroxy Progesteron Acetate (DMPA), Dan Implant Di Kabupaten Pringsewu Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, rancangan survey analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel pada penelitian ini adalah akseptor KB hormonal POK, DMPA dan Implant di Kabupaten Pringsewu dengan jumlah 231 orang. Analisis data menggunakan uji Anova.Hasil penelitian didapatkan Kenaikan berat badan responden setelah menggunkan kontrasepsi hormonal tertinggi pada kelompok DMPA 7,04±2,48 Kg, kemudian kelompok POK 4,03±2,76 kg dan yang paling rendah adalah kelompok implant 3,84±2,54 kg. Analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai rata-rata kenaikan berat badan pada akseptor KB Pil Oral Kombinasi (POK), Depo Medroxy Progesterone Acetat (DMPA), dan implant di Kabupaten Pringsewu Lampung tahun 2021 ( p value =0,000). Hasil uji post hoc test menunjukkan ada perbedaan kenaikan berat badan setelah menggunakan KB pada kelompok DMPA dengan POK dan implant ( p value 0,05)