Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGEMBANGAN DAN HAMBATAN SISWA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MATEMATIKA MELALUI METODE IMPROVE Bansu Irianto Ansari; Taufiq
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1190

Abstract

This study overall develops models/learning tools for higher order thinking mathematics using the IMPROVE method which is valid, practical and effective using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) model. However, specifically in this paper, the researcher reveals the other side of the development results of these learning tools, namely the development and obstacles faced by students in increasing higher-order thinking skills (Higher-Order-Thinking). Therefore, the specific objective of this study is to determine the development trend of students' higher order thinking skills and the difficulties encountered during learning. The research instruments were student on-task activity sheets, student activity observation sheets, formative tests and learning outcomes tests. The test was conducted on 66 students of class X SMAN 3 and SMAN 5 Banda Aceh as samples. The test results show that the mathematics learning device is valid, practical and effective in accordance with predetermined product criteria. The tendency for the development of high-order thinking skills (HOTS) of students in formative exercises (T1 and T2) moved up and the Learning Outcomes Test was good, on average 72%. The difficulties faced by students are dominant in indicators of creation and evaluation. The implication of this study is that higher order thinking mathematics learning model with the IMPROVE method and metacognitive strategies can be used for class X SMA students. Abstrak Secara keseluruhan studi ini melakukan pengembangan model/perangkat pembelajaran matematika berpikir tingkat tinggi dengan metode IMPROVE yang valid, praktis dan efektif menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Namun secara khusus dalam tulisan ini, peneliti mengungkapkan sisi lain dari hasil pengembangan perangkat pembelajaran tersebut yaitu perkembangan dan hambatan yang dihadapi siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order-Thinking). Oleh sebab itu, tujuan khusus dari studi ini adalah untuk mengetahui kecenderungan perkembangan kemampuan berpikir tinggkat tinggi siswa dan kesulitan yang dihadapi selama pembelajaran. Instrumen penelitian adalah lembar aktivitas on task siswa, lembar pengamatan aktivitas siswa, tes formatif dan tes hasil belajar. Ujicoba dilakukan pada siswa kelas X SMAN 3 dan SMAN 5 Banda Aceh sebanyak 66 orang sebagai sampel. Hasil ujicoba menunjukkan, perangkat pembelajaran matematika tersebut telah valid, praktis dan efektif sesuai dengan kriteria produk yang telah ditetapkan. Kecenderungan perkembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa pada latihan formatif (T1 dan T2) bergerak naik dan Tes Hasil Belajar kategori baik, rata-rata 72%. Kesulitan yang dihadapi siswa dominan pada indikator kreasi dan evaluasi. Implikasi dari studi ini adalah model pembelajaran matematika berpikir tingkat tinggi dengan metode IMPROVE dan strategi metakognitif telah dapat digunakan untuk siswa kelas X SMA. Kata Kunci: HOTS, IMPROVE, Metakognitif, ADDIE
PEMBELAJARAN BERBASIS DIAGNOSTIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES, HASIL DAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Bansu I. Ansari
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.053 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.311

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu proses, hasil dan manajemenpembelajaran matematika melalui diagnosis hasil belajar. Rancangan yang dipilih untuk riset ini ialahrancangan Action Research dalam kurun waktu yang cukup memadai. Subyek sampel terdiri dari 588siswa yang berasal dari wilayah penelitian Kota Bandung dan Nanggro Aceh Darussalam. Perlakuanterhadap subyek sampel berupa strategi pembelajaran remedial diberikan setelah melakukan diagnosishasil belajar. Setelah diberikan tes diagnostik kepada siswa, selanjutnya dilakukan wawancaraterfokus kepada guru dan siswa untuk mengetahui efektivitas perlakuan dan pandangan merekaterhadap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam setiap tahap iterasi, kemampuansiswa memiliki kecenderungan yang semakin meningkat namun belum optimal, karena rata-ratakemampuan mereka masih mencapai nilai cukup. Secara individual sebanyak 28,5 % siswa tuntasbelajar (x  7,5) dan 50,2 % siswa memperoleh nilai cukup (6  x<7,5). Dari hasil wawancaradiperoleh informasi, pada umumnya guru Sekolah Dasar jarang melakukan diagnosis hasil belajar danpembelajaran remedial, meskipun mengetahui bahwa siswanya belum berhasil/tuntas belajar. Namunsetelah program pengajaran tersebut diperkenalkan, para guru menyikapinya secara posisitf meskipunmasih mengeluhkan waktu yang tersedia. Efektivitas pengajaran remedial ternyata lebih meningkat,ketika guru telah mengetahui kesulitan siswanya dalam belajar.
PENGEMBANGAN KINERJA PERGURUAN TINGGI MELALUI MANAJEMEN BERBASIS INSTITUSI (Studi Kasus pada Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDikti 13 Aceh) Burhanuddin AG; Bansu Irianto Ansari
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 11, No 2 (2010): JURNAL SERAMBI ILMU
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan serta teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan. Oleh sebab itu peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi merupakan sesuatu yang tidak bisa diabaikan dan mendesak untuk segera dilakukan dengan jalan merubah subsistem yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik, GuG (Good University Governance). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh profil kepemimpinan PTS yaitu kompetensi individu, gaya kepemimpinan demokratis, lingkungan yang sinergis dan komitmen pimpinan PT terhadap tata kelola pengembangan Perguruan Tinggi Swasta di Aceh. Penelitian ini menggabungkan dua metode penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik wawancara, kuisioner dan survey. Subyek sampel penelitian ini para Rector dan Pembantu Rector Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Provinsi Aceh. Pada Studi awal penelitian ini, subjek sampelnya berjumlah 10 pimpinan, terdiri dari dua Universitas, dua Sekolah Tinggi dan satu Akademi. Instrumen yang digunakan adalah borang penilaian Pimpinan Perguruan Tinggi, serta instrument penelitian Kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berdasarkan prinsip-prinsip GuG. Semua instrument penelitian dan borang penilaian melalui tahapan validasi dan reliabilitas. Hasil temuan dalam studi awal ini adalah tingkat keterpakaian borang sekitar 94%, dan pengaruh Profil kepemimpinan PTS terhadap Kinerja PTS bidang akademik sekitar 59,3% dan bidang non akademik sekitar 59,1%.
PENGEMBANGAN KINERJA PERGURUAN TINGGI MELALUI MANAJEMEN BERBASIS INSTITUSI (Studi Kasus pada Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDikti 13 Aceh) Bansu Irianto Ansari; Burhanuddin AG
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 20, No 2 (2019): JURNAL SERAMBI ILMU
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v20i2.1452

Abstract

Pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan serta teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan. Oleh sebab itu peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi merupakan sesuatu yang tidak bisa diabaikan dan mendesak untuk segera dilakukan dengan jalan merubah subsistem yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik, GuG (Good University Governance). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh profil kepemimpinan PTS yaitu kompetensi individu, gaya kepemimpinan demokratis, lingkungan yang sinergis dan komitmen pimpinan PT terhadap tata kelola pengembangan Perguruan Tinggi Swasta di Aceh. Penelitian ini menggabungkan dua metode penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik wawancara, kuisioner dan survey. Subyek sampel penelitian ini para Rector dan Pembantu Rector Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Provinsi Aceh. Pada Studi awal penelitian ini, subjek sampelnya berjumlah 10 pimpinan, terdiri dari dua Universitas, dua Sekolah Tinggi dan satu Akademi. Instrumen yang digunakan adalah borang penilaian Pimpinan Perguruan Tinggi, serta instrument penelitian Kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berdasarkan prinsip-prinsip GuG. Semua instrument penelitian dan borang penilaian melalui tahapan validasi dan reliabilitas. Hasil temuan dalam studi awal ini adalah tingkat keterpakaian borang sekitar 94%, dan pengaruh Profil kepemimpinan PTS terhadap Kinerja PTS bidang akademik sekitar 59,3% dan bidang non akademik sekitar 59,1%.
MENGGUNAKAN SOAL HIGHER-ORDER-THINKING (HOT) UNTUK MENGEMBANGKAN IDE DAN PROSES BERPIKIR MATEMATIK SISWA BERDASARKAN STATUS DAN TIPE SEKOLAH DAN ETNIS Bansu Irianto Ansari
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 2, No 1 (2019): Semnas Multidisiplin Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2076.942 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memahami proses berpikir dan ide matematik siswa yang berbeda karakteristik dalam memecahkan soal Higher Order Thinking (HOT). Sampel terdiri dari siswa SMA kelas XI sejumlah 80 orang yang berbeda karakteristik sekolahnya, yaitu SMAN Unggul Sigli (mayoritas etnis Aceh), SMAS Methodis Banda Aceh (mayoritas etnis Cina) dan SMAS Sukma Bangsa Sigli (etnis Campuran). Metode penelitian adalah eksperimental dan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Temuan studi ini antara lain mayoritas etnis Cina berhasil mendominasi kemampuan berpikir tingkat tinggi berdasarkan indikatornya masing-masing kemampuan menganalisis (80%); evaluasi (60,3%); dan kreasi (71,3%). Mayoritas etnis Aceh unggul pada soal nomor 2, mayoritas etnis Cina  unggul pada sola nomnor 1 dan 3, sedangkan siswa etnis Campuran unggul pada soal nomor 4. Analisis kualitatif dilakukan untuk memahami lebih mendalam ide dan proses berpikir matematik siswa dalam menjawab soal HOT. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa sampel mayoritas etnis Cina lebih suka menggunakan mathematical axpression dan written texs, sedangkan sampel etnis Aceh dan Campuran lebih suka menggunakan visual konkrit dan written texs dalam menjawab soal-soal HOT.
PENGEMBANGAN KINERJA PERGURUAN TINGGI MELALUI MANAJEMEN BERBASIS INSTITUSI (Studi Kasus pada Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDikti 13 Aceh) Bansu Irianto Ansari; Burhanuddin AG
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 20, No 2 (2019): JURNAL SERAMBI ILMU
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v20i2.1452

Abstract

Pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan serta teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan. Oleh sebab itu peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi merupakan sesuatu yang tidak bisa diabaikan dan mendesak untuk segera dilakukan dengan jalan merubah subsistem yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik, GuG (Good University Governance). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh profil kepemimpinan PTS yaitu kompetensi individu, gaya kepemimpinan demokratis, lingkungan yang sinergis dan komitmen pimpinan PT terhadap tata kelola pengembangan Perguruan Tinggi Swasta di Aceh. Penelitian ini menggabungkan dua metode penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik wawancara, kuisioner dan survey. Subyek sampel penelitian ini para Rector dan Pembantu Rector Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Provinsi Aceh. Pada Studi awal penelitian ini, subjek sampelnya berjumlah 10 pimpinan, terdiri dari dua Universitas, dua Sekolah Tinggi dan satu Akademi. Instrumen yang digunakan adalah borang penilaian Pimpinan Perguruan Tinggi, serta instrument penelitian Kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berdasarkan prinsip-prinsip GuG. Semua instrument penelitian dan borang penilaian melalui tahapan validasi dan reliabilitas. Hasil temuan dalam studi awal ini adalah tingkat keterpakaian borang sekitar 94%, dan pengaruh Profil kepemimpinan PTS terhadap Kinerja PTS bidang akademik sekitar 59,3% dan bidang non akademik sekitar 59,1%.
Improvement of student's mathematical understanding ability through problem based learning Endang Astuty; U Usman; Bansu Irianto Ansari
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.304 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v5i3.124

Abstract

The understanding mathematics ability is important for high school students. However, the reality that happened at SMAN 6 Banda Aceh, students' mathematical understanding still has not reached completeness so that it affects the final score of mathematics subjects. The cause of the problem is due to teacher-centered learning which makes learning meaningless. Therefore, a meaningful learning model is needed so that it can improve students' mathematical understanding ability. One of the meaningful learning models is the Problem Based Learning model. Based on this background, this research aims to:to find out the increase in students' mathematical understanding skills with the Problem Based Learning modelat SMAN 6Banda Aceh. This research is a quasi-experimental design with nonequivalent control group design. The research sample consisted of two classes, namely class XI IPA-2 as the experimental class consisting of 30 students with the PBL model and class XI IPA-1 as the control class consisting of 29 students with the conventional model. The data collection technique is done by test. The research instrument used is a test of mathematical understanding ability. The data analysis technique used independent sample t-test. The results showed that the value of sig. count more than sig. alpha, so it can be concluded that the increase in students' mathematical understanding through the PBL model is better than the mathematical understanding of students who get conventional learning.
Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Software Geogebra Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa pada Materi Hubungan Garis Lurus dan Sudut di Kelas X Man 1 Banda Aceh Gunanjar, Dhian; Bansu I. Ansari
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v4i2.153

Abstract

Abstrak. Matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang dipelajari mulai dari SD sampai dengan perguruan tinggi. Amanat kurikulum 2013 menyarankan agar guru harus kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi siswa, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, dan menyenangkan. Discovery Learning merupakan sebuah model pengajaran yang dirancang dengan tujuan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berfikir dan mengembangkan kemampuan dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Penggunaan IT dalam pembelajaran juga harus terintegrasi dengan baik. Artinya IT digunakan dalam proses belajar mengajar. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan oleh siswa untuk membantu belajar matematika adalah Geogebra. Geogebra adalah software matematika dinamis yang menggabungkan geometri, aljabar, dan kalkulus dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran matematika. Tujuan ujicoba ini adalah untuk mengetahui pemahaman matematika siswa pada pembelajaran hubungan garis lurus dan sudut dengan penerapan model Discovery Learning berbantuan Geogebra di kelas X Man 1 Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam ujicoba ini adalah deskriptif. Data diperoleh dari angket dan hasil tes pemahaman. Berdasarkan hasil ujicoba, proses pembelajaran berlangsung kondusif dan siswa aktif dan bersemangat mengikuti proses pembelajaran. Jika dipandang dari segi ketercapaian tujuan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa sudah tercapai ditunjukkan dari nilai siswa adalah 74,2artinya pemahaman siswa tentang materi hubungan garis dan sudut baik. Dari angket yang dibagikan menunjukkan (3,35) respon siswa sangat positif terhadap penggunaan media sirkuit matematika dalam pembelajaran.
The student involvement in view of mathematical problem solving ability Fitra, Rifka Yani; Munzir, Said; Ansari, Bansu Irianto
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ijtmer.v6i2.221

Abstract

Students are still less involved in the teaching and learning process in class in mathematics. Lack of student involvement resulted in students' problem-solving abilities being weak. Constraints faced by students included difficulties in building plans, errors in operationalizing plans, and wrong conclusions. The purpose of this study was to determine student involvement in terms of students' mathematical problem-solving abilities in mathematics. This study uses a descriptive qualitative research approach. The subjects in this study were 12 students of class XII IPA-2 at MAN 4 North Aceh. Data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that in general high problem-solving abilities are also accompanied by high involvement, and vice versa. However, students in the high group have not been involved in finding answers, exploring variations and sorting information, and making inductions. Medium group students have not been involved in classifying, exploring variations and expressing in their own words and finding answers, sorting information and making inductions. Meanwhile, students in the low group were only able to clarify, associate and generalize, use previous knowledge, create mathematical objects and provide examples.
DEVELOPMENT OF ANSARI LEARNING MODEL BASED ON A PROJECT TO HELP STUDENTS CARRY OUT TEACHING ASSISTANCE AT SCHOOLS Bansu Irianto Ansari; Suci Maulina; Muhammad Iqbal
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2024: The 2nd ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/iconesth.vi.356

Abstract

Solving non-routine math word problems is important to do because it will train students’ and teacher students’ creative, critical, collaborative and communicative thinking. Aims of this study are (1) to conduct developmental research to produce a product, that is, an innovative project-based learning model abbreviated as ANSARI (Auditory, Negotiation, Strategies-somatic, Administer Information, Reflection, and Interaction-communication) which is valid, practical and effective, namely the ANSARI model as a learning medium, (2) to find out its effectiveness after being trained on teacher students, teachers and students in schools as a group in solving non-routine word problems. The samples were 145 students from five high schools with different levels in Sigli City, Aceh Province, Indonesia. Data were analyzed quantitatively with One-way Anova and qualitatively to determine students' perceptions. The findings revealed that the ANSARI model has an influence in increasing teacher students’ and school students’ HOTS in the pre-test and post-test as well as students' perceptions of the learning model.