Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kajian Dampak Pencemaran Pestisida Kimia dan Kesehatan Lingkungan Ilyas Ibrahim
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pestisida yang semakin meningkat dalam sektor pertanian telah memberikan manfaat dalam meningkatkan produktivitas hasil panen. Namun, penggunaan yang tidak sesuai dengan dosis, frekuensi, dan prosedur yang dianjurkan dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara serta mengganggu keseimbangan ekosistem. Residu pestisida yang terakumulasi di lingkungan berpotensi memberikan dampak terhadap organisme non-target dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada manusia melalui paparan langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, diperlukan kajian komprehensif untuk mengevaluasi dampak penggunaan pestisida terhadap kesehatan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Scopus, PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda terhadap publikasi tahun 2020–2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui sintesis naratif untuk mengidentifikasi dampak pestisida terhadap media lingkungan, keanekaragaman hayati, dan kesehatan manusia. Hasil penelitian menunjukkan Sebanyak 28 artikel memenuhi kriteria analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan pencemaran tanah (82,1%), air (75,0%), dan udara (46,4%) akibat residu pestisida. Dampak lingkungan yang paling sering ditemukan meliputi penurunan kualitas tanah, pencemaran sumber air, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta gangguan terhadap organisme non-target. Dari aspek kesehatan, paparan pestisida berhubungan dengan gangguan sistem saraf, gangguan pernapasan, gangguan reproduksi, gangguan endokrin, dan peningkatan risiko penyakit kronis. Mayoritas penelitian juga merekomendasikan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penggunaan alat pelindung diri, serta pengawasan residu pestisida sebagai langkah mitigasi. Kesimpulan penelitian ini adalah Penggunaan pestisida yang tidak terkendali memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penerapan praktik pertanian berkelanjutan, penggunaan pestisida secara bijaksana, peningkatan edukasi petani, serta penguatan kebijakan pengelolaan pestisida diperlukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat
Faktor Kesediaan Melakukan Vaksinasi Covid-19 Pada Anak di SD Utari Slamet; Mariene Wiwin Dolang; Zulfikar Lating; Rahma Tunny; Ilyas Ibrahim
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 1, No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh1104

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 merupakan penyakit menular yang berkembang secara global sejak akhir tahun 2019 dan pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan, Tiongkok. Penyebaran virus ini menimbulkan berbagai permasalahan di hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah adalah pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada anak usia sekolah. Namun, kesediaan orang tua dalam memberikan izin vaksinasi masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama persepsi terhadap vaksin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kesediaan orang tua dalam melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak di SD Negeri 2 Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 136 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia <35 tahun sebanyak 107 orang (78,9%) dan >35 tahun sebanyak 39 orang (21,3%). Berdasarkan pekerjaan, mayoritas responden adalah ibu rumah tangga sebanyak 108 orang (79,4%), wiraswasta 18 orang (13,2%), dan pegawai negeri sipil 10 orang (7,4%). Karakteristik anak menunjukkan usia >12 tahun sebanyak 113 anak (83,1%) dan <12 tahun sebanyak 23 anak (16,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi orang tua dengan kesediaan melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak dengan nilai p-value = 0,000. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi orang tua dengan kesediaan melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak di SD Negeri 2 Kairatu.
Edukasi Pencegahan Paparan Pestisida pada Petani Melalui penyuluhan di Desa Waimital Ilyas Ibrahim; Idham Soamole; Hafis Makayaino
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.499

Abstract

Petani di Desa Waimital, sebagian besar bergantung pada penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Namun, kurangnya pengetahuan tentang praktik penggunaan pestisida yang aman dan rendahnya kesadaran akan pentingnya penggunaan alat pelindung diri meningkatkan risiko paparan pestisida yang dapat menyebabkan masalah kesehatan akut maupun kronis,sehingga diperlukan intervensi berupa edukasi untuk meningkatkan pengetahuan petani. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas metode penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik petani.Metode: kegiatan PKM ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretestposttestdesign . Sampel terdiri dari 30 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Datapengetahuan, sikap dan praktik dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan. Intervensi yang diberikan berupa ceramah, diskusi dan demonstrasi cara penggunaan APD dan aplikasi pestisida yang tepat. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon untuk membandingkan skor pengetahuan, sikap dan praktik sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil: intervensi PKM menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan, sikap dan praktik petani setelah mengikuti penyuluhan. Rata-rata skor pengetahuan sebelum intervensi (pretest) adalah 56,27 (kategori kurang), dan meningkat menjadi 81,17 (kategori baik) dan sikap sebelumnya 54,40 (kategori negatif) meningkat menjadi 76,37 (kategori positif) setelah intervensi (posttest) serta praktik 54,50 kategori kurang, meningkat 80.13 kategori baik dengan p-value 0,000 menunjukan sangat signifikan. Kesimpulan: Metode penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, praktik petani di Desa Waimital mengenai pencegahan paparan pestisida. Disarankan kepada pihak terkait seperti dinas pertanian dan puskesmas setempat untuk secara rutin mengadakan program edukasi serupa guna menjaga keberlanjutan peningkatan kesadaran petani