Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGEMBANGAN KINERJA PERGURUAN TINGGI MELALUI MANAJEMEN BERBASIS INSTITUSI (Studi Kasus pada Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDikti 13 Aceh) Ansari, Bansu Irianto; AG, Burhanuddin
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 20, No 2 (2019): JURNAL SERAMBI ILMU
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.593 KB) | DOI: 10.32672/si.v20i2.1452

Abstract

Pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan serta teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan. Oleh sebab itu peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi merupakan sesuatu yang tidak bisa diabaikan dan mendesak untuk segera dilakukan dengan jalan merubah subsistem yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik, GuG (Good University Governance). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh profil kepemimpinan PTS yaitu kompetensi individu, gaya kepemimpinan demokratis, lingkungan yang sinergis dan komitmen pimpinan PT terhadap tata kelola pengembangan Perguruan Tinggi Swasta di Aceh. Penelitian ini menggabungkan dua metode penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik wawancara, kuisioner dan survey. Subyek sampel penelitian ini para Rector dan Pembantu Rector Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Provinsi Aceh. Pada Studi awal penelitian ini, subjek sampelnya berjumlah 10 pimpinan, terdiri dari dua Universitas, dua Sekolah Tinggi dan satu Akademi. Instrumen yang digunakan adalah borang penilaian Pimpinan Perguruan Tinggi, serta instrument penelitian Kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berdasarkan prinsip-prinsip GuG. Semua instrument penelitian dan borang penilaian melalui tahapan validasi dan reliabilitas. Hasil temuan dalam studi awal ini adalah tingkat keterpakaian borang sekitar 94%, dan pengaruh Profil kepemimpinan PTS terhadap Kinerja PTS bidang akademik sekitar 59,3% dan bidang non akademik sekitar 59,1%.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKTR KRITIS SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MELALUI PEMBELAJARAN INQUru Bansu Irianto Ansari
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 13, No 01: Februari 2009
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6947.978 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v13i01.5445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran inkuiri terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa SD dalam menyelesaikan soal cerita. Prosedur penelitian: sampel dari enam kabupaten di NAD, menyusun instrumen penelitian, melatih guru dalam pembelajaran inkuiri, melakukan treatment berupa pembelajaran inkuiri bagi siswa oleh guru, dan melakukan feedback. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi intensitas aktivitas pembelajaran, peningkatan kemampuan berpikir kritis dari setiap tahap evaluasi, dan pada umumnya terdapat pola penyelesaian soal cerita yang keliru oleh siswa, disebabkan kurang memahami soal dan keterampilan berhitung
PENGARUH COLLABORATIVE TEACHING DAN PENGETAHUAN AWAL TERHADAP KECEMASAN MATEMATIS SISWA Bansu Irianto Ansari; Muhamad Saleh
JIPMat Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v4i2.3959

Abstract

Model collaborative teaching dipandang sebagai pembelajaran yang memungkinkan siswa terhindar dari rasa cemas yang berat ketika menyelesaikan soal, sehingga siswa dapat membangun pemahaman konsep dengan baik. Kecemasan yang berat dapat menyebabkan rendahnya pemahaman matematis pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan dan pemahaman matematis siswa melalui penggunaan collaborative teaching. Sampel terdiri dari 51 siswa SMP dari kelas VII MTsN Jeureula yang di tes dua kali selama dua bulan. Studi menemukan terdapat peningkatan pemahaman matematis siswa yang signifikan pada tes awal dan tes akhir. Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman siswa yang diajarkan dengan collaborative teaching dan pembelajaran biasa, sementara tingkat kecemasan matematis, berada pada tingkat ideal (sedang) dibanding dengan siswa yang diajarkan dengan metode biasa yaitu berada pada tingkat berat. Studi juga menemukan tidak terdapat interaksi antara faktor pembelajaran dan pengetahuan awal siswa (Tinggi, sedang dan rendah) terhadap pemahaman konsep. Ini berarti bahwa model collaborative teaching dan pengetahuan awal siswa tidak mempengaruhi pemahaman matematis secara bersamaan. Akan tetapi, terdapat interaksi antara faktor pembelajaran dan pengetahuan awal siswa terhadap kecemasan matematis, ini berarti model collaborative teaching dan pengetahuan awal siswa mempengaruhi kecemasan matematis secara bersamaan.
The use of creative problem solving model to develop students’ adaptive reasoning ability: Inductive, deductive, and intuitive Bansu Irianto Ansari; Taufiq Taufiq; Saminan Saminan
International Journal on Teaching and Learning Mathematics Vol 3, No 1 (2020): June (This issue published papers with authors/co-authors from 3 countries [USA,
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijtlm.v3i1.9439

Abstract

This study was aimed at investigating adaptive reasoning ability of junior high school students through the implementation of the creative problem solving model. This study employed a mixed-method approach using an embedded concurrent strategy. Thirty students were selected randomly as the sample from 180 Year 8 students, and six students were selected to be observed and further interviewed after the final test. The instruments used were a test and interview questions. The results showed that there was a significant increase in the students' ability between the pre-test and post-test. In addition, there was also an increase in the ability of the six students based on an adaptive reasoning rubric. The increase was more dominant for the first and fifth indicators while the increases of the second and fourth indicators varied. Some students were able to solve the problem based on the indicators, but it was incomplete due to miscalculation, and some students were lacking in the ability to find the pattern and drawing a correct conclusion as a result of the profound basic knowledge. In general, these results indicated that students were able to develop adaptive reasoning although the maximum score could not be achieved.The use of creative problem solving model to develop adaptive reasoning ability: Inductive, deductive and intuitive
PENGEMBANGAN DAN HAMBATAN SISWA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MATEMATIKA MELALUI METODE IMPROVE Bansu Irianto Ansari; Taufiq
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1190

Abstract

This study overall develops models/learning tools for higher order thinking mathematics using the IMPROVE method which is valid, practical and effective using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) model. However, specifically in this paper, the researcher reveals the other side of the development results of these learning tools, namely the development and obstacles faced by students in increasing higher-order thinking skills (Higher-Order-Thinking). Therefore, the specific objective of this study is to determine the development trend of students' higher order thinking skills and the difficulties encountered during learning. The research instruments were student on-task activity sheets, student activity observation sheets, formative tests and learning outcomes tests. The test was conducted on 66 students of class X SMAN 3 and SMAN 5 Banda Aceh as samples. The test results show that the mathematics learning device is valid, practical and effective in accordance with predetermined product criteria. The tendency for the development of high-order thinking skills (HOTS) of students in formative exercises (T1 and T2) moved up and the Learning Outcomes Test was good, on average 72%. The difficulties faced by students are dominant in indicators of creation and evaluation. The implication of this study is that higher order thinking mathematics learning model with the IMPROVE method and metacognitive strategies can be used for class X SMA students. Abstrak Secara keseluruhan studi ini melakukan pengembangan model/perangkat pembelajaran matematika berpikir tingkat tinggi dengan metode IMPROVE yang valid, praktis dan efektif menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Namun secara khusus dalam tulisan ini, peneliti mengungkapkan sisi lain dari hasil pengembangan perangkat pembelajaran tersebut yaitu perkembangan dan hambatan yang dihadapi siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order-Thinking). Oleh sebab itu, tujuan khusus dari studi ini adalah untuk mengetahui kecenderungan perkembangan kemampuan berpikir tinggkat tinggi siswa dan kesulitan yang dihadapi selama pembelajaran. Instrumen penelitian adalah lembar aktivitas on task siswa, lembar pengamatan aktivitas siswa, tes formatif dan tes hasil belajar. Ujicoba dilakukan pada siswa kelas X SMAN 3 dan SMAN 5 Banda Aceh sebanyak 66 orang sebagai sampel. Hasil ujicoba menunjukkan, perangkat pembelajaran matematika tersebut telah valid, praktis dan efektif sesuai dengan kriteria produk yang telah ditetapkan. Kecenderungan perkembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa pada latihan formatif (T1 dan T2) bergerak naik dan Tes Hasil Belajar kategori baik, rata-rata 72%. Kesulitan yang dihadapi siswa dominan pada indikator kreasi dan evaluasi. Implikasi dari studi ini adalah model pembelajaran matematika berpikir tingkat tinggi dengan metode IMPROVE dan strategi metakognitif telah dapat digunakan untuk siswa kelas X SMA. Kata Kunci: HOTS, IMPROVE, Metakognitif, ADDIE
PEMBELAJARAN BERBASIS DIAGNOSTIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES, HASIL DAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Bansu I. Ansari
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.053 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.311

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu proses, hasil dan manajemenpembelajaran matematika melalui diagnosis hasil belajar. Rancangan yang dipilih untuk riset ini ialahrancangan Action Research dalam kurun waktu yang cukup memadai. Subyek sampel terdiri dari 588siswa yang berasal dari wilayah penelitian Kota Bandung dan Nanggro Aceh Darussalam. Perlakuanterhadap subyek sampel berupa strategi pembelajaran remedial diberikan setelah melakukan diagnosishasil belajar. Setelah diberikan tes diagnostik kepada siswa, selanjutnya dilakukan wawancaraterfokus kepada guru dan siswa untuk mengetahui efektivitas perlakuan dan pandangan merekaterhadap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam setiap tahap iterasi, kemampuansiswa memiliki kecenderungan yang semakin meningkat namun belum optimal, karena rata-ratakemampuan mereka masih mencapai nilai cukup. Secara individual sebanyak 28,5 % siswa tuntasbelajar (x  7,5) dan 50,2 % siswa memperoleh nilai cukup (6  x<7,5). Dari hasil wawancaradiperoleh informasi, pada umumnya guru Sekolah Dasar jarang melakukan diagnosis hasil belajar danpembelajaran remedial, meskipun mengetahui bahwa siswanya belum berhasil/tuntas belajar. Namunsetelah program pengajaran tersebut diperkenalkan, para guru menyikapinya secara posisitf meskipunmasih mengeluhkan waktu yang tersedia. Efektivitas pengajaran remedial ternyata lebih meningkat,ketika guru telah mengetahui kesulitan siswanya dalam belajar.
PENGEMBANGAN KINERJA PERGURUAN TINGGI MELALUI MANAJEMEN BERBASIS INSTITUSI (Studi Kasus pada Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDikti 13 Aceh) Burhanuddin AG; Bansu Irianto Ansari
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 11, No 2 (2010): JURNAL SERAMBI ILMU
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan serta teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan. Oleh sebab itu peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi merupakan sesuatu yang tidak bisa diabaikan dan mendesak untuk segera dilakukan dengan jalan merubah subsistem yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik, GuG (Good University Governance). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh profil kepemimpinan PTS yaitu kompetensi individu, gaya kepemimpinan demokratis, lingkungan yang sinergis dan komitmen pimpinan PT terhadap tata kelola pengembangan Perguruan Tinggi Swasta di Aceh. Penelitian ini menggabungkan dua metode penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik wawancara, kuisioner dan survey. Subyek sampel penelitian ini para Rector dan Pembantu Rector Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Provinsi Aceh. Pada Studi awal penelitian ini, subjek sampelnya berjumlah 10 pimpinan, terdiri dari dua Universitas, dua Sekolah Tinggi dan satu Akademi. Instrumen yang digunakan adalah borang penilaian Pimpinan Perguruan Tinggi, serta instrument penelitian Kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berdasarkan prinsip-prinsip GuG. Semua instrument penelitian dan borang penilaian melalui tahapan validasi dan reliabilitas. Hasil temuan dalam studi awal ini adalah tingkat keterpakaian borang sekitar 94%, dan pengaruh Profil kepemimpinan PTS terhadap Kinerja PTS bidang akademik sekitar 59,3% dan bidang non akademik sekitar 59,1%.
PENGEMBANGAN KINERJA PERGURUAN TINGGI MELALUI MANAJEMEN BERBASIS INSTITUSI (Studi Kasus pada Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDikti 13 Aceh) Bansu Irianto Ansari; Burhanuddin AG
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 20, No 2 (2019): JURNAL SERAMBI ILMU
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v20i2.1452

Abstract

Pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan serta teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan. Oleh sebab itu peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi merupakan sesuatu yang tidak bisa diabaikan dan mendesak untuk segera dilakukan dengan jalan merubah subsistem yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik, GuG (Good University Governance). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh profil kepemimpinan PTS yaitu kompetensi individu, gaya kepemimpinan demokratis, lingkungan yang sinergis dan komitmen pimpinan PT terhadap tata kelola pengembangan Perguruan Tinggi Swasta di Aceh. Penelitian ini menggabungkan dua metode penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik wawancara, kuisioner dan survey. Subyek sampel penelitian ini para Rector dan Pembantu Rector Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Provinsi Aceh. Pada Studi awal penelitian ini, subjek sampelnya berjumlah 10 pimpinan, terdiri dari dua Universitas, dua Sekolah Tinggi dan satu Akademi. Instrumen yang digunakan adalah borang penilaian Pimpinan Perguruan Tinggi, serta instrument penelitian Kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berdasarkan prinsip-prinsip GuG. Semua instrument penelitian dan borang penilaian melalui tahapan validasi dan reliabilitas. Hasil temuan dalam studi awal ini adalah tingkat keterpakaian borang sekitar 94%, dan pengaruh Profil kepemimpinan PTS terhadap Kinerja PTS bidang akademik sekitar 59,3% dan bidang non akademik sekitar 59,1%.
MENGGUNAKAN SOAL HIGHER-ORDER-THINKING (HOT) UNTUK MENGEMBANGKAN IDE DAN PROSES BERPIKIR MATEMATIK SISWA BERDASARKAN STATUS DAN TIPE SEKOLAH DAN ETNIS Bansu Irianto Ansari
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 2, No 1 (2019): Semnas Multidisiplin Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2076.942 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memahami proses berpikir dan ide matematik siswa yang berbeda karakteristik dalam memecahkan soal Higher Order Thinking (HOT). Sampel terdiri dari siswa SMA kelas XI sejumlah 80 orang yang berbeda karakteristik sekolahnya, yaitu SMAN Unggul Sigli (mayoritas etnis Aceh), SMAS Methodis Banda Aceh (mayoritas etnis Cina) dan SMAS Sukma Bangsa Sigli (etnis Campuran). Metode penelitian adalah eksperimental dan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Temuan studi ini antara lain mayoritas etnis Cina berhasil mendominasi kemampuan berpikir tingkat tinggi berdasarkan indikatornya masing-masing kemampuan menganalisis (80%); evaluasi (60,3%); dan kreasi (71,3%). Mayoritas etnis Aceh unggul pada soal nomor 2, mayoritas etnis Cina  unggul pada sola nomnor 1 dan 3, sedangkan siswa etnis Campuran unggul pada soal nomor 4. Analisis kualitatif dilakukan untuk memahami lebih mendalam ide dan proses berpikir matematik siswa dalam menjawab soal HOT. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa sampel mayoritas etnis Cina lebih suka menggunakan mathematical axpression dan written texs, sedangkan sampel etnis Aceh dan Campuran lebih suka menggunakan visual konkrit dan written texs dalam menjawab soal-soal HOT.
PENGEMBANGAN KINERJA PERGURUAN TINGGI MELALUI MANAJEMEN BERBASIS INSTITUSI (Studi Kasus pada Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDikti 13 Aceh) Bansu Irianto Ansari; Burhanuddin AG
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 20, No 2 (2019): JURNAL SERAMBI ILMU
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v20i2.1452

Abstract

Pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan serta teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan. Oleh sebab itu peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi merupakan sesuatu yang tidak bisa diabaikan dan mendesak untuk segera dilakukan dengan jalan merubah subsistem yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik, GuG (Good University Governance). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh profil kepemimpinan PTS yaitu kompetensi individu, gaya kepemimpinan demokratis, lingkungan yang sinergis dan komitmen pimpinan PT terhadap tata kelola pengembangan Perguruan Tinggi Swasta di Aceh. Penelitian ini menggabungkan dua metode penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik wawancara, kuisioner dan survey. Subyek sampel penelitian ini para Rector dan Pembantu Rector Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Provinsi Aceh. Pada Studi awal penelitian ini, subjek sampelnya berjumlah 10 pimpinan, terdiri dari dua Universitas, dua Sekolah Tinggi dan satu Akademi. Instrumen yang digunakan adalah borang penilaian Pimpinan Perguruan Tinggi, serta instrument penelitian Kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berdasarkan prinsip-prinsip GuG. Semua instrument penelitian dan borang penilaian melalui tahapan validasi dan reliabilitas. Hasil temuan dalam studi awal ini adalah tingkat keterpakaian borang sekitar 94%, dan pengaruh Profil kepemimpinan PTS terhadap Kinerja PTS bidang akademik sekitar 59,3% dan bidang non akademik sekitar 59,1%.