Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kompensasi dan Kepuasan Kerja dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru Nurjaya Nurjaya; Anis Syamsu Rizal
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4616

Abstract

Suatu organisasi tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai, dan tujuan tersebut dapat dicapai dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang ada. Sumber daya manusia merupakan aset organisasi yang paling berharga karena tanpanya organisasi tidak dapat berkembang, akibatnya organisasi hanya dipersepsikan sebagai institusi atau lembaga yang tidak memiliki proses internal. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan mengenai pengaruh kompensasi dan kepuasan kerja terhadap motivasi kerja guru di Yayasan Masjid Al-Ikhlas. Adapun jenis penelitiannya menggunakan studi lapangan (field research), dengan pendekatan deskritif kuantitatif. Teknik pengumpulan data  yang digunakan berupa kepustakaan, kuisioner dan wawancara, dengan subjek penelitiannya tenaga pendidik program KB/TK, SD, dan SMP Yayasan Masjid Al-Ikhlas. Hasil penelitiannya menjelaskan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan kompensasi terhadap motivasi kerja guru. Besarnya pengaruh kompensasi terhadap motivasi kerja guru sebesar 37,6%. Selanjutnya kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja guru. Hasil perhitungan regresi sederhana kepuasan kerja terhadap motivasi kerja guru diketahui besarannya adalah 39,5%. Dan ada pengaruh positif dan signifikan kompensasi dan kepuasan kerja terhadap motivasi kerja guru. Besarnya pengaruh kompensasi dan kepuasan kerja terhadap motivasi kerja guru adalah 54,4% dan sisanya sebesar 45,6%. Namun sisa dari pengaruh kompensasi dan kepuasan kerja terhadap motivasi kerja guru dipengaruhi oleh variabel dan faktor lainya. Oleh karenanya, kompensasi dan kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap sebuah pekerjaan yang dilakukan tenaga pendidik di yayasan masjid Al-Ikhlas dengan ditandai meningkatknya motivasi kerja.
SISTEM INFORMASI LAPORAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN (RKA - BOP) BERBASIS WEB Nurjaya Nurjaya
Journal of Informatics and Communication Technology (JICT) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : PPM Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52661/j_ict.v1i2.38

Abstract

Bantuan operasional pendidikan (BOP) bertujuan untuk membebaskan biaya seluruh siswa satuan pendidikan negeri dari SPP rutin, meningkatkan kinerja dan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, melengkapi kebutuhan untuk kegiatan proses belajar mengajar (PBM). Oleh karena itu proses pelaporan rencana kerja dan anggaran (RKA) dari bantuan operasional pendidikan (BOP) menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting dalam menunjang pengelolaan administrasi satuan pendidikan. Sistem yang digunakan pada unit pelaksana teknis (UPT) masih bersifat konvensional, proses laporan dilakukan dimana berkas-berkas laporan yang dikirimkan oleh setiap sekolah dikelola dan direkap secara manual, sehingga menyebabkan proses rekap data menjadi lambat serta proses input data kedalam sistem saat ini masih harus merinci dan melihat laporan dari setiap sekolah menyebabkan sering terjadinya kesalahan. Oleh karena itu pada penelitian akan merancang sistem informasi rencana kerja dan anggaran (RKA-BOP) berbasis web agar dapat mempercepat proses rekap data serta agar dapat meminimalisir kesalahan dalam proses penginputan di unit pelaksana teknis (UPT). Adapun hasil dari penelitian ini terbukti bahwa sistem yang dibangun pada unit pelaksana teknis (UPT) dapat mempercepat proses rekap data serta agar dapat meminimalisir kesalahan dalam proses penginputan
NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM BIMBINGAN PERKAWINAN Nurjaya Nurjaya; Abdul Muhyi; Yunus Yunus
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7, No 3 (2024): August 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i3.2082

Abstract

Penelitian mengambarkan peran nilai kearifan lokal dalam Bimbingan Perkawinan. Penelitian menggunakan hukum empiris pendekatan sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai-nilai kearifan lokal yang diterapkan dalam bimbingan perkawinan pada bersumber dari lontarak antara lain; ramah kepada siapapun, suka menolong, bersikap sesuai dengan norma dan tata kerama seperti Abbulo Sibatang dan Ati Maccinong. Pelaksanaan bimbingan perkawinan di Kementerian Agama Kabupaten Luwu mengalami beberapa kendala antara lain kendala terhadap fasilitator adalah media yang kurang mendukung, belum adanya keharusan kepada seluruh calon pengantin untuk mengikuti bimbingan perkawinan, belum adanya data pemetaan dari aspek sosiologi peserta bimwin dan ketidak tepatan waktu dan kehadiran calon pengantin. Kendala terhadap peserta bimbingan adalah waktu bimbingan yang terlalu lama dan tidak fleksibel untuk para pekerja, sulitnya mengatur waktu para peserta dikarenakan dilaksanakan pada hari bekerja sehingga tidak maksimal mengikuti materi bimbingan serta jauhnya jarak domisili dengan tempat pelaksanaan.
Analysis of the Readiness for Implementing Deep Learning Curriculum in Madrasah from the Perspective of Educators Fil Isnaeni; Septian Arief Budiman; Nurjaya Nurjaya; Mukhlisin Mukhlisin
Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 8 No. 1 (2025): Islamic Primary Education based on Islamic values
Publisher : Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attadrib.v8i1.841

Abstract

This study explores the readiness of madrasahs to implement a deep learning-based curriculum from the perspective of educators. As technology advances and digital skills become increasingly important in education, integrating deep learning approaches is expected to improve learning quality in Islamic schools. Using a qualitative case study method, this research was conducted in several madrasahs that have begun incorporating technology into their teaching practices. Data were collected through in-depth interviews with educators and classroom observations. The findings show a strong interest among teachers in applying deep learning strategies. However, several challenges hinder effective implementation, including limited access to technology, lack of professional training, and insufficient understanding of deep learning concepts. Despite these issues, most teachers expressed willingness to adapt and learn, provided they received adequate support from schools and the government. The study concludes that three key factors determine the success of deep learning curriculum implementation in madrasahs: (1) continuous professional development for teachers, (2) sufficient technological infrastructure, and (3) a deeper understanding of the pedagogical value of deep learning. This study implies that successful implementation requires collaboration from all parties. The government should provide policies and funding for teacher training and technology access. Madrasahs must facilitate ongoing learning opportunities, while teachers should remain open to improving their digital and pedagogical skills. With strong collaboration, deep learning can be effectively integrated, enhancing the quality of Islamic education in the digital age.