Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Harmonizing and Accelerating Journal (HAJo) sebagai Strategi Perbaikan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Heru Santoso Wahito Nugroho; Ilyas Ibrahim; Vincentius Supriyono; Suparji Suparji; Sunarto Sunarto; Sainuddin Sainuddin; Bahtiar Bahtiar; Ambo Dalle; Sri Angriani; Muhammad Saleh; Baharuddin Baharuddin; Koekoeh Hardjito; Yasin Wahyurianto
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.256 KB) | DOI: 10.33846/ghs6407

Abstract

Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes masih menemui kendala ketidakharmonisan peran antara journal manager, admin, editors, reviewers, authors dan readers, maka perlu dibenahi melalui sebuah kaji tindak yakni “Harmonizing and Accelerating Journal (HAJo)”. Kaji tindak dilaksanakan selama 1 tahun, dalam 3 siklus, masing-masing terdiri atas 3 tahap yaitu planning, acting, observing dan reflecting. Hasil siklus pertama menunjukkan adanya masalah teknikal yaitu belum ada DOI, review form, notifikasi e-mail otomatis; dan masalah proses publikasi yaitu penggunaan article template, proses submission yang tak lengkap dan editorial review yang lambat. Siklus kedua dapat menyelesaikan masalah dalam siklus pertama dan indeksasi DOAJ. Dalam siklus ketiga, status akreditasi pertama didapatkan (SINTA-3). Disimpulkan bahwa pendekatan HAJo berhasil memperbaiki keharmonisan manajemen jurnal dari segi teknis dan proses publikasi, serta mengakselerasi indeksasi dan akreditasi jurnal. Kata kunci: jurnal ilmiah kesehatan; harmonisasi; manajemen; akselerasi; indeksasi; akreditasi
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEKAMBUHAN PENDERITA HALUSINASI PENDENGARAN Maryati Tombokan; Rahman Rahman; Muhammad Nur; Sri Angriani; Faridah Fitri; Subriah Subriah
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 1: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i1.3520

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gangguan jiwa yang rentan mengalami kekambuhan. Penderita halusinasi pendengaran yang mudah mengalami kekambuhan salah satunya karena kurangnya dukungan dari keluarga. Salah satu permasalahan gangguan jiwa yang sering ditemui yaitu mengalami kekambuhan, sehingga dapat berdampak juga pada keluarga dan di lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dengan kekambuhan penderita halusinasi pendengaran melalui penelitian studi literatur. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan studi literatur pada jurnal-jurnal yang membahas tentang hubungan antara dukungan keluarga dengan kekambuhan penderita halusinasi pendengaran. Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa jurnal menunjukkan penderita halusinansi pendengaran yang mengalami kekambuhan dipengaruhi karena kurangnya dukungan dari keluarga. Karakteristik umur penderita halusinansi pendengaran yang mengalami kekambuhan sebagian besar berusia dewasa antara 31– 60 tahun, gender lebih dominan laki-laki, pekerjaan sebagian besar tidak bekerja, status perkawinan lebih dominan sudah menikah dan pendidikan terakhir paling banyak adalah SMA yang mengalami kekambuhan penderita halusinasi pendengaran. Ada hubungan yang signifikan dukungan keluarga dengan kekambuhan penderita halusinasi pendengaran. Hal ini di memengaruhi kurangnya pengetahuan kemampuan keluarga dalam menjalankan peran dalam perawatan terhadap anggota keluarga yang menderita penyakit tersebut. Diharapkan dapat menurunkan kekambuhan harus memperhatikan aspek dukungan keluarga, memberikan informasi-informasi penting tentang dukungan keluarga kepada penderita. Karakteristik penderita menjadi bagian dari faktor penyebab kekambuhan namun, kepatuhan minum obat dukungan keluarga baik dapat meminimalisir kejadian kekambuhan meningkatkan kualitas hidup
IMPLEMENTATION OF DISCHARGE PLANNING BY HEALTH PERSONNEL IN VIOLENT BEHAVIOR PATIENTS Masdiana AR; Maryati Tombokan; Sri Angriani; Subriah Subriah
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 2: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i2.3771

Abstract

The application of discharge planning in patients with violent behavior is an approach taken by nurses to families or clients so that it is hoped that the recurrence rate in patients with violent behavior is expected to decrease Objective : This literature study aims to identify the application of discharge planning in every journal article of health workers in the treatment of violent behavior patients. Research Methods : Using the literature strategy method and identifying 10 journals that meet the criteria according to the inclusion criteria with a time span from 2013-2022. Results and Analysis : The result show that the administration of discharge planning is proven to be affective in rate in patients with violent behavior. Discussion and Conclusions : The implementation of discharge planning is quite effective in reducing the reccurence of violent behavior after discharge from the hospital. The decrease in the recurrence rate at home can be influenced by several factors, including the frequency of exercise that have been taught by nurses to patients while in hospital and when the patient is about to go home, respondent characteristics, coping abilities, family and environmental support.
TRAINING AND ASSISTANCE FOR MENTAL HEALTH CADRES IN IMPROVING KNOWLEDGE AND SKILLS OF FAMILY OF ODGJ PATIENTS IN THE MANGASA COMMUNITY HEALTH CENTER, MAKASSAR CITY Maryati Tombokan; Sri Angriani; Naharia Laubo; Subriah Subriah
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas as a first-level service facility that can provide mental health services for the community is very important, especially in monitoring families in increasing the coverage of mental treatment for patients with schizophrenia in their work area where data is found for relapses of schizophrenia patients because the coverage of mental patients who do not seek treatment regularly is found to be 51.1% do not seek treatment regularly (Riskesdas 2018). The limited ability of families and the community, especially in understanding the care of patients with ODGJ (People With Mental Disorders), this is due to the diversity of population characteristics based on demographics, both in terms of education, age, gender, culture and occupation, which can affect different knowledge and perceptions about patients. with mental disorders. Purpose: The purpose of community service activities is to improve the skills of family members, mental health cadres in identifying and recognizing signs and symptoms of mental disorders in people with mental disorders in the community and how to provide care and treatment as well as follow-up in terms of providing health services. referral through the mangasa health center and then forwarded to a mental hospital as the right hospital in handling mental patients, especially for ODGJ patients. Methods: consisting of a pre test, providing training materials and followed by a post test to identify the level of knowledge and skills of cadres in early detection of family members identified as ODMK or ODGJ by using the mentoring process in using the cadre pocket book that has been given. Results: After being given training and the process of mentoring and guidance, most of the respondents' knowledge and skills are getting better, especially in increasing their ability to carry out early detection to identify family members who are at risk of suffering from mental disorders (ODMK) and recognize the signs and symptoms of family members who suffer from mental disorders. soul (ODGJ) using the format provided. Conclusion: With training and mentoring mental health cadres can improve the knowledge and skills of families in caring for ODGJ patients in the Mangasa Health Center area of ​​Makassar City. Suggestion: For mental health cadres who have been trained, it is hoped that they can disseminate information, knowledge and skills about early detection of family members who are at risk of mental health problems (ODMK) and can identify signs and symptoms of ODGJ patients in the community.
STUDI LITERATUR TEKNIK MENGHARDIK PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN sri angriani; Rahman Rahman; Rusni Mato; Agusti Fauziah
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i2.3013

Abstract

Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa pada individu yang ditandai dengan perubahan sensori persepsi; merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, penghidu, kinestetik, dan visceral. Pasien merasakan stimulus yang sebenarnya tidak ada. Untuk dapat mengendalikan halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa maka bisa dilakukan teknik menghardik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk diketahuinya efektifitas teknik menghardik dalam mengendalikan halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data berbagai literatur seperti buku dan jurnal untuk membandingkan hasil-hasil penelitian yang satu dengan yang lainnya. Hasil penelitian dari 10 literatur yang di review menunjukkan bahwa mengenai keperawatan jiwa terhadap teknik menghardik halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa terbukti efektif untuk mengendalikan halusinasi pendengaran pada pasien. Diskusi : disarankan kepada institusi pelayanan kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan keperawatan jiwa dengan memberikan teknik menghardik untuk mengendalikan halusinasi pendengaran pasien
PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN EMOSI PASIEN DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN RUMAH SAKIT UMUM DAYA MAKASSAR Rahman Nasar; Mardiana Mustafa; Sri Angriani; Yulianto M
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3326

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan, Stuart dan Sundeen dalam (Fitria, 2010). Berdasarkan laporan periode bulan Maret 2019, pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daya Makassar ditemukan 8 pasien yang mengalami gangguan jiwa. 4 pasien mengalami halusinasi,1 pasien mengalami isolasi sosial dan 3 pasien mengalami perilaku kekerasan. Salah satu terapi perilaku kekerasan yang dapat dilakukan adalah dengan tehnik relaksasi nafas dalam untuk mengendurkan ketegangan; pertama-tama jasmaniah, pada akhirnya mengakibatkan mengendurnya ketegangan jiwa Wiramihardja (2004). Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan emosi pasien perilaku kekerasan. Metode atau pendekatan yang dilakukan dalam studi kasus ini adalah proses keperawatan mulai pengkajian sampai evaluasi. Hasil Studi Kasus ini berupa uraian asuhan keperawatan Jiwa pada pasien Tn. F dan Tn. T dengan risiko perilaku kekerasan di   pada tanggal 17-18 Juni dan 2-3 Juli 2019. Hasil penelitian menunjukkan teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan emosi pasien Tn. F dengan data obyektif: klien tampak tenang dan relaks. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian teknik relaksasi nafas dalam efektif menurunkan emosi klien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan di Rumah Sakit Umum Daya Makassar
FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN KONTRASEPSI TERHADAP IBU USIA SUBUR Agusti Fauziah; sri angriani; Masdiana Masdiana
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3376

Abstract

Pendahuluan: Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, usaha tersebut dapat bersifat sementara maupun permanen. Wanita usia subur ialah wanita yang memasuki usia antara 20-45 tahun tanpa memperhitungkan status perkawinannya. Wanita subur ini mempunyai organ reproduksi yang masih berfungsi dengan baik, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan kehamilan yaitu antara umur 20 sampai 45 tahun. Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, usaha tersebut dapat bersifat sementara maupun permanen.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor-faktor keberhasilan kotrasepsi terhadap ibu usia subur. Metode: Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah studi literature yakni dengan mengumpulkan objek penelitian berupa data dari berbagai buku dan artikel jurnal yang diperoleh dari data base Google scholar,Pubmed, Research gate. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 artikel yang sesuai dengan inklusi picos. Kesimpulan: berdasarkan hasil analisis jurnal yang review disimpulkan bahwa ada beberapa hal yang mempengaruhi faktor keberhasilan yaitu, pendidikan, tingkat social ekonomi, dukungan keluarga dan pelayanan kesehatan