Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Guru dalam Literasi Digital melalui Edukasi Keterampilan Digital dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Surjaningrum, Endang Retno; Yudanagara, Bani Bacan Hacantya; Widayat, Iwan Wahyu; Putri, Anggita Aryo; Annisa, Nafika Siti Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16151

Abstract

ABSTRAK      Penggunaan gadget dan internet pada anak usia sekolah atau generasi Z saat ini menunjukkan angka yang tinggi. Tingginya penggunaan gadget dan media sosial mencerminkan transformasi signifikan dalam teknologi informasi dan komunikasi, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya pendidikan. Selain itu, Dalam lingkup pendidikan, kecerdasan buatan/ Artificial Intelligence (AI) telah digunakan oleh tenaga pendidik dan siswa untuk membantu proses pembelajaran. Namun muncul tantangan di era digital yang perlu diperhatikan, seperti cyberbullying dan penggunaan AI yang tidak bijak oleh siswa. Kegiatan edukasi literasi digital diperlukan bagi guru dan praktisi pendidikan yang mendampingi proses belajar siswa di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membekali guru dan praktisi pendidikan dengan literasi digital, keterampilan digital, dan pemanfaatan AI dalam kegiatan sekolah. Edukasi dilakukan secara daring melalui platform Zoom pada tanggal 4 Mei 2024. Pemaparan berlangsung selama 2 jam 28 menit dan dibagi ke dalam dua sesi dengan dua materi dan narasumber yang berbeda. Sesi pertama membahas tentang pentingnya literasi digital bagi guru dalam konteks pendidikan. sesi kedua membahas tentang penggunaan artificial intelligent (AI) dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan dalam hal literasi digital dan penggunaan AI di konteks pendidikan. Evaluasi 94% peserta merasa kegiatan ini bermanfaat bagi pekerjaan mereka. Kata Kunci: Literasi Digital, Kecerdasan Buatan, Peningkatan Kapasitas Guru  ABSTRACT The use of gadgets and the internet among school-age children or Generation Z currently shows high numbers. The high use of gadgets and social media reflects a significant transformation in information and communication technology, affecting various aspects of human life, one of which is education. Apart from that, in the scope of education, artificial intelligence (AI) has been used by educators and students to assist the learning process. However, challenges arise in the digital era that need to be taken into account, such as cyberbullying and the unwise use of AI by students. Digital literacy educational activities are needed for teachers and educational practitioners who accompany students' learning processes at school. This activity is carried out to equip teachers and education practitioners with digital literacy, digital skills, and the use of AI in school activities. Education was carried out boldly via the Zoom platform on May 4, 2024. The presentation lasted 2 hours 28 minutes and was divided into two sessions with two different materials and sources. The first session discussed the importance of digital literacy for teachers in the educational context. the second session discussed the use of artificial intelligence (AI) in the world of education. This activity can significantly increase participants' knowledge in terms of digital literacy and the use of AI in educational contexts. Evaluation: 94% of participants felt this activity was useful for their work.  Keywords: Digital Literacy, Artificial Intelligence, Teacher Capacity Building
Metode Fonik Dan Proximal Self Motivation untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Abella Saragih; Iwan Wahyu Widayat
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v9i1.3589

Abstract

Kemampuan membaca merupakan kemampuan utama yang dibutuhkan siswa agar mampu memahami semua pelajaran di sekolah. Khususnya bagi anak Sekolah Dasar (SD) yang menggunakan buku pelajaran tematik. Kemampuan membaca yang rendah pada anak SD disebabkan karena kurangnya motivasi intrinsik pada kegiatan membaca. Intervensi metode fonik digabung dengan proximal self motivation, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca dan motivasi intrinsik anak untuk membaca. Penelitian ini menggunakan metode single case experimental design dengan perlakuan berupa penerapan intervensi metode fonik dan proximal self motivation pada satu orang anak laki-laki kelas 3 SD dengan kemampuan membaca berada pada level fonik (identifikasi huruf). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian intervensi sebanyak 11 sesi, subjek mengalami peningkatan kemampuan membaca gabungan suku kata (KVKV) disertai dengan motivasi intrinsik pada kegiatan membaca yang dapat diukur melalui peningkatan nilai yang diberikan pada kemampuannya dan peningkatan waktu yang digunakan selama pilihan bebas
Peningkatan Kemampuan Guru Reguler dalam Deteksi Dini dan Pengembangan Program Belajar Siswa Berkebutuhan Khusus di Surabaya Najway Azka Ar-Robbaniy; Iwan Wahyu Widayat
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v5i3.9230

Abstract

Inclusive education remains a challenging program to implement ideally, requiring ongoing management to continuously foster inclusivity in schools through various efforts. This service program aims to enhance the understanding of regular teachers in inclusive schools regarding the characteristics, early detection skills, and the development of learning programs for students with special needs. This is based on the principle that each student has unique needs, with some requiring special assistance from accompanying teachers. The program uses a needs analysis method, involving interviews and questionnaires to identify the needs of the teachers. Based on the analysis results, intervention objectives are set and a training program is designed. The intervention was conducted over two days: the first day focused on psychoeducation about inclusive education and understanding the characteristics of students with special needs, while the second day consisted of training in early detection and the preparation of specialized learning programs. The results of the intervention showed an improvement in teachers' ability to identify students' functional difficulties in physical, cognitive, and behavioral aspects. Teachers were also able to classify the characteristics of students with special needs and develop appropriate learning programs. This psychoeducation and early detection skills training effectively equips teachers in inclusive schools to be more optimal in identifying and designing learning programs for students with special needs.