Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Levine’s Conceptual Model-Based Nursing Interventions For Blood Pressure Recovery In The Elderly Pefbrianti, Diana; Hairina Lestari, Devi; Noor Ifansyah, M.
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 3 (2023): August 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v3i3.210

Abstract

Hypertension becomes a problem in old age, more than 50% of people with hypertension are over 60 years old. The application of nursing theory in the provision of nursing care needs to be continuously developed. One of the theories of nursing that can be applied to the elderly who have hypertension is the Levine conservation model. Nursing actions are based on four principles: energy conservation, conservation of structural integrity, conservation of personal integrity and conservation of social integrity. The purpose of this study was to identify the effect of Levine's conceptual model-based nursing interventions on the elderly.The design of this study used quasy experiments with pre and post control groups with a large sample of 20 respondents in each group. The sampling technique used is consecutive sampling with independent variables, namely Levine model-based nursing interventions (benson relaxation techniqued, deep breath relaxation techniqued, progressive muscle relaxation technique and health education), Dependent variable in this study were sleep disorders, pain, anxiety and family support. The research instruments used are sleep quality scale (SQS), Numeric rating scale, Hamilton anxiety rating scale and family support scale. The research was carried out at the Budi Sejahtera Banjarbaru Elderly Social Protection and Rehabilitation Institution (PPRSLU). The statistical test used in this study was man whitney test. The test results found that Levine-based interventions had an effect on sleep disorders (p=0.016), but had no effect on pain (p=0.67), anxiety (p=1.00), family support (p=0.63). In elderly with hypertension, nurses need to help the elderly so that the problem of hypertension is resolved and able to fight disability. Levine-based interventions can be applied for the recovery of symptoms of hypertension.
STUDI KOMPARASI EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK DENGAN AKUPRESSUR DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI Hidayat, Taufik; Pefbrianti, Diana; Ifansyah, M Noor; Mahribdiani, Rizka
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.407

Abstract

Pendahuluan : Prevalensi Hipertensi tetinggi pada golongan lansia. Penyakit ini memerlukan pengobatan secara terus menerus, sedangkan tubuh lansia mengalami penurunan toleransi akan obat kimia. Intervensi non-farmakologis sangat diperlukan untuk menunjang perawatan lansia dirumah. Tujuan : Membandingkan efektivitas terapi musik dengan akupresur dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan Hipertensi. Metode : Penelitian studi komparasi menggunakan desain quasi eksperimen pre-posttest with comparison group pada lansia Hipertensi di Panti PPRSLU Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing berjumlah 15 responden menggunakan purposive sampling. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital sebelum dan sesudah intervensi selama 2 minggu. Analisis Data melalui uji paired t test, Wilcoxon, dan Mann Whitney dengan SPSS versi 27. Hasil : Terapi musik efektif menurunkan tekanan diastole (p value = 0,017), dan akupresur efektif menurunkan tekanan sistole (ρ value = 0,017). Hasil uji komparasi kedua terapi pada tekanan sistole p value = 0,652 dan diastole p value = 0,051 sehingga disimpulkan tidak ada perbedaan yang bermakna diantara kedua terapi dalam menurunkan tekanan darah lansia dengan Hipertensi atau tidak ada yang lebih efektif diantara kedua terapi tersebut. Saran : Terapi musik dan terapi akupresur dapat direkomendasikan menjadi terapi ajuvan dalam perawatan lansia Hipertensi.
Latihan Meremas Bola Efektif Dalam Mengatasi Gangguan Fungsional Ekstremitas Pada Pasien Pasca Stroke Non Hemoragic: Ball Squeezing Exercises Are Effective in Overcoming Functional Extremity Disorders in Post-Non-Hemorrhagic Stroke Patients Abdullah , Muhammad Said; Novianty, Nadya Resiana; Pefbrianti, Diana; Hasaini, Asni; Ramadani, Sazkia; Ramadani, Nor Aliza
Journal of Intan Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v4i2.420

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi stroke non hemoragic di Kabupaten Banjar tahun 2024 menduduki peringkat 2 dari seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. Kelemahan anggota gerak pada klien stroke non hemoragic dapat mempengaruhi kekuatan otot, melemahnya otot disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke otak yang menjadi penyebab gangguan fungsional. Tujuan: Tujuan pnelitian menganalisis efektifitas latihan motorik halus meremas bola terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragic di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur. Metode: Desain Penelitian yang digunakan merupakan eksperimental one group pretest postest. Dengan populasi di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur sebanyak 36 orang, menggunakan teknik purposive sampling dan besar sampel dalam penelitian ini sebanyak penelitian ini 15 responden yang diberikan intervensi dan latihan meremas bola, Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini ialah kuesioner Wrist Hand Disability Index (WHDI) analisis bivariat uji statistic Wilxocon Signed Rank Test. Hasil: nilai Mean pada skor gangguan fungsional yang dibagi dalam kategori derajat ketergantungan WHDI saat Pre-test sebesar 61,60 dengan standar deviasi 19,364 dan mengalami penurunan setelah diberikan terapi Latihan meremas bola pada pasien pasca stroke non hemoragic diperoleh mean sebesar 36,27 dengan standar deviasi sebesar 16,714. Hasil penelitian menunjukan bahwa latihan motorik halus meremas bola efektif terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien pasca stroke non hemoragic di wilayah kerja puskesmas martapura timur dengan nilai ρ (ρ=0,001) ≤ (α=0,05). Kesimpulan: Dari penelitian ini diperolah hasil latihan motorik halus meremas bola efektif terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien pasca stroke non hemoragic serta terjadi penurunan gangguan fungsi pada ekstremitas atas responden.