Claim Missing Document
Check
Articles

Proses Hidrolisis Biji Cempedak dengan HCL untuk Bahan Baku Pembuatan Bioethanol Yuliani, Aliyah; Fadia, Dinda; Amin, Jaksen M.; Dewi, Erwana
Jurnal Teknologi Riset Terapan Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jatra.v2i1.4249

Abstract

Purpose: This study aims to determine what variables affect during hydrolysis, and the results of this hydrolysis process will be tested for raw materials in making Bioethanol Research methodology: The research was carried out for 3 months, namely April – June 2023, which was carried out at the Laboratory of the Chemical Engineering Department of the Sriwijaya State Polytechnic, Palembang. Results: The ethanol content obtained from the hydrolysis of cempedak seeds is 28.37%.. Conclusion: The highest brix value of 8.7% was obtained at 100 minutes of hydrolysis with 3% HCl concentration. GC-MS results showed an ethanol content of 28.37% with a refractive index of 1.335. Limitations: One of the main limitations of this study might be related to the laboratory-scale nature of the research. Many studies are conducted on a small scale and have not been applied to industrial-scale production. This can be a constraint because a hydrolysis process that works at a small scale may not be easily translatable to mass production. Contribution: This article contributes to the utilization of agricultural waste, specifically cempedak seeds, which are often discarded or underutilized. This has the potential to reduce waste and add value to a product previously considered useless.
Pembuatan Kertas Packaging Berbahan Dasar Pelepah Daun Nipah dan Daun Nanas Menggunakan Variabel Lama Waktu Pemasakan dan Jumlah Konsentrasi Larutan Pemasak NaOH dengan Metode Kraft/Sulfat Abdurrahman, RM Arif; Purnamasari, Indah; Dewi, Erwana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31178

Abstract

Kertas merupakan media penting dalam aktivitas komunikasi dan pendidikan global. Meningkatnya kebutuhan bahan baku kertas, terutama dari kayu, telah menimbulkan dampak lingkungan, khususnya terhadap kelestarian hutan. Oleh karena itu, diperlukan sumber bahan baku alternatif seperti tanaman non-kayu, misalnya pelepah daun nipah dan daun nanas, yang tergolong sebagai limbah pertanian dan kerajinan dengan kandungan selulosa tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi waktu pemasakan dan konsentrasi larutan NaOH terhadap karakteristik produk kertas meliputi grammatur, daya serap, dan kadar air dengan menerapkan metode kraft/sulfat. Variabel bebas yang digunakan mencakup suhu pemasakan 160–170°C, serta konsentrasi NaOH 1%, 3%, dan 5%, sementara waktu pemasakan diatur pada 60, 90, 120, dan 150 menit. Berat bahan baku yang digunakan adalah 10 gram. Hasil optimal diperoleh pada waktu pemasakan 150 menit dengan konsentrasi NaOH 3% dan 5%, yang menghasilkan grammatur sebesar 234,4 gr/m², daya serap antara 54,7–59,4 N/mm, dan kadar air berkisar 4,9%–8,27%.
Penurunan Kadar Lignin Pada Daun Pandan Berduri (Pandanus Tectorius) Sebagai Serat Alam Menggunakan Larutan Asam Sulfat Dan Soda Kaustik Maryani, Andini; Dewi, Erwana; Yuniar, Yuniar
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JPTI - Maret 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.424

Abstract

Daun pandan adalah tanaman yang bepotensi menghasilkan serat dan banyak dimanfaatkan sebagai zat pewarna alami dalam makanan .bagian tumbuhan pandan yang banyak mengadung  seratnya adalah terletak pada bagian daunnya .pengolahan serat  daun pandan dimana daun pandan didaptkan dari memanfaatkan sumberdaya alam yang ada kemudian akan diolah menjadi sumber  bahan baku tekstil. pembuuatan yang dilakukan dengan metode  manual (tangan )  dapat memerlukan waktu yang sangat lama .pembuatan serat daun pandan dalam penelitian ini menggunkan  peralatan berupa  mesin dekortikator dan tidak memakan waktu yang lama dalam proses pembuatanya dengan menggunkan larutan Natrium Hidroksida (NaOH), Asam Sulfat (H2SO4)  Penelitian ini berpengaruh pada penurunan kadar lignin. Pada konsentasi NaOH 5% dengan waktu perendaman dengan waktu perendaman 6 jam , kadar lignin turun menjadi yang terendah yaitu 3,75 %. Sebaliknya , dengen menggunakan 5% selama 6 jam kadar lignin turun menjadi 3,89 %. Serta sifat fisik dari serat memiliki nilai kekuatan tertinggi terdapat pada konsentrasi NaOH 5%  dengan waktu perendaman 2 jam yaitu 3,12 Mpa ,sedangkan pada H?SO? 5% 2 jam 1,32 Mpa.
Pembuatan Nanosilikon dari Abu Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Katalis untuk Proses Hidrogenasi Air Wahyudi, Riki; Junaidi, Robert; Dewi, Erwana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrogen memberikan kontribusi penting dalam menyediakan energi untuk masa depan. Hidrogen adalah pasokan bahan baku yang melimpah, memiliki tingkat energi H2 286 kJ / mol, dan juga bermanfaat bagi lingkungan. Dengan komposisi SiO2 60%, abu cangkang sawit diketahui mengandung sejumlah besar silika. Penciptaan nanosilikon adalah salah satu kegunaan potensialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanosilikon, memurnikannya menggunakan berbagai konsentrasi zat pereduksi, kemudian menggunakan nanosilikon murni untuk menghasilkan hidrogen menggunakan berbagai konsentrasi NaOH. Variasi dalam rasio silika-aluminium pada 1: 0,25, 1: 0,5, 1: 0,8, dan 1: 1 diperlukan untuk isolasi nanosilikon. Konsentrasi NaOH dalam proses produksi hidrogen juga disesuaikan menjadi 2 M, 2,5 M, 3 M, dan 3,5 M. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode presipitasi untuk ekstraksi silika, metode metalotermal untuk isolasi nanosilikon, pemurnian HCl nanosilikon, dan hidrogenasi NaOH. Aluminium dan silika direduksi dalam tungku selama tiga jam pada suhu 850°C untuk menghasilkan nanosilikon. Dengan intensitas 5517 cps dan hasil 93%, rasio silika terhadap aluminium 1: 1 menghasilkan hasil terbaik dalam sintesis nanosilikon. Dengan bantuan nanosilikon yang diperoleh, hidrogen dapat diproduksi dengan kandungan gas hidrogen 421 ppm pada rasio nanoSi: NaOH 3,5 M. Mengingat sifat hidrogen yang menguntungkan secara ekologis dan potensi untuk menggunakan bahan yang tersedia seperti abu cangkang sawit untuk pembuatan nanosilikon, penelitian ini dapat memiliki konsekuensi untuk penyediaan energi di masa depan.
SINTESIS KATALIS KARBON AKTIF TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERIMPREGNASI NAOH PADA REAKSI TRANESTERIFIKASI BIODIESEL Nabillah, Afrah; Zamhari, Mustain; Dewi, Erwana
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.12917

Abstract

Katalis heterogen dihasilkan dengan memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit yang diolah menjadi karbon aktif, lalu diimpreganasi dengan larutan NaOH. Katalis basa heterogen yang dihasilkan akan aplikasikan dalam reaksi transesterifikasi biodiesel untuk mengukur aktifitas dari  katalis. Karbon aktif harus dimodifikasi dengan menambahkan sisi aktif pada karbon aktif agar dapat digunakan sebagai katalis dalam reaksi tranesterifikasi biodiesel, sehingga dilakukan impregnasi sisi aktif ke permukaan karbon dengan larutan NaOH dengan memvariasi konsentrasi impregnasi 1N, 2N, 3N, 4N dan 5N selama 18, 21, 24 jam untuk mendapatkan katalis karbon aktif tebaik berdasarkan kandungan natrium terserap. Penentuan jumlah natrium teradsopsi pada karbon aktif dilakukan dengan analisis Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) dan untuk menganalisis sifat-sifat katalis karbon aktif dilakukan analisis Fourier Transform Infrared  (FTIR)  dan Scanning Electron Microscopy (SEM)  Hasil penelitian menunjukan Katalis NaOH/karbon aktif terbaik dengan kandungan natrium tertinggi, yakni sebesar 4,38% diperoleh pada konsentrasi 5N selama 24 jam dengan yield sebesar 91,15%. Dengan nilai densitas sebesar 866 kg/m3, viskositas 5,2 Cst, angka asam 0,5 mg-KOH/g dan titik nyala 91„ƒ, Biodiesel yang diperoleh dengan menggunakan katalis NaOH/Karbon aktif masuk kedalam standar parameter SNI:7182-2015.
Sintesis Gliserol Stearat Dari Gliserol Produk Industri Minyak Kelapa Sawit Untuk Proses Inhibitor Korosi Wijaya, Ariyanto Hadi; Aznury, Martha; Dewi, Erwana
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to synthesize glycerol stearate from palm oil industrial products and test its effectiveness as a corrosion inhibitor on aluminum metal. The synthesis was carried out through an esterification reaction between glycerol and stearic acid using a sulfuric acid catalyst at a temperature of 120°C with a reaction time variation of 120–220 minutes. The synthesized products were characterized using Thin Layer Chromatography (TLC) and Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS) methods. The inhibitor effectiveness test was carried out using a gravimetric method based on the ASTM G31-21 standard in 1 M HCl solution. The results showed an optimum reaction time of 180 minutes with a yield of glycerol monostearate of 16.36%. TLC showed the highest Rf value close to the glycerol monostearate standard, while GC-MS detected the main compounds in the form of glycerol monopalmitate and glycerol monostearate. Effectiveness testing showed that the coating method produced an inhibition efficiency of 76.89%, higher than the direct mixing method of 73.69%. These results indicate that glycerol stearate has the potential to be an effective and environmentally friendly corrosion inhibitor based on biodiesel waste.
KONVERSI MINYAK JELANTAH MENJADI GAS METANA (CH4) MELALUI PROSES THERMAL CATALYTIC CRACKING DENGAN KATALIS NI/NAOH Pebriana, Maha Rani; Muhammad Yerizam; Erwana Dewi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.23845

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga dan industri yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengonversi minyak jelantah menjadi gas metana (CH₄) menggunakan proses thermal catalytic cracking dengan katalis Ni/NaOH. Metode yang digunakan melibatkan variasi konsentrasi katalis (2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%) serta suhu reaksi (200°C, 250°C, dan 300°C), dan hasilnya dianalisis menggunakan Gas Analyzer dan Gas Detector Analyzer. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi katalis dan suhu reaksi berpengaruh signifikan terhadap kandungan CH₄ dalam syngas. Konsentrasi optimum dicapai pada 10% katalis dan suhu 300°C dengan kadar CH₄ sebesar 19,10%. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses ini berpotensi menjadi solusi pengelolaan limbah sekaligus penghasil energi terbarukan yang ramah lingkungan.
PENGOLAHAN SERAT KULIT JAGUNG (ZEA MAYS) YANG DIPROSES SECARA FISIKA-KIMIA SEBAGAI BAHAN BAKU TEKSTIL Samosir, Martin Josep; Dewi, Erwana; Yuniar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.23901

Abstract

Serat kulit jagung (Zea Mays) merupakan material alam yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku tekstil karena mengandung selulosa yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi larutan KOH dan durasi perendaman terhadap karakteristik serat kulit jagung. Proses ekstraksi serat dilakukan menggunakan alat dekortikator, dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan KOH konsentrasi 4%, 5%, dan 6% selama 60 hingga 300 menit, serta tahap bleaching menggunakan H₂O₂. Analisis komponen kimia meliputi kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin menggunakan metode Chesson-Datta. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan dengan larutan KOH 6% selama 300 menit, yang menghasilkan serat dengan kandungan selulosa tertinggi sebesar 43,94%, lignin 12,39%, dan hemiselulosa 24,47%. Nilai kekuatan tarik maksimum mencapai 136 MPa dengan panjang serat rata-rata 14 cm. Penurunan signifikan kadar lignin dan hemiselulosa menunjukkan keberhasilan proses delignifikasi, sementara peningkatan kadar selulosa berkontribusi terhadap kekuatan mekanik serat. Hasil ini menunjukkan bahwa serat kulit jagung berpotensi sebagai bahan tekstil ramah lingkungan.
PENGOLAHAN SERAT PELEPAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) YANG DIPROSES SECARA FISIKA-KIMIA SEBAGAI BAHAN BAKU TEKSTIL Selvia; Dewi, Erwana; Nugroho, Didiek Hari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24039

Abstract

Industri tekstil di Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, namun tetap bergantung pada bahan baku sintetis berbasis impor yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan alternatif bahan baku yang ramah lingkungan dan tersedia secara lokal. Pelepah nipah ( Nypa Fruticans ), yang merupakan limbah pertanian di daerah pesisir Indonesia, mengandung senyawa lignoselulosa seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin, sehingga berpotensi diolah menjadi serat tekstil alami. Proses ekstraksi serat dilakukan menggunakan alat dekortikator, dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan NaOH konsentrasi 4%, 5%, dan 6% selama 60 hingga 300 menit, serta tahap bleaching menggunakan NaClO. Analisis komponen kimia meliputi kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin menggunakan metode Chesson-Datta . Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan dengan larutan NaOH 6% dengan waktu perendaman 300 menit, yang menghasilkan kandungan selulosa sebesar 49,73%, hemiselulosa 17,84%, dan lignin 8,71%. Nilai kekuatan tarik mencapai 171,03 MPa. Penurunan signifikan kadar lignin dan hemiselulosa menunjukkan keberhasilan proses delignifikasi, sementara peningkatan kadar selulosa berkontribusi terhadap kekuatan tarik serat. Hasil ini menunjukkan bahwa serat pelepah nipah berpotensi digunakan sebagai bahan baku tekstil ramah lingkungan.
PEMANFAATAN LIMBAH FLY ASH SEBAGAI KOAGULAN DALAM PENGOLAHAN AIR MENGGUNAKAN METODE KALSINASI DAN EKSTRAKSI PADAT CAIR Anggraini, Sartika; Ramayanti, Cindi; Dewi, Erwana
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24478

Abstract

Fly ash adalah produk sampingan dari pembangkit listrik termal yang dihasilkan dari pembakaran termal batu bara. Partikel fly ash yang ringan dapat berkontribusi terhadap polusi udara saat terkena angin di kolam abu. Karena adanya logam berat dalam fly ash, kontak dengan sumber air dapat merusak kehidupan air dan kebasaannya dapat mempengaruhi karakteristik fisio-kimia tanah. Karena adanya aluminium dan oksida besi dalam fly ash, dapat digunakan sebagai koagulan untuk digunakan dalam pengolahan air limbah. Konversi fly ash menjadi koagulan tidak hanya akan menjadi solusi terhadap permasalahan yang disebutkan namun juga akan membantu mengurangi penggunaan koagulan kimia. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data limbah fly ash batu bara dan data kebutuhan koagulan yang berasala dari data produksi. Dengan menggunakan metode kalsinasi dan ekstraksi padat cair. Sampel fly ash yang telah dicampur dengan Na2CO3 kemudian dikalsinasi kemudian diekstraksi menggunkan HCl dan H2SO4. Hasil penelitian untuk mengetahui persentase nilai senyawa aluminium dan besi yang di ekstrak. Penelitian ini yaitu pemanfaataan limbah fly ash batu bara sebagai koagulan untuk menghasilkan air bersih, pengujian koagulan fly ash menggunakan metode jar test yang bertujuan untuk mengetahui nilai parameter air.