Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELATIHAN KESIASIAGAAN DAN MITIGASI BENCANA TERHADAPA TARUNA SIAGA BENCANA (TAGANA) DI KOTA TIDORE KEPULAUAN abd Hakim husen; suhardi suhardi; ismail rahman; Amran Nur
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1462

Abstract

Taruna Siaga Bencana (TAGANA) adalah bagian dari pemerintah daerah wajib melaksanakan fungsinya dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana. Bencana adalah dampak dari suatu kejadian yang tidak dapat ditanggulangi dengan sumber daya setempat sehingga yang menjadi penting yaitu pemberian pelatihan kesiapsiagaan dan mitigasi kepada anggota relawan kemanusiaan dalam penanggulangan bencana untuk pengurangan resiko bencana. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap tingkat pengetahuan anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA). Desain dan metode penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan penelitian One-Group Pre test–Post test. Sampel pada penelitian ini adalah semua anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kota Tidore Kepulauan dengan teknik pengambilan sampelnya menggunakan total sampling. anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) sebelum diberikan pelatihan dilakukan pre test yang berhubungan dengan kesiapsiagaan bencana setelah itu melaksanakan pelatihan dan simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) kemudian dilakukan evaluasi pelatihan dengan cara post test kepada anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA). Pelatihan ini berlangsung selama satu hari. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney Test. Pada penelitian ini hasilnya menunjukan bahwa adanya perbedaan tingkat pengetahuan anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) sebelum dilakukan pelatihan pengetahuan dan setelah dikakukan pelatihan tindakan simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD)  dengan nilai (p = 0.000). Kesimpulan Pengetahuan anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) sangat efektif dalam melakukan pertolongan untuk mengurangi korban dan tingkat resiko bencana.
Analisis pertumbuhan alga merah (Ptilophora pinnatifida) yang di budidaya pada skala laboratorium Rovina Andriani; Fatma Muchdar; Angela Wulansari; Eka Kusuma Dewi; Abd Hakim Husen; Dewi Putri Lestari
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v3i1.1863

Abstract

Ptilophora pinnatifida termasuk dalam genus alga merah yang tersebar di Indo-Pasifik Barat, terutama dihabitat subtidal pada kedalaman lebih dari 100 meter. Genus ini jarang ditemui, 3 dari 14 spesies yang telah dikenali hanya dapat dikumpulkan dari arus atau aliran air. Spesies Ptilophora umumnya berasal dari perairan beriklim sedang (hanya 2 spesies yang diketahui berasal dari perairan beriklim tropis) dan secara biogeografis area penyebarannya masih terbatas. Laju pertumbuhan rumput laut umumnya mengalami peningkatan pesat pada periode tertentu tergantung pada umur tanaman tersebut dan setelah mencapai puncak, laju pertumbuhan akan menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan harian dan pertumbuhan spefifik alga merah (Ptilophora pinnatifida). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan rumput laut Ptilophora pinnatifida yang dibudidaya pada bak selama 10 minggu (70 hari) mencapai rata-rata berat 3 gr dan panjang 1,138 cm. Hasil analisis laju pertumbuhan spesifik menunjukkan pada umur 43-57 hari terjadi pertumbuhan rumput laut yang pesat, yaitu 1,63%.Kata Kunci: rumput laut; Ptilophora pinnatifida; pertumbuhan; budidaya skala laboratorium
RESPON TIME TENAGA MEDIS IGD TERHADAP PASIEN GAWAT DARURAT DI RSUD SOFIFI MALUKU UTARA ABD HAKIM HUSEN; ISMAIL RAHMAN
Kieraha Medical Journal Vol 2, No 2 (2020): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.265 KB) | DOI: 10.33387/kmj.v2i2.2699

Abstract

Instalasi gawat darurat (IGD) memiliki peran sebagai gerbang utama masuknya penderita gawatdarurat, untuk itu perlunya respon time petugas medis dalam memberikan pertolongan untukmenyelamatkan nyawa/mencegah kecacatan dengan standar pelayanan yang cepat dan tepat. Tujuan daripenelitian ini untuk mengetahui analisis hubungan pelaksanaan respon time petugas medis IGD terhadappasien gawat darurat di RSUD Sofifi Maluku Utara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode kuantitatif dengan desain penelitian studi potong lintang (cross sectional study). Sampeldalam penelitian ini adalah seluruh petugas medis yang ada di ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUDSofifi Maluku Utara sebanyak 20 orang. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square untuk jenispenelitian kuantitatif. variabel pengetahuan p=0,010, dan variabel keterampilan p=0,004. Dari hasilanalisis statistik untuk melihat hubungan antara pengetahuan dan keterampilan dengan respon timepetugas medis IGD di RSUD Sofifi Maluku Utara pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan secarastatistik bermakna.Kata Kunci : Pengetahuan, Keterampilan, Respon Time
PEMERIKSAAN SPUTUM BTA DENGAN HASIL PEMERIKSAAN GENEXPERT PADA PASIEN TB-MDR DI RSUD Dr. H. CHASAN BOESIRIE PERIODE TAHUN 2020 ANDI SITTI NUR AFIAH; abd Hakim Husen
Kieraha Medical Journal Vol 2, No 2 (2020): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.06 KB) | DOI: 10.33387/kmj.v2i2.2695

Abstract

Sampai saat ini Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB-MDR) masih merupakan salah satupenyakit menular yang mematikan di dunia dan penyebab kematian terbesar kedua setelah HIV/AIDS.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian hasil pemeriksaan sputum BTA dengan hasilpemeriksaan GeneXpert pada pasien TB-MDR di RSUD Dr. H. Chasan Boesirie Periode Tahun 2020.Desain dan metode ini adalah penelitian deskriptif, desain potong lintang dengan melihat data sekunderuntuk mengetahui gambaran dan kesesuaian hasil pemeriksaan Sputum BTA dengan menggunakanpemeriksaan GeneXpert pada pasien TB-MDR. Sampel pada penelitian ini adalah ini pasien yang dipilihdengan metode total sampling berdasarkan registrasi pemeriksan laboratorium pasien yang telahmelakukan pemeriksaan sampel TB-MDR di Dr. H. Chasan Boesirie. Penelitian yang dilakukan dari 150sampel dengan pemeriksaan Sputum BTA pasien TB-MDR ditemukan yang negatif yaitu sebanyak 117sampel (78,0%), Scanty sebanyak 7 sampel (4,7%), 1+ sebanyak 13 sampel (8,7%), 2+ sebanyak 3sampel (2,0%), dan yang 3+ sebanyak 10 sampel (6,7%). Sedangkan untuk pemeriksaam sampel denganGenXpert pasien TB-MDR di RSUD dr Chasan Boesoirie Tenate ditemukan hasil dari 150 yang diperiksadidapatkan hasil yang negatif yaitu sebanyak 96 sampel (64,0%) dan yang Sensistif Rifampisin sebanyak54 sampel (36,0%). Hasil ini menunjukkan bahwa pemeriksaan GeneXpert lebih sensitif di bandingkanpemeriksaan Sputum BTA karena dengan pemeriksaan GeneXpert didapatkan hasil positif lebih banyakdibandingkan dengan pemeriksaan mikroskopis BTA.Kata Kunci : TB-MDR, Sputum BTA, GeneXpert
KARAKTERISTIK PENDERITA KANKER SERVIKS DI RSUD Dr. H. CHASAN BOEOSIRIE TERNATE LIASARI ARMAIJN; abd Hakim Husen
Kieraha Medical Journal Vol 2, No 2 (2020): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.25 KB) | DOI: 10.33387/kmj.v2i2.2696

Abstract

Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada daerah serviks atau mulut rahim. Upayadeteksi dini perlu dilakukan karena biasanya penderita kanker serviks tidak menunjukkan gejala padastadium awal. Padahal, tingkat kesembuhan pada stadium awal lebih baik dibandingkan dengan stadiumlanjut. Lebih dari 70% kasus yang datang ke rumah sakit ditemukan dalam keadaan stadium lanjut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita kanker serviks berdasarkan umur,alamat, pekerjaan, paritas, jenis persalinan, jumlah perkawinan dan stadium saat didiagnosis. Penelitianmenggunakan metode deskriptif retrospektif. Tempat penelitian di RSUD dr. H. Chasan BoesoirieTernate dan dilaksanakan pada bulan Juny-Agustus 2020. Populasi dan sampel penelitian adalah semuapenderita kanker serviks di poliklinik dan ruang rawat inap bagian obstetri dan ginekologi RSUD dr. H.Chasan Boesoirie Ternate tahun 2017-2019. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa penderita kanker serviks terbanyak pada usia 31-40 tahun sebanyak 8orang (36,36%), beralamat di Ternate Utara, Ternate Selatan dan Kab/Kota di Maluku Utara masingmasingsebanyak 5 orang (22,73%), pekerjaan, terbanyak adalah ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 21orang (95,46%), memiliki paritas > 4 orang anak sebanyak 12 orang (54,54%), jenis persalinanterbanyak adalah persalinan spontan 18 orang (81,82%), jumlah perkawinan terbanyak 1x sebanyak 19orang (86,36%), dan stadium saat didiagnosis adalah stadium IIIb sebanyak 8 orang (36,36%).Kata kunci : Kanker Serviks, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate
Necessity Analysis 0f Basic Life Support Competency Improvement On The Out Of Hospital Cardiac Arrest Patients For The Employees Of Disaster Prevention And Mitigation Service In Middle Halmahera, North Maluku Abd Hakim Husen
Science Midwifery Vol 10 No 1, October (2021): Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emergency situation is a sudden incident which require an immediately action. It can be caused by epidemic situation, natural disaster, technology disaster, conflict, or human error. Out-of-hospital cardiac arrest (OHCA) is one of health problem in the world which is caused by the emergency situation. Survival rate of the victims depends on how well trained the medical personnel about basic life support (BLS) while treating OHCA patients. BLS must be given to patient with respiratory failure or cardiac arrest (code blue patients). BLS competency is not exclusive for medical personnel only, but it can be taught to everyone. The purpose of this study was analyzed the necessity of BLS competency improvement on the OHCA patients for the employees of Disaster Prevention and Mitigation Service in Middle Halmahera Regency. This study was a quantitative research with cross sectional study method. The samples were 30 active employees of Disaster Prevention and Mitigation Service in Middle Halmahera Regency. The result showed 43,3% employees had poor BLS competency, only 23,3% employees had a good BLS competency. Chi Square analysis result showed there was a significant correlation (p=0,000) between the necessity of BLS improvement training and BLS competency on the OHCA patients. BLS competency is a basic knowledge for public service employee especially in Disaster Prevention and Mitigation Service. The employees in Disaster Prevention and Mitigation Service in Middle Halmehara Regency had a poor BLS competency, so BLS improvement training is needed.
PENGARUH POLA DIET TERHADAP KEJADIAN DISPEPSIA FUNGSIONAL DI RSUD KOTA TIDORE KEPULAUAN Ferdian Hadiyat; Abd Hakim Husen; Asyura Abdullah
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 14 No 1 (2022): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v14i1.729

Abstract

The habit of consuming foods and beverages such as spicy or sour foods, drinking tea or coffee and other carbonated drinks can increase the risk of developing dyspepsia syndrome. This study aims to determine the relationship between dietary patterns and the incidence of dyspepsia. This cross-sectional study involved 134 people who were carried out at the Internal Medicine Polyclinic of the Tidore Kepulauan City Hospital. The results showed that the dominant type of food in the spicy category was 59 people (44%), and the most preferred type of beverage was coffee as many as 71 people (53%). The results of the chi square test obtained a very significant P-value for the variables of types of drinks and types of food, namely <0.05. The conclusion of the study is that types of foods such as spicy, fatty and sour causes an increase in the incidence of dyspepsia, as well as drinks such as coffee and tea trigger an increase in stomach acid.
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN DEMOGRAFI DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS MULTIDRUG RESISTANT TUBERCULOSIS (MDR-TB) Soesanti Soesanti; Abd Hakim Husen
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 13 No 2 (2022): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v13i2.730

Abstract

Tuberculosis (TB) is one of the top 10 causes of death worldwide. Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) is TB that is drug resistant to at least 2 (two) most potent anti-TB drugs. This study aims to determine the relationship between age and sex factors with the incidence of Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB). This cross-sectional study involved 37 people with pulmonary tuberculosis in the 2019-2021 period which was carried out in the work area of ​​the Ternate City Health Office. Data analysis using chi square test. The results showed that the characteristics of MDR-TB patients in Ternate City were 24 respondents (64.9%) male and 13 female respondents (35.1%). Most of the patients aged 35-44 years were 14 respondents (37.8%), while those aged 15-34 and 45->60 years were on average only 4 and 5 respondents. The incidence of tuberculosis multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) is influenced by age > 35 - 44 years, while the type of chlamydia is not related.
EDUKASI KULIT CANTIK DAN PRODUK KOSMETIK YANG AMAN PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 1 KOTA TERNATE abd Hakim husen; Andi Sitti Nur Affiah; Soesanti dr
JURNAL PengaMAS Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/.v5i1.2285

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dalam merawat kesehatan kulit wajah yang cantik dan mengurangi dampak penggunaan kosmetik yang tidak aman di masyarakat. Dengan adanya kegiatan PKM ini sebagai upaya menanggulangi dan meminimalisir remaja agar terhindar dari produk kecantikan yang tidak aman dan berbahaya bagi kulit.
Hubungan Gaya Hidup Dengan Hipertensi Pada Penjaga Wisata Di Pantai Sulamadaha Kota Ternate Soesanti Soesanti; Abd Hakim Husen
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 14 No 4 (2022): EDISI SPESIAL
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v14i4.876

Abstract

One of the non-communicable diseases that attack the community today is hypertension. Hypertension is often referred to as the silent killer because the conditions experienced by sufferers are generally asymptomatic and then only have meaning when they have reached the level of severe damage. Purpose This study aims to determine the relationship between exercise habits and smoking habits with hypertension in tourist guards on the Sulamadaha beach, Ternate City. Methods The type of research used is analytic observational with a cross sectional study design. Results From a total of 30 respondents there is a significant relationship between lifestyle and hypertension with p = 0.004 and p = 0.008 < = 0.05. Lifestyle is an important factor in the incidence of hypertension in a person, including young adults. The increase in hypertension is influenced by an unhealthy lifestyle in the form of a lack of exercise and smoking behavior.