Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peran Perawat dalam Manajemen Luka Kronik Berbasis Pendekatan Holistik dan Edukasi Pasien: Tinjauan Literatur Didit Kurniawan; Muh.Yusuf Ryza Alhabsyi; Waode Harfianti; Nita Erlina; Antiska Treaspuji; Wingki Wingki; Islaeli Islaeli
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1400

Abstract

Perawatan luka merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan mempercepat proses penyembuhan, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, metode perawatan luka telah mengalami transformasi dari pendekatan tradisional menjadi pendekatan modern berbasis evidence-based practice. Berbagai inovasi, seperti moist wound healing, negative pressure wound therapy (NPWT), dan smart dressing, telah dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas penyembuhan luka. Selain itu, kolaborasi interprofesional, edukasi pasien, dan pemanfaatan terapi alami seperti madu juga menjadi bagian penting dalam perawatan luka modern. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan melakukan sintesis terhadap berbagai hasil penelitian yang membahas perkembangan dan efektivitas perawatan luka modern. Literatur yang dianalisis mencakup penelitian mengenai penggunaan teknologi perawatan luka, kolaborasi tim kesehatan, edukasi pasien, terapi madu pada ulkus diabetikum, serta pengaruh perawatan luka intensif terhadap kualitas hidup pasien dengan luka kronik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa perawatan luka modern memberikan manfaat yang signifikan dalam proses penyembuhan luka. Penggunaan metode moist wound healing, NPWT, dan smart dressing terbukti mampu meningkatkan kecepatan penyembuhan dibandingkan metode konvensional. Kolaborasi antara tenaga medis dan perawat berpengaruh positif terhadap kualitas perawatan luka pascaoperasi. Edukasi kesehatan juga meningkatkan kemampuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan luka kronik secara mandiri di rumah. Selain itu, terapi madu pada pasien ulkus diabetikum terbukti efektif dalam mempercepat penyembuhan serta mencegah infeksi melalui aktivitas antibakteri alami. Pasien yang mendapatkan perawatan intensif di klinik luka menunjukkan kualitas hidup yang lebih baik, terutama pada aspek fisik dan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan perawatan luka tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi modern, tetapi juga oleh kolaborasi multidisiplin dan keterlibatan aktif pasien dalam proses perawatan. Penerapan teknologi seperti moist wound healing, NPWT, dan smart dressing mampu menciptakan lingkungan luka yang optimal sehingga mempercepat regenerasi jaringan. Di sisi lain, edukasi berkelanjutan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap perawatan yang diberikan. Terapi madu dapat menjadi alternatif yang efektif dan ekonomis dalam penanganan ulkus diabetikum. Dengan demikian, integrasi teknologi, terapi inovatif, edukasi, dan kerja sama interprofesional merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas perawatan luka, mencegah komplikasi, serta mendukung kesejahteraan pasien secara holistik.
Peran Perawat Dalam Manajemen Luka Bakar: Literatur Review Karaeng Nur Aprilia; Ratmin Ratmin; Litany Nurulhidjah; Wa Anja; Sitti Vizanti; Islaeli Islaeli
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1402

Abstract

Luka bakar merupakan masalah kesehatan global yang memiliki dampak luas terhadap aspek fisik, psikologis, dan sosial pasien, sehingga membutuhkan manajemen keperawatan yang komprehensif. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menetahui bagaimana peran perawat dalam manajemen luka bakar berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif melalui pencarian artikel pada Google Scholar dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait perawatan luka bakar dan peran perawat. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perawat memiliki peran sentral dalam penilaian derajat luka bakar, pencegahan infeksi, perawatan luka aseptik, pengendalian nyeri, serta dukungan psikososial bagi pasien. Selain itu, edukasi kepada keluarga khususnya terkait pertolongan pertama pada luka bakar anak dan dewasa terbukti meningkatkan pengetahuan dan mencegah penanganan awal yang keliru. Peran perawat dalam kolaborasi multidisiplin juga terbukti berkontribusi pada peningkatan hasil klinis seperti penyembuhan luka yang lebih cepat, penurunan tingkat infeksi, dan pemulihan psikososial yang lebih baik. Secara keseluruhan, tinjauan ini menegaskan bahwa perawat merupakan komponen kunci dalam manajemen luka bakar yang holistik dan berbasis bukti, sehingga penguatan kompetensi dan pendidikan berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas perawatan.
Efektivitas Reposisi dalam Pencegahan Luka Tekan pada Pasien Immobilisasi:Literature Review Egis Widiya Saputri; Reni Saddiah; Jeniarsi Jeniarsi; Junuarti Junuarti; Muh. Khairul Anwar; Islaeli Islaeli
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1433

Abstract

Luka tekan (pressure ulcer) merupakan komplikasi serius yang kerap terjadi pada pasien dengan kondisi immobilisasi akibat tekanan berkepanjangan pada area tubuh tertentu yang menyebabkan iskemia jaringan dan kerusakan integritas kulit. Kondisi ini berdampak pada peningkatan morbiditas, lama rawat inap, serta biaya perawatan. Upaya pencegahan luka tekan menjadi prioritas dalam asuhan keperawatan, dan salah satu intervensi utama yang terbukti efektif ialah perubahan posisi (repositioning) secara teratur. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan melakukan pencarian artikel melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci "pressure ulcer prevention", "repositioning", dan "immobilized patients". Artikel yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 9 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan posisi secara berkala, khususnya setiap dua jam, efektif dalam menurunkan risiko luka tekan dengan cara meredistribusi tekanan dan memperlancar perfusi jaringan. Efektivitas reposisi meningkat bila dikombinasikan dengan intervensi lain seperti penggunaan kasur bertekanan rendah, perawatan kulit dengan Virgin Coconut Oil, serta edukasi pasien dan keluarga. Selain itu, penerapan pendekatan multifaktorialmeliputi reposisi, penilaian risiko, manajemen nutrisi, dan dukungan teknologi menunjukkan hasil pencegahan yang lebih optimal. Secara keseluruhan, reposisi merupakan intervensi keperawatan yang sederhana namun krusial dalam pencegahan luka tekan pada pasien immobilisasi. Implementasi reposisi yang konsisten dan berbasis penilaian risiko menjadi komponen fundamental dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien.
The Critical Role of Adolescent Girls’ Adherence to Taking Blood Supplement Tablets as A Key to Preventing Early Stunting Islaeli Islaeli; Ari Nofitasari; Asbath Said; Sartini Risky; Islamiyah Islamiyah; Anisa Purnamasari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5037

Abstract

Anemia is a common health problem in adolescent girls that risks causing complications during pregnancy and stunting in children. Blood supplementation tablets are an effective intervention, but the compliance of adolescent girls in consuming them is still low. Objective: This study aimed to analyze adherence to taking blood supplement tablets in adolescent girls. Methods: With a mixed-method design and involving 124 respondents from a total population of 180 adolescent girls, this study used simple random sampling and chi-square statistical analysis to assess the relationship between knowledge variables and the role of parents, as well as in-depth interviews to assess the role of health workers and schools. Results: The results showed that there was a significant association between knowledge (p < 0.001) and parental role (p 0.001) with the compliance of adolescent girls in taking blood supplement tablets. Interview findings also revealed that health workers and schools distribute blood supplement tablets every month to support efforts to increase adherence. Conclusion: knowledge, parental support, and the active role of health and school personnel play an important role in improving the adherence of adolescent girls to taking blood supplement tablets. It is recommended that all parties, especially parents and schools, collaborate to improve adolescents' understanding and adherence to taking blood supplement tablets.
Penyuluhan Mengenal Tanda Dan Gejala Demam Berdarah Dengue Di Puskesmas Abeli Islamiyah; Asri Dwi Novianti; Islaeli Islaeli; Waode Rahmadania; Yulli Fety; Waode Aisa Zoahira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/b296w640

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi virus Aedes aegypti. Gejala penyakit ini berupa demam yang terus-menerus dan dapat berlanjut terjadinya perdarahan. Dampak buruk Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tidak tertangani dapat menyebabkan kematian, terutama karena terjadinya dehidrasi saat demam dan adanya perdarahan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan agar masyarakat mampu mengenali tanda dan gejala Demam Berdarah Dengue (DBD), penanganan yang dapat dilakukan di rumah saat ada anggota keluarga yang mengalami demam, dan segera membawa anggota keluarga yang sakit ke pusat pelayanan kesehatan jika menunjukkan tanda keparahan DBD. Sehingga dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian pada penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Abeli, dengan peserta masyarakat yang hadir pada posyandu ibu dan balita. Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 27 Juli 2024. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penyakit Demam Berdarah dengue.
Pembuatan Buku Resep Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Desa Mekar Jaya Kecamatan Moramo Utara Yulli Fety; Islaeli; Ari Nofitasari; Citra Dewi; Nurqomariah; Mulyadi Prasetyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/d9s12k80

Abstract

MP-ASI adalah makanan dan minuman yang diberikan kepada anak usia 6–24 bulan untuk pemenuhan kebutuhan gizinya. WHO bersama dengan Kementrian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menegaskan bahwa usia hingga 6 bulan hanya diberikan ASI eksklusif saja. Desa mekar Jaya merupakan Desa yang berada di wilayah Kerja Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Berdasarkan data survey awal, menunjukan bahwa Desa Sanggula memiliki 9 ibu hamil dan jumlah bayi 2 tahun sebanyak 55. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Moramo Utara masih terdapat beberapa anak yang mengalami gangguan pertumbuhan (Stunting). Salah satu alternatif penurunan angka stunting yaitu dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), sehingga tim pelaksana tertarik untuk membuat buku menu resep MP-ASI. Buku menu resep tersebut juga telah dibagikan kepada ibu yang memiliki anak usia 1-2 tahun. Pembagian buku tersebut dilakukan pada saat pelaksanaan penyuluhan tentang edukasi gizi seimbang dan Demo pembuatan salah satu menu  MPASI yaitu Nugget Ayam Tempe sayuran. Adapun jumlah resep yang terdapat dalam buku tersebut yaitu 15 menu.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang First Aid Pada Kasus Tenggelam di Kelurahan Nambo Nurdin Nurdin; Asbath Asbath; Islaeli Islaeli; Wa Ode Aisa Zoahira; Zahalim Zahalim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v4i2.1353

Abstract

Salah satu kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat yakin kasus tenggelam. Data menunjukkan bahwa insiden tenggelam lebih sering terjadi pada masyarakat yang tinggal di sekitar perairan seperti sungai atau pantai, baik yang memanfaatkan wilayah tersebut sebagai sumber mata pencaharian maupun sebagai lokasi rekreasi. Secara global, setiap tahun diperkirakan terdapat sekitar 300.000 kematian akibat tenggelam. Peristiwa tenggelam menempati urutan penyebab kematian keempat pada anak usia 1–4 tahun dan peringkat ketiga pada anak usia 5–14 tahun. Menurut data Badan SAR Nasional Sulawesi Tenggara, pada tahun 2015 tercatat 12 kematian akibat tenggelam di berbagai lokasi. Angka ini meningkat menjadi 17 kasus pada tahun 2016. Sementara itu, hingga Februari tahun 2017 tercatat dua kasus meninggal akibat tenggelam. Data tersebut menunjukkan bahwa kejadian tenggelam masih menjadi permasalahan keselamatan masyarakat di wilayah tersebut. Upaya pencegahan dan penanganan dini dapat dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat pesisir mengenai teknik resusitasi jantung paru sebagai tindakan pertolongan awal pada korban tenggelam. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pemberian pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai penanganan kasus tenggelam serta demonstrasi praktik RJP. Kegiatan diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan warga di Kelurahan Nambo. Adapun hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar kurang dengan jumlah 15 orang (50%), pengetahuan cukup 10 orang (33%) dan pengetahuan baik 5 orang (17%). Setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan cukup 21 orang (70%), pengetahuan baik sebanyak 7 orang (23%) dan pengetahuan kurang menurun menjadi 2 orang (7%).
Pendekatan Modern Dalam Manajemen Luka Bakar : Tinjauan Literatur Tentang Balutan Inovatif Dan Terapi Adjuvan Dearahayu; Chindy Nur Fadilla; Dea; Anggi Suciyana Safitri; Anyu Tasyaning; Islaeli Islaeli
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/05633s65

Abstract

Burns are a condition that can cause high morbidity due to tissue damage, a high risk of infection, fluid loss, and obstacles to the healing process. Various modern treatment strategies continue to be developed to improve clinical outcomes and minimize complications. Objective: This review aims to evaluate the effectiveness of various innovative dressings and current adjuvant therapies—including hydrogel, next-generation silver sulfadiazine, silver nanoparticles, and alginate–zeolite biomaterials—in accelerating burn wound healing. Methods: The method used is a literature review method by searching articles using the PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect databases with keywords burn injury, hydrogel dressing, silver sulfadiazine, silver nanoparticles, alginate hydrogel, and adjuvant therapy, limited to publications from 2020-2025 and filtered based on certain inclusion criteria. A total of eight selected articles were then analyzed thematically. Results: The results indicate that modern dressings and adjuvant therapies provide superior clinical outcomes compared to conventional methods, including accelerated re-epithelialization, reduced infection, and improved new tissue quality. Conclusion: Overall, the use of biomaterials and nanomedicine technology can be considered more effective in supporting burn wound healing and is worthy of consideration as a recommendation in clinical practice
Relationship Between Knowledge Of Mothers Of Toddlers And Behavior To Prevent Recurrent Pneumonia At Southeast Sulawesi Province Islaeli Islaeli; Ari Nofitasari; Astri Astri
Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 3 (2024): Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 3 June 2024
Publisher : PT. Nursing Genius Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65874/ngj/v1.i3.2024.57

Abstract

Background:  Pneumonia causes more deaths in children under five than AIDS, malaria and measles combined. If toddlers is not handled and cared for properly, pneumonia can recur or be called recurrent pneumonia. Based on initial data collection for the last 3 months, the number of cases of recurrent pneumonia in toddlers in the Bahteramas Hospital Poly room in 2022 was 36 cases.  Purpose:  This study was to determine whether there is a relationship between the knowledge of mothers under five and the behavior of preventing recurrent pneumonia at Bahteramas General Hospital, Southeast Sulawesi Province.  Methods:  research used is quantitative research. The design used in this study is a correlational analytic study using a cross sectional study approach. The total population in this study was 36 respondents with a total sample of 33 respondents. Results:  The results of statistical tests using the chi-square test obtained a p value of 0.000 which is less than α (0.05) meaning that there is a relationship between knowledge and behavior to prevent recurrent pneumonia. Conclusion:  This study found a significant relationship between the knowledge of mothers with toddlers and the behavior of preventing recurrent pneumonia at Bahteramas General Hospital, Southeast Sulawesi Province. Education for mothers with toddlers is essential to enhance efforts to prevent recurrent pneumonia in their children.
Faktor yang berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Lalonggasumeeto Konawe Sulawesi Tenggara Enji Aniston; Islaeli; Syawal Abdurahman
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1239

Abstract

ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas pada balita. Survey pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Lalonggasumeeto menunjukkan dari 10 rumah, 4 terdapat anggota keluarga perokok aktif, 4 rumah dihuni 7–10 orang, serta 2 balita tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 78 balita, sampel 43 responden dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan Phi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kepadatan hunian (p=0,001), imunisasi (p=0,013), dan perilaku merokok (p=0,004) dengan kejadian ISPA. Penelitian ini merekomendasikan Puskesmas melakukan penyuluhan rutin mengenai bahaya rokok, pentingnya imunisasi lengkap, serta menjaga sirkulasi udara rumah. Ibu balita diharapkan mematuhi jadwal imunisasi dan memastikan lingkungan rumah bebas asap rokok.