Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STUDI KOMPARASI EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK DENGAN AKUPRESSUR DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI Hidayat, Taufik; Pefbrianti, Diana; Ifansyah, M Noor; Mahribdiani, Rizka
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.407

Abstract

Pendahuluan : Prevalensi Hipertensi tetinggi pada golongan lansia. Penyakit ini memerlukan pengobatan secara terus menerus, sedangkan tubuh lansia mengalami penurunan toleransi akan obat kimia. Intervensi non-farmakologis sangat diperlukan untuk menunjang perawatan lansia dirumah. Tujuan : Membandingkan efektivitas terapi musik dengan akupresur dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan Hipertensi. Metode : Penelitian studi komparasi menggunakan desain quasi eksperimen pre-posttest with comparison group pada lansia Hipertensi di Panti PPRSLU Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing berjumlah 15 responden menggunakan purposive sampling. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital sebelum dan sesudah intervensi selama 2 minggu. Analisis Data melalui uji paired t test, Wilcoxon, dan Mann Whitney dengan SPSS versi 27. Hasil : Terapi musik efektif menurunkan tekanan diastole (p value = 0,017), dan akupresur efektif menurunkan tekanan sistole (ρ value = 0,017). Hasil uji komparasi kedua terapi pada tekanan sistole p value = 0,652 dan diastole p value = 0,051 sehingga disimpulkan tidak ada perbedaan yang bermakna diantara kedua terapi dalam menurunkan tekanan darah lansia dengan Hipertensi atau tidak ada yang lebih efektif diantara kedua terapi tersebut. Saran : Terapi musik dan terapi akupresur dapat direkomendasikan menjadi terapi ajuvan dalam perawatan lansia Hipertensi.
Latihan Meremas Bola Efektif Dalam Mengatasi Gangguan Fungsional Ekstremitas Pada Pasien Pasca Stroke Non Hemoragic: Ball Squeezing Exercises Are Effective in Overcoming Functional Extremity Disorders in Post-Non-Hemorrhagic Stroke Patients Abdullah , Muhammad Said; Novianty, Nadya Resiana; Pefbrianti, Diana; Hasaini, Asni; Ramadani, Sazkia; Ramadani, Nor Aliza
Journal of Intan Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v4i2.420

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi stroke non hemoragic di Kabupaten Banjar tahun 2024 menduduki peringkat 2 dari seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. Kelemahan anggota gerak pada klien stroke non hemoragic dapat mempengaruhi kekuatan otot, melemahnya otot disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke otak yang menjadi penyebab gangguan fungsional. Tujuan: Tujuan pnelitian menganalisis efektifitas latihan motorik halus meremas bola terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragic di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur. Metode: Desain Penelitian yang digunakan merupakan eksperimental one group pretest postest. Dengan populasi di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur sebanyak 36 orang, menggunakan teknik purposive sampling dan besar sampel dalam penelitian ini sebanyak penelitian ini 15 responden yang diberikan intervensi dan latihan meremas bola, Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini ialah kuesioner Wrist Hand Disability Index (WHDI) analisis bivariat uji statistic Wilxocon Signed Rank Test. Hasil: nilai Mean pada skor gangguan fungsional yang dibagi dalam kategori derajat ketergantungan WHDI saat Pre-test sebesar 61,60 dengan standar deviasi 19,364 dan mengalami penurunan setelah diberikan terapi Latihan meremas bola pada pasien pasca stroke non hemoragic diperoleh mean sebesar 36,27 dengan standar deviasi sebesar 16,714. Hasil penelitian menunjukan bahwa latihan motorik halus meremas bola efektif terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien pasca stroke non hemoragic di wilayah kerja puskesmas martapura timur dengan nilai ρ (ρ=0,001) ≤ (α=0,05). Kesimpulan: Dari penelitian ini diperolah hasil latihan motorik halus meremas bola efektif terhadap penurunan gangguan fungsional ekstremitas atas pada pasien pasca stroke non hemoragic serta terjadi penurunan gangguan fungsi pada ekstremitas atas responden.
Chair-Based Exercise is An Effective Method For Improving Cognitive Function and Quality of Life in The Elderly Pefbrianti, Diana; Noor Ifansyah, M
International Journal Of Community Service Vol. 6 No. 2 (2026): May 2026 ( Indonesia - Thailand - Philippines)
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v6i2.980

Abstract

The community service partner is the elderly and families in Tambak Baru Ilir Village. There are still many elderly people who suffer cognitive impairment and decreased quality of life. Most elderly people ignore this because they don't think it's physically threatening, leading to the elderly becoming dependent on others around them. Elderly and families need to be socialized about non farmacology treatment to solve this problem, such as chair based exercise. Chair Based Exercise (CBE) is a structured physical exercise intervention carried out in a sitting position, specifically designed for elderly people with physical limitations, weaknesses, or those at high risk of falling. CBE to address issues caused by cognitive impairment and decreased quality life through skrinning cognitive function and quality of life in the elderly, demonstrated for 60-minute exercise session for 25 elderly individuals. The result of the CBE demonstration was that the elderly and their families feel enthusiastic about this activity. In kognitif function, majority elderly are in intact cognitive function category and all are in the moderate quality of life category. CBE can have a positive impact on elderly individuals who face issues due to cognitive impairment and decreased quality of life, helping them to maintain their lives and continually respond to their surrounding environment.