Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

TRAINING KETERAMPILAN SOSIAL PADA PEMBELAJARAN IPS BERFOKUS EFIKASI DIRI SISWA Tetep Dr.; Ade Suherman
Journal Civics and Social Studies Vol 4, No 2 (2020): Call Paper Vol 4 no 2 Desember 2020
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v4i2.943

Abstract

Model training keterampilan sosial dapat meningkatkan efikasi diri siswa di SMP Negeri 1, SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Ciamis. Model training yang digunakan melalui; (a) sistem modelling, dilakukan dengan cara memperlihatkan contoh tentang ketrampilan berperilaku yang spesifik, (b) bermain peran, dilakukan dengan cara mendengarkan petunjuk yang disajikan model atau melalui video, (c) umpan balik terhadap kinerja yang tepat, yang dilakukan dengan cara memberi pengukuh terhadap peserta yang menunjukkan kinerja yang tepat. Setelah dilakukannya model training ini dapat  1)meningkatnya kecakapan dalam keterampilan sosial; 2) siswa aktif bertanya kepada guru ketika ada mata pelajaran yang tidak dimengerti, memahami dan mengatur emosi diri maupun orang lain (kontrol emosi), 3) siswa merespon orang lain dan mengarahkan tindakan sosial (sikap sosial),  4) interaksi dan berkomunikasi siswa secara verbal maupun non verbal (komunikasi) dengan individu dan kelompok lainnya sehingga membentuk siswa menjadi trampil berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, baik dalam hubungan formal maupun informal, 5) siswa bertanggung jawab atas tindakan (tanggung jawab) dan, 6) siswa lebih memperhatikan orang lain (peduli). Kata kunci: Training Keterampilan Sosial, Pembelajaran IPS, Efikasi Diri
Model Pembelajaran Arias Dengan Seting Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Yuyun Susanti; Ade Suherman; Amalia Fauzi
Journal Civics and Social Studies Vol 3, No 2 (2019): vol 3 nomor 2 tahun 2019
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.492 KB) | DOI: 10.31980/2655-7304.v3i2.698

Abstract

Kegiatan pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas masih berpusat pada guru atau  teacher based learning  dan  peserta didik kurang aktif, sehingga hasil belajar tidak maksimal sehingga guru dituntut untuk mengupayakan peningkatan hasil belajar dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat. Hasil penelitian penelitian menunjukan bahwa: 1) Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik yang menggunakan Model pembelajaran ARIAS dengan Seting Kooperatif tipe Jigsaw dari pengukuran awal (pretest) ke pengukuran akhir (posttest) dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 58,86 dan pada pengukuran akhir diperoleh nilai rata-rata sebesar 76 sehingga diperoleh selisih sebesar 17,14.; 2) Model pembelajaran ARIAS dengan Seting Kooperatif tipe Jigsaw lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dibandingkan model pembelajaran konvensional, hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen sebesar 76 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 72,14 sehingga diperoleh selisih sebesar 3,86.Kata kunci : Hasil belajar, ARIAS, Seting Kooperatif, Jigsaw
Information Literacy Training on the Preparedness of Garut People in Facing Landslide Threats Eldi Mulyana Mulyana; Ade Suherman; Triani Widyanti; Tetep Tetep; Asep Supriyatna; Fadlika Sulaeman; Hilmi Hilmi; Nurdin Miptahul Ulum; Irwan Nurkholis; Nia Kurniawan
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 1 No 01 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment (August)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v1i01.157

Abstract

The purpose of this study was to analyze the impact of information literacy on the preparedness of the people of Garut Regency in facing the threat of landslide. The data ini this study are the people of Garut Regency who have been affected by landslides based on the 2010 population census based on gender. The research method uses quantitative patterns in the form of surveys. The results showed that the magnitude of the impact of the ability to identify and find the location of information on public awareness in facing the threat of landslides by 38%. The impact of landslide information literacy can increase the preparedness of the people of Garut Regency by 57%. The conclusion is the impact of information literacy has a significant impact on the preparedness of the people of Garut Regency in facing the threat of landslides.
Training on Developing Children's Social Character Through Sundanese Cultural Values Eldi Mulyana Mulyana; Ade Suherman; Triani Widyanti; Tetep Tetep; Asep Supriyatna; Fadlika Sulaeman; Hilmi Hilmi; Nurdin Miptahul Ulum; Irwan Nurkholis; Nia Kurniawan
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 1 No 01 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment (August)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v1i01.158

Abstract

The purpose of this service is to provide counseling and training for residents in Sukamanah Village, Cigalontang District, Tasikmalaya Regency, West Java Province, to develop children’s social character through Sundanese cultural values. The method used is to give lectures related to the theory and continued with parenting training through Sundanese cultural values. The results of the evaluation of this activity can be concluded that there is an increase in knowledge, attitudes and skills about parenting through the value of Sundanese culture to develop the social character of children. All community members in the area are very enthusiastic and understand about methods to develop children’s social character through Sundanese cultural values after undergoing counseling and training. Counseling and training is carried out well because the majority of people in the place are Sundanese so they can easily apply what they have been trained.
Building the Character of Pancasila Students Through the Independent Curriculum Ade Suherman; jamilah jamilah; Maskur Maskur; Odang Hermanto; Ana Maulana; Wandi Mulyana
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 2 No 02 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment (May)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v2i02.437

Abstract

Abstract Independent curriculum with diverse intracurricular learning where content will be optimized so that students have enough time to explore concepts and strengthen competencies. Teachers have the flexibility to choose various teaching tools so that learning can be adapted to the learning needs and interests of students. The dimensions of the Pancasila Student Profile are (1) Faith, fear of God Almighty, and noble character, (2) Global diversity, (3) Working together, (4) Independent, (5) Critical reasoning, and (6 ) Creative. The purpose of this service is to improve teacher competence regarding the character of Pancasila students through an independent curriculum. The subjects of service are Civics Education teachers, especially those in Malangbong District, Garut Regency through webinars and workshops. The results obtained from these activities are that teachers are motivated in understanding and developing the character of Pancasila students through an independent curriculum, besides that teachers can develop an independent curriculum in their respective schools. Abstrak Kurikulum Merdeka dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Dimensi-dimensi Profil Pelajar Pancasila adalah (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, (2) Berkebinekaan global, (3) Bergotong-royong, (4) Mandiri, (5) Bernalar kritis, dan (6) Kreatif. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan kompetensi guru tentang karakter pelajar pancasila melalui kurikulum merdeka. Subjek pengabdian adalah guru-guru PKn khususnya yang berada di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut melalui kegiatan webinar dan workshop. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut yaitu termotivasi nya guru dalam memahami dan mengembangkan karakter pelajar pancasila melalui kurikulum merdeka, selain itu guru dapat mengembangkan kurikulum merdeka di sekolahnya masing-masing.
Implementation Of Pancasila Student Profile By Citizens Education Teachers As An Effort To Realize Nation Character Jamilah Jamilah; Ade Suherman; Prima Melati; Arik Darojat; Hermansyah Hermansyah; Nenden Rosita
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 2 No 03 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment (August)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v2i03.441

Abstract

ABSTRACTOne of the challenges for the world of education today is how to develop character education for students. Kemendikbudristek set 6 indicators from the Pancasila Student Profile. In order to facilitate the internalization of the Pancasila Student Profile in learning by both teachers and students, the Merdeka Mengajar Platform (PMM) was developed. Character education can be interpreted with value education, character education, moral education, character education. In other words, character education is an essential part of the educational process, interpreted as a system of inculcating character values ​​to school members which includes components of knowledge, awareness or willingness and action to implement these values, both towards God Almighty, oneself, and others. others, the environment, and nationality so that they become human beings. Likewise, an educator is said to have character if he has values ​​and beliefs that are based on the nature and purpose of education and is used as a moral strength in carrying out his duties as an educator. This service aims to improve the competence of Civics teachers in applying the profile of Pancasila students as an effort to realize the nation's character. The subjects of the service are Civics Education teachers, especially those in Malangbong District, Garut Regency through Webinar and Workshop activities. The results obtained from these activities are that teachers are motivated in understanding and developing the application of Pancasila student profiles as an effort to realize the nation's character in their respective schools. Salah satu tantangan bagi dunia pendidikan saat ini adalah bagaimana mengembangkan pendidikan karakter bagi siswa. Kemendikbudristek menetapkan 6 indikator dari Profil Pelajar Pancasila. Guna mempermudah internalisasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran baik oleh guru maupun siswa, dikembangkan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Pendidikan karakter dapat dimaknai dengan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak. Dengan kata lain pendidikan karakter merupakan bagian esensial dalam proses pendidikan, dimaknai sebagai sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi insan kamil. Demikian juga, seorang pendidik dikatakan berkarakter jika ia memiliki nilai dan keyakinan yang dilandasi hakikat dan tujuan pendidikan serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam menjalakan tugasnya sebagai pendidik. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PKn dalam menerapkan profil pelajar pancasila sebagai upaya mewujudkan karakter bangsa. Subjek pengabdian adalah guru-guru PKn khususnya yang berada di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut melalui kegiatan Webinar dan Workshop. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut yaitu termotivasi nya guru dalam memahami dan mengembangkan menerapkan profil pelajar pancasila sebagai upaya mewujudkan karakter bangsa di sekolah masing-masing.
Utilization of Gadgets for Making Civics Online Teaching Materials for Middle and High School Teachers in Garut Regency Ade Suherman; Tetep Tetep; Ana Maulana; Arik Darojat; Reni Nurfaujiah
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 3 No 02 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment (May)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v3i02.462

Abstract

Abstact Learning is a process of interaction between students and educators and learning resources in a learning environment. After the pandemic, the change in teaching patterns from conventional learning to online learning became a demand for every educator around the world. Every educator needs mastery of technology, methods, and learning design to support online learning and educators must ensure that teaching and learning activities continue, even though students are at home. The solution is that educators are required to be able to operate gadgets to design learning media as innovations by utilizing online media. This service activity aims to provide knowledge as well as practice the use of applications in gadgets, namely Canva in online learning during the covid-19 pandemic at the Garut Regency PPKn MGMP to utilize gadgets for the manufacture of teaching materials and learning media. The solution is to organize a workshop. This activity was attended by several participants with a national scope consisting of lecturers, students, teachers and prospective teachers at all levels of education. This workshop is open to the public which is the focus of service, namely MGMP PPKn Garut Regency and all junior and senior high school teachers. The workshop was held in one day with material on introducing the use of applications in gadgets to improve the quality of teaching and learning and using gadgets as teaching materials or learning media to support learning during the COVID-19 pandemic. The results of this service activity are: 1) Participants are given theoretical and practical material about the Canva application, 2) Participants are involved in workshop activities as well as given training on how to use the Cana application and are guided by the presenters through zoom meeting interactions, 3) In the final session each participant submit the tasks given by the presenters at the workshop activities via email and video display of zoom meeting interactions, 4) The results of the google form distributed to the majority of participants understand and can practice using the Canva application for online learning and are able to operate their respective gadgets as learning media. Abstrak Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Setelah terjadinya masa pandemi perubahan pola mengajar dari pembelajaran konvensional ke pembelajaran daring menjadi tuntutan untuk setiap pendidik diseluruh dunia. Setiap pendidik dibutuhkan penguasaan teknologi, metode, dan desain pembelajaran untuk menunjang pembelajaran daring dan pendidik harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun peserta didik berada di rumah. Solusinya, pendidik dituntut untuk mampu mengoperasikan gadget untuk mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfatkan media daring (online). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan sekaligus mempraktikan penggunaan aplikasi dalam gadget yaitu canva dalam pembelajaran Daring di masa pandemic covid-19 pada MGMP PPKn Kabupaten Garut guna memanfaatkan gadget untuk pembuatan bahan ajar dan media pembelajaran. Solusianya kami menyelenggarakan sebuah workshop, Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa peserta dengan ruang lingkup nasional yang terdiri dari dosen, mahasiswa, guru dan calon guru disemua jenjang Pendidikan. Workshop ini terbuka untuk umum yang menjadi fokus pengabdian yaitu MGMP PPKn Kabupaten Garut dan semua guru smp serta sma sederajat. Workshop tersebut dilaksankaan dalam satu hari dengan materi kegiatan pengenalan penggunaan aplikasi dalam gadget guna meningkatkan kualitas belajar mengajar dan memanfaatkan gadget sebagai bahan ajar atau media pembelajaran dalam menunjang pembelajaran pada masa pandemic covid-19. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu: 1) Peserta diberikan materi teori dan praktik tentang aplikasi canva, 2) Peserta terlibat dalam kegiatan workshop sekaligus diberikan latihan cara penggunaan aplikasi cana dan dipandu oleh pemateri melalui interaksi zoom meeting, 3) Di sesi akhir setiap peserta menyetorkan tugas yang diberikan pemateri pada kegiatan workshop melalui email dan tampilan video interaksi zoom meeting, 4) Hasil google form yang disebar kepada peserta mayoritas memahami dan bisa mempraktikan penggunaan aplikasi canva untuk pembelajaran daring serta mampu mengoperasikan gadgetnya masing-masing sebagai media pembelajaran.
Improving Learning Outcomes through Make A Match Method Learning in Social Studies Tetep Tetep; Melani Shofaria; Ade Suherman
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 2 (2022): Vol 6 No 2 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i2.2460

Abstract

Social studies learning tends to be a subject that is less attractive to students. This can be caused by the learning model that is not appropriate and the presentation is still monotonous, so that students become bored and lack enthusiasm in learning. It is known that the results of the Social Studies test for class VII, 23 out of 32 students scored <70, which means that student learning outcomes are low. This study aims to determine the implementation of the make a match type of cooperative learning model in improving student learning outcomes in social studies subjects. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method (quasi-experimental). Sources of data were taken from students of class VII MTs. Exactly Tarogong Garut, totaling 42 students. Data collection techniques were carried out using tests and observation sheets. Based on the results of the study, it can be concluded: 1) The implementation of the make a match cooperative model in improving student learning outcomes in social studies subjects is included in good criteria. 2) Social studies learning with the make a match cooperative learning model is effective in improving student learning outcomes. It can be seen in the N-Gain results that the experimental class got 0.36 results in the "Medium" category while the control class got 0.21 results in the "Low" category
Peran Guru IPS Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Eldi Mulyana; Luffi Nurhafifiyanti; Ade Suherman; Triani Widyanti; Tetep Tetep; Alni Dahlena; Asep Supriyatna
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja adalah peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada usia remaja seorang anak mengalami berbagai bentuk perubahan baik emosi, tubuh, minat dan pola pikir. Munculnya berbagai kasus kenakalan pada remaja, perlu adanya tindakan yang serius karena remaja merupakan asset bagi negara. Sekolah merupakan tempat bagi siswa mendapatkan pendidikan sekaligus bimbingan, maka disinilah guru berperan penting dalam pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru IPS dalam mengatasi kenakalan remaja pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Karangpawitan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut 1). Bentuk-bentuk kenakalan remaja, terdiri dari kenakalan biasa, Kenakalan mengarah pada pelanggaran Dan Kenakalan khusus seperti: tindakan asulia seperti menyenggol area sensitive wanita. 2) Peran guru IPS dalam mengatasi kenakalan remaja, terdapat tindakan preventif, Tindakan represif Dan Tindakan Kuratif seperti: melakukan kerjasama dengan pihak sekolah dan orangtua/wali siswa, dan melakukan homevisit kerumah siswa yang bermasalah. 3) Hambatan-hambatan guru dalam mengatasi kenakalan remaja dapat dipengaruhi oleh faktor internal dimana siswa kurang mengontrol emosi dan faktor eksternal dipengaruhi lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. 4) dampak peran guru IPS dalam mengatasi kenakalan remaja siswa, dimana siswa menjadi aktif dan percaya diri dan siswa dapat mengurangi kenakalannya. Kata Kunci: Peran Guru, Kenakalan Remaja, Siswa kelas VIII.
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF Eldi Mulyana; Juariah Juariah; Ade Suherman; Triani Widyanti; Asep Supriyatna
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v2i1.54119

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di SMPN 4 Tarogong Kidul Garut. Hasil studi pendahuluan menunjukan bahwa berfikir kreatif SMPN 4 Tarogong kidul Garut belum optimal, di duga karena model pembelajaran project based learning yang belum optimal. Berangkat dari fenomena diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model project based learning terhadap kemampuan berpikir kreatif di SMPN 4 Tarogong Kidul Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan design penelitian yaitu pre exsperimental design yang digunakan yaitu uji validitas, uji reliabelitas, uji normalitas, uji beda paired T-Test, uji gain dan uji regresi untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap kemampuan berpikir kreatif. Dalam oprasionalisasinya digunakan bantuan software SPSS 22 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan mean pada kemampuan berpikir kreatif peserta didik sebelum dan sesudah diberikan treatment dan terdapat pengaruh dari model pembelajaran project based learning terhadap kemampuan berpikir kreatif yaitu sebesar 37,7%, dan pengaruhnya signifikan dengan nilai 0,004.Kata kunci: Model pembelajaran project based learning, Kemampuan berpikir kreatif, Pendidikan IPS.