Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH SERVANT LEADERSHIP PADA MANAJER PROYEK & KEPUASAN KERJA TERHADAP PROJECT SUCCESS FACTOR Rayhan Mustofa Kartiyasa; Ayomi Dita Rarasati
Racic : Rab Construction Research Vol 8 No 1 (2023): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v8i1.3056

Abstract

Proyek didefinisikan sebagai runtutan tugas yang harus diselesaikan untuk mencapai suatu hasil tertentu. Menurut Project Management Institute (PMI), istilah Proyek mengacu pada "setiap usaha dengan awal dan akhir yang pasti", meliputi berbagai macam industri, termasuk proyek konstruksi. Manajer proyek pada suatu proyek memiliki pengaruh terhadap kinerja pada pelaksanaan suatu proyek. Dengan demikian jenis kepimimpinan pada seorang manajer proyek juga akan berdampak terhadap kesuksesan proyek konstruksi. Lalu kepuasan kerja pada tim proyek merupakan perasaan/pendapat tim proyek akan pekerjaan mereka. Pada penelitian ini dilakukan analisa untuk mengukur pengaruh gaya kepemimpinan servant pada manajer proyek serta kepuasan kerja tim proyek, terhadap keberhasilan proyek dalam hal kinerja jadwal, kinerja biaya, kinerja kualitas, dan kepuasan pemangku kepentingan, terutama pada proyek-proyek konstuksi di Indonesia. Penlitian dilakukan dengan melakukan survey kuantitatif terhadap profesional proyek umum maupun proyek konstruksi di Indonesia dan kemudian hasil survey akan diolah dengan metode Structural Equation Modelling.
Evaluasi Kinerja Jaringan dan Layanan Perkeretaapian Berdasarkan Prinsip Pembangunan Transportaasi di DKI Jakarta Nur Bella Octoria; Ayomi Dita Rarasati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.376 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i1.5745

Abstract

DKI Jakarta merupakan Ibukota Indonesia dengan tingkat kemacetan tertinggi ke 10 di dunia bedasarkan traffic index 2019. Selain itu, berdasarkan World Air Quality Report pada tahun 2019 menunjukan konsentrasi tingkat polusi udara di DKI Jakarta 49,4 g dan menempati urutan ke-5 polusi udara tertinggi di dunia. Suatu perkotaan dengan tingkat mobilitas yang cukup tinggi saat ini sangat perlu dilakukan penilaian terhadap tingkat efisiensi dari infrastruktur transportasi yang berkembang. detail literatur review dari paper yang berfokus kepada indikator keberlanjutan transportasi massal berbasis rel maupun transportasi umum lainnya dan upayanya untuk meningkatkan keberlanjutan. Penilaian ini dilakukan oleh responden sampel pengguna transportasi yang ada di DKI Jakarta dan beberapa unit kerja pelaksana dalam perencanaan, pembangunan maupun pengoperasian transportasi massal berbasis rel. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pemetaan pembobotan dengan metode AHP dan penilaian dengan metode scoring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek kinerja jaringan dan tingkat pelayanan memiliki tingkat yang cukup baik terhadap penilaian tingkat kepentingan penumpang dalam preferensi pemilihan transportasi. Penelitian ini menunjukkan perlu adanya peningkatan dalam hal alternatif untuk meningkatkan sistem persinyalan dalam upaya menambah kapasitas dan mengembangkan Kawasan transit (Transit Oriented Development) untuk meningkatkan integrasi antar moda.
Faktor-Faktor Paling Berpengaruh Terhadap Penyediaan Perumahan dan Aksesibilitas Pembiayaan Perumahan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Neysa Dianesdhika Jasrul; Ayomi Dita Rarasati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.048 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i1.6059

Abstract

Setiap negara memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan akan hunian yang berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam bentuk pelaksanaan program perumahan terjangkau. Meskipun program-program perumahan terjangkau marak diadakan di berbagai negara, terdapat beragam permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Di Indonesia sendiri, penyediaan perumahan dengan berbagai program bantuan pembiayaan yang ada tergolong belum terjangkau, terutama bagi MBR. Hal tersebut mendorong untuk dirancangnya strategi yang dapat meningkatkan penyediaan perumahan dan aksesibilitas pembiayaan perumahan bagi MBR. Guna merancang strategi yang tepat untuk meningkatkan penyediaan perumahan dan aksesibilitas pembiayaan perumahan bagi MBR, dibutuhkan analisis yang mendalam terlebih dahulu terhadap permasalahan yang tengah dihadapi dalam penyelenggaraan perumahan. Makalah ini menganalisis permasalahan-permasalahan penyelenggaraan perumahan dalam Program Sejuta Rumah sebagai program perumahan terjangkau di Indonesia guna mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap penyediaan perumahan dan aksesibilitas pembiayaan perumahan bagi MBR. Permasalahan-permasalahan penyelenggaraan perumahan dalam program perumahan terjangkau tersebut dianalisis menggunakan Interpretive Structural Modeling (ISM) untuk menentukan hubungan timbal balik antara permasalahan-permasalahan tersebut. Hasil analisis dari permasalahan-permasalahan tersebut pun berupa permasalahan yang paling berpengaruh terhadap permasalahan lainnya dalam penyelenggaraan perumahan, yang mana menjadi masukan untuk mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap penyediaan perumahan dan aksesibilitas pembiayaan perumahan bagi MBR. Makalah ini pun menyimpulkan bahwa faktor dukungan pemangku kepentingan, faktor bidang lahan, serta faktor regulasi mengenai perumahan dan kawasan permukiman merupakan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap permasalahan penyelenggaraan perumahan dalam Program Sejuta Rumah sebagai program perumahan terjangkau di Indonesia.
FACTORS AFFECTING THE DEVELOPMENT OF AN INTEGRATED TOLL TRANSACTION SYSTEM TO IMPROVE TRAFFIC VOLUME DISTRIBUTION Fitri Hidayati; Ayomi Dita Rarasati
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol 12 No 3 (2023): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v12i3.36337

Abstract

Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan tol dengan menerapkan sistem transaksi tol non tunai yang berlaku di seluruh jalan tol Indonesia sejak tahun 2017. Namun kepadatan lalu lintas menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan tol di perkotaan sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sistem transaksi tol dan sejauh mana distribusi kendaraan melalui preferensi pengguna jalan dalam memilih masuk jalan tol atau tidak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Respondennya adalah pengguna kendaraan golongan I – V yang melintasi Prof.Dr.Ir. Tol Soedijatmo dengan arah perjalanan dari Tol Intra Urban Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan penerapan ETC tol contactless cashless dapat menurunkan minat pengguna jalan untuk memasuki jalan tol jika dikenakan denda, namun di sisi lain pengguna jalan masih sangat berminat untuk memasuki jalan tol. Terjadi peningkatan sebaran volume lalu lintas karena jumlah kendaraan menurun seiring dengan berkurangnya minat pengguna jalan untuk memasuki jalan tol akibat kenaikan tarif tol yang semakin tinggi.
Identifikasi Proses Pengembangan Standar Manajemen Pengawasan Dalam Upaya Peningkatan Kinerja Perancangan dan Pelaksanaan Proyek Konstruksi Riki Handri Muchlis Sakuntara; Ayomi Dita Rarasati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.12969

Abstract

Artikel ini memaparkan proses dalam mengidentifikasi pengembangan standar manajemen pengawasan untuk meningkatkan kinerja perancangan dan pelaksanaan proyek konstruksi di Dinas Angkatan Udara. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengembangkan standar manajemen pengawasan yang dapat diterapkan dalam perancangan dan pelaksanaan pengawasan proyek konstruksi. Berdasarkan hasil penelitian ini, standar panduan pengawasan pekerjaan konstruksi, perpipaan, dan mekanikal elektrikal dapat meningkatkan sistem manajemen pengawasan proyek konstruksi di Dinas Angkatan Udara.
Indikator Kinerja Penyelenggaraan KPBU di Indonesia Yudhi Nopryan Dinata; Ayomi Dita Rarasati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.13109

Abstract

Keterbatasan anggaran pemerintah untuk pendanaan infrastruktur mengharuskan pemerintah untuk memanfaatkan skema pembiayaan inovatif, salah satunya berupa skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Berdasarkan data Bappenas, sampai dengan tahun 2022, terdapat 30 proyek KPBU yang masuk dalam kategori Success Story. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator kinerja yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja penyelenggaraan KPBU di Indonesia. Kuesioner survei digunakan untuk menangkap persepsi tingkat kepentingan indikator kinerja dari pihak pemerintah dan pihak swasta. Peringkat tingkat kepentingan setiap indikator kinerja disusun berdasarkan metode TOPSIS. Berdasarkan persepsi dari keseluruhan responden, lima indikator kinerja penyelenggaraan KPBU peringkat teratas adalah; komitmen dan tanggung jawab antara sektor publik dan swasta; alokasi risiko yang optimal, pembagian risiko, dan transfer risiko; kelayakan teknis proyek, kemampuan untuk dibangun, dan kemampuan pemeliharaan; pengadaan tanah yang optimal; dan studi kelayakan yang komprehensif.
Project Stakeholder Analysis in Temadore Bridge Construction Development Rafsanjani, Hud; Rarasati, Ayomi Dita
Smart City Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The construction of bridge is important due to its ability to link communities through land-road connection, thereby saving time and increasing productivity of those living in these areas. Therefore, this research evaluated the Temadore bridge, built to link Ternate City, Maitara land and Tidore City by road to enhance movement and reduce disparities in assessing both areas. Data were collected using the Interpretative Structural Modeling (ISM) which searched for and identified several variables according to the dependence power and driving power. The result showed that construction of bridge increased the movement of community activities and productivity, thereby leading to growth.
The Interpretative Structural Modeling for Stakeholder Involvement to Reduce Slum Settlements Bich, Bich Hanes; Rarasati, Ayomi Dita
Smart City Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The array of problems originating from slum settlements not only results in unwholesome environment, unlawful land utilization, and various internal challenges within the vicinity but also impacts the surrounding regions and the overall urban infrastructure network. In pursuit of Indonesia's 2045 Vision, which emphasizes on "equitable and integrated infrastructure development", the zero slums constitutes a pivotal component of the Ministry of Public Works and Public Housing's overarching vision. Nonetheless, a disparity has been identified in addressing slum settlements in West Kalimantan, hindering the achievement of this objective. This research aims to identify the stakeholders and the priority factors in determining the priority setting for slum area management in West Kalimantan. The method used in this research is semi-structured interview to identify and map stakeholders involved in priority setting, and geometric mean to identify influential factors which will then be analyzed using Interpretative Structural Modeling. The results found are that there are 24 stakeholders who are considered to be involved. Quadrant D (Manage Closely) stakeholders and primary stakeholders are members of the supervisory team, namely the Head of the Housing and Settlement Area Office, and the Head of the Regional Development Planning Agency. However, the highest level of influence is held by the steering committee while the highest level of interest is held by Housing and Settlement Area Office. In addition, ten categories with 22 factors are identified with nine ranking levels found to influence the decision to prioritize slum upgrading. The most influential factor is the difference in knowledge and experience between the new and the former team members.
Evaluating The Basement Design of Low-Rise Building with Two-Stage Analysis using BIM Integration: Hangar Study Case Tohho, Given; Sjah, Jessica; Rarasati, Ayomi Dita; Trigunarsyah, Bambang
Smart City Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building Information Modelling (BIM) has revolutionized the way the construction industry designs, constructs, and manages buildings. Certainly, the utilization of BIM can optimize the usage of materials in a construction project, considering the high level of concrete consumption globally and its significant environmental impact. The implementation of BIM is intended to calculate the volume of concrete and steel material usage in the design process of low-rise buildings with basements, exemplified in this case by a 5-story laboratory hangar with a 1-story basement. The building design is carried out through a two-stage analysis, which involves separating the upper portion from the lower portion of the structure. This analysis procedure is commonly conducted in building design with basements. When designing the lower portion, some practitioners often neglect the lateral soil forces in the global model when designing the column and beam elements, assuming that these forces are sufficiently small and can be accommodated by basement wall reinforcement. In this research, with a shallow basement depth configuration, the study compares the extent of differences in structural dimensions and materials caused by these lateral forces. Significant variations in volume are observed in perimeter columns, primarily due to direct soil loads acting on this area. Additionally, considering the function of these columns as boundary elements for the basement walls, such differences are expected. The application of lateral soil forces on basement walls is determined by the specific basement configuration being designed. This includes assessing whether there are additional walls outside the basement walls, which can be analyzed locally since they are assumed to bear the lateral soil loads occurring. Different analyses yield varying reinforcement and concrete volumes in basement structures, especially between models with and without lateral soil loads, resulting in a 7.73% difference in reinforcement and 4.69% difference in concrete volume.
Factors Influencing Bridge Inspection in Developing Countries, Challenges and Future Directions: A Systematic Literature Review Arshad, Tuba; Andhika Karim, Dr. Rully; Rarasati, Ayomi Dita
Smart City Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bridges are very important to promote economic growth, mitigate poverty, and address persistent environmental issues. With the construction of new bridges, it is crucial to have an effective bridge inspection procedure. But most developing countries are still struggling in this field. This review examines common factors affecting bridge inspection in developing countries and their impact on bridge condition and performance while exploring strategies to improve those factors in developing countries in a systematic review. A total of 172 articles were identified through an explorative search of Direct Scopus, Google Scholar, and hand-search with limitations of the years 2013 to 2024. Only 15 articles were considered and classified based on the related topic of research study and keywords, such as Inspection of infrastructure, Improvement of bridge inspection, maintenance, and developing countries related articles. The findings from previous research studies show that the factors budget, resources, policies/Laws/regulations, Bridge age, and transparency are the factors that influence bridge inspection practices in developing countries. It is important to work on these factors to improve bridge inspection in developing countries. The recommendations from previous studies that can improve these factors are exploring new funding sources, enhancing the training programs, introducing cutting-edge technologies, updating standard guidelines every year, developing a centralized online portal to give regular updates of inspection data, and advocating for long-term planning. Therefore, this analysis concludes that bridge inspection practices can be improved in developing countries by improving all those factors.