Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Praktik Ghibah Dalam Grup WhatsApp Keluarga Dalam Perspektif Hukum Islam Salma Salsabila; Jihan Salsabila Najma Sari; Reza Fitri Ananda; Lina Kushidayati
Tabayyanu : Journal Of Islamic Law Vol. 2 No. 01 (2025)
Publisher : Yayasan Dar Arrisyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The proliferation of digital communication platforms, particularly family WhatsApp groups, has facilitated interpersonal connectivity while simultaneously introducing ethical dilemmas such as ghibah (backbiting). This study investigates the manifestation of ghibah within family WhatsApp groups from the perspective of Islamic law. Employing a qualitative descriptive methodology through literature review and content analysis, the research draws upon primary Islamic legal sources—including the Qur’an, Hadith, scholarly interpretations, and fatwas issued by institutions like the Indonesian Ulema Council (MUI). The findings reveal that despite the private and informal nature of family WhatsApp groups, ghibah remains categorically prohibited and is considered a major sin in Islam. It typically manifests through behaviors such as criticizing absent members, disseminating private information without consent, or making demeaning remarks masked as humor. These actions not only compromise individual dignity but also jeopardize familial harmony and trust. The study emphasizes that digital media do not exempt individuals from adhering to Islamic ethical standards. The enduring nature of digital communication exacerbates the repercussions of ghibah, thus underscoring the necessity of digital literacy grounded in Islamic ethics. This research contributes to the development of ethical guidelines for digital conduct within familial contexts and calls for the reinforcement of Islamic values in private online interactions.
Tinjauan Yuridis Peran Notaris dalam Penyelesaian Sengketa Waris di Indonesia Salma Salsabila; Ika Kartika Sari
Majelis: Jurnal Hukum Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus : Majelis : Jurnal Hukum Indonesia
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/majelis.v2i3.979

Abstract

Various jurisdictions including Indonesia, inheritance disputes often involve complex interactions between cultural, religious, and legal systems. The role of the notary as a facilitator of disputes outside the court by prioritizing legal principles and the notary code of ethics. Succession disputes have triggered conflicts among heirs that have been prolonged through court proceedings. Notaries act as facilitators utilizing legal expertise to explain the rights and responsibilities of all parties involved, by encouraging the creation of a transparent communication and mediation atmosphere. The method used is an empirical method with a qualitative approach method. This research aims to examine how notaries play a role in facilitating dispute resolution, and convey the obstacles faced by notaries. This research emphasizes the role of notaries in ensuring that inheritance disputes are resolved peacefully and fairly. However, there are obstacles in ensuring fairness and preventing overlap in regulations. Strengthening understanding of the code of ethics and understanding of the rules is needed to support the performance of notaries in these situations.
Penggunaan Blockchain untuk Transaksi Cryptocurrency Andika Rizki H; Salma Salsabila; Hilda Deliana A; Muhammad Salman; Zaenal Alamsyah
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi, Mekatronika, dan Ilmu Komputer Vol 4 (2025): Sentimeter 2025
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi, Mekatronika, dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi blockchain telah membawa perubahan besar dalam sektor keuangan, terutama dalam transaksi digital yang berkaitan dengan cryptocurrency. Sejak kemunculannya melalui Bitcoin pada tahun 2008, blockchain terus berkembang pesat dan mulai diterapkan di berbagai industri. Teknologi ini memungkinkan transaksi berlangsung dengan aman, transparan, dan tanpa perantara, seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Dengan sistem yang terdesentralisasi, blockchain lebih tahan terhadap ancaman keamanan siber dan manipulasi data, menjadikannya solusi yang efektif dalam meningkatkan keamanan transaksi mata uang digital.Sebagai sebuah buku besar digital, blockchain mencatat setiap transaksi dalam bentuk blok yang saling terhubung melalui teknik kriptografi. Validasi transaksi dalam sistem ini dilakukan melalui mekanisme konsensus seperti Proof of Work (PoW) dan Proof of Stake (PoS), sehingga dapat menjamin integritas serta keabsahan data tanpa perlu otoritas pusat. Selain itu, dengan adanya smart contract yang diperkenalkan oleh Ethereum, blockchain dapat digunakan untuk menjalankan transaksi secara otomatis dalam berbagai sektor, termasuk Decentralized Finance (DeFi).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teknologi blockchain dapat meningkatkan keamanan dalam transaksi mata uang digital, dengan fokus utama pada implementasinya dalam Bitcoin dan Ethereum. Melalui pendekatan deskriptif dan analitis, penelitian ini membahas bagaimana blockchain mampu mencegah tindak kecurangan, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memberikan solusi bagi tantangan dalam sistem keuangan digital. Di sisi lain, terdapat beberapa kendala dalam penerapan blockchain, seperti masalah skalabilitas, regulasi yang masih berkembang, serta konsumsi energi yang tinggi dalam sistem PoW.Meskipun demikian, blockchain menawarkan berbagai peluang bagi masa depan industri keuangan. Pengembangan lebih lanjut dalam bidang DeFi, tokenisasi aset, dan sistem pembayaran berbasis blockchain berpotensi untuk merevolusi cara transaksi dilakukan secara global. Dengan terus meningkatnya penelitian dan inovasi dalam teknologi ini, blockchain dapat menjadi landasan utama dalam membangun sistem keuangan yang lebih aman, efisien, dan transparan.
Implementasi Program Bimbingan Belajar “Ahad Skuy” dalam Mendorong Moderasi Agama di Desa Kebonrejo Kabupaten Kediri Nurul Fadilah; Asy'ari; Anggi Esty Rachmanika; Salma Salsabila
Subservire: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Subservire
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/subservire.v1i1.2049

Abstract

This article aims to analyze the impact of the Real Work Lecture (Kuliah Kerja Nyata or KKN) program on religious modernization in Kebonrejo Village, Kepung District, Kediri Regency. Kebonrejo Village is a predominantly Islamic village, but its community still holds traditional understandings of Islam. The KKN program implemented in Kebonrejo Village aims to enhance religious tolerance in community life. The research uses the Participatory Action Research (PAR) method, which involves the community in the research process. In this study, the Kebonrejo Village community participates in the planning, implementation, and evaluation of the KKN program. The results of the research show that the KKN program conducted in Kebonrejo Village has had a positive impact on religious moderation in the village. The Kebonrejo Village community now has a better understanding of Islamic teachings that can bridge the differences within the society, leading to increased tolerance towards religious diversity.
THE FIQH OF RUKHSAH: STUDI ANALITIS DISPENSASI PUASA BAGI MAHASISWA DENGAN KONDISI MEDIS M. Rikza Chamami; Muhammad Asrori; Maizza Hilda; Aatinaa Rohmah; Salma Salsabila; Silvi dwi
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.1855

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan analisis yang mendalam mengenai konsep rukhsah atau dispensasi puasa bagi mahasiswa yang mengalami kondisi medis tertentu, dengan mengintregasikan perspektif fikih dan kebutuhan praktis dalam kehidupan akademik. Dalam radisi hukum islam, rukhsah merupakan bentuk keringanan yang diberikan kepada mukallaf Ketika kondisi normal tidak memungkinkan pelaksanaan ibadah secara sempurna. Mahasiswa dengan gangguan Kesehatan seperti penyakit kronis, gangguan metabolik, masalah gastrointestinal, atau kondisi psikis yang diperparah oleh puasa, seringkali menghadapi dilema antara menjaga komitmen religious dan mempertahankan stabilitas Kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitis deskriptif melalui telaah literatur fikih klasik, fatwa kontemporer, serta kajian medis yang relevan guna untuk menetapkan Batasan dan indikator objektif terkait kebolehan meninggalkan atau mengganti puasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa fiqh al rukhsah menjadi dasar pemberian dispensasi. Syariat mengedepankan keselamatan dan menolak kemudharatan, sehingga mahasiswa yang kondisi medisnyadapat memburuk apabila berpuasa berhak mendapatkan rukhsah berupa tidak berpuasa, mengganti di hari lain, atau dalam kasus membayar fidyah. Disamping itu, penelitian menemukan bahwa Sebagian mahasiswa memahami bahwa kerangka fikih yang membolehkan keringanan sehingga mulai memahami rukhsah puasa yang dianjurkan dalam kondisi medis tertentu. Diperlukannya juga edukasi fikih Kesehatan di lingkungan kampus untuk meningkatkan literasi keagamaan dan kesehatan, sehingga mahasiswa mampu mengambil Keputusan ibadah yang tepat, seimbang, dan sesuai dengan ketentuan syariat maupun kebutuhan medis mereka.
Pemanfaatan Media Visual untuk Meningkatkan Pemahaman Pembelajaran Ekonomi dalam Kurikulum Merdeka Berbasis Deep Learning di SMA Negeri 1 Surakarta Salma Salsabila; Victonia Anggraini
Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Vol. 3 No. 6 (2025): Desember: Jurnal Kajian dan Penelitian Umum
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jkpu-nalanda.v3i6.1993

Abstract

This study aimed to examine the use of visual learning media in economics lessons, based on the deep learning-based Independent Curriculum at SMA Negeri 1 Surakarta. This study employed a qualitative approach with a descriptive design. The informants included economics teachers and grade X.11 students at SMA Negeri 1 Surakarta. Data collection involved interviews, direct observation, and documentation. The results indicated that the use of visual learning media in economics lessons has not been optimally implemented and is still dominated by conventional learning media, such as whiteboards accompanied by verbal explanations. This situation reflects a discrepancy between classroom learning and the demands of the Independent Curriculum, which prioritizes meaningful learning through deep learning. To address this issue, students in the Introduction to School Environment (PLP) program implemented visual learning media, one of which was a smart box, to create a more engaging, interactive, and enjoyable learning process. The application of this visual learning media has been shown to improve students' understanding of economic activities and encourage student activeness in the question-and-answer process, resulting in more meaningful learning in accordance with the principles of the deep learning-based Independent Curriculum.
Perilaku Adaptif dan Ritualisme Mahasiswa: Dinamika Perubahan Religiusitas di Lingkungan Sosial yang Menyimpang Salma Salsabila; Nurut Fatimah
Integralistik Vol. 37 No. 1 (2026): Januari :2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v37i1.27973

Abstract

This study aims to examine the reasons why university students continue performing religious rituals despite engaging in deviant behaviors, as well as to understand how early internalized religious values transform into adaptive practices within permissive social environments. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with three primary informants and six additional informants from their close social circles. The findings reveal that early religious education such as TPQ, madrasah, or pesantren and strong familial involvement form a solid foundation of religiosity among the participants. Ritual practices such as prayer persist as a means of self-control, spiritual reflection, and maintaining a connection to religious values. The study identifies two forms of adaptive behavior: innovative adaptation, in which individuals maintain religious goals while adjusting their expressions in formal settings; and ritualistic adaptation, in which religious rituals continue even as students engage in deviant behaviors within close peer groups. These findings indicate that early internalization of religious values shapes students’ strategies for religious adaptation within socially liberalenvironments.