Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Dampak Psikososial Terhadap Anak Korban Kekerasan Seksual di Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur Desy A. Sitaniapessy; Denisius Umbu Pati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4139

Abstract

Abstrak Kekerasan seksual terhadap anak merupakan bentuk kejahatan yang wajib mendapat perhatian semua pihak, mulai keluarga sampai kepada pemerintah. Jumlah kasus kekerasan seksual yang cukup tinggi tentu menjadi tanggung jawab semua pihak dalam menyelesaikan masalah ini. Seringkali yang menjadi kendala dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual adalah kurangnya pemahaman para pendamping atau orang tua dalam memahami dampak yang dirasakan oleh anak korban kekerasan seksual sehingga pendampingan yang diberikan kepada anak tidak secara holistic dan tidak tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak psikososial anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Dengan mengetahui dampak psikososial pada anak korban kekerasan seksual, maka akan menolong pendamping dan juga orang tua dalam mendampingi anak korban kekerasan seksual dengan cara dan metode yang tepat. Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak korban kekerasan seksual yang berada di Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur dan bersedia menjadi subjek dalam penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian ini bentuk pengumpulan data yang akan dilakukan adalah teknik snowball sampling. Hasil penelitian ini merumuskan bahwa dampak psikososial yang dirasakan oleh anak korban kekerasan seksual yaitu anak merasakan ketakutan, sikap tidak percaya pada orang dan cenderung tertutup, anak korban kekerasan seksual sulit diajak berkomunikasi, merasa bersalah, Kecemasan, Korban juga merasa malu, mengalami rasa regresi/kemunduran yang tidak sesuai dengan perkembangan mental dan emosi seusianya karena sering mengalami ketegangan, depresi, sehingga anak menjadi pendiam, rendah diri, menarik diri dari pergaulan sosialnya. Mengalami kemarahan yang mendalam karena kehilangan kepercayaan terhadap orang dewasa yang dipercayainya sehingga dia menjadi kasar, agresif dan nakal bahkan dapat pula melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri sebagai bentuk pelarian diri dari permasalahan yang dihadapinya. Kata Kunci: Kekerasan Seksual, Psikososial, Anak Abstract Sexual violence against children is a form of crime that must receive the attention of all parties, from the family to the government. The high number of cases of sexual violence is certainly the responsibility of all parties in resolving this problem. Often the problem in solving cases of violence is the understanding of assistants or parents in understanding the impact felt by child victims of violence so that the assistance provided by children is not holistic and not on target. The purpose of this study was to determine the psychosocial impact of children who were victims of sexual violence. By knowing the psychosocial impact on child victims of sexual violence, it will help assistants and parents to accompany child victims of sexual violence in the right ways and methods. This study will use a descriptive method with a qualitative approach. The subjects of this study were child victims of sexual violence who were in Waingapu City District, East Sumba Regency and were willing to become subjects in the research conducted. In this study, the form of data collection to be carried out is the snowball sampling technique. The results of this study formulate that the psychosocial impact felt by child victims of sexual violence, namely children feeling fear, distrust of people and tend to be closed, child victims of sexual violence are difficult to communicate with, feel guilty, anxiety, victims also feel ashamed, experience a sense of regression. setbacks that are not in accordance with the mental and emotional development of their age because they often experience tension, depression, so that the child becomes quiet, has low self-esteem, withdraws from his social interactions. Experiencing deep anger because of losing trust in an adult whom they trust so that they become rude, aggressive, and naughty and can even commit acts that are self-defeating as a form of escape from the problems they face. Keywords: Sexual Abuse, Psychosocial,Children.
Analisis Resiko Derajat Kesehatan Petani Pengguna Pestisida Pati, Denisius Umbu
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 5 No 2 (2020): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v5i2.464

Abstract

Background: Healthy is a state of well-being in body, soul, and social conditions so that everyone can live productively socially and economically. Objective: to analyze the effect of risk factors for the health degree of pesticide user farmers in Lambanapu Village, East Sumba Regency. Method: This research is an analytic survey with a cross sectional study design. The population in this study were 132 respondents who used pesticide farmers. The sampling technique used was simple random sampling technique. The sample in this study were 80 respondents who used pesticide farmers. Results: Univariate analysis showed the degree of public health with theoretical farmers who were not sick was 30 (37.5%) and sick were 50 (62.5%), knowledge of pesticide user farmers in good categories was 11 (13.8%), moderate numbered 48 (60.0%) and less amounted to 21 (26.3%), education of farmers using pesticides more than strata 1 amounted to 24 (30.0%), SMP and SMA amounted to 43 (53.8%) and less than SD amounted to 13 (16.3%) while personal protective equipment that meets the requirements amounted to 53 (66.3%) and did not meet the requirements amounted to 27 (33.8%). The results of the bivariate analysis showed that there was an influence between knowledge (p = 0.030), education (p = 0.009) and personal protective equipment (p = 0.003) with the degree of public health. Conclusion: There is a significant influence between knowledge, education and personal protective equipment on health status. Latar Belakang: Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial sehingga memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Tujuan: untuk Menganalisis Pengaruh Faktor Resiko Derajat Kesehatan Petani Pengguna Pestisida di Kelurahan Lambanapu Kabupaten Sumba Timur. Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancang bangun cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 132 responden petani pengguna pestisida. Teknik sampling yang digunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 80 responden petani penggguna pestisida. Hasil: Analisis univariat menunjukkan derajat kesehatan masyarakat dengan petani keteori tidak sakit berjumlah 30 (37.5%) dan sakit berjumlah 50 (62.5%), pengetahuan petani pengguna pestisida dengan kategori baik berjumlah 11 (13.8%), sedang berjumlah 48 (60.0%) dan kurang berjumlah 21 (26.3%), pendidikan petani pengguna pestisida lebih dari strata 1 berjumlah 24 (30.0%), SMP dan SMA berjumlah 43 (53.8%) dan kurang dari SD berjumlah 13 (16.3%) sedangkan alat pelindung diri yang memenuhi syarat berjumlah 53 (66.3%) dan tidak memenuhi syarat berjumlah 27 (33.8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pengetahuan (p=0.030), pendidikan (p=0.009) dan alat pelindung diri (p=0.003) dengan derajat kesehatan masyarakat. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan, pendidikan dan alat pelindung diri terhadap derajat kesehatan.