Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan Care Giver Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bagi Perawat di Dinas Kesehatan Banyumas Yessy Pramita Widodo; Khodijah Khodijah; Wisnu Widyantoro; Arif Rakhman
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v1i2.215

Abstract

Hambatan yang dialami oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) akan mempengaruhi kualitas hidupnya, sehingga menjadi perhatian khusus karena dampak yang diakibatkan tidak hanya pada klien tetapi juga berdampak pada keluarga dan masyarakat. Pelatihan care giver orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bagi perawat dilakukan agar dapat merawat dan mendukung kehidupan ODGJ dalam perawatan dan pengobatan di rumah. Masalah yang dibahas diantaranya yaitu kemampuan dalam penatalaksanaan Care Giver bagi perawat pada pasien dengan gangguan jiwa. Pada pelaksanaanya, peserta juga menanyakan tentang komunikasi serta interaksi pada pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ). Semua materi disampaikan dengan 2 metode, yaitu ceramah dan demonstrasi, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik. Hasil pelatihan menunjukan peningkatan ketrampilan peserta dalam melakukan penanganan, interaksi dan komunikasi pada pasien dengan gangguan jiwa. Bagi perawat dan dinas kesehatan Banyumas disarankan agar membuat rancangan kegiatan pelatihan secara berkala, dan bekerja sama dengan beberapa instansi terkait agar masalah kekambuhan pada ODGJ dapat diminimalisir. Kata Kunci: Pelatihan Care Giver, ODGJ
EDUKASI 3M PLUS DAN MEDIA OVITRAP UNTUK PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA KEBANDINGAN KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN TEGAL Arif Rakhman; Melda Ayu Wulandari
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i1.374

Abstract

Pendidikan kesehatan tentang 3M Plus dan Penggunaan Media Ovitrap merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tantang pentingnya pencegahan dini terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Peranan pendidikan kesehatan sebagai Health Promotion adalah untuk melakukan intervensi faktor perilaku sehingga perilaku individu, kelompok atau masyarakat sesuai dengan nilai-nilai kesehatan. Edukasi 3M Plus dan penggunaan media ovitrap bagi masyarakat dilakukan agar individu secara mandiri dan berkelompok dapat melakukan tindakan preventif dengan memutus mata rantai perkembangan nyamuk aedes aegypti. Materi dalam edukasi ini tentang 3M Plus dan langkah-langkah pembuatan media ovitrap. Semua materi disampaikan dengan metode ceramah dan demonstrasi, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik. Hasil pendidikan kesehatan menunjukan peningkatan pengetahuan dalam pencegahan penularan penyakit DBD serta meningkatkanya ketrampilan peserta dalam pembuatan media ovitrap. Bagi masyarakat Desa Kebandingan disarankan untuk menerapkan media ovitrap pada tempat-tempat yang dicurigai menjadi sarang nyamuk serta selalu menerapkan 3M Plus untuk mencegah penyakit DBD.
PELATIHAN PENANGANAN SUMBATAN JALAN NAPAS PADA ANAK BAGI IBU PKK DESA RANCAWIRU KECAMATAN PANGKAH KABUPATEN TEGAL Deni Irawan; Ikawati Setyaningrum; Khodijah Khodijah; Yessy Pramita Widodo; Arif Rakhman
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i2.441

Abstract

Situasi kegawatdaruratan pada anak - anak yang sering terjadi berkaitan dengan tingginya aktifitas anak bermain. Kegawatdaruratan yang sering terjadi adalah aspirasi benda asing yang dapat mengancam nyawa bila tidak ditangani. Upaya pertolongan terhadap situasi kegawatdaruratan pada anak harus dipandang sebagai satu system yang terpadu, mulai dari pre hospital stage, hospital stage dan rehabilitation stage. Orang tua harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang pertolongan pertama pada anak yang mengalami sumbatan jalan nafas. Edukasi yang dapat dilaksanakan kepada orang tua adalah pelatihan penanganan aspirasi jalan napas pada anak dengan benar. Materi edukasi disampaikan melalui dua metode, yaitu ceramah dan demonstrasi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung mengenai penanganan aspirasi jalan napas. Dalam pelaksanaan edukasi ini menggunakan media manikin bayi yang digunakan untuk mempraktikan pertolongan pertama pada anak dengan sumbatan jalan nafas. Peserta edukasi yang terdiri dari ibu-ibu tampak sangat antusias mengikuti proses baik saat pelaksanaan ceramah maupun saat demonstrasi. Hasil dari kegiatan ini didapatkan ibu-ibu memiliki pengatahuan dan ketrampilan dalam pertolongan kegawatdaruratan sumbatan jalan napas antara lain mampu menilai kepatenan jalan nafas, mengetahui tanda-tanda sumbatan jalan napas, mampu melakukan penanganan sumbatan jalan napas.
PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN DENGAN SUMBATAN JALAN NAFAS BAGI SISWA SMA NEGERI 1 PANGKAH KABUPATEN TEGAL Deni Irawan; Khodijah Khodijah; Yessy Pramita Widodo; Arif Rakhman; Ikawati Setyaningrum
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v4i1.494

Abstract

Penanganan kondisi kegawatdaruratan seperti korban kecelakaan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas medis saja, namun juga tanggung jawab masyarakat. Sistem penanganan gawat darurat mengatur terkait dengan penanganan kegawatan di lingkup pra rumah sakit yang melibatkan berbagai unsur seperti tenaga kesehatan, pelayanan ambulans, system komunikasi dan masyarakat umum. Mengenalkan pertolongan pertama pada kecelakaan dilingkup pra rumah sakit atau di tempat kejadian melalui pelatihan merupakan tugas dan kewajiban bersama. Pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan yang dapat diberikan meliputi penatalaksanaan sumbatan jalan nafas dan penanganan trauma (fraktur, dislokasi dan perdarahan). Kegiatan penyuluhan dilakukan melalui berbagai metode antara lain ceramah, diskusi, tanya jawab, demostrasi, dan praktik. Hasil pelatihan menunjukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan masalah sumbatan jalan nafas, penanganan fraktur dan dislokasi serta penanganan perdarahan.
GEMATI Program: Reducing the Incidence of Stunting Nisa, Anisa Oktiawati; Arif Rakhman; Khodijah; Ita Nur Itsna
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 18 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v18i2.10468

Abstract

Chronic malnutrition can cause growth and development disorders in children. This case is named stunting. Stunting is often experienced by toddlers in Indonesia. One of the main concerns of Tegal Regency Government is the high incidence of stunting. Efforts to decrease the incidence of stunting with structured interventions involving the community, especially parents who have children below two years of age. The study aimed to assess the efficacy of the Gemati program, namely the community assistance movement in Tegal Regency. The study took a quantitative approach and used a pre-experimental design with a single-group pretest-posttest design. All of the respondents were mothers of toddlers who were small in height. The sampling method was a total sampling. The study’s findings revealed an improvement in toddler mothers’ knowledge and skills in detecting and preparing a balanced nutritional menu. The government and the community must collaborate to ensure that the stunting prevention program is carried out effectively in order to reduce stunting. The government determines the policies to control stunting and protect the rights of mothers and children, increasing food security and environmental sanitation, and giving health education about stunting continually. The Gemati program has to be implemented sustainably and applied to all villages that have a high incidence of stunting so that the acceleration of handling stunting in Tegal Regency can achieve the results optimally.
The Effect of Relaxation and Slow Breathing Technique (RSBT) as A Non-Pharmacological Intervention on Blood Pressure Level Among Stage 1 Hypertensive Older Adults Arif Rakhman; Khodijah
JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol. 7 No. 2 (2023): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Fatmawati Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/g5f4xt23

Abstract

The prevalence of hypertension is relatively high, and the number still increases by year. Various studies have demonstrated that non-pharmacological methods have been shown capable of lowering blood pressure such as relaxation techniques, and also slow breathing technique. This study aims to determine the effects of relaxation and slow breathing technique (RSBT) on blood pressure level among stage 1 hypertensive older adults. This study utilized quantitative research method and the research design employed in this study is the one group interrupted time series pre-test post-test quasi-experimental design. Two types of instruments were used in this study to gather the pertinent data and information. The researcher utilized the checklist form to record the result of observation. The researcher also utilized biophysiologic instrument to measure to measure the blood pressure level of the participants. The participants of the study were ten (10) male and ten (10) female older adults with stage 1 hypertension who were selected through purposive sampling technique. Repeated-Measures ANOVA and the Post Hoc test was utilizing series of t-test. The result shows that there is a significant difference in the systolic and diastolic blood pressure level among participants before and after the implementation of the RSBT in both initial phase (first week) and reinstituted phase (third week). Prolonging of implementation of RBST would be more powerful to reduce blood pressure level among older adult with stage I hypertension
Penerapan Unsur Tindak Pidana Pasal 379a KUHP “Penipuan sebagai Mata Pencaharian” David Bani Adam; Safar Dwi Kurniawan; Arif Rakhman
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2023): Juli: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v2i3.6036

Abstract

This study aims to analyze the implementation and proof of elements of criminal acts as required by Article 379a of the Criminal Code, specifically in cases where fraud is used as a livelihood. A normative legal approach is used with an analysis of legal documents and court decisions. The two results show the main aspects: (a) objective evidence in the form of transmission of fraud patterns and similar modes of use, and (b) subjective evidence in the form of intensity to make the activity a source of life. The findings show that recognition of habits (elements of habits) and completeness of evidence are key in the application of this article. The novelty of the study is the integration between empirical conclusion data and the need for proof of economic actors' habits, a dimension that has been less explored in previous studies.