Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AGRIKA

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARIA (Momordica charantia L.) TERHADAP MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PGPR Armadianty, Fany Risma; Dewanti, F. Deru; Pribadi, Didik Utomo; Wiyatiningsih, Sri
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6629

Abstract

Paria (Momordica charantia L.) merupakan tanaman pertanian hortikultura, memiliki rasa pahit, dan dimanfaatkan sebagai bumbu masak. Paria juga memiliki potensi sebagai alternatif obat herbal karena antioksidan tanaman ini berfungsi sebagai antikanker, antiinflamasi, antimikroba, dan penangkal radikal bebas. Pertanian organik membantu meningkatkan produksi paria yang optimal dengan penggunaan media tanam dan PGPR. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Agustus di Kebun Rakyat Brenjonk Organic Farming di Trawas, Mojokerto. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang dirancang menggunakan Rancangan Blok Lengkap Acak dua faktor dengan yang pertama adalah kombinasi media tanam (M) yang terdiri dari empat taraf yaitu M1 (tanah), M2 (tanah: arang sekam), M3 (tanah: pupuk kandang sapi), dan M4 (tanah: arang sekam: pupuk kandang sapi). Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR (T) yang terdiri dari tiga taraf yaitu T1 (5 ml/l), T2 (10 ml/l), dan T3 (15 ml/l), sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Interaksi kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata. Perlakuan media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang buah. Perlakuan konsentrasi PGPR memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan media tanam M3 dan M4 dan konsentrasi PGPR T3 (15 ml/l).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SILIKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KROKOT (Portulaca oleracea L.) PADA BEBERAPA TINGKAT SALINITAS TANAH Sarirukhoyyatin, Erli; Dewanti, F. Deru; Triani, Nova
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7361

Abstract

Cekaman salinitas merupakan salah satu cekaman abiotik di mana kondisi tanah kelebihan kadar garam dan menjadi masalah di lahan pertanian semua negara. Cara untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman yang tahan cekaman dan dengan pemberian pupuk silika. Pupuk silika mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman biotik dan abiotik. Krokot merupakan tanaman halofit potensial. Selain itu tanaman krokot juga kaya nutrisi karena memiliki kandungan nutrisi omega-3 dan vitamin. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu tingkat salinitas (N) terdiri dari 3 taraf yaitu NaCl 0 dS/m (tanpa NaCl), NaCl 5 dS/m, NaCl 10 dS/m. Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk silika (S) terdiri dari 4 taraf yaitu 0 g/liter (tanpa pupuk silika), pupuk silika 1 g/liter, pupuk silika 2 g/liter, pupuk silika 3 g/liter. Terjadi interaksi nyata antara perlakuan tingkat salinitas dan konsentrasi pupuk silika terhadap bobot basah tajuk tanaman krokot. Berat basah tajuk pada interaksi perlakuan konsentrasi pupuk silika 1-3 g/liter dengan tanpa NaCl serta  interaksi perlakuan 3 g/liter Silika & NaCl 5 dS/m memberikan berat basah krokot yang paling tinggi dengan rentang berat 117.44 g/tanaman sampai 124.40 g/tanaman. Analisa regresi antara jumlah cabang dan jumlah daun mendapatkan nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0.6492, dan pada analisis regresi antara jumlah daun dan berat basah tajuk diperoleh nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0.5937.
PENGARUH INTERVAL PENYIRAMAN AIR DAN PEMBERIAN PUPUK SILIKA TERHADAP PRODUKSI DAN KANDUNGAN VITAMIN C PADA TANAMAN KROKOT (Portulaca oleracea L.) Tengtarto, Sefi Gamas; Dewanti, F. Deru; Wurjani , Widi
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7364

Abstract

Krokot (Portulaca oleracea L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi besar sebagai tanaman sayuran maupun obat herbal. Krokot memiliki banyak manfaat yang sangat berharga baik dalam aspek kesehatan, tetapi tidak banyak masyarakat yang mengetahui potensi tersebut sehingga masih kurang maksimal dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh interval penyiraman air dan pemberian pupuk silika terhadap produksi dan kandungan vitamin C pada tanaman krokot. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur pada Bulan Juli-September 2024. Penelitian menggunakan percobaan faktorial yang disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor utama, yaitu interval penyiraman air (A1 = 2 hari sekali, A2 = 4 hari sekali dan A3 = 6 hari sekali) dan dosis pupuk silika (S1 = tanpa pupuk, S2 = 10 g/polibag, S3 = 15 g/polibag dan S4 = 20 g/polibag). Parameter yang diamati adalah jumlah daun, jumlah cabang, diameter tajuk, bobot basah dan kandungan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi yang nyata antara perlakuan interval penyiraman air dan pemberian pupuk silika terhadap parameter jumlah daun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang, diameter tajuk, bobot basah dan kandungan vitamin C. Hasil analisis regresi antara jumlah daun dan bobot basah tanaman menghasilkan nilai koefisiensi (R2) sebesar 0.9795.