Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Kesejahteraan Psikologis Lansia yang Tinggal di Masyarakat Amalia, Khalisah; Pefbrianti, Diana
Journal of Intan Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v2i2.161

Abstract

Pendahuluan: Masa lanjut usia merupakan masa dimana seseorang mengalami masalah-masalah yang dikarenakan penurunan fisik, psikososial, maupun psikologis, sehingga menyebabkan lansia mengalami kerentanan psikologis yang menyebabkan lansia mengalami rendahnya kesejahteraan psikologis bagi lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kesejahteraan psikologis lansia yang tinggal dimasyarakat Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah lansia yang tinggal di Desa Batu Balian sebanyak 165 lansia. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan menggunakan rumus Slovin 5% dengan jumlah sampel 118 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner Psychological Well-Being Scale (PSWB). Hasil: Kesejahteraan psikologis yang berada pada kategori tinggi sebanyak 44 responden (37,3%), kesejahteraan psikologis yang berada pada kategori sedang sebanyak 53 responden (44,9%), dan kesejahteraan psikologis yang berada pada kategori rendah sebanyak 21 responden (17,8%). Kesimpulan: Gambaran kesejahteraan psikologis lansia yang tinggal di masyarakat Desa Batu Balian berada pada kategori sedang sebanyak 53 responden (44,9%). Saran: penelitian selanjutnya bisa dilakukan dengan menerapkan intervensi dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis bagi lansia di komunitas
Hubungan Komunikasi Efektif dengan Kepuasan Mahasiswa dalam Proses Belajar Mengajar di Stikes Intan Martapura Wirandi, Muhammad; Jumiyati, Jumiyati; Prima Afsyah, Lystiana; Mahribdiani, Rizka; Risda, Nor; Maria, Insana; Pefbrianti, Diana
Journal of Intan Nursing Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v3i1.173

Abstract

Pendahuluan:. Keberhasilan proses belajar mengajar sangat didukung faktor penting yaitu penggunaan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif terdapat proses pertukaran ide, pemikiran, pengetahuan dan informasi sedemikian rupa sehingga tujuan atau niat dapat terpenuhi dengan sebaik mungkin. Komunikasi effektif antara dosen dan mahasiswa akan membangun sebuah ikatan emosi yang positif dan hal ini sangat membantu dalam menghadapi berbagai masalah dalam pendidikan serta peningkatan prestasi belajar bagi mahasiswa. Tujuan: Mengetahui hubungan komunikasi effektif dengan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar di Stikes Intan Martapura. Metode: analitik korelasional dengan jenis cross sectional, responden mahasiswa semester 1 Tahun Akademik 2023/2024 berjumlah 115 orang dengan teknik total samplin, Instrumen menggunakan kuesioner, analisis univariat dan bivariat menggunakan uji spearman rho. Hasil: Hasil dari penelitian ini menggunakan uji spearman rho diperoleh nilai p = 0,000 yang berarti H) di tolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara Komunikasi Effektif dengan Kepuasan Mahasiswa dalam proses belajar mengajar di Stikes Intan Martapura. Kesimpulan: terdapat hubungan yang kuat pada komunikasi effektid dengan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar. Saran:. Penelitian menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan komunikasi effektif dalam perkuliahan dan pengembangan mata kuliah komunikasi dasar keperawatan.
Manajemen Diri Lansia Degan Hipertensi: Self-Management of Elderly People with Hypertension Bardian, Ahmad; Pefbrianti, Diana
Journal of Intan Nursing Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v3i2.162

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi yang banyak diderita oleh masyarakat. Manajemen diri pada penderita hipertensi meliputi kontrol tekanan darah dan pengobatan, perbaiki gaya hidup dan pencegahan terhadap komplikasi yang akan terjadi, pola makan dan umur serta kurangnya aktivitas fisik pada lansia cenderung memiliki status risiko kardiovaskular dan stress psikologi absolut lebih tinggi serta kepatuhan dalam minum obat dan kurangnya interaksi dengan tenaga kesehatan juga menjadi sebab terjadinya manajemen diri. Tujuan: Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen diri lansia dengan hipertensi. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi 811 orang dan sampel 99 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hasil: Kesejahteraan psikologis yang berada pada kategori tinggi sebanyak 44 responden (37,3%), kesejahteraan psikologis yang berada pada kategori sedang sebanyak 53 responden (44,9%), dan kesejahteraan psikologis yang berada pada kategori rendah sebanyak 21 responden (17,8%). Kesimpulan: Dari penelitian ini diperolah hasil dari 90 responden dalam kategori cukup dan dari 5 indikator manajemen diri didapatkan di indikator pertama yaitu integritas diri dari kategori kurang. Saran: Untuk peneliti selanjutnya bisa mengembangkan kembali intervensi yang bisa diberikan agar manajemen diri lansia menjadi lebih baik
Hubungan antara Fungsi Kognitif dengan Kualitas Hidup Lansia di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru: The Relationship between Cognitive Function and Quality of Life of the Elderly at PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru Diky, Diky; Pefbrianti, Diana
Journal of Intan Nursing Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v4i1.290

Abstract

Pendahuluan: Kognitif seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berfikir. kognitif sering kali berpengaruh terhadap kualitas hidup Kualitas hidup merupakan suatu persepsi tentang kondisi lanjut usia yang mencerminkan kehidupan dalam menikmati sisa usia dan bersiap untuk meninggal dengan damai empat domain Kualitas hidup yaitu Kesehatan fisik, Kesehatan psikologi. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup Lansia di PPRSLU Banjarbaru tahun 2024 Metode: Jenis penelitian ini menggunakan korelasi dengan desain cross sectional. populasi adalah lansia di PPRSLU Budi sejahtera Banjarbaru berjumlah 120 orang dengan rumus slovin dengan jumlah sampel 55 orang dengan teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian ini dengan mengunakan instrumen Pengujian Status Mental Portebel Singkat (SPMSQ) untuk kuesioner fungsi kognitif dan WHOQOL-BREF untuk kuesioner kualitas hidup..Menggunakan lembar kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia p value 0,000< (p0,05)dengan nilai rho 0,793 yaitu memiliki hubungan sangat kuat. Kesimpulan: Dari penelitian ini diperolah hasil ada hubungan antara fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia.
Dampak Promosi Media Digital terhadap Peningkatan Penjualan Jengkol Sehat (Jukolat) Heryyanoor, Heryyanoor; Pefbrianti, Diana; Kholdani, Al Fath Riza; Febriana, Annisa; Syafariansyah, Hari
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 25, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v25i2.5991

Abstract

This study aims to analyze the impact of digital media promotion on increasing sales of healthy jengkol (jukolat) in a group of jengkol sellers. This type of research is quasi-experimental with a pre-test and post-test approach. The population and sample were 18 respondents of healthy jengkol sellers (Jukolat). The independent variable is the use of digital media promotion, while the dependent variable is the increase in sales before and after using digital media promotion. The instrument in the study was a questionnaire related to the parameters of each variable using a Likert scale with a score of 1-5 then analyzed using the Wilcoxon test. The results of the study prove that the use of digital media promotion has an effect on increasing sales of healthy jengkol (jukolat), where the better the seller utilizes digital promotional media, the more it will increase sales and income.
Comparative Study of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Therapy and Murottal Therapy on Reducing Pain in Elderly with Hypertension Febriana, Annisa; Lestari, Devi Hairina; Pefbrianti, Diana; Ifansyah, M.Noor
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3159

Abstract

Hypertension is still one of the diseases suffered by many elderly. Complementary therapy is a form of non-pharmacological therapy that is applied to help relieve symptoms due to hypertension. Therapy that can be given is Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) and Relaxation Therapy listening to Murottal Al-Quran. This study aims to compare SEFT therapy and Murottal therapy to reduce pain in elderly with hypertension. This study used Quasy experimental design with pre test and post test. The samples in this study were 15 people in the SEFT group and 15 people in the Murrotal group in PPRSLU Budi Sejahtera. This study used non-probability sampling technique, consecutive sampling type. Data was measured with a visual analog scale (VAS) to measure pain felt by the elderly. Data were analyzed using the Mann Whitney statistical test. results showed that there was no difference between SEFT therapy and Murrotal therapy in reducing pain in hypertensive elderly (p Value 0.473). There is no difference between SEFT therapy and Murottal therapy in reducing pain in hypertensive elderly. Trials of effectiveness in both therapies showed Murottal therapy was more effective than SEFT therapy in reducing pain levels in elderly people with hypertension.
PENGARUH HYPERTENTION FRIENDLY SUPPORT TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PERAWATAN DIRI DAN KEMANDIRIAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Lestari, Devi Hairina; Ifansyah, M Noor; Pefbrianti, Diana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27888

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis. Tatalaksana penyakit kronis dapat dilakukan dengan, health system/sistem kesehatan melalui penyuluhan untuk peningkatan pengetahuan, self-management support/dukungan manajemen diri dengan diet DASH, Asihema therapy dan aktivitas fisik dengan senam defansi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh hypertention friendly support terhadap perubahan perilaku perawatan diri dan kemandirian pada lansia dengan hipertensi Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan pre dan post group design. Jumlah sampel 30 responden yang terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol diambil secara consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Terdapat pengaruh hypertention friendly suport terhadap perawatan diri lansia pada kelompok intervensi (p=0.005), namun tidak terdapat pengaruh pada kelompok kontrol (p=0.07). Tidak terdapat pengaruh hypertention friendly suport terhadap kemandirian lansia pada kelompok intervensi (p=0.039) dan kelompok kontrol (0.149). Terdapat pengaruh hypertention friendly suport terhadap perawatan diri lansia pada kelompok intervensi, namun tidak terdapat pengaruh pada kelompok kontrol. Tidak terdapat pengaruh hypertention friendly suport terhadap kemandirian lansia pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Latihan Meremas Bola Efektif Dalam Mengatasi Gangguan Fungsional Ekstremitas Pada Pasien Pasca Stroke Non Hemoragic: Ball Squeezing Exercises Are Effective in Overcoming Functional Extremity Disorders in Post-Non-Hemorrhagic Stroke Patients Muhammad Said Abdullah; Nadya Resiana Novianty; Diana Pefbrianti; Asni Hasaini; Sazkia Ramadani; Nor Aliza Ramadani
Journal of Intan Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v4i2.420

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi stroke non hemoragic di Kabupaten Banjar tahun 2024 menduduki peringkat 2 dari seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. Kelemahan anggota gerak pada klien stroke non hemoragic dapat mempengaruhi kekuatan otot, melemahnya otot disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke otak yang menjadi penyebab gangguan fungsional. Tujuan: Tujuan pnelitian menganalisis efektifitas latihan motorik halus meremas bola terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragic di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur. Metode: Desain Penelitian yang digunakan merupakan eksperimental one group pretest postest. Dengan populasi di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur sebanyak 36 orang, menggunakan teknik purposive sampling dan besar sampel dalam penelitian ini sebanyak penelitian ini 15 responden yang diberikan intervensi dan latihan meremas bola, Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini ialah kuesioner Wrist Hand Disability Index (WHDI) analisis bivariat uji statistic Wilxocon Signed Rank Test. Hasil: nilai Mean pada skor gangguan fungsional yang dibagi dalam kategori derajat ketergantungan WHDI saat Pre-test sebesar 61,60 dengan standar deviasi 19,364 dan mengalami penurunan setelah diberikan terapi Latihan meremas bola pada pasien pasca stroke non hemoragic diperoleh mean sebesar 36,27 dengan standar deviasi sebesar 16,714. Hasil penelitian menunjukan bahwa latihan motorik halus meremas bola efektif terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien pasca stroke non hemoragic di wilayah kerja puskesmas martapura timur dengan nilai ρ (ρ=0,001) ≤ (α=0,05). Kesimpulan: Dari penelitian ini diperolah hasil latihan motorik halus meremas bola efektif terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien pasca stroke non hemoragic serta terjadi penurunan gangguan fungsi pada ekstremitas atas responden.
Levine’s Conceptual Model-Based Nursing Interventions For Blood Pressure Recovery In The Elderly Diana Pefbrianti; Devi Hairina Lestari; M. Noor Ifansyah
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 3 (2023): August 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v3i3.210

Abstract

Hypertension becomes a problem in old age, more than 50% of people with hypertension are over 60 years old. The application of nursing theory in the provision of nursing care needs to be continuously developed. One of the theories of nursing that can be applied to the elderly who have hypertension is the Levine conservation model. Nursing actions are based on four principles: energy conservation, conservation of structural integrity, conservation of personal integrity and conservation of social integrity. The purpose of this study was to identify the effect of Levine's conceptual model-based nursing interventions on the elderly.The design of this study used quasy experiments with pre and post control groups with a large sample of 20 respondents in each group. The sampling technique used is consecutive sampling with independent variables, namely Levine model-based nursing interventions (benson relaxation techniqued, deep breath relaxation techniqued, progressive muscle relaxation technique and health education), Dependent variable in this study were sleep disorders, pain, anxiety and family support. The research instruments used are sleep quality scale (SQS), Numeric rating scale, Hamilton anxiety rating scale and family support scale. The research was carried out at the Budi Sejahtera Banjarbaru Elderly Social Protection and Rehabilitation Institution (PPRSLU). The statistical test used in this study was man whitney test. The test results found that Levine-based interventions had an effect on sleep disorders (p=0.016), but had no effect on pain (p=0.67), anxiety (p=1.00), family support (p=0.63). In elderly with hypertension, nurses need to help the elderly so that the problem of hypertension is resolved and able to fight disability. Levine-based interventions can be applied for the recovery of symptoms of hypertension.
HUBUNGAN KOMUNIKASI EFEKTIF PETUGAS BPJS DENGAN TINGKAT KEPUASAN LAYANAN PESERTA BPJS DI DESA INDRASARI KABUPATEN BANJAR TAHUN 2026 Sevia Yuli Yana; M. Noor Ifansyah; Diana Pefbrianti; Fahriadi
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 7 No 1 (2026): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v7i1.894

Abstract

Effective communication is one of the key factors in improving service quality and participant satisfaction in BPJS Health services. Unclear information, lack of responsiveness from officers, and limited participant understanding of service procedures may affect service satisfaction. This study aimed to analyze the relationship between effective communication of BPJS officers and the level of service satisfaction among BPJS participants in Indrasari Village, Banjar Regency, in 2026. This research employed a quantitative method with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. The study population consisted of 8,635 active BPJS participants, with a sample of 100 respondents selected using stratified random sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using univariate analysis and Fisher’s Exact Test. The results showed that the majority of respondents perceived BPJS officers’ communication as effective (81%) and reported satisfaction with the services provided (81%). Bivariate analysis revealed a significant relationship between effective communication and participant service satisfaction (p-value = 0.001). These findings indicate that clear, responsive, and empathetic communication plays an important role in enhancing participant satisfaction with BPJS services. Therefore, improving officers’ communication competencies through regular training and service evaluations is essential to support service quality improvement and increase participant satisfaction.