Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kualitas Perairan Ditinjau Dari Sifat Fisika – Kimia dan Biologis Sungai Tapak Kelurahan Tugurejo Kota Semarang Saeful Tio Fauzan; Ary Susatyo Nugroho; Lussana Rossita Dewi
EDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & Bioentrepreneurship Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Pendidikan Biologi FPMIPATI Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/99rd6g11

Abstract

Sungai Tapak merupakan sungai yang terletak di Tugurejo Kota Semarang, sungai Tapak memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya beberapa aktivitas masyrakat di sekitar sungai Tapak seperti aktivitas nelayan, pabrik, dan pencemaran limbah rumah tangga yang menyebabkan sungai Tapak menglami pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan sungai ditinjau dari sifat fisika, kimia dan makrozoobentos. Penelitian ini di laksanakan di Tugurejo, Semarang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive sampling parameter yang diukur dalam penelitian ini meliputi suhu, kecerahan, kecepatan arus, pH, Fosfat, Nitrat, dan Makrozoobentos. Teknik pengumpulan data fisika dilakukan secara langsung di sungai Tapak, sedangkan untuk parameter kimia Phospat dan Nitrat diperoleh dari hasil uji Laboratorium. Dan untuk parameter makrozoobentos dianalisis menggunakan uji Shannon Wienner (H’). data yang di peroleh pada parameter fisika, suhu pada semua stasiun berkisar antara 24oC – 28oC. kecepatan arus pada semua stasiun berkisar antara 0,44-1,55. Intensitas cahaya pada semua stasiun 103Cd – 849 Cd, untuk parameter kimia nitrat , Phospat dan pH pada semua stasiun berkisar antara 1,8 – 28,1 pada Nitrat, Phospat 1,56 PO4 – 3,04 PO4, dan untuk pH 6 -7,8 dari hasil penelitian ini diketahui kualitas perairan sungai Tapak mengalami pencemaran yang menyebabkan menurunya jumlah keanekaragaman dari makrozoobentos  
Effects of Storage Duration of Mature and Young Coconut Water on the Growth of Dendrobium bigibbum Sekar Ode Narendra; Fenny Roshayanti; Lussana Rossita Dewi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 2 (2026): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i2.19951

Abstract

This study evaluated the effects of coconut water type and storage duration on the vegetative growth of Dendrobium bigibbum. A completely randomized factorial design was employed, consisting of two coconut water types—mature coconut water and young coconut water—and three storage durations: 0, 1, and 2 days. The experiment included six treatment combinations and an untreated control, with three replicates per treatment. The observed growth parameters were plant height, number of leaves, leaf length, and number of shoots. Data were analyzed using two-way analysis of variance at a 5% significance level. No statistically significant differences were detected among treatments for plant height, number of leaves, leaf length, or number of shoots (p > 0.05). Nevertheless, descriptive observations showed that mature coconut water stored for 0 days (AKTL0) produced the highest mean plant height and leaf length, whereas mature coconut water stored for 1 day (AKTL1) produced the highest mean number of leaves and shoots. These findings indicate that, under the conditions of this study, coconut water type and short-term storage for up to 2 days did not produce statistically detectable effects on the vegetative growth of D. bigibbum. However, the numerically higher values observed in the AKTL0 and AKTL1 treatments suggest that fresh or briefly stored mature coconut water warrants further investigation using larger sample sizes, longer observation periods, standardized storage conditions, and laboratory analyses of coconut water quality. This result is consistent with previous evidence that the response of Dendrobium to coconut water depends on its nutrient composition, endogenous hormones, and physicochemical properties, which may change during storage.
Analisis Varietas Fungi Makroskopis di Kawasan Curug Benowo, Kalisidi, Ungaran, Jawa Tengah Lussana Rossita Dewi; Devi Q. Silvia; Maisabita F. A Hartanto; Moh. Muthohirin; Linda D. Wardhani
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i3.103345

Abstract

Curug Benowo Kalisidi atau air terjun Benowo Kalisidi terletak di wilayah barat, berbatasan dengan Gunung Ungaran. Curug ini dijadikan sebagai tempat wisata karena memiliki daya tarik wisata alam yang populer karena keindahan dan spektakuler alaminya. Selain itu Curug Benowo Kalisidi merupakah salah satu tempat yang banyak ditumbuhi jamur (Fungi) . Fungi atau jamur merupakan komponen dasar yang sangat penting dalam suatu ekosistem.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis varietas fungi yang terdapat di Kawasan Curug Benowo Kalisidi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 di lokasi kawasan Curug Benowo, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies yang telah ditemukan di kawasan Curug Lawe Benowo di antaranya Pleurotus pulmonarius, Ganoderma lucidum, Lentinus squarrosulus, Schizophyllum commune, Amanita mappa, Mycena filopes, Termitomyces clypeatus, Trametes versicolor, Conocybe filaris, dan Inonnotus dryadus.
PEMANFAATAN BAHAN ALAMI SEBAGAI PUPUK DAN ZPT PADA TANAMAN ANGGREK DENDROBIUM SPP.: LITERATURE REVIEW Imarotul Umamah; SIti Dzakiyatus Sholekhah; Lussana Rossita Dewi
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6923

Abstract

Anggrek Dendrobium spp. merupakan salah satu genus anggrek yang banyak dibudidayakan, namun pertumbuhannya tergolong lambat dan memerlukan suplai nutrisi tambahan untuk mendukung fase vegetatif. Pemanfaatan bahan alami sebagai pupuk organik cair (POC) dan zat pengatur tumbuh (ZPT) menjadi alternatif ramah lingkungan yang semakin banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai bahan organik alami sebagai sumber POC maupun ZPT dalam meningkatkan pertumbuhan Dendrobium spp. Penelitian disusun menggunakan metode literature review dengan menelusuri artikel ilmiah terbitan 2015–2025 dari jurnal bereputasi yang relevan dengan topik pupuk organik dan ZPT alami pada anggrek Dendrobium. Hasil telaah menunjukkan bahwa POC berbahan daun kelor, air kelapa, limbah rumah tangga fermentasi, dan air cucian beras mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar, terutama pada konsentrasi 10–30%. Sementara itu, ZPT alami seperti ekstrak tomat, nutrisi organik, dan bahan organik kultur in vitro efektif merangsang pembentukan tunas, pemanjangan akar, serta peningkatan biomassa pada konsentrasi 10–20% atau dikombinasikan dengan POC 5–10 mL L⁻¹. Secara keseluruhan, bahan organik alami memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan Dendrobium spp. dan menjadi alternatif yang efisien, ekonomis, dan berkelanjutan dalam budidaya anggrek.