Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN AKTIVITAS MOBILISASI DINI PADA PASIEN PASKA OPERASI SESAR Sutrisno .; Vitri Dyah Herawati; Herlina Utami Prapnawati
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan No 14 Vol 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v14i2.791

Abstract

Persalinan merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi yaitu janin dan plasenta yang telah cukup bulan melalui jalan lahir maupun jalan lain melalui bantuan. Operasi sesar (sectio caesaria) merupakan suatu cara melahirkan janin dengan mebuat sayatan pada dinding uterus melaui dinding depan perut. Untuk mengurangi kemungkinan risiko paska operasi, maka pasien perlu melakukan mobilisasi lebih awal. Mobilisasi dini adalah proses aktivitas yang di lakukan dimulai dengan latihan ringan diatas tempat tidur sampai bisa turun dari tempat tidur. Pemahaman tentang mobilisasi dini paska operasi sesar ini penting dimiliki untuk meminimalkan risiko paska operasi.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan mobilisasi dini pada ibu paska operasi sesar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif diskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil pengamatan diuji dengan menggunakan uji statistik Chi Square, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 75 responden. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue=0.034 dimana nilai p value lebil kecil dari 0,05 yang berarti bahwa ada hubungan pengetahuan dengan mobilisasi dini pada pasien paska operasi sesar. Kesimpulan penelitian berdasarkan data hasil adalah tingkat pengetahuan berhubungan dengan dengan aktifitas mobilisasi dini pada pasien paska operasi sesar.
HUBUNGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN DENGAN KUALITAS PELAYANAN HOME CARE Sutrisno Sutrisno; Fajar Alam Putra; Tri Sukatmi
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 15 No 1 April 2022
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v15i1.995

Abstract

Home care adalah pelayanan keperawatan yang dilakukan secara mandiri atau kelompok kepada pasien, dilakukan secara berkala dan komprehensif yang bertujuan agar pasien mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Dalam dunia usaha yang semakin kompetitif, setiap orang harus memiliki kreaktivitas dan inovasi dalam menangkap peluang usaha termasuk dalam praktik mandiri perawat home care yang berkualitas. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jiwa kewirausahaan dengan kualitas pelayanan home care oleh perawat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif dengan rancangan cross sectional. Hasil pengamatan diuji dengan menggunakan uji statistik Kendall Tau-b, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 40 responden. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan total sampling. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai p-value=0.001 dimana nilai p value lebil kecil dari 0,05 yang berarti terdapat nilai yang signifikan dari kedua variable yang diamati. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan jiwa kewirausahaan dengan kualitas pelayanan home care oleh perawat
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) IBU HAMIL Vitri Dyah Herawati; Sutrisno Sutrisno; Novita SW
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 7, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v7i1.408

Abstract

Kunjungan perawatan antenatal  minimal dilakukan  empat kali, satu kali pada trimester I (usia kehamilan 0-13 minggu), satu kali pada trimester II (14-27 minggu) dan dua kali pada trimester III (28-40 minggu). Banyak  penyebab ibu tidak melakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) diantaranya adalah ibu sakit, tidak ada transportasi dan orang yang mampu menjaga anak yang lainya dirumah, kurangnya dukungan suami dan takut atau tidak mau ke pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan intensitas kunjungan antenatal care (ANC) di Puskesmas Penumping Surakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang terdiri dari 30 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Penumping, teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah chi-scuare dan taraf ketelitian sebesar a = 0,05 untuk mengetahui hubungan Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pengetahuan ibu hamil dan dukungan suami tentang kunjungan antenatal care berpengaruh terhadap intensitas kunjungan antenatal care (p-value < 0,05). Kesimpulan. ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan intensitas kunjungan antenatal care (ANC) ibu hamil di Puskesmas Penumping Surakarta.
PENGARUH TERAPI KOMPLEMENTER DENGAN MENDENGARKAN MUROTTAL AL-QURAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASIWA TINGKAT AKHIR YANG MENYUSUN SKRIPSI PADA SITUASI PANDEMIC COVID -19 I Indriyati; Vitri Dyah Herawati; S Sutrisno; Fajar Alam Putra
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.218 KB)

Abstract

Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dapat mengalami kecemasan. Kesulitan referensi, kesulitan dalam menyusun kalimat penelitian, lamanya mencari subyek penelitian merupakan contoh penyebab meningkatnya tingkat kecemasan. Salah satu upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi adalah mendengarkan Murottal Al- Quran. Mengetahui pengaruh mendengarkan murottal Al-Quran terhadap tingkat kecemasan dalam menyusun skripsi pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Sahid Surakarta Jenis penelitian adalah pre experiment design dengan n rancangan the one grup pretest-posttest design. Sampel sebanyak 33 mahasiswa Fakultas Sains Teknologi Kesehatan Universitas Sahid Surakarta semester 8 (akhir) yang sedang menyusun skripsi, dengan pengambilan sampel menggunakan propotional random sampling. Instrument penelitian mengggunakan terapi mendengarkan Al Quran, sedangkan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuesioner HRSA. Analisis data menggunakan uji Paired sample test. Tingkat Kecemasan responden sebelum mendengarkan murottal Al-Quran dalam sebanyak 25 orang (75,8%) kategori sedang dan setelah mendengarkan murottal Al-Quran tingkat kecemasan dalam kategori ringan sebanyak 18 orang (54,5%). Hasil uji Paired sample test diperpoleh nilai p=0,000. Ada pengaruh signifikan mendengarkan pengaruh terapi komplementer dengan mendengarkan murottal al-quran terhadap tingkat kecemasan pada mahasiwa tingkat akhir yang menyusun skripsi pada situasi pandemic covid -19.
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DISMENOREA Sutrisno - -; Vitri Dyah Herawati; Wa Ode Adilla Putri Muna
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan Oktober 2022
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v15i2.1087

Abstract

Dysmenorrhea is a gynecological complaint due to an imbalance of the hormone progesterone in the blood, resulting in pain that most often occurs in women. One of the herbal products that are commonly consumed in the community is a sour turmeric drink. The content of sour turmeric can inhibit the occurrence of cyclooxygenase reactions so that it can inhibit and reduce inflammation and will reduce and inhibit uterine contractions that cause dysmenorrhea. The purpose of the study was to determine the effect of giving sour turmeric drink to decrease the pain scale of dysmenorrhea in adolescent girls. The type of research is pre-experiment using a one group pretest and posttest design. The sample of this study were 52 female adolescent respondents who experienced dysmenorrhea with purposive sampling technique. Data analysis was carried out by using univariate test and bivariate paired sample t-test. The measuring instrument used in this study was the VDS pain scale and the SOP for giving sour turmeric drink. The results showed that most of the young women during the study before consuming sour turmeric drinks regularly, experienced severe pain as much as 69.20%, moderate pain as much as 30.80%, After consuming sour turmeric drinks regularly there was a decrease in the pain scale, namely a mild scale and moderate as much as 50%. The results of the statistical test paired sample t-test obtained a value of 0.001 < 0.05, meaning that the turmeric drink has a significant effect on reducing pain. Keywords: Dysmenorrhea, sour turmeric drink, pain
Characteristics Burnout of Emergency Nurses at dr. Soediran Mangun Sumarso Hospital, Wonogiri Widiyono Widiyono; Atik Aryani; Sutrisno Sutrisno; Faridha Aris Setyawan
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v5i2.3394

Abstract

Nurses are vulnerable to stress because of the many responsibilities and demands that must be fulfilled and lived by nurses and overloaded work demands related to services to others. Such a situation if it continues will cause nurses to experience physical, emotional, and mental fatigue called burnout symptoms. Burnout is characterised by physical and psychological fatigue, feelings of helplessness and the development of a negative self-concept towards work and life. The purpose of this study was to describe the level of burnout in nurses in burnout nurses in the emergency room of RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. The research method used is descriptive quantitative. The population of this study was 28 nurses, the sampling technique used was total sampling. The instrument used is the Maslach Burnout Inventory (MBI) Questionnaire. The results of this study indicate that the average burnout experienced by nurses is 47.71, which has a picture of burnout on a grey signal, which means that this level shows the need to monitor the situation at hand and take action if the situation at hand gets worse. Based on the results of this study, it was found that nurses in the emergency room of RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri need to be given knowledge about how to improve service quality without work pressure so that it can reduce the level of burnout in nurses and can improve the quality of hospital services in terms of providing nursing care.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN SOP PENCEGAHAN RISIKO JATUH Vitri Dyah Herawati; Indriyati Indriyati; Sutrisno Sutrisno
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 8, No 2: Agustus 2023 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v8i2.1093

Abstract

Latar belakang : Jatuh merupakan suatu masalah yang serius dan memerlukan biaya yang tinggi bagi pasien dan semua fasilitas kesehatan. Perbaikan kepatuhan pelaksanaan standar operasional prosedur pencegahan risiko jatuh perlu didukung oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pelaksanaan standar operasional prosedur pencegahan risiko yaitu pengetahuan perawat dalam pelaksanaan manajemen keselamatan pasien.Tujuan: Mengetahui Apakah Ada Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pencegahan Resiko Jatuh Pasien Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif analitik dengan  pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat yang berada di Ruang Rawat Inap yang berjumlah 32 perawat. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Total Sampling. Penelitian ini telah dilakukan di RS Muhammadiyah Selogiri pada bulan Oktober-November 2020. Analisa bivariat menggunakan uji statistik chi square. Hasil: Ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur pencegahan resiko jatuh Pasien dengan nilai p value 0,001. Saran: Dapat mensosialisasikan standar prosedur operasional pencegahan risiko jatuh serta meningkatkan sarana pendukung dalam mendukung kepatuhan perawat, sehingga dapat menjalankan standar prosedur operasional pencegahan risiko jatuh dengan  maksimal. Kata kunci : Pengetahuan, Kepatuhan, Perawat, Risiko Jatuh
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Perawat Terhadap Perawatan Menjelang Ajal Pada Pasien Paliatif di Ruang ICU: Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Perawat Terhadap Perawatan Menjelang Ajal Pada Pasien Paliatif di Ruang ICU Kinarsanti Marwa; Sutrisno Sutrisno; Widiyono Widiyono
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i3.2050

Abstract

Perawatan menjelang ajal merupakan bagian dari konsep perawatan paliatif yangbertujuan membantu setiap penderita penyakit kronis untuk hidup sebaik mungkinsampai mereka mati dalam keadaan yang baik dan damai. Diperlukan pengetahuan dansikap yang baik dari perawat dalam memberikan perawatan menjelang ajal pada pasienpaliatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengansikap perawat terhadap perawatan menjelang ajal pada pasien paliatif di ruang ICURSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Jenis penelitian deskripsi kolerasi danpendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 40 perawat ICU. Teknikpengambilan sampel menggunakan total sampel. Instrumen penelitian menggunakankuesioner pengetahuan dari Palliative Care quiz for Nurses (PCQN) dan kuesioner sikapmenggunakan Frommelt Attitude Toward Care of the Daying Form B (FATCOD-B.Analisis data dengan uji Chi Square. Didapatkan hasil bahwa 13 responden (32,5%)dengan pengetahuan baik, 17 responden (42,5%) pengetahuan cukup dan 10responden (25%) pengetahuan kurang. Terdapat 21 responden mempunyai sikappositif (52,5%) dan 19 responden (47,5%) mempunyai sikap negatif. Hasil uji ChiSquare diperoleh nilai 2= 10,625 dengan signifikansi p = 0,005. Ada hubunganpengetahuan dengan sikap perawat terhadap perawatan menjelang ajal pada pasienpaliatif di ruang ICU RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.Kata Kunci: pengetahuan, sikap, perawatan menjelang ajal, pasien paliatif, perawatAbstractDying care is a concept of palliative care that aims to help every patient with chronicillness to live as well as possible until they die in a good and peaceful way. Nurses'knowledge and a good attitude are needed in providing palliative patient of dying care.The research is to determine the correlation between knowledge and nurses' attitudestoward dying care for palliative patients in the ICU of RSUD Dr Soediran MangunSumarso Wonogiri. It was quantitative research with correlation description researchmethods and a cross-sectional approach. The research sample was 40 ICU nurses. Thesampling technique used was the total sample. The research instrument used aknowledge questionnaire from the Palliative Care Quiz for Nurses (PCQN) and anattitude questionnaire used the Frommelt Attitude Toward Care of the Daying Form B(FATCOD-B). Data analysis used the Chi-Square test. There were 13 respondents(32.5%) with good knowledge, 17 respondents (42.5%) with sufficient knowledge and10 respondents (25%) with less knowledge. 21 respondents had a positive attitude(52.5%) and 19 respondents (47.5%) had a negative attitude. The Chi-Square testresults obtained a value of 2 = 10.625 with a significance of p = 0.005. Conclusion:There is a correlation between nurses' knowledge and attitudes towards dying care forpalliative patients in the ICU room of RSUD Dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.Keywords: knowledge, attitude, care towards death, palliative patient, nurse
Pengembangan video edukasi tersedak (viedak) untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan penanganan tersedak Sutrisno Sutrisno; Vitri Dyah Herawati; Fajar Alam Putra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.12848

Abstract

Background: Choking is a very dangerous emergency event, this is because within a few minutes a condition will occur where a person can lack oxygen in general so that in just a matter of minutes a person who is choking will lose their breathing reflexes, heart rate, and die permanently from the trunk. brain. Choking is a condition where the respiratory tract is blocked by a foreign object in the form of food, toys, etc. Babies and toddlers are at higher risk of experiencing respiratory emergencies compared to teenagers or adults. Young children often lack coordination, making them vulnerable to choking on food and small objects which can cause the heart and lungs to stop working. Approximately 17,537 children aged 3 years or younger were at risk of choking, of which (59.5%) were food-related (31.4%) were choking on foreign objects and 9.1% had unknown causes.Purpose: To determine the effect of educational choking videos on mothers' knowledge, attitudes and skills in handling choking in toddlers.Method: Quantitative research uses a quasi-experimental design with a one group pre and post test design. This research was conducted to measure practitioners' knowledge, attitudes and skills regarding the management of choking in infants and children before and after intervention. The intervention carried out was in the form of providing education on choking management through the choking educational video method. This research was conducted in June-July 2023. The population in this study were all mothers who had toddlers at the Integrated Health Service Center for toddlers in Betengsari village, Kartasurura, Sukoharjo, with 40 participants with using total sampling.Results: All variables, namely knowledge, attitudes and skills, show that the data is not normally distributed, as evidenced by a significance value of less than 0.05. So it is necessary to carry out the Wilcoxone test to obtain a p-value for the knowledge, attitudes and skills variables of 0.001. The p-value obtained means that learning through choking educational videos influences participants' knowledge, attitudes and skills in dealing with choking in children.Conclusion: Education using choking educational videos has a significant effect on mothers' knowledge, attitudes and skills in handling choking in toddlers as evidenced by the difference in the average score of knowledge, attitudes and skills before and after the intervention. A significant effect was also proven by obtaining a p-value of 0.001. Keywords: Choking; Educational Videos; ToddlersPendahuluan: Tersedak merupakan suatu kejadian darurat yang sangat berbahaya, hal ini disebabkan dalam beberapa menit akan terjadi kondisi dimana seseorang dapat kekurangan oksigen secara general sehingga hanya dalam hitungan menit seseorang yang tersedak akan kehilangan reflek nafas, denyut jantung, dan kematian secara permanen dari batang otak. Tersedak adalah kondisi tersumbatnya saluran pernafasan oleh benda asing berupa makanan, mainan, dan lain-lain Bayi dan balita berisiko lebih tinggi untuk mengalami kedaruratan pernafasan dibandingkan dengan remaja maupun orang dewasa. Anak kecil sering kali kurang koordinasi  sehingga membuat mereka rentan tersedak makanan dan benda kecil yang dapat menyebabkan berhenti kinerja jantung dan paru-paru. Sekitar 17.537 anak-anak berusia 3 tahun atau lebih muda sangat berbahaya karena tersedak, sebesar (59.5%) berhubungan dengan makanan (31.4%) tersedak karena benda asing dan sebesar 9.1% penyebab tidak diketahui.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh video edukasi tersedak (viedak) terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada balita.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan quasi-experimental dengan rancangan one group pre and post test design. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan keterampilan para tentang penatalaksanaan  tersedak pada bayi dan anak sebelum dan setelah intervensi. Intervensi yang dilakukan yakni berupa pemberian edukasi penanganan tersedak melalui metode video edukasi tersedak (viedak). Penelitian ini dilakukan pada bulan juni-juli 2023, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita di posyandu balita desa Betengsari, Kartasurura, Sukoharjo yaitu sejumlah 40 partisipan dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling.Hasil: Seluruh variabel yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan menunjukan datanya tidak berdistribusi normal dibuktikan dengan nilai signifikansi yang kurang dari 0.05. Sehingga perlu dilakukan uji  wilcoxon test yang didapatkan p-value variabel pengetahuan, sikap, dan keterampilan bernilai 0.001. P-value yang didapat bermakna bahwa edukasi dengan viedak mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan keterampilan partisipan dalam menangani tersedak pada anak.Simpulan: Edukasi menggunakan video edukasi tersedak berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada anak balita dibuktikan dengan adanya perbedaan skor rata-rata pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebelum dan sesudah intervensi. Pengaruh yang signifikan juga dibuktikan dengan perolehan p-value 0.001.
PENERAPAN PULSED ELECTROMAGNETIC THERAPY TERHADAP KEKUATAN OTOT PENDERITA STROKE DENGAN KELEMAHAN EXTREMITAS Sutrisno Sutrisno; Widiyono Widiyono; Vitri Dyah Herawati
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v12i1.2148

Abstract

Background: Stroke is a condition in which the body experiences neurological changes due to impaired blood flow to the brain. Stroke can cause long-term decline in body function due to muscle weakness and difficulty performing daily activities. Post-stroke patients require therapy and rehabilitation programs to restore functional abilities and avoid further complications. The purpose of this study was to examine the effect of pulsed electromagnetic therapy on muscle strength in post-stroke patients with limb weakness. Methods: This was a quasi-experimental study involving 28 respondents experiencing limb weakness due to stroke who were undergoing home care, divided into 18 intervention groups and 10 control groups. The study was conducted in September-October 2025. The sample selection method was purposive sampling. The instrument used to assess muscle strength was a manual muscle strength test. Data were tested using the Mann Whitney test. Researchers measured muscle strength in the upper extremities twice before and after the procedure, while in the control group it was assessed after 2 weeks without intervention. Results: There was no difference in muscle strength between the intervention and control groups before the procedure with a p-value of 0.42. After pulsed electromagnetic therapy was administered to the intervention group for 2 weeks, there was a difference in muscle strength between the intervention group and the control group with a p-value of 0.039. Conclusion: Regularly performing pulsed electromagnetic therapy can increase muscle strength in stroke patients experiencing limb weakness.