p-Index From 2021 - 2026
6.928
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains) JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan EDUSAINS Jurnal Pendidikan Indonesia Quagga Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Jurnal Pendidikan Usia Dini Jurnal Terapan Abdimas Pedagogi Hayati Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Bioedukatika Jurnal Ilmiah Didaktika : Media Ilmiah Pendidikan dan Pengajaran Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Journal of Biology Education Al-Khidmah BULETIN AL-RIBAATH Journal of Educational Research and Evaluation Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Biotek BIOSFER : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan SAP (Susunan Artikel Pendidikan) JURNAL BIOEDUCATION Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Proceeding Biology Education Conference Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi BIOMA : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Jurnal Pendidikan MIPA Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Berita Biologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Improving higher-order thinking skill through POE (Predict, Observe, Explain) and guided discovery learning models Suryamiati, Witriyani; Kahar, Adi Pasah; Setiadi, Anandita Eka
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol 5, No 2 (2019): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.853 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v5i2.8266

Abstract

The low level of students’ higher-order thinking skills (HOTS) has been the main problem of education in Indonesia. This study aimed to determine the difference of students’ HOTS taught by using POE and Guided discovery learning models. This quasi-experimental research involved 34 students of X IPA 3 and 32 students of X IPA 4 at SMA Negeri 1 Sungai Ambawang-West Kalimantan as the sample. The data obtained by using test which was analyzed using Mann-Whitney U test. The results showed that the students’ HOTS who were treated with POE was significantly higher than those who were taught using Guided discovery learning. Therefore, it is suggested to implement POE to improve students’ HOTS.
ARGUMENTASI ILMIAH DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI METODE DEBAT Suraya, Suraya; Setiadi, Anandita Eka; Muldayanti, Nuri Dewi
EDUSAINS Vol 11, No 2 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.158 KB) | DOI: 10.15408/es.v11i2.10479

Abstract

SCIENTIFIC ARGUMENTATION AND CRITICAL THINKING SKILLS TROUGH DEBATE METHODS AbstractLack of self-confidence and weak student reasoning in biology learning are related to scientific argumentation skills and critical thinking skills. This study aims to examine scientific argumentation and critical thinking skills of class X students in MAN 1 Natuna through debate methods on biodiversity material. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection using observation, interviews, and documentation. Assessment of scientific argumentation and critical thinking was done oral and written. Scientific argumentation skills refer to Toulmin's Argument Pattern (TAP) and critical thinking skills are categorized in Strong, Acceptable, Unacceptable, & Weak. The results showed that student' scientific argumentation skills were at levels 2, 3, and 4. None of the students were at levels 1 and 5. Students' critical thinking skills were in the Unacceptable (62.06%) and Acceptable (37.94% ) category. Scientific arguments and critical thinking of class X students at MAN 1 Natuna are low. AbstrakKurangnya kepercayaan diri serta lemahnya penalaran siswa pada pembelajaran biologi berkaitan dengan keterampilan argumentasi ilmiah dan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keterampilan argumentasi ilmiah dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas X di MAN 1 Natuna melalui metode debat pada materi keanekaragaman hayati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penilaian keterampilan argumentasi ilmiah dan berpikir kritis  dilakukan secara lisan & tulisan. Keterampilan argumentasi ilmiah siswa mengacu pada Toulmin’s Argument Pattern (TAP), sedangkan keterampilan berpikir kritis dikategorikan dalam Strong, Acceptable, Unacceptable, & Weak. Hasil penelitian menunjukkan, keterampilan argumentasi ilmiah siswa berada pada level 2, 3, dan 4. Tidak ada satupun siswa yang berada pada level 1 dan 5. Keterampilan berpikir kritis siswa pada kategori Unacceptable (62.06%) dan Acceptable (37.94%). Argumentasi ilmiah dan berpikir kritis siswa kelas X di MAN 1 Natuna tergolong masih rendah. 
BAHAN AJAR SAINS ANAK USIA DINI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN NILAI KEISLAMAN Diana, Diana; Setiadi, Anandita Eka
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 12 Nomor 2 November 2018
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.119 KB) | DOI: 10.21009/JPUD.122.02

Abstract

This research aims to develop learning materials at science based on local wisdom and islamic values that can be used at schools. This research conducted with research and development 4-D Model. There are four stages which are define, design, develop, and dessiminate. Data were collected through observation, interview, validation sheets and response sheets for teachers and students. Product learning materials tested limited trials at ANNUR kindergarten in Pontianak. The validity of the results achieved very valid. The results of validation learning materials achieved very well with score 81%. The results of a response teacher and students achieved strong category with score 76%. The conclusion about this research learning materials at science based on local wisdom and islamic values worthy to use in the learning process at schools. Keywords: Learning material, Early childhood Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar sains anak usia dini berbasis kearifan lokal dan nilai keislaman yang layak digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Four D (Model 4D). Terdapat empat tahapan dimulai dari define, design, develop, dan dessiminate. Pengambilan data menggunakan lembar observasi, lembar wawancara, lembar validasi dan angket respon untuk guru dan siswa. Analisa data menggunakan metode deskriptif. Produk bahan ajar melalui uji coba terbatas di TK ANNUR di Kota Pontianak. Hasil penilaian bahan ajar oleh validator sebesar 81% dengan kriteria sangat valid. Respon siswa dan guru terhadap bahan ajar sebesar 76% dengan kriteria kuat. Disimpukan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal dan nilai keislaman layak digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Bahan ajar, Anak usia dini
The Differences of Brain Based Learning and Somatic Auditory Visual and Intellectual Based on Brain Gym toward Students' Learning Outcomes and Retention Aulia, Fitri Dayanti; Setiadi, Anandita Eka; Rahayu, Hanum Mukti
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.887 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v10i1.23416

Abstract

This study aims to compare the Brain-Based Learning (BBL) and Somatic Auditory Visual and Intellectual (SAVI) learning models based on brain gym in an effort to improve student learning outcomes and retention. This study was experimental research with a Quasi-Experimental design. The population of this study totaling 62 people, using the BBL learning model for as many as 22 people and using the SAVI learning model for as many as 22 people. Data analysis used a t-test with SPSS for windows 22.0. The results showed that the average score of the pretest, posttest, and retest of the BBL class was greater than that of the SAVI class. The t-test analysis obtained a significance value of 0.026 <0.05 for learning outcomes and a significance value of 0.32 <0.05 for student retention. So it can be concluded that there is a significant difference between learning outcomes and retention in the BBL and SAVI learning models which affect learning outcomes and student retention in learning.
ANALISIS STANDARISASI LABORATORIUM BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI KOTA PONTIANAK (The Analysis of Standardization of Biology Laboratory at Senior High School in Pontianak) mutiara adilah; Anandita Eka Setiadi; Adi Pasah Kahar
Jurnal Ilmiah Didaktika Vol 21, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Didaktika Februari 2021
Publisher : Center for Research and Publication Universitas Islam Negeri (UIN) of Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jid.v21i2.5995

Abstract

The laboratory is an important part of biological learning activities. Previous research has shown that biological laboratories in various cities in Indonesia have different facilities, infrastructures, and management. The pre-observation of six senior high schools in Pontianak City has already shown that they have a laboratory, but standards of completeness of facilities, infrastructure utilization, management, and conditions in six high schools have not yet been known. This research aims to describe the standardization of biology laboratory in six senior high schools in Pontianak City. Methods used are qualitative descriptive with the technique of data collection is through observation, polls, interviews, and documentation. The research object is a biology laboratory in six senior high schools in Pontianak that has been accredited as A and B. The standardization basis of biological laboratory uses Permendiknas No. 24 years 2007 about facilities and infrastructure, Permendiknas No. 26 years 2008 and No. 16 years 2007 about laboratory management, Kemenkes No. 1405/MENKES/SK/XI/2002 about laboratory conditions, and Permendikbud 004/H/AK/2017 about high school accreditation. The results of the study showed that the biology laboratory at four high schools in Pontianak City is standardized with category B because it meets five provisions, while the other two high schools are not standardized because they have not fulfilled the existing conditions.
ANALISIS GENERIC LIFE SKILLS MENGGUNAKAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 08 PONTIANAK Rauda Rauda; Arif Didik Kurniawan; Anandita Eka Setiadi
Jurnal Ilmiah Didaktika Vol 21, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Didaktika Agustus 2020
Publisher : Center for Research and Publication Universitas Islam Negeri (UIN) of Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jid.v21i1.5955

Abstract

Sekolah Menengah Atas Negeri 08 Pontianak telah menerapkan prinsip-prinsip kecakapan hidup dalam proses pembelajaran biologi, namun dalam penerapannya belum mendapatkan hasil yang maksimal. Diperlukan suatu metode agar kecakapan hidup dapat dikembangkan, salah satunya melalui model problem based learning. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kecakapan hidup general siswa pada pembelajaran sistem gerak di kelas XI dengan model Problem Based Learning. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan jenis pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari angket, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan kecakapan hidup general di kelas XI Lina (Lintas Minat) terkategori Baik dengan rata-rata sebesar 70%. Kecakapan hidup general yang muncul saat pembelajaran PBL adalah Kecakapan spiritual berupa penghayatan diri sebagai makhluk tuhan sebesar 82%, kecakapan potensi berupa menyadari kelebihan yang dimiliki dan percaya diri sebesar 68%, kecakapan berfikir yaitu menggali informasi, menemukan, mengelola, dan mengambil keputusan sebesar 69%, kecakapan komunikasi berupa mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis sebesar 69%, kecakapan bekerjasama berupa tanggung jawab sebesar 73%. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa kecakapan hidup general siswa setelah diajarkan dengan menggunakan PBL yaitu siswa merasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, siswa menyadari kelebihan dan kekurangan fisik yang dimiliki, kemudian siswa berfikir untuk menyelesaikan kasus permasalahan yang diberikan, berkomunikasi dan bekerjasama ketika berinteraksi antar sesama dalam satu kelompok.
ANALISIS KORELASI SIKAP ILMIAH DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMPN 3 SUNGAI KAKAP . Khairawati; Hanum Mukti Rahayu; Anandita Eka Setiadi
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2018): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.407 KB) | DOI: 10.29406/jpk.v7i1.1090

Abstract

Sikap ilmiah merupakan perilaku individu dalam memecahkan suatu masalah dengan langkah-langkah ilmiah. Sikap ilmiah menghasilkan pengetahuan dan keterampilan. Prestasi belajar merupakan penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap ilmiah siswa, prestasi belajar siswa dan korelasi sikap ilmiah dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumenter nilai ulangan harian siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Sungai Kakap. Sikap ilmiah yang diteliti yaitu sikap rasa ingin tahu, disiplin, tanggung jawab, teliti, kerjasama, jujur dan kepedulian. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata sikap ilmiah 69,98% pada kategori cukup. Sikap ilmiah pada kategori terendah terdapat pada indikator rasa ingin tahu dengan rata-rata 55,95%, sikap ilmiah tertinggi terdapat pada indikator tanggung jawab dengan rata-rata 89,28%, dan sikap ilmiah pada kategori cukup terdapat pada indikator sikap teliti, kerjasama, jujur dan kepedulian. Sedangkan prestasi belajar rata-rata 70 dengan persentase ketuntasan 57,14%. Hasil korelasi berhubungan sangat kuat dengan r = 0,92. Disimpulkan terdapat hubungan antara sikap ilmiah dan prestasi belajar siswa.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPA DI MTs. NEGERI 1 PONTIANAK Jahara Jahara; Anandita Eka Setiadi; Arif Didik Kurniawan
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2019): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.575 KB) | DOI: 10.29406/jpk.v8i1.1777

Abstract

Guru dapat berperan sebagai motivator yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa, faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi motivasi belajar siswa serta upaya yang dilakukan guru dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa pada pelajaran IPA kelas VIII F di MTs. Negeri 1 Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket, observasi dan wawancara. Sumber data  penelitian ini adalah guru IPA dan siswa kelas VIII F di MTs. Negeri 1 Pontianak. Hasil penelitian menunjukan tingginya motivasi belajar siswa kelas VIII F di MTs. Negeri 1 Pontianak. Faktor pendukung yang mempengaruhi motivasi belajar siswa yaitu hasrat dan keinginan belajar (90.9%), dorongan kebutuhan belajar (90,4%), harapan akan cita-cita (89,5%), kegiatan belajar yang menarik (89,1%), lingkungan yang kondusif (90,8%), adanya penghargaan (86,2%), fungsi alat tubuh (84,5%), minat terhadap pelajaran ( 86,2%), pengertian orang tua (89,9%), peran guru dalam proses pembelajaran (92,0%), teman bergaul (91,6%) dan kehidupan dalam masyarakat (91,2%). Faktor penghambat yang mempengaruhi motivasi belajar siswa yaitu kemampuan mengingat (64,1%), kecerdasan (55%), dan keadaan ekonomi keluarga (57,5%). Sedangkan upaya yang dilakukan guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dengan memberikan nilai tambahan, menumbuhkan kesadaran kepada siswa pentingnya mengerjakan tugas, memberitahukan terlebih dahulu kepada siswa ketika akan diadakan ulangan, mengumumkan hasil tugas dan PR siswa, memberikan pujian, memberikan hukuman, menumbuhkan hasrat siswa untuk belajar, dan minat siswa pada pelajaran. Dapat di simpulkan bahawa motivasi belajar siswa MTs. Negeri 1 Pontianak dalam pelajaran IPA sangat tinggi.
STUDI KOMPARASI STRATEGI PEMBELAJARAN LTLC DENGAN GQGA TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI SEL KELAS XI SMA NEGERI I SUNGAI KAKAP Karmila Karmila; Anandita Eka Setiadi; Hanum Mukti Rahayu
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2019): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.527 KB) | DOI: 10.29406/jpk.v8i1.1778

Abstract

Rata-rata hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sungai Kakap pada mata pelajaran biologi masih di bawah KKM, khususnya pada materi Sel. Diharapkan dengan menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dapat memperbaiki aktivitas dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aktivitas dan hasil belajar siswa serta memilih strategi mana yang paling efektif antara pembelajaran menggunakan LTLC dan GQGA. Bentuk peneltian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan rancangan Pretest Posttest Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu kelas XIA sebagai kelas eksperimen I dan XIC sebagai kelas eksperimen II. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan pengukuran. Alat pengumpul data yang digunakan adalah test pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan nilai uji U-mann Whitney 0.00<0,005. Hal tersebut menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran  menggunakan strategi LTLC dan GQGA. Nilai rata-rata hasil belajar menggunakan strategi LTLC 55,86 dan GQGA 39,64 sehingga disimpulkan LTLC lebih efektif dibandingkan GQGA.
Improving higher-order thinking skill through POE (Predict, Observe, Explain) and guided discovery learning models Witriyani Suryamiati; Adi Pasah Kahar; Anandita Eka Setiadi
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2019): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v5i2.8266

Abstract

The low level of students’ higher-order thinking skills (HOTS) has been the main problem of education in Indonesia. This study aimed to determine the difference of students’ HOTS taught by using POE and Guided discovery learning models. This quasi-experimental research involved 34 students of X IPA 3 and 32 students of X IPA 4 at SMA Negeri 1 Sungai Ambawang-West Kalimantan as the sample. The data obtained by using test which was analyzed using Mann-Whitney U test. The results showed that the students’ HOTS who were treated with POE was significantly higher than those who were taught using Guided discovery learning. Therefore, it is suggested to implement POE to improve students’ HOTS.
Co-Authors . Khairawati ., Nurhafizah Adi Pasah Kahar Adi Pasah Kahar Adi Pasah Kahar Agistha Wulandari agung setiawan Agustini Agustini, Agustini Ahmad Faisal Amri Alawiyah, Henny Andayani, Fitri Ardiyanto, Ramadhan Ari Sunandar Arif Didik Kurniawan Arif Didik Kurniawan Aulia, Fitri Dayanti Ayu Wulandari Dedeh Kurniasih Dedeh Kurniasih Delva Hernanda Diana Diana Diana Diana Dina, Utin Dini Hadiarti Dwi Cahyani Erika Oktaviona Erlianti, Erlianti eti setyaningsih Etika, Anjar Dwi Ety Setiawati Febriyanti, Nisa Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Hadi Suwono Hayadi, Arif Ergi Helda Susanti hendry yanto Hidayaty, Alfina Hilmizein, Roif Ibrahim, Khairunnisa Ibrohim Isti Citra Wulandari Jahara Jahara Jumiarni, Jumiarni Kabani, Rana Karmila Karmila Khastuti, Dilla Krisdayanti, Krisdayanti Lestari, Linda Lostari, Linda MARIA BINTANG Melisa Melisa Mia Audina, Mia Muldayanti, Nuri Dewi mutiara adilah Nengsih, Nengsih Nini, Diana Nuri Dewi Muldayanti Nurliza Nurliza Nursela, Agustin Oktapiyanti Oktapiyanti Oktaviona, Erika Pasah Kahar, Adi Pelegia Dianti Prawati, Lisa Putri, Frilianty Qurbaniah, Mahwar Qurbaniah, Mahwar Rahayu, Hanum Mukti Ramanda, Perabela Rauda Rauda Reza Fahrazi Rifa, Maryani Sabda Rinarti Riska Citra Miranda Sabilla, Sabilla Narulita Safitri Anggraeni Sanjaya, Muhammad Reza Saparina, Sepy Saputri, Libras Asa Saripa Aini Sekar Wiji Utami Setiawati, Ety Setiawati, Ety Solehah, Meutia Sonia Sri Supartini Sudarti Sudarti Sunandar , Ari Sunandar, Ari Sunandar, Ari Sunandar, Ari Sunandar Sunarya, Dede Suraya Suraya suryamiati, witriani witriyani Suryamiati, Witriyani Syahpiyan, Said Muhamad Ivan Vivi Julia Kartika Witriyani Suryamiati Wulan, Siti Kurnia Wulandari, Selvi Yoga Febriyanda Yuninur, Lilik