Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Manajemen Komunikasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bantul dalam Merehabilitasi Remaja Pengguna Narkoba Putri, Mutiara Dahlia Elisa; Prathisara, Gibbran
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 2 (2025): Mei - Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i2.3261

Abstract

This study focuses on the communication management implemented by the National Narcotics Agency (BNNK) of Bantul Regency in its rehabilitation efforts for adolescent drug users. Drug abuse in Indonesia, particularly in Bantul Regency, shows alarming figures, with victims coming from various groups, ranging from teenagers to the elderly. However, adolescents are the main target group in this rehabilitation program, considering that during adolescence there is a tendency for high curiosity that makes them vulnerable to drug abuse. This study also aims to understand how the communication management approach implemented by BNNK Bantul in assisting the rehabilitation process of adolescent drug users who have a desire to recover from their addiction and how communication management that includes planning, organization, implementation, and evaluation can support the rehabilitation process with a humanistic, educational approach, and involving family and community. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data were obtained through primary and secondary data collection, including in-depth interviews with 5 informants selected through participatory observation, and documentation. All collected data were analyzed thematically and verified using triangulation techniques to ensure the accuracy and validity of the information. The results of the study show that structured and synergistically integrated communication can create an environment conducive to adolescent recovery, with appropriate message management, appropriate media, and regular evaluation as a basis for program improvement in the future.
The Influence of Political Advertisements on Television on the Level of Political Trust of the People of Yogyakarta City Muhammad Ismail Alfan Zamzami; Gibbran Prathisara
Jogjakarta Communication Conference (JCC) Vol. 2 No. 1 (2024): The 5th Jogjakarta Communication Conference (JCC)
Publisher : Jogjakarta Communication Conference (JCC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

People's political participation is not only influenced by internal factors such as knowledge and awareness of rights and obligations related to the social environment and political activity, but also by political beliefs which are important determinants. One media that has a significant role in shaping political beliefs is television. Since its inception, television has proven to be one of the main sources of political information for the public. Therefore, this study aims to investigate the influence of political advertisements delivered through television on the level of political trust of the people in Yogyakarta City. This study adopts the theory of Mass Media Effects, specifically the Theory of Moderate Effects, which emphasizes that the influence of mass media can vary depending on the characteristics of the individuals who receive the message of the media. By locating this research in Yogyakarta City and involving 50 respondents as a sample, this study used a descriptive quantitative approach. Data were collected through questionnaires or questionnaires and analyzed using simple linear regression analysis methods as well as coefficient of determination analysis. From this study, it was found that there was an influence between political advertisements on television on the political beliefs of the people of Yogyakarta City which was blinded with a Tcount value of 17.844 > a Ttable value of 2.008, and from a significant value of 0.000 < 0.05. Furthermore, the magnitude of the influence of political advertisements on television on the political trust of the people of Yogyakarta City can be seen from the adjusted R square value of 0.020, which means that the magnitude of the influence of political advertisements on television on the political trust of the people of Yogyakarta City is only 2%.
Representasi Budaya Patriarki Go Ah In dalam Episode 1 Serial “Agency” di Netflix Fitri, Aulia; Prathisara, Gibbran
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.56232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya patriarki dalam episode pertama serial drama Korea “Agency” dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori semiotika John Fiske. Fokus utama penelitian ini adalah karakter Go Ah-in, yang diperankan oleh Lee Bo-young sebagai simbol perjuangan wanita dalam sistem patriarki analisis, yaitu: Level Realitas, Level Representasi, dan Level Ideologi yang dapat membantu memahami bagaimana budaya patriarki disampaikan melalui teks media. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan adegan-adegan dalam serial yang mempresentasikan budaya patriarki, analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan lingkungan sekitar, ekspresi wajah, percakapan, hingga sinematografi yang digunakan dalam adegan-adegan dalam serial “Agency”. Pada level realitas drama ini menampilkan gestur, dialog, dan interaksi yang merefleksikan subordinasi wanita ditempat kerja yang didominasi oleh pria. Pada level representasi teknik naratif dan visual seperti sudut kamera, penempatan karakter, dan pencahayaan menegaskan isolasi serta perjuangan tokoh utama dalam menghadapi diskriminasi gender. Sementara itu, pada level ideologi, drama ini mengkritis norma-norma patriarki yang mengakar dalam masyarakat Korea Selatan khususnya dalam industri periklanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa episode pertama “Agency” secara efektif menggambarkan bagaimana budaya patriarki memengaruhi dinamika kekuasaan, hubungan interpersonal, dan ekspetasi sosial terhadap wanita. Go Ah-in dihadirkan sebagai karakter yang berusaha melampaui batasan-batasan gender sehingga menjadi simbol pemberontakkan terhadap sistem patriarki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa drama ini tidak hanya merefleksikan realitas sosial tetapi juga mengajak penonton untuk mempertanyakan struktur patriarki yag masih kuat dalam masyarakat modern.
Representasi Ajaran Agama Islam Pada Film “Siksa Kubur” Satria, Benny Adje; Prathisara, Gibbran
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i8.61122

Abstract

Tujuan peneletian ini untuk mempresentasikan pesan yang tersirat pada film siksa kubur, film yang bergenre horror dengan memperlihatkan dua bersaudara yang mengalami tragedi bom bunuh diri yang membuat kedua orang tuanya wafat yang mengakibatkan sita kakak perempuannya aidil menjadi tidak percaya dengan ajaran agama dan adanya siksa kubur. Penelitian ini bertujuan agar penonton mengetahui bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi film juga sebagai media penyampaian pesan yang tersirat. Penelitian ini menggunakan semiotika roland barthes dengan pendekatan kualitatif untuk mengungkapkan makna yang tersembunyi dari film tersebut ada denotoasi, konotasi dan mitos seringkali penonton lupakan pada film tersebut dan akhirnya hanya sekedar menikmati filmnya saja. Dengan adanya media edukatif bagi penonton agar bisa memahami dan merefleksikan isu-isu sosial serta sejarah melalui penyampaian naratif dan representasi visual yang kuat. Menyampaikan nilai-nilai islam tentang kematian dan adanya siksa/azab kubur setelah kematian yang merepresentasikan agama islam dalam film siksa kubur.
Representasi Pesan Moral Dalam Film Yowis Ben 3 Rachmadani Setyawan; Prathisara, Gibbran
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i8.61292

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk merepresentasikan pesan moral dalam film Yowis Ben 3, yang merupakan film bergenre drama dan menggambarkan perjuangan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, seperti menghormati orang lain, bertanggung jawab, menjaga integritas, serta berusaha membuktikan kemampuan diri di tengah keterbatasan. Film yang disutradari oleh Fajar Nugros dan Bayu Skak ini secara konsisten menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan moral dalam film Yowis Ben 3 direpresentasikan, khususnya dalam bentuk hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, serta hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkungan sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes, melalui identifikasi makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam beberapa adegan yang terdapat dalam film Yowis Ben 3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman masyarakat mengenai pentingnya nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari, serta memperkuat peran film sebagai media komunikasi yang mampu merefleksikan realitas sosial dan menyebarkan nilai-nilai budaya. Dengan demikian, analisis terhadap representasi pesan moral dalam film Yowis Ben 3 tidak hanya memberikan wawasan baru dalam kajian film, tetapi juga menunjukan bagaimana film lokal dapat berfungsi sebagai alat edukasi dan transformasi sosial yang efektif.
ANALISIS INSECURITY TERHADAP STANDAR KECANTIKAN PEREMPUAN DALAM FILM 200 POUNDS BEAUTY VERSI INDONESIA Alfian Ahmadi, Zainurrifqy; Prathisara, Gibbran
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3405-3420

Abstract

Melalui pendekatan semiotika John Fiske, penelitian ini mengungkap bagaimana film 200 Pounds Beauty versi Indonesia merepresentasikan insecurity terhadap standar kecantikan perempuan. Analisis yang mendalam terhadap tanda-tanda visual, dialog, dan plot mengungkapkan bagaimana standar kecantikan dalam film ini benar-benar berpengaruh dalam kehidupan keseharian dan karir perempuan yang justru dapat menyebabkan insecurity bagiperempuan yang tidak bisa memenuhinya. Hasil dari penelitian ini adalah peneliti menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan level realitas, level representasi, dan level ideologi. Beberapa tanda yang ditemukan dapat dilihat melalui gestur, dialog, intonasi nada bicara, tindakan dan ekspresi. Peneliti juga menemukan beberapa scene dalam film 200 Pounds Beauty versi Indonesia yang berkaitan dengan ideologi individualisme, materialisme, kelas sosial, dan perfeksionisme. Film 200 Pounds Beauty versi Indonesia berhasil merepresentasikan insecurity terhadap standar kecantikan perempuan. Hal tersebut ditandai dengan pengungkapan rasa insecure oleh Juwita baik secara dialog ataupun tindakan, dan perbedaan perlakuan orang-orang disekelilingnya terhadap Juwita sebelum dan setelah melakukan operasi plastik. Dimana standar kecantikan benar-benar menjadi acuan seseorang untuk dapat meraih karir dan mendapat perlakuan yang lebih baik di dalam sebuah lingkungan.
Pelatihan Bisnis Online Karang Taruna untuk Pengembangan UMKM di Dusun Polaman, Bantul Robi'in, Bambang; Aisa, Nabila Na'ma; Winarso, Beni Suhendra; Prathisara, Gibbran; Pawestri, Sheraton
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6126

Abstract

Abstract This community service aims to empower Karang Taruna Krida Remaja in Dusun Polaman, Bantul, through online business training and digital-based MSME development. The activities were conducted from February to March 2025, consisting of four main training sessions: digital marketing, e-commerce, capacity building for Karang Taruna, and product and marketing research. The methods included training, mentoring, observation, and evaluation. Results showed significant improvement in digital marketing skills and content creation, as well as Karang Taruna’s role as a marketing hub for MSMEs. This program supports the development of a digital village and reduces youth unemployment. Follow-up recommendations include advanced training and collaboration with local government and private sectors to provide technological facilities. This service contributes to youth economic independence and MSME development in rural areas.Keywords: Karang Taruna, MSMEs, online business, digital marketing, youth empowerment. Abstrak Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan Karang Taruna Krida Remaja Dusun Polaman, Bantul, melalui pelatihan bisnis online dan pengembangan UMKM berbasis digital. Kegiatan berlangsung Februari–Maret 2025 dengan empat pelatihan utama: digital marketing, e-commerce, peningkatan kapasitas Karang Taruna, dan riset produk serta pemasaran. Metode meliputi pelatihan, pendampingan, observasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan digital marketing dan pembuatan konten, serta peran Karang Taruna sebagai hub pemasaran UMKM. Program ini mendukung pengembangan kampung digital dan mengurangi pengangguran pemuda. Rekomendasi tindak lanjut mencakup pelatihan lanjutan dan kolaborasi dengan pemerintah desa serta pihak swasta untuk penyediaan fasilitas teknologi. Pengabdian ini berkontribusi pada kemandirian ekonomi pemuda dan pengembangan UMKM di wilayah pedesaan.Kata kunci: Karang Taruna, UMKM, bisnis online, digital marketing, pemberdayaan pemuda
Pelatihan Pengembangan Konten Digital Dakwah Islam di PRM Bangunharjo I oleh Universitas Ahmad Dahlan Robi'in, Bambang Robi'in,; Prayudha, Prayudha; Rahani, Faisal Fajri; Prathisara, Gibbran; Sari, Eka Anisa
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6532

Abstract

AURELIA: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bangunharjo I dalam memanfaatkan teknologi digital untuk dakwah Islam. Pelatihan ini mencakup perencanaan konten dakwah digital, pembuatan konten dakwah digital, pengelolaan media sosial, serta strategi komunikasi dakwah berbasis digital. Metode pelatihan meliputi beberapa tahapan yaitu sosialisai, penerapan teknologi, pelatihan, pendampingan, evluasi dan rencana tindak lanjut.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam membuat serta mengelola konten digital untuk keperluan dakwah. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pemahaman peserta berkisar antara 40% hingga 60%, dengan rata-rata keseluruhan 52%. Setelah pelatihan, hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman menjadi 80% hingga 100%, dengan rata-rata keseluruhan 92%. Peningkatan rata-rata sebesar 40% ini menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman peserta. Dengan adanya program ini, diharapkan PRM Bangunharjo I dapat lebih aktif dan efektif dalam menyampaikan pesan-pesan Islam melalui media digital.
Empowerment of MSMEs Kube Lestari and Ngudi Mulyo through the Universitas Ahmad Dahlan PMM Program: Implementing Technopreneurship and Digital Marketing Strategies Robi'in, Bambang Robi'in,; Prathisara, Gibbran; Pungkiawan, Pius Rino; Hakiki, Qori Alfiani; Aliyah, Himatul
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7212

Abstract

The Community Empowerment Program by Students (PMM) of Universitas Ahmad Dahlan was conducted in Triwidadi Village, Pajangan Subdistrict, Bantul Regency, in collaboration with two local MSME partners, Kube Lestari and Ngudi Mulyo. The program aimed to enhance entrepreneurial capacity and strengthen the competitiveness of local products through a technopreneurship and digital marketing approach. Based on the situational analysis, both partner groups showed strong economic potential in the production of emping and palm sugar but faced challenges in production management, business governance, and digital promotion. The implementation consisted of five stages: socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation for sustainability. The training covered topics on online advertising strategies, packaging design, product branding, and promotional photography, involving MSME members from two hamlets—Polaman and Butuh Kidul. The results indicated significant improvements in partners’ abilities to design better packaging, utilize social media and online marketplaces, and create engaging digital promotional content. Furthermore, participants demonstrated increased motivation and confidence in managing their businesses and expanding their markets through technology-based solutions. Overall, the program successfully fostered independence and professionalism among local MSMEs, guiding them toward a sustainable model of digital entrepreneurship.
REPRESENTASI NILAI BUDAYA MINANGKABAU DALAM SERIAL SAIYO SAKATO: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Handayani, Rika; Prathisara, Gibbran
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 1 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i1.2676

Abstract

Abstract This study aims to analyze the representation of Minangkabau cultural values in the Saiyo Sakato series. The focus of this research includes the representation of deliberation and consensus, the matrilineal kinship system, the tradition of migration, the symbolism of traditional foods, and the use of the Minangkabau language in the context of modern life, particularly in relation to family economic issues. This study applies Roland Barthes’ semiotic approach through the analysis of denotation, connotation, and myth. The method used is descriptive qualitative by examining relevant scenes and dialogues in the series. The results show that myths construct Minangkabau culture as a value system that remains relevant in modern life, especially in regulating family economic responsibilities, the division of roles between men and women, and conflict resolution through deliberation. The series represents Minangkabau customs as a guide to life that adapts to the social and economic dynamics of contemporary society.