Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN FASILITAS PELAYANAN SIRKUMSISI MODERN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN DI RUMAH SUNAT MILLENIAL KARANGANYAR Didik Purwanto; sutrisno; Rantiningsih Sumarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/atm66z02

Abstract

Latar Belakang: Layanan sirkumsisi modern semakin diminati masyarakat karena menawarkan kenyamanan, teknologi terkini, dan proses pemulihan yang cepat. Fasilitas pelayanan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan pelanggan terhadap layanan kesehatan. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan fasilitas pelayanan sirkumsisi modern dengan kepuasan pelanggan di rumah sunat Millenial Karanganyar. Metode : Jenis penelitian analitik korelational dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien sirkumsisi di rumah sunat Millenial Karanganyar sebanyak 60 orang, teknik sampling purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 53 orang. Instrument kuesioner fasilitas pelayanan sirkumsisi modern dan kuesioner kepuasan pelanggan. Uji bivariat Kendall’s tau. Hasil : Hasil penelitian fasilitas pelayanan sirkumsisi modern di rumah sunat Millenial Karanganyar mayoritas baik ada 48 responden (90.6%). Kepuasan pelanggan di rumah sunat Millenial Karanganyar mayoritas tinggi ada 49 responden (92.5%). Kesimpulan : Ada hubungan fasilitas pelayanan sirkumsisi modern dengan kepuasan pelanggan di rumah sunat Millenial Karanganyar.
Pengaruh terapi bermain pasir warna terhadap tingkat kecemasan pada anak yang mengalami hospitalisasi Sutrisno Sutrisno; Nathalia Carolina Gerrits
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i7.1293

Abstract

Background: Hospitalization is the admission of an individual to a hospital as a patient for various reasons. Hospitalization can cause excessive anxiety, especially in children, and if left untreated, can reduce the intensity of therapy and care during recovery. One way to reduce anxiety is through play. Play therapy is an important aspect of a child's life and one of the most effective tools for managing stress during hospitalization. Purpose: This study aims to determine the effect of colored sand play therapy on anxiety levels in children hospitalized in the Orchid Room of Dr. Soehadi Prijonegoro Regional Hospital, Sragen. Method: This study used a pre-experimental, one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 25 children who received colored sand play therapy. The population in this study were children aged 3-6 years who were treated in the Orchid Room of Dr. Soehadi Prijonegoro Regional Hospital, Sragen, within the past month. A total of 25 children were used for the sample. Statistical analysis used was the Wilcoxon rank test. Results: The anxiety level of hospitalized children before therapy was mostly in the light category, with 21 respondents (84%) and medium category with 4 respondents (16%). After therapy, all respondents experienced light anxiety. The Wilcoxon rank test yielded a p-value of 0.002 (p < 0.05). Conclusion: This study contributes to reducing the anxiety levels of hospitalized preschool children through effective and interactive colored sand play therapy.
The effect of deep breathing exercises on anxiety levels among students approaching school examinations Sutrisno Sutrisno; Desinta Aldefintania Sasti; Anik Suwarni
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v5i2.3222

Abstract

Background: Anxiety is an emotional response commonly experienced by students before school examinations and may affect physical, cognitive, and emotional aspects. High levels of anxiety can decrease concentration and academic performance. One non-pharmacological method that can be used to reduce anxiety is deep breathing exercise Purpose: To determine the effect of deep breathing exercise on the anxiety level of tenth-grade students to school examinations. Method: A pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design and a total sampling technique. Anxiety levels were measured using the STAI-S questionnaire before and after the deep breathing exercise intervention. Data were analyzed using paired sample t-tests, both univariately to assess the distribution of anxiety levels and bivariate to analyze the effect of the intervention. Results: There was a decrease in anxiety levels after being given deep breathing exercises with a difference in average values ​​of 39.83. Statistical analysis obtained a P-Value of 0.001 (p < 0.05) indicating that deep breathing exercises had a significant effect on reducing students' anxiety levels before school exams. Conclusion: Deep breathing exercise is effective as an independent intervention to reduce students’ anxiety levels prior to school examinations. Keywords: Anxiety Level; Deep Breathing Exercise; Students, School Examination.
Hubungan Tingkat Beban Kerja Perawat dengan Kepatuhan Pengisian Early Warning System (EWS) di RSUP Surakarta Eko Yulianto; Sutrisno; Widiyono
Journal of Golden Generation Health Vol. 2 No. 1 (2026): Mei : Journal of Golden Generation Health
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggh.v2i1.472

Abstract

eban kerja yang dirasakan oleh perawat terjadi karena adanya tingkat tekanan dalam bekerja. Apabila perawat mengalami beban kerja yang tinggi, maka tingkat kepatuhan dalam pengisian early warning system di dalam rumah sakit. Objek yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah RSUP Surakarta yang difokuskan pada perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui tingkat Beban Kerja Perawat dengan Kepatuhan Pengisian Early Warning System (EWS) di RSUP Surakarta, (2) mengetahui tingkat kepatuhan pengisian Early Warning System (EWS)  di RSUP Surakarta dan (3) menganalisis hubungan tingkat Beban Kerja Perawat dengan Kepatuhan Pengisian Early Warning System (EWS) di RSUP Surakarta.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional.penelitian dilakukan di RSUP Surakarta dengan subjek penelitian adalah perawat pelaksana. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 36 perawat. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner untuk mengukur tingkat beban kerja perawat dan lembar observasi untuk menilai kepatuhan pengisian Early Warning System (EWS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji statistik korelasi Kendall Tau untuk mengetahui hubungan antara tingkat beban kerja perawat dan kepatuhan pengisian EWS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kepatuhan pengisian early warning system dimana nilai p-value adalah 0.035 < 0.05 dan nilai r sebesar 0.277. Maka, disimpulkan bahwa hubungan yang terbentuk antara beban kerja dengan kepatuhan pengisian early warning system memiliki kategori yang rendah. 
Hubungan Pemenuhan Kebutuhan Spiritual dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien di Ruang ICU RSUP Surakarta Yudhia Rizchawati; Indriyati; Sutrisno
Journal of Golden Generation Health Vol. 2 No. 1 (2026): Mei : Journal of Golden Generation Health
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggh.v2i1.473

Abstract

Ruang ICU sering kali dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang serius dan perawatan intensif, yang dapat menimbulkan rasa ketidakpastian dan takut pada pasien. Kecemasan juga dapat memperburuk kondisi fisik, bahkan menyebabkan gangguan sistem saraf, pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan pendekatan spiritual yang bertujuan dapat meringankan masalah psikologis dan meningkatkan kemampuan pasien untuk mengatasinya secara emosional dan mengurangi kecemasan. Untuk mengetahui hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan pada pasien di Ruang ICU RSUP Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasitif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu 45 pasien. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik total sampling, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner kebutuhan spiritual dan kuesioner STAI, analisa bivariat yang digunakan dalam penelitian ini Uji Kendall Tau. Berdasarkan hasil uji kendall Tau Terdapat Hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan pada pasien di ruang ICU RSUP Surakarta dengan nilai p value 0.001 <0.05. Hasil Penelitian didapatkan nilai koefisien korelasi bernilai negatif yaitu -0,914 berarti salah satu variabel tinggi sedangkan variabel satunya rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin cukup kebutuhan spiritual maka tingkat kecemasan semakin rendah. Terdapat Hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan pada pasien di ruang ICU RSUP Surakarta dengan nilai p value 0.001 <0.05.
Application of the PRICE Method in Handling Acute Injuries and Trauma Among Karangpandan Volunteers Sutrisno; Vitri Dyah Herawati; Fajar Alam Putra
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.v24i2.23187

Abstract

Acute injuries or acute trauma often occur as a result of accidents on the road or due to other activities such as exercising or working. Acute injuries require immediate attention to avoid complications and increase the victim's comfort. One method of acute trauma relief is PRICE (protection, rest, ice, compression, elevation). Karangpandan volunteers are a self-dedicated group working independently on their own initiative to help the community. Knowledge and skills in handling injuries are important things that they must master. The implementation method is in the form of training activities on PRICE, demonstrating skills in using the PRICE method in everyday injury management. This activity involved 24 volunteers from Karangpandan Volunteers. The method of assessing knowledge and skills uses a questionnaire and checklist sheet, each containing 10 question/observation items. The results of the activity show an increase in knowledge and skills regarding the use of the PRICE method by volunteers.
EDUKASI PENINGKATAN PENGETAHUAN PENANGANAN PERTAMA PADA KEJADIAN LUKA BAKAR RUMAH TANGGA DENGAN PENDEKATAN 3C (COOL,CLEAR DAN COVER) Sutrisno Sutrisno; Vitri Dyah Herawati
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i3.3427

Abstract

Luka bakar merupakan cedera pada kulit yang muncul akibat panas, listrik, bahan kimia, gesekan, atau radiasi. Di rumah, luka bakar umumnya terjadi karena air panas, cipratan minyak panas, kontak dengan benda panas (seperti panci, wajan, dan peralatan dapur lainnya), atau terkena api dari kompor. Cara merawat luka bakar berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan yang dialami. Luka bakar yang tidak diobati dengan benar dan cepat bisa mengakibatkan berbagai masalah seperti infeksi, syok, dan ketidakseimbangan elektrolit. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kesehatan guna meningkatkan pemahaman tentang pertolongan pertama luka bakar di rumah. Selain itu tim juga ingin melakukan edukasi penanganan luka bakar dengan pendekatan 3C (cool,clear, cover). Metode yang digunakan yaitu melakukan penyuluhan/ edukasi yang dengan target peningkatan pengetahuan warga tentang pertolongan pertama pada kejadian luka bakar rumah tangga. Edukasi dilakukan dalam sesi pertemuan yang direncanakan dengan melibatkan beberapa kader kesehatan yang ada di Jagalan Tawangmangu. Selain edukasi tim juga mengajarkan bagaimana melakukan penanganan awal luka bakar dengan tehnik 3C yaitu cool, clear dan cover. Penilaian pengetahuan menggunakan kuesioner yang berisi 12 pertanyaan/pernyataan  yang diberikan 2 kali sebelum dan sesudah edukasi. Desain yang digunakan adalah pretest-postes. Jumlah responden yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 20 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum edukasi 70 % responden menunjukan pengetahuan yang kurang dan setelah edukasi 85% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang penanganan luka bakar rumah tangga. Peserta kegiatan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukan bahwa kegiatan edukasi dapat meningkatkan pengetahauan masyarakat tentang penanganan pertama luka bakar di rumah tangga.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Kopi Dengan Gejala Gastritis Pada Mahasiswa Sutrisno; Rizal Indera Permana Bayu Murti; Fajar Alam Putra
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v5i1.1297

Abstract

Background: Gastritis is a disorder of the human digestive system. It is a lifelong, serious disease that many people experience. Coffee drinking is a contributing factor to gastritis due to its caffeine content, which can affect stomach acid. Common symptoms of gastritis include abdominal discomfort, bloating, nausea, headaches that interfere with daily activities, vomiting, and burning or stinging pain. Purpose: To determine the relationship between coffee consumption frequency and gastritis symptoms in students at the Faculty of Science, Technology, and Health, Sahid University, Surakarta. Method: This is a descriptive analytical study with a cross-sectional design, with a population of 93 students. A sample size of 56 was used, with a non-probability sampling method. The instruments used were a gastritis symptom questionnaire and a coffee consumption frequency questionnaire. The statistical test used was the Kendall-tau test. Results: The Kendall-tau correlation test showed a relationship between the frequency of coffee consumption and gastritis symptoms. The p-value was 0.002, lower than 0.05, and the r-value was 0.401. Conclusion: There is a correlation between the frequency of coffee consumption in college students and their gastritis symptoms, with a moderate correlation. Keywords: College Students; Frequency of Coffee Consumption; Gastritis Symptoms.   Pendahuluan: Gastritis merupakan salah satu gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan manusia. Gastristis menjadi salah satu penyakit sepanjang umur hidup, penyakit cukup serius yang banyak dialami seseorang. Kebiasaan minum kopi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya gastritis karena kandungan kafein didalamnya yang dapat mempengaruhi asam lambung. Gejala umum yang terjadi pada penderita gastritis adalah rasa tidak nyaman pada perut, perut kembung, mual dan sakit kepala yang menggangu aktivitas sehari – hari, muntah, perih atau sakit seperti terbakar pada perut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi minum kopi dengan gejala gastritis pada mahasiswa Fakultas Sains , Teknologi dan Kesehatan  Universitas Sahid Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan  desain studi potong lintang, dengan jumlah populasi 93 mahasiswa. Sampel yang digunakan 56, dengan metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesiner gejala gastritis dan kuesioner frekuensi konsumsi kopi. Uji ststistik yang digunakan dengan uji Kendall tau Hasil: Hasil uji korelasi kendall tau menunjukan hubungan frekuensi konsumsi kopi dan gejala gastritis didapatkan nilai p sebesar 0.002, lebih rendah dari 0.05, dan nilai r sebesar 0.401. Simpulan: Terdapat korelasi antara frekuensi konsumsi kopi pada  mahasiswa dengan gejala gastritis yang dialami, hubungan pada tingkat sedang. Kata Kunci: Frekuensi Konsumsi Kopi; Gejala Gastritis; Mahasiswa.
Pengaruh emotional freedom technique (eft) terhadap tingkat kecemasan pasien dengan hemodialisis Ryan Aditya Kumara; Sutrisno; Widiyono Widiyono
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v5i1.1330

Abstract

outside the body. This action can cause psychological and physical stress that interferes with the neurological system, including; disorientation, tremors and decreased concentration and anxiety. Anxiety can have an impact on behavior such as withdrawing from the environment, difficulty focusing on activities, difficulty eating, irritability, low control of anger emotions, sensitivity, difficulty sleeping. One way to reduce anxiety is to do emotional freedom technique (EFT). Non-invasive action to balance the body's natural meridian energy when symptoms of physical and emotional decline occur. Purpose: To determine the effect of EFT therapy on anxiety levels in patients with chronic kidney failure with hemodialisis. Method: The type of research is pre-experimental with one group pretest-posttest design. The population in this study were patients undergoing hemodialisis in the ICU Rooms. The research sample used was 27 respondents. Data were analyzed using the Wilcoxon signed rank test. Results: The study showed that anxiety before and after the EFT intervention decreased with median score 22 before intervention and 15 after interventiio. The results of the Wilcoxon signed rank test obtained a p value of 0.001 Conclusion: There is an effect of emotional freedom technique on anxiety in patients undergoing hemodialisis. Keywords: Anxiety; Chronic Kidney Disease; Emotional Freedom Technique; Hemodialisis; Paliative.   Pendahuluan: Hemodialisis merupakan proses pembersihan darah dari zat-zat sampah melalui proses penyaringan diluar tubuh.  Tindakan ini dapat menimbulkan stres psikologis dan fisik yang mengganggu sistem neurologi antara lain; diorientasi, tremor dan penurunan konsentrasi dan kecemasan. Cemas dapat berdampak pada perilaku seperti menarik diri dari lingkungan, sulit fokus dalam beraktifitas, susah makan, mudah tersinggung, rendahnya pengendalian emosi amarah, sensitive, susah tidur. Salah satu cara untuk mengurangi kecemasan yaitu melakukan emotional freedom technique (EFT). Tindakan non invasive untuk menyeimbangkan energi meridian alam tubuh ketika terjadi gejala-gejala kemunduran fisik dan emosional. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi EFT terhadap tingkat kecemasan pada pasien Gagal ginjal kronik dengan Hemodialisis. Metode: Jenis penelitian adalah pre eksperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodilisis di Ruang ICU. Sampel penelitian yang digunakan adalah 27 responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil: Penelitian menunjukkan kecemasan sebelum dan setelah intervensi EFT mengalami penurunan dengan nilai median sebelum intervensi 22 dan setelah intervensi 15. Hasil uji dengan Wilcoxon signed rank test didapatkan nilai p: 0.001 Simpulan: Ada pengaruh emotional freedom technique terhadap kecemasan pada pasien yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Emotional Freedom Technique; Gagal Ginjal Kronik; Hemodialisis; Kecemasan; Paliatif.
Pengaruh Terapi Storytelling Menggunakan Boneka Tangan Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Selama Hospitalisasi Di Ruang Pandawa RSU Diponegoro Dua Satu Klaten Putri Sulistyowati; Sutrisno Sutrisno; Widiyono Widiyono
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12422

Abstract

Hospitalization is an experience that can trigger anxiety in children due to an unfamiliar environment, medical procedures, and separation from family. One non-pharmacological intervention that can be used to reduce anxiety is storytelling therapy using hand puppets. To determine the effect of storytelling therapy using hand puppets on children's anxiety levels during hospitalization in the Pandawa Ward at Diponegoro Dua Satu Klaten General Hospital. This study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. The sample consisted of 30 respondents, comprising 15 children in the intervention group and 15 children in the control group. Anxiety levels were measured before and after the intervention. Data analysis involved a paired t-test for pretest and posttest scores within both the intervention and control groups, and an independent t-test to compare the effects between the intervention and control groups' posttest scores. The results showed a significant decrease in anxiety levels in both the intervention and control groups (p<0.001). The independent t-test results indicated a significant difference in anxiety levels between the two groups following the intervention (p=0.009); thus, storytelling therapy using hand puppets proved more effective in reducing children's anxiety levels during hospitalization compared to other play therapies. Storytelling therapy using hand puppets influences the reduction of children's anxiety levels during hospitalization and is more effective than other play therapies. This intervention can be utilized as a form of atraumatic play therapy in pediatric nursing care.