Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi
Laboratorium Reproduksi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB Sudirman, Denpasar, Bali.

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemunculan Pubertas Sapi Bali Dara Peliharaan Kelompok Ternak di Wilayah Kerja Pusat Kesehatan Hewan Sobangan, Mengwi, Badung, Bali Pridayanti, Ni Kadek Nila; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.758

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh manajemen pemeliharaan terhadap munculnya pubertas pada sapi bali dara pada beberapa kelompok ternak di wilayah kerja Puskeswan Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan 75 ekor sapi bali dara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei menggunakan teknik sampling jenuh. Data manajemen pemeliharaan sapi bali dara dan munculnya pubertas diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap 51 orang peternak menggunakan kuesioner serta pengamatan secara langsung. Jenis data yang dikumpulkan adalah jenis data primer. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif distribusi frekuensi kuantitatif dan dilanjutkan dengan hierarchical cluster dengan umur pubertas sebagai variabel dan manajemen pemeliharaan sebagai objek. Hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel keanggotaan klaster dan grafik dendogram. Hasil penelitian menunjukkan munculnya pubertas pada sapi bali dara pada beberapa kelompok ternak di wilayah Puskeswan Sobangan adalah 21,61 ± 5,24 bulan dengan sebaran terbanyak pada umur 15-20 bulan sebanyak 45,33%. Berdasarkan analisis klaster diperoleh enam keanggotaan klaster dan keanggotaan klaster tidak dipengaruhi oleh manajemen pakan maupun manajemen kandang, hal ini dapat dilihat dari skor manajemen pakan dan manajemen kandang yang tersebar secara merata pada setiap keanggotaan klaster.
Jarak Beranak Sapi Bali pada Kelompok-kelompok Ternak di Wilayah Kerja Pusat Kesehatan Hewan Sobangan, Mengwi, Badung, Bali juliantari, Ni Komang Ade; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira; Bebas, Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak beranak (calving interval) pada sapi bali menurut tingkat paritas dan body condition score. Total sampel yang digunakan adalah sebanyak 62 sampel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, mencari rata-rata calving interval dan dibedakan berdasarkan body condition score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam nilai calving interval. Jika dilihat dari body condition score 2, rata-rata 15,33 ± 0,94 bulan, 13 ± 1 bulan, 14 bulan, 15 bulan, hingga 16,5 ± 0,5 bulan, semakin tua sapi yang diternakkan maka semakin lama kemunculan estrus postpartum sehingga makin panjang juga periode calving intervalnya. Pada body condition score 3, rata-rata 12,91 ± 1,65 bulan, 12,87 ± 1,65 bulan, 12,5 ± 0,5 bulan, 13,25 ± 0,43 bulan, dan 14 bulan. Faktor penyebab panjangnya calving interval dapat dilihat dari segi ternak, peternak, maupun inseminator. Segi ternak yang mempengaruhi yaitu kesehatan ternak. Segi peternak yang mempengaruhi adalah deteksi birahi, pemeliharaan ternak, dan penyapihan yang dilakukan. Segi inseminator adalah prosedur pelaksanaan dan kualitas semen. Hal ini sangat penting karena jika sapi yang diternakkan mengalami faktor-faktor yang disebutkan maka akan mempengaruhi daripada nilai calving interval yang berakibat pada penurunan pendapatan peternak karena jumlah anak yang dihasilkan akan berkurang selama masa produktif.
Waktu Munculnya Birahi Pascamelahirkan pada Sapi Bali di Desa Galungan, Sawan, Buleleng, Bali Yudiani, Putu Mira; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (6) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu munculnya birahi pascamelahirkan/estrus postpartum pada sapi bali yang dipelihara di Desa Galungan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2020 hingga Februari 2021 di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali. Penelitian ini menggunakan 91 ekor sapi betina (primipara dan pluripara). Data yang didapat kemudian ditabulasikan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis didapat bahwa manajemen kandang oleh peternak sapi bali di Desa Galungan yaitu kandang tunggal sebanyak 93,38%, kandang terbuka 69,42%, dan tidak adanya pejantan yaitu 52,06%. Rata-rata estrus postpartum kelahiran pertama yaitu 3,8 ± 1,55 bulan, kelahiran kedua yaitu 3,52 ± 1,48 bulan, kelahiran ketiga yaitu 3,37 ± 1,46 bulan, kelahiran keempat yaitu 3,36 ± 1,42 bulan, kelahiran kelima yaitu 3,35 ± 1,32 bulan, kelahiran keenam yaitu 3,42 ± 1,07 bulan, kelahiran ketujuh yaitu 3,75 ± 1,32 bulan, dan kelahiran kedelapan yaitu 4,33 ± 1,67 bulan. Kelahiran kedua hingga kelima pada estrus postpartum lebih cepat dibandingkan kelahiran pertama, dan estrus postpartum keenam hingga kedelapan mulai lambat. Komposisi pakan yang diberikan oleh peternak ke sapi-sapi mereka yaitu 50% rumput gajah, 19% rumput sertaria, dan 15% daun gamal. Sebagian besar peternak hanya mengandalkan pakan hijauan dan tidak menggunakan pakan tambahan. Rata-rata estrus postpartum kelahiran pertama hingga kelahiran kedelapan pada sapi bali di Desa Galungan yaitu 3,6 ± 1,50 bulan sehingga tergolong terjadi keterlambatan munculnya estrus postpartum (anestrus postpartum).
Hubungan Frekuensi dan Waktu Kawin dengan Jumlah Anak Sekelahiran pada Anjing Golden Retriever yang Dipelihara Di Kota Denpasar Tessa Yuli Oktaviami; Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi; I Ketut Puja
Veterinary Science and Medicine Journal Vol. 1 No. 1 2013
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.165 KB)

Abstract

This retrospective study was conducted to know the relation between time and frequency of mating on litter size of Golden Retriver  in Denpasar Region. Mating incident records of 19 Golden Retrievers from 8 kennels were compiled to be analyzed. These data can be use as a reference in effort to maximize the amount of  Golden Retriever clans. The result showed that the three times of mating on the 10th , 12th and 14th day after onset of proestrus produced the most litter size 10 ± 2.82. However, mating twice on wice on 9th and 11th after onset of proestrus produced a litter size of 8.50 ± 0.70. The statistic analysis depicted that there was no significant relationship between mating frequencies and mating time on litter size.