Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Critical Role of Adolescent Girls’ Adherence to Taking Blood Supplement Tablets as A Key to Preventing Early Stunting Islaeli Islaeli; Ari Nofitasari; Asbath Said; Sartini Risky; Islamiyah Islamiyah; Anisa Purnamasari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5037

Abstract

Anemia is a common health problem in adolescent girls that risks causing complications during pregnancy and stunting in children. Blood supplementation tablets are an effective intervention, but the compliance of adolescent girls in consuming them is still low. Objective: This study aimed to analyze adherence to taking blood supplement tablets in adolescent girls. Methods: With a mixed-method design and involving 124 respondents from a total population of 180 adolescent girls, this study used simple random sampling and chi-square statistical analysis to assess the relationship between knowledge variables and the role of parents, as well as in-depth interviews to assess the role of health workers and schools. Results: The results showed that there was a significant association between knowledge (p < 0.001) and parental role (p 0.001) with the compliance of adolescent girls in taking blood supplement tablets. Interview findings also revealed that health workers and schools distribute blood supplement tablets every month to support efforts to increase adherence. Conclusion: knowledge, parental support, and the active role of health and school personnel play an important role in improving the adherence of adolescent girls to taking blood supplement tablets. It is recommended that all parties, especially parents and schools, collaborate to improve adolescents' understanding and adherence to taking blood supplement tablets.
Penyuluhan Mengenal Tanda Dan Gejala Demam Berdarah Dengue Di Puskesmas Abeli Islamiyah; Asri Dwi Novianti; Islaeli Islaeli; Waode Rahmadania; Yulli Fety; Waode Aisa Zoahira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/b296w640

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi virus Aedes aegypti. Gejala penyakit ini berupa demam yang terus-menerus dan dapat berlanjut terjadinya perdarahan. Dampak buruk Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tidak tertangani dapat menyebabkan kematian, terutama karena terjadinya dehidrasi saat demam dan adanya perdarahan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan agar masyarakat mampu mengenali tanda dan gejala Demam Berdarah Dengue (DBD), penanganan yang dapat dilakukan di rumah saat ada anggota keluarga yang mengalami demam, dan segera membawa anggota keluarga yang sakit ke pusat pelayanan kesehatan jika menunjukkan tanda keparahan DBD. Sehingga dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian pada penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Abeli, dengan peserta masyarakat yang hadir pada posyandu ibu dan balita. Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 27 Juli 2024. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penyakit Demam Berdarah dengue.
Pembuatan Buku Resep Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Desa Mekar Jaya Kecamatan Moramo Utara Yulli Fety; Islaeli; Ari Nofitasari; Citra Dewi; Nurqomariah; Mulyadi Prasetyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/d9s12k80

Abstract

MP-ASI adalah makanan dan minuman yang diberikan kepada anak usia 6–24 bulan untuk pemenuhan kebutuhan gizinya. WHO bersama dengan Kementrian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menegaskan bahwa usia hingga 6 bulan hanya diberikan ASI eksklusif saja. Desa mekar Jaya merupakan Desa yang berada di wilayah Kerja Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Berdasarkan data survey awal, menunjukan bahwa Desa Sanggula memiliki 9 ibu hamil dan jumlah bayi 2 tahun sebanyak 55. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Moramo Utara masih terdapat beberapa anak yang mengalami gangguan pertumbuhan (Stunting). Salah satu alternatif penurunan angka stunting yaitu dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), sehingga tim pelaksana tertarik untuk membuat buku menu resep MP-ASI. Buku menu resep tersebut juga telah dibagikan kepada ibu yang memiliki anak usia 1-2 tahun. Pembagian buku tersebut dilakukan pada saat pelaksanaan penyuluhan tentang edukasi gizi seimbang dan Demo pembuatan salah satu menu  MPASI yaitu Nugget Ayam Tempe sayuran. Adapun jumlah resep yang terdapat dalam buku tersebut yaitu 15 menu.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang First Aid Pada Kasus Tenggelam di Kelurahan Nambo Nurdin Nurdin; Asbath Asbath; Islaeli Islaeli; Wa Ode Aisa Zoahira; Zahalim Zahalim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v4i2.1353

Abstract

Salah satu kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat yakin kasus tenggelam. Data menunjukkan bahwa insiden tenggelam lebih sering terjadi pada masyarakat yang tinggal di sekitar perairan seperti sungai atau pantai, baik yang memanfaatkan wilayah tersebut sebagai sumber mata pencaharian maupun sebagai lokasi rekreasi. Secara global, setiap tahun diperkirakan terdapat sekitar 300.000 kematian akibat tenggelam. Peristiwa tenggelam menempati urutan penyebab kematian keempat pada anak usia 1–4 tahun dan peringkat ketiga pada anak usia 5–14 tahun. Menurut data Badan SAR Nasional Sulawesi Tenggara, pada tahun 2015 tercatat 12 kematian akibat tenggelam di berbagai lokasi. Angka ini meningkat menjadi 17 kasus pada tahun 2016. Sementara itu, hingga Februari tahun 2017 tercatat dua kasus meninggal akibat tenggelam. Data tersebut menunjukkan bahwa kejadian tenggelam masih menjadi permasalahan keselamatan masyarakat di wilayah tersebut. Upaya pencegahan dan penanganan dini dapat dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat pesisir mengenai teknik resusitasi jantung paru sebagai tindakan pertolongan awal pada korban tenggelam. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pemberian pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai penanganan kasus tenggelam serta demonstrasi praktik RJP. Kegiatan diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan warga di Kelurahan Nambo. Adapun hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar kurang dengan jumlah 15 orang (50%), pengetahuan cukup 10 orang (33%) dan pengetahuan baik 5 orang (17%). Setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan cukup 21 orang (70%), pengetahuan baik sebanyak 7 orang (23%) dan pengetahuan kurang menurun menjadi 2 orang (7%).
Pendekatan Modern Dalam Manajemen Luka Bakar : Tinjauan Literatur Tentang Balutan Inovatif Dan Terapi Adjuvan Dearahayu; Chindy Nur Fadilla; Dea; Anggi Suciyana Safitri; Anyu Tasyaning; Islaeli Islaeli
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/05633s65

Abstract

Burns are a condition that can cause high morbidity due to tissue damage, a high risk of infection, fluid loss, and obstacles to the healing process. Various modern treatment strategies continue to be developed to improve clinical outcomes and minimize complications. Objective: This review aims to evaluate the effectiveness of various innovative dressings and current adjuvant therapies—including hydrogel, next-generation silver sulfadiazine, silver nanoparticles, and alginate–zeolite biomaterials—in accelerating burn wound healing. Methods: The method used is a literature review method by searching articles using the PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect databases with keywords burn injury, hydrogel dressing, silver sulfadiazine, silver nanoparticles, alginate hydrogel, and adjuvant therapy, limited to publications from 2020-2025 and filtered based on certain inclusion criteria. A total of eight selected articles were then analyzed thematically. Results: The results indicate that modern dressings and adjuvant therapies provide superior clinical outcomes compared to conventional methods, including accelerated re-epithelialization, reduced infection, and improved new tissue quality. Conclusion: Overall, the use of biomaterials and nanomedicine technology can be considered more effective in supporting burn wound healing and is worthy of consideration as a recommendation in clinical practice