Sukamto Sukamto
Universitas Negeri Malang

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peran Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) terhadap kehidupan masyarakat (sosial-ekonomi) Desa Mojoparon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan Yonita Yuli Amanda; Sukamto Sukamto; Siti Malikhah Towaf
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.682 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p285-292

Abstract

This research aims to describe the role of Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) to the socioeconomic life of Mojoparon villagers in Pasuruan Regency. The approach and type of research used qualitatively descriptive. Three research conclusions were obtained as follows. First, the history of its establishment in PIER is due to the development of SIER and the development of industry in Pasuruan District phase III. Second, the problem of pier role for Mojoparon village community is divided into two, namely, indirect role and direct role. The indirect role is economic growth and increased employment opportunities. Direct role in the form of village infrastructure assistance, APAP cooperation, and PK and BK programs. Third, the impact of PIER for Mojoparon villagers is more prosperous and utilized pier industrial waste. At the same time the benefits of this research for IPS education can be used as additional insights and can foster socially sensitive, positive and skilled attitudes. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan keberadaan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Mojoparon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif. Berdasarkan kesimpulan penelitian ini ada tiga garis besar yakni. Pertama, sejarah berdirinya di PIER merupakan pengembangan dari SIER selain itu adanya pengembangan industri di Kabupaten Pasuruan tahap III. Kedua, masalah peranan PIER bagi masyarakat Desa Mojoparon dibagi menjadi dua yaitu, peranan secara tidak langsung dan peranan secara langsung. Peranan tidak langsung yaitu pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja meningkat. Peranan langsung berupa bantuan infrastruktur desa, kerjasama APAP, dan Program PK dan BK. Ketiga, dampak PIER bagi masyarakat Desa Mojoparon yaitu semakin sejahtera dan dimanfaatkannya limbah industri PIER. Sekaligus manfaat penelitian ini bagi pendidikan IPS dapat dijadikan tambahan wawasan dan dapat menumbuhkan sikap peka sosial, positif dan terampil.
Sahabat Alam berkolaborasi dengan nelayan Kondang Merak mengelola wisata alam berbasis konservasi di Desa Sumberbening Kecamatan Bantur Kabupaten Malang Iis Tri Septyawati; Sukamto Sukamto; I Nyoman Ruja; I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.062 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p293-300

Abstract

The research aims to describe (1) the historical pioneering journey of Sahabat Alam at Kondang Merak Beach, (2) the characteristics of Sahabat Alam, (3) an overview of conservation-based nature tourism at Kondang Merak Beach, (4) the role of Sahabat Alam in collaborating with Kondang fishermen. Peacock through conservation-based nature tourism through empowerment. The approach and type of research in this research is descriptive qualitative. The results of this study are that the role of Sahabat Alam in collaborating and implementing the empowerment of Kondang Merak fishermen through conservation-based nature tourism, namely opening new jobs for fishermen as local guides, providing new income allocations through natural tourism package services such as providers of mangrove tree seedlings, providers of reef media. reef and boat rental services. In addition, Sahabat Alam plays a role in providing education and various trainings on conservation and tourism. Penelitian memiliki tujuan untuk mendeskripsikan (1) perjalanan rintisan sejarah Sahabat Alam di Pantai Kondang Merak, (2) karakteristik Sahabat Alam, (3) gambaran umum wisata alam berbasis konservasi di Pantai Kondang Merak, (4) peran Sahabat Alam dalam berkolaborasi dengan nelayan Kondang Merak melalui wisata alam berbasis konservasi melalui pemberdayaan. Pendekatan dan jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah bahwa peran Sahabat Alam dalam berkolaborasi dan pelaksanaan pemberdayaan nelayan Kondang Merak melalui wisata alam berbasis konservasi yaitu membuka lapangan pekerjaan baru bagi nelayan sebagai local guide, menyediakan alokasi pendapatan baru melalui jasa paket wisata alam seperti penyedia bibit pohon mangrove, penyedia media terumbu karang dan jasa sewa perahu. Selain itu Sahabat Alam berperan dalam memberikan edukasi dan berbagai pelatihan tentang konservasi dan wisata.
Konstruksi sosial toleransi keberagaman dalam pelestarian budaya multikultural di Pesarean Gunung Kawi Angga Bayu Setiawan; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda; Siti Malikhah Towaf; Pradani Maulidiyah Azzahroh
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe: (1) how the socio-cultural construction of religious tolerance in Pesarean Gunung Kawi; (2) how is the social construction of the community in interpreting religious tolerance in Pesarean Gunung Kawi; (3) and how the social construction of the community in maintaining religious tolerance in Pesarean Gunung Kawi. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. The research location is Pesarean Gunung Kawi, Wonosari Village, Wonosari District, Malang Regency. The results of this study: (1) the condition of Wonosari Village consists of various religions adhered to by the community including Islam, Christianity, Confucianism, Hinduism, and Buddhism. The religion that first entered Wonosari Village was Islam. Meanwhile, Christianity entered in 1965 at the time of the G30S/PKI incident, while the followers of Confucianism, Hinduism, and Buddhism were not many in number because the majority of their adherents were immigrants who married local residents. (2) The people of Wonosari Village interpret tolerance as an attitude of how they can respect each other without losing their respective characteristics. (3) The process of maintaining tolerance is carried out by the government and also the community. The local government has intensively carried out socialization, which was carried out at informal events such as RT meetings, RW meetings, and community gatherings. In addition, the government and the community have special events held to maintain tolerance, namely the 1 Suro ritual celebration. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bagaimana konstruksi sosial budaya toleransi keberagamaan di Pesarean Gunung Kawi; (2) bagaimana konstruksi sosial masyarakat dalam memaknai sikap toleran keberagamaan di Pesarean Gunung Kawi; (3) dan bagaimana konstruksi sosial masyarakat dalam menjaga toleransi keberagamaan di Pesarean Gunung Kawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian berada di Pesarean Gunung Kawi Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Hasil penelitiannya yaitu: (1) beragam agama yang di percaya oleh masyarakat Desa Wonosari seperti Islam, Kristen, Khong Hu Cu, Hindu, dan Budha. Agama yang pertama kali masuk ke Desa Wonosari yaitu agama Islam. Sedangkan agama Kristen masuk pada tahun 1965 pada saat peristiwa G30S/PKI, sedangkan pemeluk agama Khong Hu Cu, Hindu, dan Budha tidak banyak jumlahnya dikarenakan kebanyakan penganutnya adalah pendatang yang berjodoh dengan penduduk setempat. (2) Masyarakat Desa Wonosari memaknai toleransi sebagai suatu sikap yang dapat saling menghargai satu sama lain tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing. (3) Pemerintah serta masyarakat setempat gencar-gencarnya menjaga sikap toleran yang ada, seperti gencar melakukan sosialisasi, yang dilakukan pada acara-acara tidak formal seperti saat rapat RT, rapat RW, dan tahlil warga. Selain itu pemerintah dan masyarakat memiliki ciri khas atau acara khusus yang dilaksanakan guna menjaga toleransi yaitu gebyar ritual 1 Suro.
Peranan Pokdarwis dalam mengembangkan wisata agropolitan di Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Dina Rahma Ardhiana; Sukamto Sukamto; Agus Purnomo; I Nyoman Ruja; Mely Kurnia
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the role Pokdarwis in developing agropolitan travel Poncokusumo Poncokusumo District of Malang. The research approach used is qualitative descriptive research. Source data used are primary data and secondary data. Data collection techniques are observation, interview and documentation. Analysis of data using an interactive model of Miles & Huberman with the data collection phase, data reduction, data presentation, and conclusion or verification. The results showed that the role of people who become members of Pokdarwis in developing Agropolitan travel can be seen from three stages: planning, implementation and evaluation. In the planning stage Agropolitan travel Pokdarwis follow Musrenbang and decision making. The implementation stage Agropolitan travel Pokdarwis involved in the supply of land, coordinating, following the community development activities organized by the government and maintain infrastructure and engage in discussions on the evaluation of the evaluation stage. The role of the community who are members of Pokdarwis in developing agropolitan Poncokusumo travel is good enough because people have their own initiatives to develop agropolitan travel. however The role of the community who are members of Pokdarwis in developing agropolitan Poncokusumo travel is good enough because people have their own initiatives to develop agropolitan travel. however The role of the community who are members Pokdarwis in developing agropolitan Poncokusumo travel is good enough because people have their own initiatives to develop agropolitan travel. However there needs to be a synergy between the government and society, and the strategy for Agropolitan travel can develop optimally. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peranan Pokdarwis dalam mengembangkan wisata agropolitan di Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan masyarakat yang menjadi anggota Pokdarwis dalam mengembangkan wisata agropolitan dapat dilihat dari 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencanaan Pokdarwis wisata agropolitan mengikuti kegiatan Musrenbang dan pengambilan keputusan. Tahap pelaksanaan Pokdarwis wisata agropolitan terlibat dalam dengan menyediakan lahan, melakukan koordinasi, mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat yang diadakan oleh pemerintah dan memelihara sarana prasarana serta terlibat dalam diskusi evaluasi pada tahap evaluasi. Peranan masyarakat yang menjadi anggota Pokdarwis dalam mengembangkan wisata agropolitan di Desa Poncokusumo sudah cukup baik karena masyarakat mempunyai inisiatif sendiri untuk mengembangkan wisata agropolitan. Namun perlu ada sinergitas antara pemerintah dan masyarakat, dan strategi agar wisata agropolitan bisa berkembang secara maksimal.
Konstruksi sosial suami terhadap beban ganda istri sebagai buruh di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Ugik Endarto; Siti Malikhah Towaf; I Nyoman Ruja; Sukamto Sukamto; Avietha Reinanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women who work as laborers in the public space are now often found in people's lives. In Pasuruan, women who work as laborers are very numerous. This matter due to the city of Pasuruan convenient with an industrial area, named Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). But despite living as laborers were able to answer the family's economic problems, there are new problems that arise, namely the double burden. The formulation of the problem in this research are: (1) How social construction of the husband toward wife double burden as a laborer in PIER?, (2) What is the double burden of a wife who works as a laborer in PIER?, (3) What is the impact of the social construction of the husband toward wife double burden as laborers in PIER? This study uses qualitative research with a construction approach. The data obtained in the form of the primary and secondary data collection procedures through observation, interviews, and documentation. The data analysis uses the Miles & Huberman model analysis techniques that consists of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Checking the validity of the findings by source triangulation, triangulation techniques, and time triangulation. There are 3 stages of research and 10’s steps. The first stage of the initial stage, the second stage is data collection and analysis, and the third stage is the final discussion and writing report. The results showed that the wife's decision to work in a public space, can not be separated from her husband a social construction. The social construction of husbands against wives effect on his wife received the double burden. Double burden that is created has a psychological impact and social impact. The psychological impact is brought stress to his wife, so it can affect family harmony. Physical fatigue is a major factor that affects psychologically. Social impact is the creation of a patriarchal social construction of women's multiple roles and wants to be kept. The dual role is assumed as something positive, so the burden that is also inherent in the dual role is considered as something natural and absolute. Though the double burden of a bad culture. Para perempuan kini yang bekerja sebagai buruh di ruang publik kini banyak dijumpai dengn mudah dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya seperti di Kota Pasuruan, dimana perempuan yang bekerja sebagai buruh sangat banyak. Hal tersebut terjadi karenakan di Kota Pasuruan terdapat banyak kawasan industri yang memiliki nama Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Namun meski hidup sebagai buruh dapat mengatasi permasalahan ekonomi keluarga, terdapat masalah baru yang muncul, yaitu adanya beban ganda. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana akibat adanya konstruksi sosial suami terhadap beban ganda istri sebagai buruh di PIER?, Bagaimana beban ganda istri yang bekerja sebagai buruh di PIER?, serta Bagaimana dampak dari adanya konstruksi sosial suami terhadap beban ganda istri sebagai buruh di PIER? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu berupa prosedur pengumpulan data primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis model Miles & Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Ada 3 tahap penelitian dan 10 langkah. Tahap pertama yaitu tahap awal, tahap kedua pengumpulan dan analisis data, dan tahap ketiga adalah pembahasan akhir dan penulisan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan istri bekerja di ruang publik, tidak lepas dari konstruksi sosial suaminya. Konstruksi sosial suami terhadap istri berdampak pada istri menerima beban ganda. Beban ganda yang tercipta memiliki dampak psikologis dan dampak sosial. Dampak psikologis tersebut membawa stres pada istri, sehingga dapat mempengaruhi keharmonisan keluarga. Kelelahan fisik merupakan faktor utama yang mempengaruhi secara psikologis. Dampak sosial adalah terciptanya konstruksi sosial patriarki tentang peran ganda perempuan dan ingin dipertahankan. Peran ganda diasumsikan sebagai sesuatu yang positif, sehingga beban yang juga melekat pada peran ganda dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan mutlak. Padahal beban ganda dari budaya yang buruk.
Membangun kepercayaan dalam usaha online fashion di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Lutfitasari Lutfitasari; I Nyoman Ruja; I Dewa Putu Eskasasnanda; Sukamto Sukamto; Novian Candra Kurniawan
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the efforts of FIS UM students in building consumer trust. This research method uses a qualitative approach with a type of descriptive research. Informant aggregation used in snowball sampling technique. Data aggregation procedure comprised of data aggregation through observation, interview, and documentation. This research resulted that there are three efforts that college student's used to gain their consumer's trust, those are gave accurate information, provide high qualified goods, and utilize buyer's testimony. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya mahasiswa FIS UM dalam membangun kepercayaan konsumen. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan informan yang digunakan yaitu teknik snowball sampling. Prosedur pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat ditemukan bahwa terdapat tiga upaya yang digunakan mahasiswa FIS UM untuk membangun kepercayaan konsumen yaitu memberikan informasi yang akurat, menyediakan barang yang berkualitas, dan menggunakan testimoni pembeli.
FENOMENA JUDI KARTU REMI DI DUSUN MEDANG DESA SAMPUNG KECAMATAN SAMPUNG KABUPATEN PONOROGO Prima Andika Saputra; I Dewa Putu Eskasasnanda; Sukamto Sukamto Sukamto
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 9, No 2 (2020): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v9i2.28933

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui apa  yang melatarbelakangi perjudian kartu remi yang berada di Dusun Medang Desa Sampung Kecamatan Sampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif (descriptive research). Sumber data yang digunakan yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan tekhnik analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Tahap penelitian yang dilakukan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Hasil penelitian faktor yang melatarbelakangi pelaku melakukan judi kartu remi yang terbesar adalah faktor teman atau lingkungan.
Konstruksi sosial wisata religi makam Sunan Bonang di Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Ranu Eko Raharjo; Sukamto Sukamto; Siti Malikhah Towaf; I Nyoman Ruja; Devy Yuliana Putri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe: (1) the characteristics of religious tourists at the Sunan Bonang Tomb, Kutorejo Village, Tuban District, Tuban Regency, (2) the process of carrying out the pilgrimage of religious tourists at the Sunan Bonang Tomb, Kutorejo Village, Tuban District, Tuban Regency, (3) social construction tourists to the meaning of religious tourism at the Sunan Bonang Tomb, Kutorejo Village, Tuban District, Tuban Regency. The approach and type of research used is descriptive qualitative. The results of this study indicate that: (1) the characteristics of tourists who make pilgrimages are mostly male with an age range of 27-61 years. The tourists include working as entrepreneurs and the majority are currently studying at Senior High School (SMA). Religious tourists are dominated by people from outside Tuban; (2) the process of carrying out the pilgrimage includes taking ablution, greeting the tomb, sending Al-Fatihah prayers to Rasulullah and addressed to Sunan Bonang, reading the Qur'an, Al-Fatihah, Tahlil, Yasin, Sholawat, and closing. with a personal prayer to God through the intermediary of the tomb of Sunan Bonang; (3) tourists interpret the tradition of pilgrimage at the tomb of Sunan Bonang due to the influence of parents (ancestors), culture, and the environment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) ciri khas wisatawan religi di Makam Sunan Bonang, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, (2) proses pelaksanaan ziarah wisatawan religi di Makam Sunan Bonang Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban, (3) konstruksi sosial wisatawan terhadap makna wisata religi di Makam Sunan Bonang Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ciri khas wisatawan yang berziarah sebagian besar memiliki jenis kelamin laki-laki dengan rentan usia antara 27-61 tahun. Para wisatawan diantaranya bekerja sebagai wiraswasta dan mayoritas sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Wisatawan religi didominasi oleh masyarakat yang berasal dari Luar Tuban; (2) adapun proses pelaksanaan ziarah diantaranya dimulai dengan mengambi wudhu, mengucapkan salam masuk makam, berikirim doa Al-Fatihah kepada Rasulallah dan ditujukan kepada Sunan Bonang, membaca Al-Qur’an, Al-Fatihah, Tahlil, Yasin, Sholawat, dan ditutup dengan do’a pribadi kepada Allah lewat perantara makam Sunan Bonang; (3) wisatawan memaknai tradisi ziarah di makam Sunan Bonang dikarenakan pengaruh dari orangtua (leluhur), budaya, dan lingkungannya.
Konstruksi sosial Siraman Gong Kyai Pradah di Blitar Laili Fitri Astutik; Sukamto Sukamto; Agus Purnomo; I Nyoman Ruja; David Golddra Pamungkas Bramantya
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap budaya lokal memiliki keunikan dan keindahan tersendiri yang membedakannya. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kepercayaan yang diwarisi dari nenek moyang dan diturunkan dari generasi ke generasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konstruksi sosial masyarakat berbasis tradisi SGKP di Desa Kalipan. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Proses pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil konstruksi sosial disajikan melalui tiga momen: eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi. Momen eksternalisasi menunjukkan bahwa masyarakat desa Kalipan mengetahui bahwa tradisi ini berasal dari orang tua (leluhur) dan lingkungannya, sebuah momen objektifikasi untuk mencoba, dan tradisi ini menjadi kebiasaan masyarakat desa Kalipan. Selain itu, momen internalisasi menunjukkan bahwa masyarakat percaya bahwa tradisi SGKP memberkati kehidupan mereka dan air yang digunakan untuk mandi GKP dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Nilai-nilai religius dalam tradisi Bersih Nagari di Kabupaten Tulungagung Febria Ayu Fitri Nur Fatmawati; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda; I Nyoman Ruja; Bintang Muhammad Sahara Efendi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the religious values contained in the Clean Nagari tradition in Tulungagung Regency. The research location is in Tulungagung Regency. The results of the study show that: first, the religious values contained in this tradition are expecting the pleasure of God Almighty by making pilgrimages to the tombs of the ancestors and praying for the ancestors. Second, the recitation of prayers at the closing of the main event of Bersih Nagari. This prayer is led by one of the elders of the Clean Nagari tradition. Prayer activities as a form of expression of gratitude to God Almighty. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius yang terkandung dalam tradisi Bersih Nagari di Kabupaten Tulungagung. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, nilai-nilai religius yang terkandung dalam tradisi ini adalah mengharapkan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa dengan melakukan kegiatan ziarah ke makam para leluhur dan mendo’akan para leluhur. Kedua, pembacaan do’a yang dilakukan pada saat penutupan acara inti Bersih Nagari. Berdo’a ini dipimpin oleh salah satu sesepuh tradisi Bersih Nagari. Kegiatan berdo’a sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.