Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Tinjauan Pustaka: Pentingnya Menumbuhkan Nilai Toleransi dalam Praksis Pendidikan Purwati Purwati; Dede Darisman; Aiman Faiz
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2733

Abstract

Indonesia adalah negara majemuk dan dikenal memiliki suku, budaya, adat, bahasa, dan agama yang beraneka ragam. Tujuan artikel ini untuk mengumpulkan hasil penelitian terkait yang kemudian dideskripsikan untuk memperluas khazanah pembahasan yang terkait dengan nilai toleransi. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka yang bersumber dari berbagai literatur atau artikel hasil penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen ini disatu sisi menjadi kekayaan budaya bangsa, namun disisi lain hal ini menjadi potensi yang sensitif sehingga mudah sekali menimbulkan konflik perpecahan dalam masyarakat Indonesia. Untuk itu nilai toleransi di Indonesia perlu dijaga dan ditanamkan nilai-nilai toleransi tersebut sejak dini, salah satu upaya yang bisa diterapkan adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang diintegrasikan dalam mata pelajaran di Sekolah pada mata pelajaran Pancasila dan PKN, Budi pekerti, Pendidikan Agama. Tentunya peran guru sangat menentukan dalam menjaga nilai kebersamaan dan toleransi di Sekolah. Dapat disimpulkan internalisasi nilai toleransi harus dapat memperkuat karakter Bangsa Indonesia dan mengatasi permasalah yang ada di Indonesia melalui praksis pendidikan.
Pengembangan Konsep Pendidikan Karakter: Dede Darisman Admin Hawari
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hawari

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa: seringkali pendidikan agama dianggap sebagai salah satu media efektif dalam menginternalisasikan karakter luhur terhadap peserta didik. Akan tetapi kenyataannya, harapan tersebut belum mampu direalisasikan oleh PAI, karena belum dapat berperan secara optimal. Meskipun anggapan itu tidak sepenuhnya benar, tetapi paling tidak idealnya pendidikan agama memang dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang berakhlak karimah. Melalui PAI, peserta didik diharapkan memiliki karakter-karakter tersebut. Pemahaman yang mendalam akan ajaran dan nilai-nilai agama Islam diharapakan mampu menjiwai perilaku dan tindakan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pengembangan PAI yang berorientasi pada pendidikan karakter diharapkan mampu membenahi kualitas pembelajaran PAI, sehingga mampu memberikan kontribusi dalam pembenahan akhlak bangsa. Atas dasar itu masalah dalam penelitian ini dirumuskan: bagaimana pengembangan konsep dasar pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI di SMA Plus Darussalam Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 komponen penunjang keberhasilan pelaksanaan pembelajaran. Pertama, Tahap perencanaan, kedua Tahap Pelaksanaan dan ketiga, Tahap Evaluasi. Dari ketiga tahapan tadi tentunya faktor lain yang penting adalah Guru sebagai pelaksana dalam proses tersebut dengan berbagai metode yang diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran.
Tinjauan Pustaka: Pentingnya Menumbuhkan Nilai Toleransi dalam Praksis Pendidikan Purwati Purwati; Dede Darisman; Aiman Faiz
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2733

Abstract

Indonesia adalah negara majemuk dan dikenal memiliki suku, budaya, adat, bahasa, dan agama yang beraneka ragam. Tujuan artikel ini untuk mengumpulkan hasil penelitian terkait yang kemudian dideskripsikan untuk memperluas khazanah pembahasan yang terkait dengan nilai toleransi. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka yang bersumber dari berbagai literatur atau artikel hasil penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen ini disatu sisi menjadi kekayaan budaya bangsa, namun disisi lain hal ini menjadi potensi yang sensitif sehingga mudah sekali menimbulkan konflik perpecahan dalam masyarakat Indonesia. Untuk itu nilai toleransi di Indonesia perlu dijaga dan ditanamkan nilai-nilai toleransi tersebut sejak dini, salah satu upaya yang bisa diterapkan adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang diintegrasikan dalam mata pelajaran di Sekolah pada mata pelajaran Pancasila dan PKN, Budi pekerti, Pendidikan Agama. Tentunya peran guru sangat menentukan dalam menjaga nilai kebersamaan dan toleransi di Sekolah. Dapat disimpulkan internalisasi nilai toleransi harus dapat memperkuat karakter Bangsa Indonesia dan mengatasi permasalah yang ada di Indonesia melalui praksis pendidikan.
Revitalisasi Nilai-Nilai Toleransi di Media Sosial dengan Ajaran Pendidikan Islam Dede Darisman; Aiman Faiz; Imas Kurniawaty
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 5 (2022): October Pages 6401-7346
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i5.3901

Abstract

Tujuan artikel ini menyajikan fenomena intoleransi di media sosial dengan perspektif pendidikan Islam yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode survei. Hasilnya, 53 responden ikut ambil bagian dalam survei tersebut dan menunjukkan bahwa 18,9% responden mengatakan sangat sering menemukan tindakan intoleransi di media sosial. Sisanya, 35% mengatakan sering, 39,6% mengatakan kadang-kadang, dan hanya 5,7% mengatakan tidak pernah. Selain itu, ada 4 alasan terpenting mengapa tindakan intoleransi di media sosial terjadi (1) tidak menghargai orang lain; (2) kesalahpahaman; (3) etnosentrisme; (4) kesombongan. Dengan demikian tindakan Intoleran ini dapat timbul akibat terbentuknya rasa kurang menghargai disebabkan juga oleh pola pikir yang terbentuk dari perilaku konsumsi terhadap postingan atau tayangan intoleransi di sosial media. Untuk itu diperlukan sikap yang harus dilakukan untuk merubah sikap intoleran menjadi sikap yang lebih baik. Seperti menghargai antar sesama, dan senantiasa rendah diri, membiasakan diri untuk membudidayakan membaca hal-hal yang bermanfaat, tidak mengedepankan ego
PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP MATA UANG DIGITAL UNTUK ALAT PEMBAYARAN ZAKAT, INFAQ, DAN SHADAQOH/DONASI DALAM HUKUM ISLAM Aiman Faiz; Dede Darisman; Abdul Aziz Ridha
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.807 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4521

Abstract

Penggunaan Financial Technology (FinTech) sangat membantu kehidupan manusia saat ini dan membantu umat muslim untuk melaksanakan ibadah dan kewajibannya, seperti dalam jual beli secara online, dengan metode pembayaran e-money. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam hukum penggunaan teknologi finansial. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode data kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang berisi pertanyaan yang kemudian dianalisis menggunakan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan sebagian besar responden sudah mengetahui bahwa teknologi keuangan hukumnya adalah halal jika transaksinya dilakukan sesuai dengan syariat islam. Sedangkan sebagian besar responden belum mengetahui bahwa penggunaan uang kripto itu hukumnya haram. Pengetahuan tersebut berdampak pada persepsi mereka tentang penggunaan mata uang kripto untuk transaksi zakat, infaq, dan sodaqoh yakni tidak terlihat perbedaan signifikan yang menunjukkan antara responden yang setuju dan tidak setuju dengan penggunaan koin kripto untuk transaksi tersebut. Meskipun responden yang tidak setuju persentasenya sedikit lebih banyak dari yang setuju.
Mehdi Golshani's Philosophy on the Position of Science in Islam Darisman, Dede
TAJDID Vol 27 No 1 (2020): Islamic Studies
Publisher : Research and Development Institution, Darussalam Institute for Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/tajdid.v27i1.330

Abstract

This article seeks to explore Mehdi Golshani's thoughts on the position of science in religion. By using the literature study method, this study finds that Mehdi Golshani's idea of Islamic science is a form of epistemological effort to intervene in responding to the debate around the relationship between science and religion. According to him, science is not merely a collection of theories, concepts, and natural laws, but is also part of the metaphysical reality in which divine values are stored. Descriptive analysis of Mehdi Golshani's view of Islamic science provides an understanding that science cannot be reduced to the physical realm (material) but must be combined with the supernatural realm (religion) so that it becomes an inseparable whole.
Tinjauan Pustaka: Pentingnya Menumbuhkan Nilai Toleransi dalam Praksis Pendidikan Purwati, Purwati; Darisman, Dede; Faiz, Aiman
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2733

Abstract

Indonesia adalah negara majemuk dan dikenal memiliki suku, budaya, adat, bahasa, dan agama yang beraneka ragam. Tujuan artikel ini untuk mengumpulkan hasil penelitian terkait yang kemudian dideskripsikan untuk memperluas khazanah pembahasan yang terkait dengan nilai toleransi. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka yang bersumber dari berbagai literatur atau artikel hasil penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen ini disatu sisi menjadi kekayaan budaya bangsa, namun disisi lain hal ini menjadi potensi yang sensitif sehingga mudah sekali menimbulkan konflik perpecahan dalam masyarakat Indonesia. Untuk itu nilai toleransi di Indonesia perlu dijaga dan ditanamkan nilai-nilai toleransi tersebut sejak dini, salah satu upaya yang bisa diterapkan adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang diintegrasikan dalam mata pelajaran di Sekolah pada mata pelajaran Pancasila dan PKN, Budi pekerti, Pendidikan Agama. Tentunya peran guru sangat menentukan dalam menjaga nilai kebersamaan dan toleransi di Sekolah. Dapat disimpulkan internalisasi nilai toleransi harus dapat memperkuat karakter Bangsa Indonesia dan mengatasi permasalah yang ada di Indonesia melalui praksis pendidikan.
Tinjauan Pustaka: Pentingnya Menumbuhkan Nilai Toleransi dalam Praksis Pendidikan Purwati, Purwati; Darisman, Dede; Faiz, Aiman
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2733

Abstract

Indonesia adalah negara majemuk dan dikenal memiliki suku, budaya, adat, bahasa, dan agama yang beraneka ragam. Tujuan artikel ini untuk mengumpulkan hasil penelitian terkait yang kemudian dideskripsikan untuk memperluas khazanah pembahasan yang terkait dengan nilai toleransi. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka yang bersumber dari berbagai literatur atau artikel hasil penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen ini disatu sisi menjadi kekayaan budaya bangsa, namun disisi lain hal ini menjadi potensi yang sensitif sehingga mudah sekali menimbulkan konflik perpecahan dalam masyarakat Indonesia. Untuk itu nilai toleransi di Indonesia perlu dijaga dan ditanamkan nilai-nilai toleransi tersebut sejak dini, salah satu upaya yang bisa diterapkan adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang diintegrasikan dalam mata pelajaran di Sekolah pada mata pelajaran Pancasila dan PKN, Budi pekerti, Pendidikan Agama. Tentunya peran guru sangat menentukan dalam menjaga nilai kebersamaan dan toleransi di Sekolah. Dapat disimpulkan internalisasi nilai toleransi harus dapat memperkuat karakter Bangsa Indonesia dan mengatasi permasalah yang ada di Indonesia melalui praksis pendidikan.
Sosialisasi Penggunaan Google Bisnis pada UMKM untuk Meningkatkan Pemasaran dan Penjualan Produk Muria Jaya di Desa Mulyasari Kota Banjar Darisman, Dede; Pauziah, Alya Lutfhi; Hardiyanti, Fitri
Khidmat Vol 2 No 1 (2022): Khidmat
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam Ciamis-Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The proliferation of information technology and the internet has created fresh avenues for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to enhance the marketing and sales of their products. A viable tool for this purpose is Google Business, a platform specifically developed to facilitate the expansion of local enterprises. Muria Jaya UMKM is a company specializing in the production of tofu and tempeh. The objective of this service initiative is to enhance the market penetration of Muria Jaya micro, small, and medium enterprises (MSMEs) through the process of digitalizing their marketing efforts. The proposed solution in this activity involves the implementation of digital marketing through the utilization of the Google Business platform. UMKM Muria Jaya can enhance their visibility to potential customers by utilizing this platform's capabilities, including business listings, customer reviews, and geographical information, which facilitate easy discovery of their items via the Google search engine. The approach employed in this activity involves the formation of an activity team, doing visits, performing analysis, implementing activities, and conducting evaluations. The outcome of the service efforts is the Google Business platform, which serves as an online marketing and sales tool.
Hypothetical Model of Religious Character Education Based on Local Wisdom in the Indigenous Community Darisman, Dede; Nurdin, Encep Syarief; Kosasih, Aceng; Nurbayani K, Siti
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 3 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i3.8220

Abstract

The purpose of this study is to explore a hypothetical model of religious character education based on the local wisdom of the Kuta Ciamis Indigenous Community by identifying: 1) Religious Core Values, 2) Value Internalization Methods, and 3) Dimensions of Character Education. This study employs a qualitative approach, utilizing ethnographic methods. The research data sources comprise both primary and secondary data, with data collection techniques including in-depth interviews with key informants, such as Traditional Leaders, Elders, Kuncen, and Youth Activists. Participatory observation by observing the socio-religious life of the Kuta Ciamis Indigenous Community, as well as documentation studies used by researchers, including community profile documents of Kuta Village, and archives of data on activities of the Kuta Ciamis Indigenous Community. Data analysis was conducted through reduction, data display, and conclusion. The results of the study show that: 1) the hypothetical model of religious character education is built on three main foundations of core values, namely, religious (monotheism, worship, morals), cultural (rituals, symbols, taboos), and socio-ecological (harmonious relationships between humans and others and nature). 2) Internalization and enculturation of contextual values, with the important role of families, traditional figures, religious figures, and social communities in shaping religious character. Religious values ​​are internalized through role models, habituation, social control, and cultural narratives such as myths and ancestral wisdom. This model produces a holistic religious character that unites spiritual, moral, social, and ecological piety. Methodologically, this model confirms the effectiveness of community-based character education and local culture as an alternative paradigm for contextual and sustainable national character education. 3) The four main dimensions of religious character formation based on local wisdom are: spiritual, social, moral, and ecological.